
...***...
"Dia itu kishiryu loh?. Senpai." Rengek Koh dengan perasaan yang sangat sedih mendengarkan ucapan seniornya. "Tyramigo, sama dengan gabutyra milik kyoryu retto senpai." Koh dengan tabah hati mengatakan kalau besi merah itu adalah Kishiryu alias dinosaurus yang sama dengan Gabutyra, hanya namanya Tyramigo?.
"Ahahaha!. Maafkan aku ya?. Sungguh aku tidak sengaja. Aku tadi sangat pusing memikirkan masalah yang telah terjadi." Yousuke merasa bersalah karena telah menerbangkan Tyramigo temannya Koh.
"Ya sudah. Apa boleh buat, nanti dicari lagi." Ucap koh dengan pasrahnya, mungkin ia minta bantuan pada Meruto CS untuk mencari Tyramigo. "Padahal aku hanya ingin mengatakan padanya agar tidak keluyuran, nanti makanannya dingin dan tidak enak." Dalam hati Koh sangat merasa bersalah pada Tyramigo.
"Tapi, kenapa kalian berdua ada di sini?. Kyoryu retto, gao retto senpai?. Apakah terjadi sesuatu yang sangat gawat?. Sehingga kalian ada di sini?." Hariken Retto penasaran kenapa mereka ada di sini, tidak biasanya mereka berkumpul.
"Aah!. Soal itu, kami mau berbagi cerita di tempat koh." Jawab King. "Rasanya butuh tempat yang bisa digunakan untuk berbagi keluh kesah saat ini senpai." Lanjutnya sambil menghela nafasnya dengan sangat lelah.
"Berbagi cerita?. Cerita apa?." Tanya Hariken Retto penasaran. "Curhat maksudnya gitu?. Kah?." Ia kembali bertanya seperti itu.
"Ya, masalah menjadi leader di sentai-nya atau masalah lainnya." Balas Gao Retto kali ini angkat bicara, ia lagi galau berat nih.
"Apakah aku boleh bergabung dengan kalian?. Rasanya aku juga ingin mengeluarkan semua beban yang ada di dalam kepalaku saat ini." Tiba-tiba Hariken Retto jadi sedih, apakah dia juga punya masalah?.
"Hum." Mereka bertiga mengangguk tanda setuju.
"Arigatou. Gao retto senpai, kyoryu retto, juga koh" Hariken Retto sangat senang ia diizinkan ikut bersama mereka. "Mungkin dengan curhat rasa sesak di dadanya akan berkurang. Rasanya sangat sesak sekali." Ucapnya dengan raut wajah yang sangat tersiksa. Sedangkan Gao Red, King, dan Koh hanya tertawa cekikikan melihat itu. Pasti banyak beban yang ditanggung, sehingga ia berkata seperti itu.
"Baiklah. Kalau begitu kita langsung saja menuju ke tempatku." Koh tidak mau berlama-lama, karena sebenarnya ia sangat khawatir dengan keselamatan temannya itu.
Yosh, mereka berjalan menuju rumah ui,, tapi saat mereka tiba di dekat pusat perbelanjaan mereka dikejutkan oleh suara serine mobil polisi yang sangat kencang, juga si merah lari kencang mengejar dua merah lainnya?.
"Hoi!. Jangan lari kalian!. Aku adalah petugas kepolisian resmi!. Jadi kalian tidak usah melarikan diri!." Teriak si merah kelewat kencang sambil terus mengejar dua merah lainnya.
Deg!.
Mereka semua sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat saat itu. Mereka yang saat itu sedang dalam keadaan yang sangat mencekam?.
"Huoh!. Bukankah dia adalah deka retto senpai?. Bouken retto senpai?. Dan shinken retto senpai?." King sangat shock melihat mereka semua, dan shock melihat bagaimana keadaan kota?.
