KISAH ACAK SUPER SENTAI

KISAH ACAK SUPER SENTAI
CHAPTER 47


__ADS_3

...***...


Pada saat itu suasana benar-benar sangat panas karena pertarungan mereka?. Lebih tepatnya Patren Ichigou yang merasa sangat sakit hati dengan apa yang telah dikatakan oleh Lupin Red.


"Huoh!. Kalian ini memang gila!." Broken Heart jadi kewalahan menerima serangan dari patren Ichigou yang lagi marah.


Lalu bagaimana dengan yang lainnya?. Sakuya si patren Nigou lagi ngelawan Lupin blue, sesekali ia melumpuhkan gangler teri yang ikutan nyempil bertarung sama mereka. Sementara Tsukasa si Patren Sangou lagi adu duel sama Lupin Yellow, sedangkan Patoren X lagi berantem sama Gangler teri lainnya?.


"Lagi males ikut campur." Gitu kata Noel alias patoren X. Bukan berarti ia tidak tertarik dengan harta Karun yang ada di brangkas gangler aneh itu, hanya saja menunggu waktu yang tepat saja.


Pertarungan mereka tidak seimbang, gangler mulai mundur, keuntungan ada pada pihak Kaitou. Lupin Red memiliki banyak kesempatan untuk membuka brangkas itu tapi, ada hal yang harus ia lakukan saat itu. Ada hal yang membuat ia ragu melakukan itu.


"Hua?!. Kesenanganku akan berakhir kalau begini" keluhnya dengan nada kecewa, membuat ia jadi pusat perhatian, baik itu Patranger ataupun Lupinranger.


BLETAK!.


Kepala Lupin dijitak oleh Lupin Yellow. Saat itu ia benar-benar sangat marah luar biasa.


"Kau ini bodoh ya?!. Mau sampai kapan kau akan main-main?!." Gerutu Lupin Yellow dengan jengkelnya, masih saja memikirkan kesenangannya?.


"Ayolah iero. Aku baru saja mulai bersenang-senang, apakah harus berakhir secepat ini?." Rupan Retto merasa down karena itu ia ragu mau mengakhiri permainan yang baru ia nikmati beberapa hari ini. "Apakah kau tidak mengerti dengan perasaanku saat ini?." Lanjutnya dengan nada merengek.


"Ayolah retto, cari kegiatan yang lain saja. Aku tidak ingin mendengarkan rengekanmu yang tidak berguna itu." Rupan iero berusaha membujuk Rupan Retto, lagipula tidak akan lama adrenalin itu berjalan sesuai keinginan.


Sementara Patoren Sangou?. Entah kenapa ia merasa cemburu melihat keakraban dua maling itu?. Entah kenapa ia merasakan perasaan cemburu. Loh?. Kenapa ia harus merasa cemburu coba?. Yaps lupakan.


"Kalau begitu aku saja yang melakukannya!." Entah sejak kapan Patoren X berubah menjadi Rupan X?. Ia begitu bersemangat menyerang sang Gangler dan mengambil harta Karun itu.


"Jangan sekarang." Rupan Retto kelihatan panik, ia hampir saja mengejar Rupan X jika ia tidak ditahan oleh Rupan iero dan Rupan Blue.


"Kau ini cukup gila juga." Ucap keduanya dengan sangat kesalnya.


"Hum?." Patoren ichigou, nigou, dan sangou merasa ada yang aneh dengan tingkah laku Rupan Retto hari ini. Biasanya dia selalu bersemangat untuk mengambil harta Karun gangler, tapi hari ini?. Apakah ada sesuatu yang disembunyikannya?. Kesenangan apa yang dimaksud oleh Rupan Retto?.


Mereka bertiga tidak tahu, apakah meraka harus mengintrogasi Noel agar bungkam apa yang sebenarnya direncanakan oleh Rupan Retto?. Tapi rasanya itu percuma saja, karena itu tidak akan memberikan jawaban. Yang pasti saat itu adalah?.


"Atas nama polisi global kami akan menghentikan kalian semua!." Patorenja merasa kesal karena tidak mengerti keadaan, hasilnya mereka menyerang para Kaitou, mereka ingin tau apa yang mereka rencanakan sebenarnya. Kesenangan apa yang dimaksud?.


"Kaitou x!."


"3-9-0!."


Itulah kode brangkas tersebut, akhirnya Noel berhasil membuka brangkas itu. Ia juga berhasil mengambil harta Karun itu,


"Kembalikan!." Broken Heart tidak rela harta karunnya diambil oleh Kaitou, ia pasti bisa merebutnya kembali.


