KISAH ACAK SUPER SENTAI

KISAH ACAK SUPER SENTAI
CHAPTER 26


__ADS_3

...***...


"Semoga kalian bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik." Gai membungkukkan badannya tanda memberi hormat. ia berharap penyelesaian akhir dari masalah ini tidak menimbulkan dendam pada kedua Sentai.


Salahkan hatinya yang mudah luluh pada Seniornya terdahulu. ia tidak bisa menolak permohonan Deka Break, sebagai Kouhai ia harus patuh pada Seniornya, dan berakhir seperti ini. Mungkin ia juga akan dibunuh oleh Marvelous jika mengetahui bahwa ialah yang memberikan Renja ki pada Dekaranger, dan yang membunuh Ahim bukanlah Dekaranger. Namun ia terlalu takut untuk mengatakan hal yang sebenarnya.


...***...


Gokai Galleon.


Marvelous baru saja menyiapkan perlengkapannya, ia menyiapkan kebutuhan saat beraksi nanti, dan mengganti pakaian kebesarannya sebagai Captain Marvelous yang sombong dan angkuh. Ternyata ia kembali lagi ke Galleon setelah kabar baik tadi, ia ingin menemui Ahim sebentar sebelum ia melihat langsung, dan mungkin mengambilnya. Marvelous menatap wajah pucat Ahim, ia merasa miris melihat senyum kaku Ahim. Kemudian ia genggam tangan Ahim yang terasa dingin, ia kecup dengan perasaan kasih sayangnya.


"Tunggulah aku sebentar saja Hime, aku akan membangunkan mu dari tidur indah mu" setelah mengucap kata-kata tersebut Marvelous pergi meninggalkan kamar Ahim. Ternyata Marvelous belum menguburkan Ahim, ia percaya Ahim bisa diselamatkan kembali, ia hanya menyuruh Luka menghiasi Ahim secantik mungkin.


Egois?. Ya itu memang itu sifatnya. Apakah ia tidak kasihan dengan jasad Ahim?. Tentunya, karena itu ia ingin Ahim hidup kembali dengan cara mengambil Red Diamond jika berhasil. Apapun akan ia lakukan untuk Ahim.


...***...


Disuatu tempat.


Luka, Joe dan Hakase. Mereka rasanya lumayan berjalan jauh, rasanya ingin istirahat sebentar. Tapi apa boleh buat, mereka terlanjur diancam oleh Marvelous yang sadisnya sampe ke tulang, jika mereka tidak menemukan Dekaranger jangan harap bisa kembali ke Galleon dengan santai.


"Moh!. Apakah kita harus menggusur semua warga dan membuat keributan?. Agar menemukan dekaranger?!. Ini sangat melelahkan sekali." Keluh Hakase, kerongkongannya terasa haus karena dari tadi mereka berjalan terus tanpa berhenti.


Ctak!.


Luka dan Joe menjentikkan tangannya di kuping Hakase, mereka kesal dari tadi si Hakase hanya mengeluh dan mengeluh. Apa dia tidak bisa membayangkan bagaimana murkanya si Marvelous nanti jika mereka kembali tanpa hasil?. Apa Hakase tidak sayang nyawanya?.


"Sakit!."

__ADS_1


Hakase mengusap-usap kedua telinganya yang terasa nyut-nyutan. "Aku, kan hanya memberi saran." Keluh Hakase lagi dengan wajah cemberut.


"Saranmu itu sama sekali tidak berguna, dan!. Eh?!." Luka tiba-tiba saja merasa ada yang ganjal. "Aku rasa benar juga idemu itu!." Luka sepertinya sangat setuju dengan ucapan Hakase.


"Apa yang kalian keluhkan?." Tanya seseorang dari belakang, membuat mereka berbalik .


"Hah?!." Hakase dan Luka malah histeris melihat siapa yang berdiri di belakang mereka.


...***...


Di markas kepolisian global atau GSP.


"Pengamanannya harus diperketat. Karena yang kita hadapi bukanlah sembarangan orang. Dua maling yang membuat kekacauan." Keiichiro telah mendapatkan informasi?.


"Yang penting kita selalu siaga." Ban menambahkan ucapan Keiichiro.


"Masalah yang kita hadapi saat ini sangat berat. Sehingga kesatuan kepolisian bergabung untuk menghentikan masalah ini." Sakuya sangat berdebar-debar.


...***...


