
...***...
Saat itu perasaan Marvelous benar-benar sangat gelisah setelah mengamuk secara habis-habisan. Saat itu bahkan ia sama sekali tidak peduli telah menghajar siapa saja, karena amarahnya yang saat itu tidak bisa ia tahan lagi.
"Aku harus mencari lokasi pertunjukan red diamond itu." Walaupun dalam keadaan yang sangat marah, namun ingatannya tidak akan lepas dari cara menghidupkan kembali Ahim. "Aku harus segera mendapatkan red diamond itu, agar aku dapat bertemu dengan ahim kembali." Ia melangkah dengan penuh kekacauan?. "Aku tidak akan rela jika ahim pergi dariku dengan cara yang seperti itu." Hatinya sangat sakit, perih, saat mengetahui fakta gelap itu. Baginya Ahim adalah segalanya, jadi ia akan melakukan apapun demi membuat Ahim kembali padanya?.
Apakah yang akan dilakukan Marvelous untuk menghidupkan kembali Ahim?. Simak terus ceritanya.
...***...
Sementara itu di distro.
Kairi, Touma dan Umika saat itu sedang berembuk mengenai masalah yang akan mereka hadapi nantinya?.
"Apakah kita diwajibkan untuk mengambil permata red diamond itu?." Umika hanya ingin memastikan apakah itu benar atau tidak.
"Wajib sih!." Balas Kairi dengan tatapan jauh. Saat itu ia sedang malas?. Hingga ia menopang dagunya ke meja itu dengan tatapan kosong.
"Tapi ada kemungkinan, lawan kita adalah gokai red itu, loh?." Umika malah memberikan pertanyaan pada Kairi dan Touma. "Dia itu terlihat sangat kuat. Aku sangat ragu apakah kita bisa melawannya atau tidak." Rasanya sangat mustahil iya berhadapan dengan Gokai Red.
"Kau jangan mudah menyerah begitu saja. Percayalah dengan kekuatan yang kau miliki." Ucap Touma.
"Aku sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh touma. Kita ini adalah, kaitou. Tidak ada yang perlu ditakutkan, bahkan dia memiliki kekuatan yang lebih kuat dari gokai red sekali pun." Kairi sangat percaya dengan kekuatan yang ia miliki saat itu.
"Baiklah. Kita harus menghadapi mereka semua apapun yang terjadi." Umika telah meyakinkan dirinya, bahwa ia mampu melakukan itu.
Apakah yang akan mereka lakukan?. Simak terus ceritanya.
...***...
__ADS_1
Markas kepolisian Global.
Saat itu Akaza Banban, Tetsu, dan Keiichiro masih sanggup melaksanakan misi itu?. Karena yang lainnya saat itu masih dirawat di rumah sakit. Tapi itu tidak membuat mereka ingin mundur hanya karena mereka kekurangan anggota.
"Malam ini kita akan melakukan tugas dengan baik." Ucap Ban memberikan semangat pada keduanya. "Jangan berikan kesempatan pada mereka untuk melakukan aksi pencurian itu. Baik gokai red, ataupun lupinranger." Saat itu ia bertekad akan melindungi Red Diamond. "Sebagai kepolisian yang telah memiliki nama yang sangat besar tentunya kita harus bisa mengamankan red diamond apapun yang akan terjadi nantinya."
"Siap!." Balas Tetsu dan Keiichiro dengan semangat.
Apakah mereka bisa?. Walaupun hanya tiga orang saja?. Simak terus ceritanya.
...***...
Malam tepat pukul 9.00 Museum pameran Red Diamond sedang ramai dipenuhi pengunjung. Marvelous ikut berbaur dengan pengunjung lainnya. Ia patut waspada, sebab ia mendengar kabar bahwa selain ia, ada Lupinranger yang berprofesi sebagai perampok juga mengincar apa yang sedang ia incar. Ia tidak akan membiarkan itu terjadi, ia bersumpah akan mengambil Red Diamond untuk menghidupkan kembali Ahim nya. "Aku harus mendapatkannya." Dalam hatinya sangat gelisah.
Lain Marvelous, lain pula Lupinranger, mereka berpura-pura menjadi pengunjung dengan tampilan Kairi, Touma dan Umika.