"Kesenanganku." Beda lagi dengan Rupan Retto yang mendadak ngenes.


"Oh ya ampun retto." Rupan iero merasa prihatin dengan keadaan Rupan Retto yang shock.


"Awas!." Rupan blue menyadari jika para Keisatsu sedang mengambil ancang menyerang yang kebetulan Gangler aneh itu berada di belakang mereka karena lari dikejar oleh Rupan X. Mau tak mau Rupan blue dan Rupan iero menyambar tubuh Rupan Retto jika tidak mau jadi amukan para Keisatsu saat ini. Dan benar saja, tembakan yang mereka lepaskan mengenai gangler aneh itu, hingga ia meledak dengan meninggalkan pesan.


"Cinta itu hanya pura-pura belaka!."


"Oh ya ampun. Aku berhasil mendapatkan harta karunnya, dan hari ini Keiichiro tachi sedikit ganas dari yang biasanya." Rupan X menyimpan harta Karun itu, dengan begitu ia akan menambah koleksi baru, ia berhasil mengamankan harta tersebut dari keganasan para polisi global.


Sedangkan Patoren Sangou memikirkan kata-kata gangler itu?. Apa benar cinta itu hanya pura-pura?. Beberapa detik setelah gangler itu hancur, gangler lainnya muncul, gangler wanita yang selalu mengucapkan kata?.


"Harta karunku yang manis,,, blablabla." Dan intinya adalah ia bertugas menghidupkan kembali Gangler yang telah gugur menjadi raksasa, memberikan kesempatan pada mereka agar membalas kematian mereka dalam wujud asli mereka, yaitu raksasa kejam yang mampu menghancurkan kota.

__ADS_1


"Arigatou!. Aku kembali lagi!." Gangler itu merasa senang, sangat senang, ia akan membalas perbuatan Kaitou dan juga Keisatsu yang telah mengalahkannya sekali.


"Hwah!. Apa aku ketinggalan moment penting?." Goodstrike datang tanpa diundang, ia selalu datang tanpa diundang, berbuat sesuka hati.


"Kali ini aku dengan siapa ya?." Ia terbang ke sana ke mari melihat siapa yang lagi semangat bertarung.


"Goodie, sebaiknya kau bersama mereka saja." Rupan Retto bangkit, ia merasa tidak semangat hari ini. "Aku lagi malas karena merasa kesenangan ku berakhir sudah." Lanjutnya dengan sangat malasnya.


"He?. Kau yakin?. Nanti nyesal loh?." Tanya goodstrike sekali lagi, tidak biasanya Rupan X kehilangan semangat bertarung.


"Um. Aku mau istirahat dulu, rasanya capek. Polisi pemarah itu bikin mood gue jelek." Ucapnya dengan lemas, ia mengambil chip yang nempel di pinggangnya, ia tekan tombol gespernya dan kemudian pergi meninggalkan mereka.


"APA MAU BILANG?!. AWAS SAJA KAU KAITOOOOOOOOOOU!." Patoren Ichigou tidak terima dikatain begitu oleh Rupan Retto, masa gara-gara dia?.


"Haik!. Haik!. Kali ini kami ngalah. Sampai jumpa." Rupan iero mengerti, ia juga ikutan mundur.


"Kami serahkan pada kalian saja." Begitu juga dengan Rupan Blue.


Mereka pergi dengan kecewa?.


"Apa yang mereka rencanakan sebenarnya?." Patoren Sangou merasa ada yang aneh dengan Rupanrenja. Entah apa itu ia merasa ada hubungannya dengan kasus ini. Kesenangan?. Kesenangan apa?.


"Baiklah. Keiichiro!. Jangan nunggu lama-lama lagi, gangler itu udah merusak kota loh!." Rupan X kembali ke mode Patoren X, ia juga memangil robot miliknya.


"Baiklah!. Goodstrike!. Sebaiknya bertarung bersama kami saja." Patoren Ichigou menangkap Goodstrike, dan mereka mulai menggunakan.


"Baiklah. Aku juga tidak punya pilihan lain." Mau tak mau Goodstrike memilih patorenja untuk bertarung kali ini, dari pada nganggur.


"Keisatsu kaiser sudah tiba!." Patorenja bekerja sama mengalahkan gangler itu.


"Tsukasa. Jangan bengong saja yakin saja pada perasaanmu." Patoren ichigou tau, kalau Tsukasa mencemaskan Kairi yang lagi dibawah pengaruh Gangler, ia tahu itu.


"Asalkan jangan umika aja yang diincar, itu baru masalah buat aku." Setidaknya itu yang ia pikirkan.


