
...***...
Pada saat itu mereka sangat terkejut dengan apa yang telah dikatakan King?.
"Hie!."
Mereka semua sangat shock dengan apa yang mereka dengar?.
"Kau sangat serius king?." Kakeru menepuk pundak King dengan keras?.
"O?. Oh!." King mengangguk tanda ia.
"Kau benaran disuruh memilih seperti itu?." Takeru terlihat pucat?.
"Tiga orang wanita yang akan menjadi calon istrimu?. Sangat luar biasa sekali ya?." Yousuke malah kagum dengan itu?.
"Kau playboy juga, ya king?." Akashi dengan nada bercanda berkata seperti itu.
"Ahaha!. Jangan berkata seperti itu." King merasa tidak enak hati.
"Tapi itu sangat berlebihan sekali." Yamato hampir tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Beruntung sekali kau mendapatkan pilihan sepertti itu king." Arata malah kagum?. Sama halnya dengan Yousuke.
"Lantas?. Apakah king senpai memiliki pandangan atau penilaian pada mereka?." Koh yang bertanya seperti itu.
"Benar tuh!. Apakah kau mendapatkan gambaran yang cocok untuk memilih salah satu dari mereka?. Katakan dengan tegas!." Ban terlihat sangat serius.
"Ahaha!. Ban senpai. Kau terlihat sedang menginterogasi aku." King sedikit gugup mendengarkan ucapan Ban.
"Itu harus!. Sebab kau akan menikah sekali seumur hidup!. Maka kau harus memilih dengan tenang. Jangan hanya dengan perasaan saja!." Ban semakin serius. "Jika kau berani melakukan hal yang aneh pada istrimu?!. Maka kau akan berurusan denganku!." Ia malah mengeluarkan borgol.
Deg!.
King sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Ban.
"Tenanglah ban chan." Kakeru menepuk pundak Ban, agar duduk dengan tenang. "Ini sesi curhat. Jadi kau kau jangan menakutinya." Kakeru tidak ingin suasana menjadi tegang.
"Benar itu ban." Akashi sangat setuju dengan ucapan Kakeru. "Kita dengarkan dulu pendapat king mengenai calon istrinya." Lanjutnya.
"Haik!." Ban kembali duduk dengan tenang.
__ADS_1
"Tenanglah ban senpai." Takeru menatap mereka dengan tajam, terutama Ban?!. "Jika penjelasannya memalukan?. Aku tidak akan segan-segan untuk menegurnya dengan pedang ku ini." Takeru mengeluarkan Samurai miliknya.
"Hie!." Yamato, Koh, King, dan Arata saling berpelukan. Mereka semua benar-benar merinding melihat betapa marahnya Shinken Red saat itu?. "Menyeramkan sekali." Dalam hati mereka sangat takut.
"Ayolah takeru." Yousuke berusaha untuk mencarikan kembali suasana tegang itu.
"Jangan marah dulu. Mari kita dengarkan dulu." Yousuke memang harus bisa menenangkan Takeru.
"Heh!." Takeru hanya mendengus saja?.
"Lanjutkan king." Akashi merasa tidak nyaman?. Namun ia masih penasaran bagaimana dengan lanjutannya.
"Haik!." King kembali duduk dengan tenang.
Dan mereka kembali mendengarkan lanjutan cerita dari King?.
"Ammy dia orangnya percaya diri dan kuat. Yayoi orangnya baik perhatian. Lalu mikoto-." Ucap King sambil membayangkan sosok Mikoto. "Dia sangat cantik, suaranya sangat bagus." King malah terpesona dengan sosok Mikoto?. "Aku suka saat ia bernyanyi. Sangat enak didengar." Lanjut King dengan hati berbunga-bunga.
"Oih ya ampun, dia bucin juga ternyata." Yousuke baru kali ini melihat ada leader bucin?. "Ya, meskipun kyousuke senpai juga bucin, tapi tak separah ini deh?." Dalam hatinya sangat heran dengan kelakuan King.
"Parah sekali bucin anak ini." Dalam hati Akasahi merasa miris. "Kau pikir kau ini anak remaja yang baru saja kenal dengan namanya cinta?." Dalam hatinya ingin berkata seperti itu. Tapi ia takut membuat King tersinggung nantinya.
"Eh?. Benarkah?!." King malah semangat mendengarkan ucapan Arata.
