
...***...
Marvelous on.
Ini adalah kejadian saat pertama kalinya membuat aku marah dan tidak bisa membendung diriku lagi. Karena ada seseorang yang telah berani membunuh Ahim, wanita yang aku sayangi, sebut saja seperti itu.
Pagi yang cukup sejuk, Marvelous baru saja keluar dari kamarnya. Perutnya terasa lapar, namun saat melihat ruang utama Galleon ia melihat ruangan sedikit berantakan?. Entah kenapa ia merasa kesal karena tidak biasanya ruangan ini kacau balau seperti ini.
Pagi itu, aku memang kesal karena ruangan Gokai Galleon berantakan seperti itu, tapi aku tidak menduga sama sekali jika hari itu aku kehilangannya. Sungguh, hatiku sangat hancur.
"Awas saja kau hakase!." Ucapnya sambil mengepal kuat tangannya. "Akan ku jitak palamu sampai bengkak lima tahun. Kenapa ruangan ini jadi berantakan?!. Apa yang dia-. " Ucapnya sambil menggerutu kesal, dulu ia akui ruangan ini memang berantakan, tapi sekarangkan tidak.
Deg!.
Ketika ia hendak melangkah ke dapur ia melihat sekilas seseorang tergeletak di depan kursi yang biasa ia duduki?. Jantungnya seakan-akan hendak melompat dari tempatnya saat matanya menangkap apa yang ia lihat saat itu?.
"Ahim!." Marvelous sangat terkejut melihat Ahim yang tergeletak tak berdaya, dengan cepat Marvelous langsung membawa Ahim, dan merebahkannya di kursi panjang.
__ADS_1
"Ahim!. Bagun!. Apa yang terjadi padamu ahim?!." Marvelous berusaha membangunkan Ahim, namun tak ada respon. Dan saat itu yang membuat matanya melotot lebar adalah, ketika ia melihat darah di sudut mulut Ahim, dan ia telusuri pandangannya, lagi?. Ia melihat banyak darah di dada Ahim?. Ada bekas tembakan?.
"Oi!. Ahim!. Ahim!. Ini bukan waktunya untuk bercanda!. Kau pasti mendengarkan aku, kan?!." Marvelous mulai cemas karena Ahim juga tidak merespon. Matanya mulai panas karena menahan air mata. Kepalanya terasa sakit, pikirannya mendadak menjadi kacau. Kenapa Ahim bisa seperti ini?. "Kau pasti sedang bercanda, kan?! Ahim?!. Ini tidak lucu sama sekali!. Lebih baik kau bangun!. Buatkan aku teh hangat sebelum kita mencari harta karun!." Pasti Ahim hanya mengerjainya, kan?. Ya Ahim pasti hanya bercanda saja,kan?. Tapi kenapa Ahim tidak bergerak?.
"Ahim!. Ahim!. Bangun oi!." Marvelous memeluk tubuh Ahim yang terasa dingin. Marvelous tidak merasakan detak jantung Ahim, mata Marvelous membulat lebar, ia tidak percaya ini?. "Tidak!. Ini tidak mungkin?!. Ahim!. Bangun ahim!. Kau tidak dengar apa yang aku katakan?!." Marvelous berusaha menahan sakit dan sesak, ia tidak bisa membayangkan Ahim pergi begitu saja dalam kondisi seperti ini?. Ahim tidak boleh mati!. Ia masih membutuhkan Ahim?. Apakah benar?. Atau ada perasaan lain yang membuat ia takut kehilangan Ahim?.
"Ada apa marvelous san?. Kenapa kau menangis?. Dan suara teriakanmu sampai ke kamarku." Hakase datang dengan pose mengantuk, dan masih menggunakan pakaian tidurnya.
Namun tak ada jawaban dari Marvelous, ia hanya sesegukan. Hakase mendekat, dan ia tidak percaya apa yang dilihatnya. "Eh?. Tidak biasanya marvelous san menangis." Hakase merasakan firasat yang sangat buruk. Namun saat itu ia menyadari ada yang aneh yang sedang terjadi saat itu.