"Yaa ampun, ternyata cinta itu memang merepotkan." Patoren X lebih fokus menyerang Gangler itu, dari pada mengurusi masalah perasaan yang bercabang karena cinta.


Akhirnya pertarungan dimenangkan oleh patorenja.


Di distro.


Touma dan Umika lagi memperhatikan Kairi yang lagi duduk dipojokan, ia merasa tidak semangat karena gangler itu dikalahkan.


"Kesenanganku sudah berakhir." Ucapnya dengan nada kecewa. Loh?.


Flashback.


Kebetulan distro lagi sepi, Kairi lagi malasan.


"Apa tidak ada hiburan lain?. Aku benaran bosan nunggu info dari noel." Keluh Kairi sambil memainkan hpnya, ia sangat jenuh hanya nunggu dari Noel.


"Kalau gitu kenapa tidak keluar saja sambil belanja?. Mungkin kau dapat ide bagus." Umika sedikit memberi ide pada Kairi untuk menghilangkan kejenuhannya.


"Huaaa kau jenius umika." Kairi merasa semangat lagi, ia bangkit dari duduknya, ia mengambil bon belanja dan bergegas keluar.


"Hati-hati ya?." Umika melambaikan tangannya, ia berhasil mengompori Kairi agar berbelanja, biasanya susah amat disuruh belanja.


"Heh!. Bisa juga kau umika." Kadang Touma merasa kagum dengan ide cemerlang Umika, Kadang sih.


"Hehehe!. Dari pada mendengarkan keluhannya lebih baik begitu, kan?." Perkataan Umika ada benarnya juga, bosan juga mendengarkan keluhan Kairi yang ujung-ujungnya melarikan diri dari kerjaannya, jadi biarkan kali ini ia keluar sambil belanja. Mungkin?.

__ADS_1


Ayo kita intip apa yang terjadi. Kairi yang kebetulan udah keluar dari toko buah ia tidak sengaja melihat Tsukasa yang lagi menangani kasus, ia tidak sengaja melihat monster itu menembakkan dua sejoli yang lagi pacaran, mereka begitu nempel membuat pasangannya risih dan minta putus, hingga terjadi keributan. Ia ingin melarikan diri tapi sialnya ia tersandung sesuatu, membuatnya bertabrakan dengan tsukasa dalam moment itu. Ia menyadari bahwa dirinya menjadi target sang Gangler, Kairi sempat mengambil sebuah apel melindungi punggungnya dari tembakan itu, apel itu pecah di tangannya tapi.?. Ia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya karena percikan tembakan itu, tanpa sadar mulutnya telah berkata aneh pada Tsukasa.


Skip.


Setelah berpisah dari Tsukasa, kesadaran Kairi kembali.


"Oh ya ampun, aku baru saja nembak taukasa?." Kairi merasa malu sendiri, tapi?. Menurutnya itu ide yang bagus untuk bersenang-senang?.


Okhom!.


Kairi kembali ke distro sambil membawa belanjaan, begitu ia sampai malah disambut dengan semburan oleh Umika.


"Aku pacaran dengan tsukasa patren sangou." ucapnya dengan santai, membuat Umika shock. "Tapi boong." Lanjutnya sambil tersenyum lebar.


"Hufh!. Kau ini!. Membuatku jantungan saja!." Umika menghela nafasnya, ia merasa lega.


"Aku memang menembaknya, tapi itu ketika aku dibawah pengaruh gangler sialan itu." Gerutu Kairi, ia merasa kesal mengingat kejadian tadi. "Tapi itu pun karena percikan tembakan itu, jadi aku tidak terlalu bucin sebenarnya. Hanya saja aku harus melakukannya supaya aku lebih mendapatkan informasi yang kita butuhkan nantinya." Lanjutnya dengan sangat kesal.


"Itu artinya kau jadian sama tsukasa?." Umika menyimak perkataan Kairi dengan jelas.


"Itu akan jadi masalah." Touma yang lagi masak ikutan berkomentar, ia tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh Kairi saat ini.


"Tapi aku rasa ini kesempatan yang sangat bagus, aku akan berpura-pura menjadi pacar tsukasa. Untuk adrenalin mendapatkan info lebih cepat dari pacarku yang seorang polisi yang lagi ngincar identitas maling yang tak lain adalah pacarnya sendiri. Itu terdengar keren. Gimana pendapatmu touma?." Waduh?. Kairi malah jadi semangat.


"Jangan minta pendapat ku, lakukan sesukamu." Touma tidak ingin ambil pusing, meski ia setuju dengan ide gila Kairi..


