KISAH ACAK SUPER SENTAI

KISAH ACAK SUPER SENTAI
API DAN API 3


__ADS_3

...***...


Marvelous masih mengamati Ahim dan bersama orang yang mirip dengannya. ini memang aneh, pasti ini ulah Zangyack dan paling menyebalkan adalah?. "Ya, pasti ini ulah Zangyack yang ingin menjebaknya, tidak mungkin Ahim seperti itukan?." Dalam hatinya sangat kesal dengan itu. "Ya tidak mungkin ahim seperti itu." Dalam hatinya kembali meyakinkan dirinya bahwa Ahim bukan wanita yang seperti itu.


Bukh!.


Marvelous melampiaskan kekesalannya dengan menonjok diding di sampingnya?. What's?. Kenapa coba?. Bagaimana tidak kesal coba?.


"Cukup sampai di sana kau makhluk jadi-jadian! Sialan!." Marvelous sudah tidak tahan lagi, ia keluar dari persembunyiannya, suara teriakannya membuat kedua orang itu tersentak terkejut. "Berani sekali kalian bermesraan di hadapanku!."


"Marvelous san?." Si Pink terkejut melihat kedatangan marvelous, dan ia sedikit kebingungan karena ada dua Marvelous, ia maju beberapa langkah.


"Hoi! Ahim, kenapa kau bisa mengikuti orang asing itu? Bagaimana bisa kau seceroboh itu mengikuti orang asing?! Kau selalu saja membuat aku emosi!." Kesal bercampur dengan amarah, itulah yang dirasakan oleh Marvelous saat ini. "Bagaimana mungkin kau bisa jalan bersama orang yang hanya mirip denganku!."


"Heh!." Si Marvelous palsu tersenyum mengejek pada Marvelous asli.


"Hn." Ahim nampaknya sedang berpikir.


"Hei, marvelous san, apa kau orang asing bagiku?." Ia bertanya pada Marvelous yang berada di belakangnya. "Dia mengatakan kau jadi-jadian? Bukankah dia yang berusaha mirip denganmu?."


"Kau bercanda? Apa menurutmu begitu? Ahim." Balas Marvelous palsu tersenyum lembut dan ramah. Sikap itu bertolak belaka dengan Marvelous yang biasanya.


Marvelous asli yang melihat itu merasa jijik mendengarnya, apa ia akan berkata seperti itu pada Ahim?. "Heh! Jangan buat aku tertawa bung."


"Marvelous-san."


Ahim malah nempel pada Marvelous palsu, ia terlihat bermanja-manja pada Marvelous palsu, dan mereka terlihat.


"Mesra?. Mesra?." Kata-kata itu tidak pernah terlintas di kepala Marvelous sebelumnya. Itulah yang membuatnya marah?. Kesal?. Cemburu?. Hah?. Perasaan Marvelous bercampur aduk, ia heran kenapa perasaan ini seperti mempermainkannya.

__ADS_1


Tapi tunggu dulu, kenapa Marvelous terbawa suasana seperti itu hanya karena Ahim berubah seperti itu?.


Di tempat Gokaiger yang lain.


Zangyack lagi-lagi membuat kerusukan dengan menyerang warga kota, hingga suasana kota sangat kacau karena bangunan rusak, warga panik ketakutan. Dan kebetulan di sana ada Kaizoku, mereka memang bukan super sentai hero yang berbaik hati yang siaga menolong sesama, dan mereka juga tidak dapat dikatakan hero perampok yang tidak punya perasaan.


Yang mereka lakukan adalah atas dasar suka dan tidak suka, jika mereka tidak suka ma waktuka mereka akan membasminya, jika suka maka mereka akan mengambilnya. Dalam kondisi seperti ini para Kaizoku tidak menyukai situasi ini karena sangat mengganggu proses mereka dalam memecah teka teki dari ramalan navi. Joe dan lainnya telah berubah menjadi renja karena pasukan Zangyack lumayan banyak, dan tidak mungkin mereka melawan Zangyack dalam mode biasa.


"Mereka sepertinya tidak mengenal kata menyerah! Benar-benar menyebalkan!." Si Luka kadang bosan juga melawan Zangyack kelas teri ini, hanya membuang tenaga percuma.


"Selain itu, marvelous-san pergi ke mana sih? Kenapa tidak kembali untuk membangun kita?." Hakase seperti biasa, bertarung seperti seorang amatir, tapi ia tidak menyerah begitu saja pada Zangyack.


"Ini benar-benar aneh, apa yang terjadi padanya?." Si Pink sedang melawan Zangyack juga ikut berkomentar, ia merasa aneh dengan Marvelous, apalagi saat ia memanggil Marvelous, seakan suaranya tidak sampai ke telinganya. "Mungkin marvelous-san memiliki urusan yang sangat penting, sehingga ia tidak mendengarkan ucapan ku." Dalam hatinya sedang berusaha berpikiran positif.


