KISAH ACAK SUPER SENTAI

KISAH ACAK SUPER SENTAI
CHAPTER 31


__ADS_3

...**...


Gokai Red ternyata juga sedang mengincar Red Diamond?. Mereka berdua saling bertatapan dan memancarkan aura permusuhan. Siapa yang menduga kejadian itu?.


Plak!.


"Tidak akan biarkan kau mengambilnya." Ucapnya.


Gokai Red menepuk tangan Lupin Red agar melepaskan Red Diamond, dan cara itu berhasil. Gokai Retto berhasil mendapatkan Red Diamon.


"Kau?!. Kembalikan red diamond padaku!." Lupin Red kesal karena kalah dari Gokai Red.


"Heh!. Akan aku kembalikan di dalam mimpimu!." Ucapnya sambil melompat beberapa langkah. Gokai Red pergi dari tempat?.


"Oi!. Jangan kabur begitu saja!." Lupin Red semaki kesal. Tentunya ia tidak membiarkan Gokai Red pergi membawa kabur Red Diamond.


"Kejar saja jika kau bisa." Balasnya sambil terus berlari.


"Kurang ajar!. Jangan pikir kau gokai red yang dapat menggunakan kekuatan sentai lain?! Kau bisa lari dariku?!." Ia sangat jengkel.


Di luar ruangan.


"Yho!. Kalian sudah mendapatkan red diamond?." Ban malah menyapa dengan sangat ramah. "Sangat lancang sekali ya?." Namun ada perasaan kesal yang ia rasakan saat itu. Ternyata mereka sudah ditunggu oleh Deka Red dan Deka Break.


Gokai Red menghentikan langkahnya, begitu juga dengan Lupin Red?.


"Heh! Kalian masih hidup rupanya?. Harusnya aku tidak mengasihani kalian saat itu." Ucap Gokai Red dengan nada meremehkan.


"Kau!. Dan kau!. Akan kami tangkap!." Deka break mengarahkan senjatanya ke arah Gokai Red.


"Lakukan kalau kau bisa!. Akaza banban!." Gokai Retto malah menantang balik kedua polisi itu.


"Kau tidak menyebut namaku?!." Tetsu sangat kesal.

__ADS_1


"Maaf saja, aku tidak ingat kau siapa." Balasnya dengan sangat cueknya. "Mungkin si bodoh gai itu tahu kau namamu siapa!. Tapi aku?!. Bagiku kau adalah orang yang telah membunuh ahim!. Dan kau harus-!. Mati!." Gokai Red memberikan tembakan pada Tetsu. Tapi masih beruntung, saat itu Tetsu langsung berubah menjadi Deka Break dan Ban menjadi Deka Red.


Terjadilah pertarungan antara mereka?. Di ruangan yang sempit itu?. Apakah mereka bertarung?. Apakah benar?.


"He?. Berani sekali kalian mengabaikan aku." Lupin Red benar-benar sangat kesal karena itu, sungguh ia sangat kesal dengan itu. "Kenapa kalian malah mengabaikan aku!." Bentaknya dengan amarah yang sangat membara.


Namun tiba-tiba mereka mendapat serangan dari seseorang yang misterius?. Mereka keluar dari ruangan hingga ke halaman museum?. Sedahsyat apa serangan itu hingga membuat mereka terlempar keluar?.


"Sial!. Malah ada gangguan!." Gokai Red sangat kesal dengan itu.


"Siapa yang membuat serangan seperti itu?." Dalam hati Ban sangat heran.


"Hari ini aku sangat sial sekali." Dalam hati Lupin Red sangat jengkel dengan apa yang telah terjadi. "Kenapa aku juga malah terkena dampak serangan tidak ada otaknya itu." Sungguh ia sangat kesal.


"Yho?. Captain marv-chan." Suara itu, suara yang sangat di kenali oleh Marvelous


"Basco?. Tapi tidak mungkin!." Ya itu tidak mungkin, sebab Basco sudah lama mati sebelum perlawanan habis-habisan melawan Zankyack.


"Ahaha!. Ingatanmu tajam juga marvelous. Kau benar!." Damego tertawa keras melihat reaksi dari Gokai Red.


"Siapa kau?!." Gokai Red sangat kesal, karena merasa dipermainkan.