Marvelous bersantai sejenak sambil menikmati sepiring nasi Kari yang enak, ia ingin mengisi tenaganya sebelum beraksi malam nanti. Mungkin hatinya sedang galau sekarang, tetapi setidaknya tenaganya jangan ikut down. Apa jadinya ia tenaganya habis saat ditengah pertempuran nanti. Namun beberapa suapan ia melihat beberapa orang berlari ketakutan, entah karena apa?. Tapi masa bodoh dengan itu semua, ia sudah terbiasa melihat kondisi seperti itu, jadi ia masih makan dengan santai.


"Yho!. Makananmu terlihat enak. Apakah aku boleh memintanya?." Gangler berbentuk aneh menyapanya dengan santainya.


"Kalau kau mau kau bisa pesan di sana." Marvelous pun berucap dengan santai sambil menunjuk ke arah penjual, dan ia masih mengunyah makanan di mulutnya,


"Ho?. Tapi aku suka di piringmu, itu lebih enak." Gangler tersebut mencoba mengambil piring makanan Marvelous, tentunya Marvelous tidak membiarkan begitu saja.


Di saat yang hampir bersamaan.

__ADS_1


Lupinranger yang baru saja datang mencari keberadaan Gangler yang menjadi target mereka. Dan yang mereka lihat adalah seseorang yang sedang bertengkar berebut makanan dengan Gangler. Mereka mendekat, dan melihat itu mereka keheranan. Kenapa orang itu tidak takut sama sekali dengan Gangler yang menakutkan itu?.


"Hei!. Apa yang kau lakukan?!. Dia itu gangler, lari lah!." Lupin Yellow berusaha memperingatkan orang tersebut.


Mendengar ucapan Lupin Yellow, orang asing dan Gangler berhenti sejenak, dan menatap ke arah Lupinranger. "Lupinranger?. Kalian datang untuk menggangguku?." Tentunya si Gangler mengenali siapa mereka bertiga ini.


"Bukan mengganggu, tapi mengambil lupin collection darimu." Jawab Lupin Red sedikit mengoreksi ucapan si Gangler. Mengganggu?. Sejak kapan mereka menjadi Sentai pengganggu?.


Namun tiba-tiba?.


"Jama da!." Marvelous menyikut Gangler hingga terjajar beberapa langkah kebelakang, ia berjalan kedepan memperhatikan tiga orang pemuda dengan kostum berwarna, tapi perbuatannya itu membuat kesal si Gangler.


"Kau!." si Gangler marah dan membalas dengan menendang tangan Marvelous yang memegang piring makanan hingga piring terbang dan pecah.


"Ahaha!. Rasakan itu!. Itulah yang akan kau dapatkan jika berani melawanku!." Gangler tertawa puas dengan apa yang terjadi, itu akibatnya jika berani main-main dengan Gangler.


Sedangkan Marvelous?. Emosi Marvelous memuncak tinggi, sebab perutnya masih terasa lapar, dan makhluk jelek ini membuang makanannya?. Marvelous menatap miris pada makanan yang berserakan dan pecahan piring itu, artinya makanan yang pesan terbuang sia-sia.


"Kau tidak apa-apa?." Tanya Lupin Yellow merasa prihatin dengan ekspresi wajah Marvelous yang mengiba minta dikasihani. "Tadi aku telah mengatakan padamu untuk pergi. Kenapa kau tidak mendengarkan apa yang aku katakan?." Lupin Yellow malah kasihan pada Marvelous?.


"Huffh!." Lupin Red dan Lupin Blue hanya menghela nafas lelah sejenak.


"Kau memang keterlaluan gangler, kau akan membayarnya!." Ucap Lupin Red menunjuk ke arah Gangler, tapi tunggu, kenapa ia merasa prihatin seperti ini?.


"Kau!. Pergilah ketempat aman!. Nanti kami ganti makananmu!. Serahkan gangler ini pada kami!." Ucap si Lupin Blue yang sedang bersiap ingin membuat serangan tetapi.


Tanpa diduga si Gangler tiba-tiba terbang beberapa meter dari mereka karena tendangan keras Marvelous yang lagi mode marah tingkat dewa. "Hwa!." Si Gangler mendarat dengan mencium tembok yang keras hingga merintih kesakitan.


"Eh?!." Lupin Blue, Lupin Red, dan Lupin Yellow pada saat itu sangat terkejut. Apa yang telah terjadi sebenarnya?.

__ADS_1


Next.


...***...


__ADS_2