Di tempat Marvelous.


Satu tembakan tepat mengenai Ahim, tepat di kepala Ahim?. Membuat Marvelous palsu terkejut, begitu juga dengan Ahim yang menjadi korban tembakan Marvelous.


"Apa yang kau lakukan marvelous-san" suara itu terdengar lirih dan menyakitkan, sementara itu Darah segar mengalir tepat dari jitak Ahim, juga air mata kesedihan dari Ahim. Marvelous menembak Ahim?.


Benarkah itu?. Apa Marvelous sudah tidak waras hanya karena rasa cemburu membuatnya demikian?. Memangnya siapa dia berani melakukan itu?. Cemburu?. Memangnya dia siapanya Ahim hingga cemburu?. Tapi jika memang cemburu?. Kenapa Ahim yang kena tembak?. Bukan Marvelous jadi-jadian itu yang ditembak dengan menggunakan Gokai Gun?. Lalu bagaimana dengan Marvelous sendiri?. Marvelous asli yang melihat itu berusaha menekan perasaannya ketika Ahim tidak berdaya?. Perasaan ibanya, perasan kalutnya?. Ia hanya mengikuti kata hatinya yang mengatakan untuk melepaskan tembakan. Apa ia salah?. "Aku hanya mengikuti kata hatiku saja." Dalam hatinya seperti sedang menguatkan hatinya. Salahkah ia melakukan itu?.


Dan saat bersama Ahim akan jatuh, tiba-tiba sosok itu hilang menjadi Api, dan menghilang ditiup angin. Apaan itu?. Marvelous asli yang melihat itu membulatkan matanya, ia tak percaya dengan penglihatannya, bagaimana mungkin Ahim menghilang?.


"Apa yang terjadi sebenarnya?." Marvelous juga melihat si peniru dirinya tersenyum ah tidak lebih tepatnya menyeringai keji?. "Apakah yang aku hadapi ini adalah monster yang sedang memanipulasi pikiranku?." Dalam hatinya mencoba untuk bersikap biasa-biasa saja.


"Ternyata kau punya nyali juga untuk melakukan itu marvelous." Ucap orang itu dengan santainya?.


"Kenapa dengan orang ini? Santai sekali? Mau apa dia sebenarnya dariku?." Dalam hati Marvelous mulai waspada.

__ADS_1


"Kau memang tidak memiliki perasaan pada seorang wanita, sehingga kau dengan teganya menembak rekanmu sendiri."


"Heh! Tentu saja aku akan melakukannya, lagi pula walaupun itu ahim? Dia bukan wanita seperti itu, dia tidak akan mudah tergoda dengan seseorang yang hanya mirip denganku." Balas Marvelous sambil mendengus kesal, ada perasaan menggelitik di hatinya saat ini.


"Dia mungkin tidak akan tergoda, tapi kau yang tergoda dan cepat marah ketika ada yang mencoba mendekatinya."


"Itu bukan urusanmu." Balasnya dengan sangat jengkel."Apaan coba?. Kenapa orang ini malah mengomentari aku?." Dalam hatinya sangat kesal.


"Ho? Diam-diam ternyata kau perhatian pada si pink, tapi kau berani juga menembak mati si pink? Kau tipe orang yang menakutkan juga marvelous." Ucapnya lagi, ia tadi melihat keberanian yang besar di mata Marvelous dalam mengambil keputusan yang melibatkan perasaan.


"Jangan buat aku marah, siapa kau sebenarnya? Apa tujuanmu berpenampilan seperti itu?." Marvelous kesal karena merasa dipermainkan, ia seperti sedang diperbudak oleh perasaan aneh yang akhir-akhir ini membuatnya seperti orang asing pada dirinya sendiri hanya karena perasaan cinta?.


Entahlah.


"Hn, berani membunuh seseorang karena perasaan cinta ya?." Tanpa memperdulikan pertanyaan Marvelous si peniru malah masang mode berpikir. "Baru pertama kali ini aku bertemu dengan orang yang menakutkan seperti kau karena cinta."


"Hah? Ngapain sih dia ini?." Marvelous mulai kesal.


Marvelous merasa diabaikan oleh si peniru. Faktanya memang begitu, kan?.


"Dulu tsubasa-nii sering marah padaku karena perasaan cintaku pada yamazaki-san, hingga aku memutuskan dengan keberanian meninggalkan kencan pertamaku dengan yamazaki-san, Malang sekali nasibku ini." Si peniru ngedumel sendiri sambil mengingat masa lalunya?. Sementara Marvelous yang merasa diabaikan mulai kesal.


"Emangnya ia ini batu?."


Marvelous yang lagi mode kesal melepaskan satu buah tembakan ke arah si peniru, namun sayangnya si peniru menangkis tembakan dengan perisai. Perisai?. Bagaimana mungkin?. Apakah orang itu penyihir?. Setan?. Atau apalah itu?.


Next.


...***...

__ADS_1


__ADS_2