"Kalau gitu coba saja, siapa tau kau berhasil dapat info bagus." Umika malah setuju dengan ide gila Kairi. Ia juga penasaran, meski harus menepis sifat cemburunya.


Ia tidak membayangkan keromantisan Kairi saat kencan dengan Tsukasa, lagipula Kairi itu orangnya cuek bin membosankan, itu tidak akan terjadi.


Ya begitulah yang terjadi. ternyata Kairi tidak sepenuhnya di bawah kendali gangler, ia hanya adrenalin aja, tega amat Kairi ya?. Telah berani mempermainkan perasaan orang lain. Setidaknya ia dapat info mengenai taktik para polisi yang lagi ngincar mereka bertiga.


Flashback off.


Keesokan harinya. Masalah bukan hanya selesai sampai di sana saja, masih ada lanjutannya.


Tsukasa terlihat kusut, sangat kusut karena ia memikirkan apakah Kairi memang dalam pengaruh Gangler atau tidak. Meski ia bisa menanyakan langsung dari kairi lewat pesan atau telpon, tapi tetap saja ia takut mengetahui faktanya nanti.


Hari ini, kebetulan kan istirahat. Ia pergi makan siang bersama Noel, Keiichiro, dan Sakuya ke distro Kairi. Ia sangat takut, tapi ia penasaran dengan nasibnya. Akhirnya ia memutuskan untuk memberanikan dirinya. Tapi ragu untuk bertanya, apalagi sikap Kairi yang terlihat biasa-biasa aja kek biasanya. Itu artinya benar, tapi saat mereka pacaran Kairi bilang?. Ia bersikap cuek karena ia tidak mau ada yang tau kalau mereka pacaran. Tapi Keiichiro, Sakuya dan Noel udah tahu, kan?. Jadi apa masalahnya?.


Ekhem!.


"Kairi. Apakah kau benaran pacaran dengan tsukasa?." Loh?. Kok malah Keiichiro yang ngebut bertanya seperti itu sih?. Ia tidak tahan lagi, rasanya nyesek liat Tsukasa yang diam aneh gitu. Rasanya ia cemburu karena Kairi mampu mengambil hati Tsukasa ketimbang dirinya yang super kaku.


"Keiichiro?. Kau ini?." Tsukasa merasa malu dengan tindakan Keiichiro yang barbar.


"He?." Kairi terkejut mendengarkan ucapan Keiichiro, ia tampak berpikir sejenak..


"Kesenangan ku berakhir sudah?." Dalam hati Kairi merasa kecewa, ia juga tidak tega mempermainkan perasaan Tsukasa lebih dari ini. Apakah memang.


"Ada apa kairi?!." Keiichiro menatap tajam ke arah Kairi.


"He?. Ah!. A-apa yang kau katakan keii+chan?. Sejak kapan kami pacaran?." Secara reflek Kairi menutupi wajahnya yang memerah malu dengan nampan yang ia bawa?. Apakah itu asli atau aktingnya yang memang hebat?. "Aku merasa aneh, seperti ada hawa merah yang terbang dariku, dan aku tidak ingat lagi apa yang terjadi padaku." Ucapnya sambil menjelaskan situasinya. "Ma-mana mungkin kami pacaran." lanjutnya lagi. Tingkahnya sangat menggemaskan, membuat mereka tidak tega melihat Kairi yang seperti itu.


"Kairi-kun kau sangat lucu. Rasanya aku ingin membunuh gangler itu sekali lagi.' ingin rasanya tsukasa mencubit pipi Kairi yang memerah karena malu, namun rasa kesal. "Ahahaha!. Benar juga, kau ini ada-ada saja." meski kecewa Tsukasa setidaknya bersyukur bisa bersama Kairi beberapa hari ini. Ia mengingat dengan jelas gimana tingkah lucu Kairi yang manja nempel padanya, dengan Kairi ia bisa merasakan perasaan cemburu.


Cemburu?. Sudah berakhir setelah mendengarkan pengakuan dari Kairi bahwa ia mereka tidak pacaran. Cemburu itu?. Perasaan sayang yang berlebihan karena ingin memilikinya seutuhnya. Cemburu itu?. Hanya kau seorang yang merasakan seberapa besar rasa cemburu itu menyelimuti hatimu. Cemburu itu?. Kau sendiri yang tentukan seberapa cemburunya engkau terhadap pasanganmu dekat dengan orang lain. Cemburu itu?. Jawab saja sendiri.


...***...

__ADS_1


__ADS_2