"Ya. Tentu saja." Jawabnya sambil berdiri. "Malaikat cinta akan memberkati dirimu." Lanjutnya.
"He?!."
Antara terpesona dan ngeri melihat Arata mengepakkan sayangnya itu.
"Hoh?!. Malaikat cinta?!." King semakin bersemangat dengan itu.
"Baru kali ini aku melihat malaikat dari dekat." Dalam hati Yamato malah kagum melihat itu?.
"Panas sekali. Kenapa malah panas sepertti ini?." Akashi, Yousuke dan Koh malah kepanasan?.
"Rasanya aku sedang terbakar." Kakeru sampai mengipas tangannya. "Entah kenapa terasa sangat panas?." Keluhnya merasakan panas yang tidak biasa.
"Lantas kau memilih siapa?!." Dengan suara yang sangat mengerikan Ban dan Takeru bertanya seperti itu?.
Deg!.
__ADS_1
Mereka semua sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat saat itu. Pemandangan yang sangat menyeramkan yang pernah mereka lihat saat itu.
"Kau jangan terlalu banyak memuji wanita." Takeru mengarahkan samurainya tepar ke leher King. "Wanita itu sangat berbahaya, jadi kau tidak boleh terjebak dalam pesona mereka. Atau aku yang akan membunuhmu." Suaranya terdengar sangat menyeramkan.
"Kau ini sangat plin-plan sekali. Tidak bisa menilai satu wanita, bahkan kau mengagumi ketiganya dengan sepertti itu?!." Ban juga dalam mode gahar?. "Kau ini playboy memang ya?. King-chan." Ia mengarahkan D-Magnum miliknya ke dada kiri King, dan kepala King. "Jangan terlalu banyak memilih, jika tidak ingin mati hari ini juga." Lanjutnya dengan penuh ancaman.
Suasana saat itu mendadak seram karena apa yang dilakukan Takeru dan Ban yang merasa heran dengan ucapan King?.
"He?. Aku salah apa?!." Dalam hati King sangat takut.
Plak!.
Kakeru, Akashi, Yousuke dan Arata menggeplak kepala Ban dan Takeru, sehingga keduanya meringis sakit.
"Bukan seperti itu menanggapinya takeru." Yosuke dan Akashi memancarkan aura membunuh.
"Ban chan?!. Bisa tenang sebentar?. Mau aku kasih ke kadang singa?." Kakeru menepuk pundak Ban.
"Tenanglah ban senpai. Jangan terbawa suasana. Tenang dulu." Arata memperlihatkan sayap hitamnya, seakan-akan ia malaikat kematian saat itu.
Gluph!.
Ban dan Takeru sangat gugup dengan apa yang dikatakan mereka semua. "Haik!." Ban dan Takeru kembali duduk tenang. Tentunya mereka tidak ingin dihajar di tempat.
"Mereka ini sangat menyeramkan sekali." Dalam hati Koh sangat seram melihat pemandangan itu. "Aku yakin mereka memiliki jiwa pembunuh yang sangat mengerikan." Dalam hatinya sangat heran dengan sikap seniornya.
"Mereka ini mau curhat atau malah ingin adu kekuatan sih?. Sangat menyeramkan sekali." Dalam hati Yamato merinding melihat itu. "Baiklah. Semuanya tenang ya?." Ia berusaha untuk menenangkan suasana. "Mari kita dengarkan kelanjutannya." Sebenarnya ia juga takut dengan kondisi yang seperti itu.
"Ekhm!." Kakeru, Akashi, Yousuke, Arata memberi kode pada mereka untuk duduk dengan tenang.
Sedangkan Meruto?. Asuna?. Ui?. Bamba?. Towa?. Mereka yang mengintip dari jarak yang aman merasa takut?.
"Ternyata mereka seram juga." Dalam hati mereka sangat takut?. Mereka menggunakan ryusoul mendengarkan, sehingga mereka bukan hanya melihat saja dengan mata, namun mereka dapat mendengarkan dengan sangat jelas apa yang dibicarakan mereka semua. Itulah kelebihan yang dimiliki Ryusouja.
"Tapi ada rada bucinnya." Dalam hati Asuna sangat jelas menangkap itu dengan telinga.
"Apa yang mereka bicarakan sebenarnya?. Sangat aneh." Dalam hati Bamba sangat heran dengan itu.
Simak terus ceritanya.
...***...
__ADS_1