
...***...
Saat itu Marvelous yang sedang diselimuti oleh amarah, tidak mau mendengarkan apapun yang dikatakan oleh Dekaranger. Sedangkan Patranger yang tidak mengerti apa-apa permasalahan mereka hanya bisa menyimak saja?. Sementara itu Lupinranger?. Mereka mencoba untuk tidak melibatkan diri.
"Kalian terlalu banyak bicara!." Aba Red merasa kesal karena ia tidak dapat menahan amarahnya. "Dekarenja!. Kalian harus membayar apa yang telah kalian lakukan pada ahim-ku." Ucap Aba Red mengambil ancang-ancang untuk menyerang. Ia tidak akan menahan dirinya lagi, mungkin ia sedikit mengubah rencananya kali ini.
"Chotto mate (tunggu dulu)!. Kau keliru gokai red." Deka break maju beberapa langkah, mencegah Aba Red yang hendak memulai penyerangan.
Aba Red berubah mode?. Gwar!.
"Urusai!. (Berisik)!. Ocehan kalian!. TIDAK AKAN MENGEMBALIKAN AHIM-KU!." Aba Red dalam mode mengamuk, ia seakan kehilangan kendali. Kemarahannya sudah meledak ledak.
Lupinranger yang berada di belakang Aba Red merasa merinding karena aura kemarahan yang sangat mendalam.
Deg!.
"Sangat menyeramkan sekali orang ini." Dalam hatinya Lupinranger sangat takut melihat kemarahan itu.
"Kau salah faham gokai red!. Bukan kami yang membunuh gokai pink!." Deka Red mencoba menjelaskan, sebab Deka Break (Tetsu) telah menjelaskan kepadanya apa yang terjadi.
Mendengar itu Aba Red semakin memanas. "Kalian masih saja mau mengelak?!. Dasar tidak bertanggung jawab!. Aku akan membunuh mereka satu persatu saat ini juga!." Amarahnya saat itu amarahnya tidak bisa ia bendung lagi.
"Gokai red!. Ini bukan lah kau yang biasanya!. Terakhir kita bertemu kau masih bisa tenang!. Kita masih bicara dengan tenang!." Deka Red sedikit terbawa emosi.
"Terakhir kali bertemu?. Apakah mereka benar-benar pernah bertemu sebelumnya?." Dalam hati Lupinranger dan Patranger bersamaan?. Apakah mereka memiliki hubungan sebelumnya?. Tidak ada yang mengetahuinya.
"Nah!. Gokai red!. Mari kita-." Ucapan Deka Red sata itu terpotong karena kemarahan yang ditunjukkan oleh Gokai Red yang saat itu menggunakan kekuatan Aba Red.
"Cerewet!." Tanpa banyak bicara Aba Red menyerang Deka Red dan Deka Berak dengan serangan yang sangat luar. Menyerang tanpa memperdulikan apa yang mereka katakan. Mau tak mau Dekaranger melawan karena tidak punya pilihan dari pada kena serangan AbaRed.
__ADS_1
"Apa yang harus kita lakukan Keiichiro?." Patren Sangou kebingungan, haruskah mereka menolong senior mereka?.
"Ayo kita bantu." Keiichiro memberi aba-aba pada Patren Nigou dan Patren Sangou untuk mengikutinya.
Dekarenja Dan Patrenja sedang melawan AbaRed, 9 lawan 1?. Apakah itu pertarungan yang seimbang?. Aba Red menghadang Patren Nigou dan Sangou, keduanya mendapat serangan keras dari Aba Red, keduanya terjajar dan berguling ke tembok jalan yang keras
"Sakuya!. Tsukasa!." Patren Ichigo tidak terima, ia balik menyerang dan sayangnya kena serangan juga.
"Gokai red!. Tenanglah!. Kami bukan musuhmu!." Deka Red berusaha menenangkan Aba Red. Ia sebenarnya tidak ingin bertarung dengan Gokai Red. Tapi kondisi kali ini sedikit berbeda, namun ia harus memahami kondisi mental Gokai Red karena kehilangan salah satu kru-nya.
"Berisik!. Kalian akan membayar mahal nyawa ahim-ku!." AbaRed semakin mengamuk dan menyerang Deka Red, beruntung Deka Red sempat menghindar,
"Sen chan!. Ayo kita bantu ban!. Jangan biarkan pertarungan ini terus berlanjut!." Deka Yellow tidak ingin pertarungan ini menimbulkan korban.