"Aku adalah damego!. Aku lahir dari rasa dendam dari pangeran xangyack yang telah kau bunuh!. Tubuh inipun, aku ubah agar kau bisa mengingat dengan jelas bagaimana sakit yang kami alami saat kau memusnahkan semua pemimpin zankyack!." Damego membuka siapa jati dirinya yang sesungguhnya. ia begitu dendam pada Gokaiger, terutama pada Captain Marvelous.


Dari pengamatan mata Gokai Red?. "Kau?!. Jadi kau yang telah membunuh ahim ku?." Ia melihat jubah yang dikenakan oleh Damego ada bekas robekan, tidak salah lagi, ia keluarkan sisa robekan baju itu.


Damego yang melihat itu tambah tertawa keras. "Yah!. Kau benar?. Aku lah yang telah membunuh wanita itu." Ucapnya dengan santai?.


Marvelous ingin meledak rasanya, jadi si bajingan ini yang telah membunuh Ahim?. Rasanya tubuh Gokai Red terbakar amarah. Sedangkan Deka Red dan Deka Break yang mendengar itu merasa lega karena mereka tidak lagi menjadi objek tuduhan Gokai Red. Sedangkan Lupin Red hanya menyimak saja. Gokai Red mulai menyerang Damego, dan ia akan menuntut balas atas kematian Ahim yang mengenaskan. Saat itu bantuan dari Gangler datang membuat Dekaranger dan Lupin Red mau tak mau ikut bertarung. Bukan main, pertarungan kali ini sangat sengit karena Gangler mengirim bantuan yang lumayan kuat.


"Sial!. Kenapa malah ada musuh?!." Lupin Red sangat jengkel karena terlibat dalam masalah yang sama sekali tidak ia sukai sama sekal.


Saat itu juga Patranger dan Lupinranger yang sedang kejaran terkejut karena situasi diluar sangat kacau.

__ADS_1


"Red??. Apa yang terjadi sebenarnya?." Yellow tidak mengerti apa yang terjadi.


"Sepertinya ini akan terjadi pertarungan besar²an, jadi waspadalah" Retto memperingatkan yellow agar berhati-hati.


Gokai Red, Deka Red sedang berhadapan dengan Damego, sedangkan yang lainnya melawan Zankyack.


"Ho?!. Jadi perampok dan polisi bergabung melawanku?!." Seakan mengejek Damego memancing kemarahan kedua orang yang sama-sama memiliki darah panas. "Ini sangat menarik sekali." Lanjutnya merasa tertantang.


"Diam!." Bentak keduanya.


"Berisik!. Kau akan aku musnahkan dengan tanganku!. Tanpa bantuan dari polisi busuk ini?." Marvelous mau bekerja sama dengan Polisi?. Apa Kata dunia?.


"Heh!. Mulutmu itu sangat tidak sopan sama sekali, ya?. Marv-chan." Deka Red sedikit kecewa.


"Diam kau!. Berani sekali kau memanggilku seperti itu!." Gokai Red sangat tidak suka.


"Ada apa dengan para gangler ini?. Kenapa mereka kuat sekali senpai?. Mereka habis makan apa?. Hingga sekuat ini." Patren Sangou sedikit kerepotan menghadapi Gangler.


"Waspadalah sakuya!." Hanya kata- itu yang keluar dari mulut Keiichiro atau Patren Ichigo?.


Dor!. Dor!.


Deka Break menembak salah satu Gangler yang hampir menyerang Lupin Yellow dari belakang, membuat Lupin Yellow sedikit terkejut, dan melihat kebelakang kemudian ke arah Deka Break.


"Tetaplah waspada nona yellow." Deka Break dengan nada bersahabat, kemudian ia memberi hormat?. Setelah itu ia berlalu menyerang Gangler lainnya.


"Dia menyelamatkan aku?. Dia baik sekali." Dalam hatinya sangat tersentuh. Entah kenapa ia begitu mengagumi sikap baik dari Deka Break?. Seharusnya kan?. Dia menangkapnya jika memiliki kesempatan, berbeda dengan Patren Sangou?. "Hah?. Apa yang aku pikirkan?." Lupin Yellow malah berimajinasi ria  membandingkan Patren Sangou dengan Deka Break?. Tapi setidaknya Lupin Yellow merasa diperlakukan layaknya seorang wanita yang seharusnya patut dijaga oleh seorang laki-laki. Memangnya selama ini Lupin Red dan Lupin Blue tidak memperlakukanmu layaknya seorang wanita ya?.


Sabar ya Yellow?. Ya?. Mungkin mereka kurang peka saja atau pekak?. Begitu?.


Next.


...***...

__ADS_1


__ADS_2