"Sepertinya dekaranger hanya deka red dan deka break saja." Bisik Umika sambil mengamati dua anggota Dekaranger yang terlihat di sekitar are kotak Red Diamond.
"Bukankah itu bagus?. Jadi kita tidak terlalu kerepotan, kita sudah terbiasa melawan polisi pemarah itu" bisik Kairi tersenyum sumringah. Jika Dekaranger berkurang bukankah itu bagus?.
"Ah!. Kau benar kairi. Tumben kau pintar." Umika baru menyadarinya. Bagus, kan?. Kalau pengawalannya longgar seperti ini?.
"Kau ini ya?." Kairi lagi lagi menjewel hidung Umika.
"Hiya!. Kau ini sangat menyebalkan!. Sakit!."
Umika berusaha melepaskan tangan Kairi dari hidungnya, kenapa sih Kairi suka sekali menjewel hidungnya.
15 menit berlalu?.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Museum digegerkan dengan kedatangan tamu yang tak diundang, yaitunya Gangler, hingga suasana Museum kacau balau. Saat itu juga Ban memberi kode pada Patranger untuk mengevakuasi semua pengunjung menjauh dari kotak Red Diamond, hingga hanya si Gangler yang tersisa. Kairi, Umika dan Touma yang melihat itu keheranan.
Kairi melihat Ban menekan tombol di dinding, dan terlihat sesuatu seperti dinding tak kasat mata, dan yang terjadi selanjutnya adalah terjadi ledakan besar?. Tetapi ledakan itu tidak menyebar keluar, hanya ada di dalam ruangan itu. Kairi tidak dapat berpikir bagaimana itu bisa terjadi?.
Ha?. Ia lupa, Dekaranger adalah polisi Galaxy. Jadi mereka sudah terbiasa menghadapi hal seperti ini meski anggota Dekaranger tidak lengkap sekalipun itu bukanlah hambatan yang berarti. Jadi mereka telah mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi.
Takut?.
"Heh!." Kairi menyeringai mengerikan, darahnya bergejolak dan seakan mendidih sampai ke tulang sumsumnya. "Sangat menarik sekali!." Kairi memberi kode pada Umika dan Touma agar mengikutinya, ia punya rencana.
"Ya. Sangat menarik sekali." Umika sangat tertarik dengan apa yang akan mereka lakukan.
Lalu bagaimana dengan Marvelous?.
ia juga tidak gentar sedikitpun, malah ia merasa tertantang ingin segera memiliki Red Diamond. Marvelous mencari ruangan kosong untuk berubah menjadi Gokai Red. Dan perjuangan di mulai?.
Ban dan Tetsu masih mengamati setelah ledakan terjadi. ini baru rencana pertama, dan rencana berikutnya adalah menangkap Lupinranger dengan cara yang berbeda. Patranger baru saja bergabung setelah memastikan pengunjung aman dan keluar dari Museum.
"Museum sudah aman senpai."
Keiichiro memberi hormat pada Banban, ia begitu menghormati seniornya ini. "Bagus, kita jalankan rencana kedua, mungkin Lupinranger sudah mulai beraksi." Ban sudah punya firasat kalau Lupinranger yang melihat jebakan yang mereka siapkan tadi, mereka langsung bergerak.
"Siap!." Patranger mengerti dan siap-siap pada Tugas masing-masing. Meskipun pada saat itu, Keiichiro dan Noel yang tersisa, namun mereka tetap mengikuti arahan dari Ban.
Betul apa yang dikatakan oleh Ban.
Lupin Yellow dan Lupin Blue memang bergerak, dan mereka sengaja memancing Patranger agar mengejar mereka, sementara Lupin Red beraksi sendirian untuk mengambil Red Diamond. Ternyata tidak semudah itu menuju kotak berlian Merah tersebut. Ada beberapa rintangan yang dihadapi, namun tidak membuat semangat ciut. Setelah melewati beberapa rintangan Lupin Red berhasil masuk ke ruangan, saat ingin mengambil Red Diamond?.
Apa yang terjadi?. Next.
__ADS_1
...***...