"He?!." Koh, Gao Red dan Yousuke sangat terkejut mendengarkan itu. Sungguh, mereka tidak menduga sama sekali keadaan setempat akan sangat parah seperti itu.
Deka Red sedang berusaha untuk melerai pertarungan antara Bouken Red dan Shinken Red.
__ADS_1
"Memangnya apa masalah yang mereka lakukan senpai?. Sehingga seperti ini keadaanya?." King dengan kepala yang masih dingin mencoba bertanya seperti itu.
"Dia telah berani mencari harta berharga di lingkungan keluarga shiba, dan dia telah membuat lubang yang sangat mengganggu kuil kami." Shiba Takeru masih belum bisa menerima atas apa yang telah dilakukan oleh Bouken Red.
"Itu karena memang banyak benda berharga yang terkubur di sana." Jawab Bouken Red sambil memperlihatkan bagaimana penampilan dari peta yang ia gambarkan.
"Eh?." Mereka yang mendengarkan itu sangat heran.
"Itu bukan berarti kau bisa seenaknya saja menggali lubang di sana!." Shinken Red masih tidak terima. "Kecuali kau ingin menggali kuburanmu di sana!." Bentaknya dengan penuh amarah.
"Itu bukan alsan kalian bertarung sampai merusak pasilitas umum!." Bentak Deka Red dengan penuh amarah yang sangat membara.
"Ano?. Sebaiknya jangan bertengkar di sini. Tidak enak untuk dilihat." Koh merasa tidak enak dengan perdebatan mereka.
"Kau ini siapa?." Deka Red, Shinken Red, dan Bouken Red bersamaan berkata seperti itu.
"Eh?." Koh terlihat sangat shock karena mereka tidak kenal sama sekali dengannya?.
"Oh, dia koh,, saudara jauhku." Jawab King memperkenalkan Koh.
"Salam kenal senpai, aku koh, kyusou retto dari kishiryu sentai ryusouja." Jawab koh dengam ramahnya,, lagi? Dia tidak di kenali oleh senpainya?. Ahaha!. Kasihan sekali, sabar ya Koh?.
"Kami mau ke tempat koh, kenapa kalian membuat keributan di tempat umum?. Apakah kalian mau ikut?. Sepertinya kau memiliki masalah yang rumit." Yang jawab adalah Gao Red, ia penasaran kenapa mereka malah kejar-kejaran di siang panas ini?. Padahal dia tadi juga bikin keributan di tempat umum.
"Senpai, shinken retto juga bouken retto mereka merusak pasilitas umum, gara-gara mereka galau di sentai-nya padahal aku juga lagi galau." Rengek Deka Retto, karena itulah ia mengejar mereka berdua.
"Eh?. Bukannya tadi dia bilang karena menggali-." Koh sangat heran dengan masalah yang mereka hadapi.
"Itu hanya alasan saja bagi mereka untuk memulai pertarungan." Deka Red sepertinya sangat kenal dengan kedua sentai yang sedang bermasalah saat itu.
"Hoooo jadi jadi itu masalahnya?." Gao Retto, Hariken Retto, Kyoryu Retto, dan juga Koh, tapi kenapa harus merusak pasilitas umum coba?. Galau akut ya?.
"Hummm kalau begitu kita ke tempat koh saja. Mungkin bisa mengurangi beban yang senpai rasakan." Kyoryu Retto mengusulkan sesuatu yang menarik pada mereka.
"Hum!. Kami ikut!." Tanpa mikir panjang lagi, Deka Retto, Bouken Retto, juga Shinken Retto mengangguk setuju, berbagi masalah dengan sesama Retto tidak masalah, kan?. Apakah mereka bisa mengurangi beban mereka?. Mungki mereka akan mendapatkan pengalaman dari curhatan mereka nanti.
Kira-kira 50 meter sebelum menuju rumah Ui, mereka dikagetkan oleh benda merah terbang?. Mereka semua sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat saat itu. Ada besi merah terbang?. Bagaiaman mungkin itu bisa terjadi?.