"Ahim san?." Hakase terduduk di samping Marvelous yang sedang menggenggam tangan tangan kiri Ahim yang sudah terasa dingin. "Apa yang terjadi pada ahim san?. Kenapa Ahim Sam seperti ini?." Hakase hampir kehilangan kata-kata, ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Marvelous san?. Apa yang terjadi sebenarnya?." Tanya Gai melihat Marvelous terduduk di bawah dengan sesegukan sambil memeluk Ahim?. Memangnya apa yang terjadi sehingga terlihat drmatis begini?. Tidak ada yang mengetahuinya sebelum Marvelous menjawabnya.
"Ahim?." Luka yang melihat kondisi Ahim langsung menerobos Hakase hingga terjajar.
"Kegh!." Hakase atau Don Dogoier sedikit meringis sakit. Namun situasi saat itu ia terpaksa diam sejenak.
__ADS_1
"Ahim?!." Luka menyadari kondisi Ahim yang terlihat aneh, ia mencoba melihat kondisi Ahim. Ia mengambil Ahim dari pelukan Marvelous dengan paksa?.
Marvelous pada saat itu terpaku atas apa yang telah dilakukan Luka. Biasanya ia yang tidak akan pernah bisa diperlakukan seperti itu, namun hari itu ia terpaksa mengalah?.
"Ahim?. Ahim?!. Kau kenapa?!." Luka sangat khawatir melihat wajah Ahim yang pucat, dan ada darah disudut mulutnya. Luka mengelus pipi Ahim yang terasa dingin, dingin serta kaku?. "Marvelous?!. Apa yang terjadi pada ahim?!. Ini pasti bohong, kan?!." Luka menepuk pundak Marvelous yang menatap kosong ke arah Ahim. Kenapa Ahim seperti ini?. Apa yang terjadi pada Ahim sebenarnya?. Sedangkan Joe dan Gai yang belum mengerti apa yang terjadi hanya diam?. Mungkin mereka menyimak dulu?.
Hatiku sangat hancur karena Ahim pergi dengan cara yang tidak wajar. Aku pasti akan membunuh orang itu, apalagi mereka adalah kepolisian galaxy?. Sungguh sangat membuat aku amarah membara.
Gokai Galleon.
Marvelous baru saja menyiapkan perlengkapannya, ia menyiapkan kebutuhan saat beraksi nanti, dan mengganti pakaian kebesarannya sebagai Captain Marvelous yang sombong dan angkuh. Ternyata ia kembali lagi ke Galleon setelah kabar baik tadi, ia ingin menemui Ahim sebentar sebelum ia melihat langsung, dan mungkin mengambilnya. Marvelous menatap wajah pucat Ahim, ia merasa miris melihat senyum kaku Ahim. Kemudian ia genggam tangan Ahim yang terasa dingin, ia kecup dengan perasaan kasih sayangnya.
"Tunggulah aku sebentar saja Hime, aku akan membangunkan mu dari tidur indah mu" setelah mengucap kata-kata tersebut Marvelous pergi meninggalkan kamar Ahim. Ternyata Marvelous belum menguburkan Ahim, ia percaya Ahim bisa diselamatkan kembali, ia hanya menyuruh Luka menghiasi Ahim secantik mungkin.
Aku tidak pernah percaya sebelumnya, jika aku melakukan itu semua demi Ahim. Aku tidak pernah menduga bagaimana perasaanku terhadap si pink. Apakah yang merasuki jiwaku saat itu?. Sehingga aku berkata seperti itu waktu itu.
"Marvelous san, apa yang akan kau lakukan?. Jika suatu hari nanti aku tidak ada?." Pertanyaaan itu kembali terngiang-ngiang di kepalaku. "Aku akan melakukan apapun untuk mengembalikan dirimu, ahim. Tidak akan aku biarkan kau pergi begitu saja dariku." Itulah janji yang aku katakan di dalam hatiku saat itu. Apakah menurutmu aku sudah tidak waras lagi?. Anggap saja seperti itu. Karena aku tidak akan membiarkan dirimu pergi begitu saja. Ahim, kau adalah milikku seorang. Jadi?. Kau jangan pergi meninggalkan aku tanpa aku izinkan pergi. Dan sekarang aku masih belum mengizinkan kau pergi, karena itulah aku akan menjemputmu.
__ADS_1
Marvelous off.
...***...