Lalu bagaimana dengan Patren X?. Sedangkan Patran X?. Dia diabaikan oleh mereka, ya sudah apa boleh buat.
"Hei!. Red!. Apa kita harus membantu gokai red?. Kasihan dia sendirian bertarung melawan para polisi itu." Lupin Yellow tidak yakin apakah ia dapat membantu Gokai Red atau tidak.
"Hei, kalian." Patren X memberi kode kepada Lupinranger agar menjauh dari lokasi pertarungan. Dan Lupinranger mengikuti kode tersebut.
"Ok." Ketiganya benar-benar memahami bagaimana situasi saat itu, sehingga mereka harus pergi dari sana.
Dekaranger benar kewalahan menghadapi Aba Red, kekuatannya sangat tidak normal untuk ukuran biasanya. Aba Red kembali ke mode Gokai Red?.
"Kalian akan membayar semua ini!." Gokai Red mengeluarkan Galleon Buster, ia keluarkan 5 kunci ranger lainnya, ia masukkan pada tempatnya masing-masing.
Tiba-tiba saja saat itu Gai datang berdiri dihadapan Dekaranger untuk mencegah Gokai Red menembak Galleon Buster.
"Chotto mata kudasai marvelous san!. Ini salah faham" Gai berusaha menenangkan Gokai Red yang masih terbakar amarah.
__ADS_1
"Jama da gai!. Aku tidak mau mendengarkan ocehanmu!." Gokai Red semakin marah melihat bagaimana Gai melindungi Dekaranger dari serangannya.
"Dengarkan aku!." Gai mencoba menenangkan Marvelous?.
"Kau mau membela orang-orang yang telah membunuh ahim?!. Atau karena mereka berasal dari bumi kau mau berkhianat padaku?!." Marvelous benar-benar dalam keadaan tidak stabil, ia meluapkan segala emosi yang ia rasakan, terutama kepedihan yang menyesakkan dadanya.
"AKu mohon marvelous san!. Cobalah untuk mendengarkan apa yang aku jelaskan!." Gai memohon, sangat pada Marvelous agar bersikap tenang, ia melihat Dekarenja dan Patrenja yang dihajar habis-habisan oleh Gokai Red.
Satu lawan sembilan dan dimenangkan oleh satu orang yang lagi mode marah besar?. Patrenja tidak menyangka bahwa kekuatan GOKAI Red seperti ini, dan ini baru satu orang, lalu bagaimana dengan yang lainnya?. Pasti sangat merepotkan, bahkan senior mereka saja kewalahan mengahdapinya. Apakah ini efek dari seseorang yang kehilangan orang yang dicintainya?.
Gokai Red tetap tidak mengubah pendiriannya. Tanpa menggubriskan perkataan Gai, Gokai Red tetap melepaskan tembakan Galleon Buster. Tentunya mengenai Gai dan Dekaranger,mereka terkena serangan kuat tersebut hingga mereka terlempar jauh.
"Senpai!." Patranger langsung berlari melihat kondisi Dekaranger dan orang asing yang ikut kena imbas serangan Gokai Red.
Karena terlalu dipenuhi amarah kepala Gokai Retto terasa sakit dan berdenyut.
"Hwa!. Ahim!. Kau lihat itu?!. Ahim!." Gokai Retto berteriak menghilangkan rasa sesak di dadanya. Kemudian ia menekan tombol Gesper di pinggangnya, setelah itu?. "Gokai chienji!."
"Jetoman!. (jetman)!."
Kemudian ia melompat dan terbang entah kemana tujuannya.
Sedangkan nasib Dekaranger dan Gai?. Mereka pingsan tak sadarkan diri, mereka semua telah mendapatkan serangan yang sangat mematikan, sehingga mereka semua terluka cukup parah?.
"Masalahnya jadi serius." Lupin Yellow yang bersembunyi sambil mengamati pertarungan merasa kasihan sekaligus terkesima. Ternyata Gokai Retto memang kuat.
"Aku akan mengurus mereka semua. Kalian pergi saja." Ucapnya sambil memberi kode pada mereka.
Apakah masih berlanjut?.
__ADS_1
Next.
...***...