__ADS_1
"Ha?!. Tyramigo!." Koh tentunya mengenali benda merah itu. "Maaf ya tyramigo?. Aku tidak bermaksud sepertti itu." Dalam hatinya merasa sangat bersalah karena membiarkan temannya pergi begitu saja.
"Koh?." Tyramigo senang bertemu dengan koh lagi, ia langsung berlari ke arah koh, begitu kedua kakinya menapak di tanah.
"Tyramigo." Seperti pertemuan yang mengharukan, mereka jadi pusat perhatian sesaat sebelum mereka melihat ada dua Sentai merah lainnya yang menggunakan sayap?.
"Hwoh?!. Abdkdhajruehe!." Gao retto Cs malah komat-kamit melihat dua Sentai itu, kecuali Koh.
"He?. Kalian pikir aku ini malaikat maut kah?." Si sayap putih menghela napasnya dengan pelan plus pasrah.
"Aksheuejairbajrb!." Entah mantram apa yang mereka bacakan saat itu, dan juga wajah mereka terlihat sangat pucat sekali.
"Moh!. Kami bukan malaikat maut, senpai!. Aku jyuoh iguru, dan ini seniorku gosei retto!." Ucap juuoh iguru dengan nada kesal.
"Ahahaha kami hanya kaget saja tadi." Gao Retto tertawa terpaksa karena ia tadi memang menyangka dua Sentai ini malaikat maut yang datang menjemput mereka, belum saatnya pergi sebelum menyelesaikan masalah dengan Sentainya masing-masing.
"Hooo kalian mau kemana senpai, dan siapa si merah itu?." Gosei Red maklumi saja, tapi kok mereka berkumpul disini yak?. Dan siapa si merah satu lagi?.
Mereka semua melihat ke arah Koh yang terlihat sangat shock sekali. Ternyata mereka memang tidak kenal dengan Koh?.
"Lain kali jangan main di hutan terus ya koh?. Jadi mereka semua tidak kenal denganmu." King berusaha untuk menguatkan adiknya itu.
"He?. Aku memang belum dikenali ya?. Jahat sekali." Dalam hati Koh merasa prihatin. Apa ia terlalu terbelakang sampai tidak dikenali?. Entahlah.
"Hahaha!. Sabar ya koh?!. Terkenal itu ada masanya juga." Deka Red merasakan itu.
"Aku yakin kau akan lebih terkenal dari kami." Shinken Red akui ia tadinya tidak kenal dengan Koh, namun setelah ia ikut dengan mereka?. Mungkin akan kenal siapa Koh nantinya.
"Hoooo yang ini saudara dekatku." King memang sangat baik pada Koh, karena dari tadi ia yang mengatakan Koh adiknya?. "Namanya koh, dari kishiryu sentai ryusouja, ryusou retto, kami mau ke tempatnya." King selalu begitu kalau dia memperkenalkan Koh tapi setidaknya berterima kasihlah pada King yang mengenalinya.
"Hooo souka, apa kami boleh ikut?." Tanya Gosei Retto, mungkin dia mendapatkan sesuatu yang menarik nantinya jika ikut bersama mereka.
"Ya, tentu saja." Balas mereka dengan senang hati.
"Kalau begitu ikuti kami." Koh mempersilahkan mereka untuk berjalan.
Mereka semua mengangguk setuju, dan akhirnya para Sentai merah itu bersama-sama menuju rumah Ui. "Sepertinya ini akan lebih ramai dari yang aku duga." Dalam hati Koh sedikit cemas?. Tidak, hanya saja apakah yang akan ia katakan pada para seniornya nantinya?. Apakah ia memang sanggup menampung keluh kesah mereka nantinya?. "Tapi rasanya ingin akan menjadi hal yang sangat menarik untuk diingat." Ia hanya bisa tersenyum melihat itu.
__ADS_1
Next.
..."""...