KISAH ACAK SUPER SENTAI

KISAH ACAK SUPER SENTAI
CHAPTER 41


__ADS_3

...***...


Marvelous menatap malas ke arah Gai yang memohon padanya. Setelah ia mengetahui apa yang telah dilakukan Ikari Gai?. Meskipun pertarungan itu telah selesai, dan keadaan mereka semuanya baik-baik saja. Akan tetapi tidak dengan suasana hati Marvelous saat itu.


"Tanpa sepengetahuan dariku, kau berani sekali memberikan renja ki dekarenja." Dengan kesalnya ia berkata seperti itu. "Lalu seroang kau memohon ampun padaku?. Enak sekali hidupmu gai." Dengan kesalnya ia berkata seperti itu.


"Sungguh, maafkan aku marvelous san, aku tidak akan mengulanginya lagi." Gai bersujud dihadapan Marvelous yang sedang duduk di kursi biasa ia duduk. Ia memang menyesal telah melakukan itu?. Apakah ia tidak ingat dengan siapa Marvelous yang sangat pemarah.


"Heh!." Ia mendengus kesal dengan ucapan Gai.


"Sudahkah marvelous san, maafkan saja dia. Ini salahku, jadi jangan terlalu keras padanya." Tetsu merasa bersalah karena memohon pada Gai. Saat itu ia berdiri tidak jauh darinya Marvelous.


"Berisik!." Bentak Marvelous dengan kesalnya. "Kalau begitu kau saja yang memohon maaf padaku!. Karena kau berani membujuknya untuk memberikan renja ki padamu!." Ucap Marvelous dengan nada jengkel, ia semakin kesal.


"Olala. Kau sangat ini pemarah sekali." Tetsu sedikit merinding melihat kemarahan itu.


"Selain itu." Ucapnya sambil melihat ke arah Galleon. "Kenapa kalian semua malah datang ke sini?!. Siapa yang memberi izin pada kalian untuk masuk ke sini?!." Marvelous malah naik darah melihat Galleon dipenuhi oleh Polisi dan yang lainnya. Dan mereka hanya menanggapinya dengan tertawa?. Emangnya lucu ya?.


"Ahaha maafkan kami marvelous san." Sakuya merasa canggung. "Kami hanya ingin berkunjung saja." Tapi ia penasaran bagaimana suasana di Galleon, ternyata ini sungguh menyenangkan. "Hanya sebentar saja." Lanjutnya sambil cengar-cengir tidak jelas.


"Abaikan saja, dia memang seperti itu." ucap Luka sambil bermain kartu bersama Tsukasa, Joe, dan Keiichiro. "Dia memang sensian. Jika kalian ingin datang ke sini datang saja." Lanjutnya dengan cueknya. Karena ia sangat faham sekali dengan tabiat Marvelous yang seperti itu.


Dih perampok ngajak polisi main kartu?!. Rasanya ada yang salah dengan itu, sehingga mereka dengan santainya mereka melakukan itu?.


"Hooo begitu ya?." Ucap Tsukasa dengan santainya sambil mengambil salah satu kartu ditangan Joe. "Sama seperti seseorang yang katanya suka marah-marah." Ia melirik ke arah Keiichiro yang terlihat kesal.


"Apa maksudmu melihat seperti itu padaku?." Keiichiro bertanya seperti itu.


"Tidak apa-apa. Tidak apa-apa." Balasnya.

__ADS_1


"Sebaiknya kalian segera pergi dari sini." Marvelous mengusir mereka semua.


"Tidak apa-apa, marvelous san. Mereka adalah tamu kita hari ini. Jadi terima saja mereka semua dengan baik." Ucap Ahim dengan nada sopan, ia memberikan segelas teh hangat para Marvelous.


"Hemp!." Marvelous memalingkan wajahnya, jika Ahim sudah berkata seperti itu apa boleh buat. "Kau ini terlalu baik." Ucapnya dengan pelan.


"Ekhem!." Yousuke sepertinya tidak bisa diam begitu saja. "Rasanya aku penasaran akan sesuatu." Ucapnya. Saat itu ia sedang duduk bersama Yukito yang juga berada di sana.


"Hn?." Yukito penasaran dengan ucapan Yousuke.


"Apakah si aba red selalu meledak ledak dalam masalah percintaan?. Apakah kau pernah melihat itu?." Tanya Yousuke sambil menikmati cemilan yang diberikan Hakase padanya.


"Aku rasa tidak seperti itu." Jawabnya sambil mengingat itu semua. "Paling dia hanya meledakjika melihat anak tercintanya yang terluka atau demam." Itulah yang ia ingat saat itu. "Akan tetapi aba red yang satu ini memang sangat berbeda." Lanjutnya Yukito mengingat bagaimana sifat Hokuo Ryouga.


Ucapan Sanjou Yukito disambut tawa meledak oleh mereka semua, membuat Marvelous ingin mengamuk, ia merasa dipermalukan hari ini.


"Ternyata kau budak cinta marvelous." Ban tidak dapat menahan tawanya. "Kau terlalu bucin marvelous." Sungguh ia tidak tahan dengan itu.


"Diam kau ban becak kempes." Marvelous dengan kesalnya pada Ban.


"Kabar yang aku dengar benar, ternyata marvelous san memang sangat pemarah." Tsukasa mengingat rumor itu.


"Dia itu memang pemarah, bahkan aku baru kali ini diancam olehnya" Hakase duduk di samping Yukito sambil membawa Daging panggang.


"Diam kau kepiting panggang." Meevelous rasanya ingin mencincang Hakase karena ia membuka rahasia saat ia dalam keadaan kalut.


" He?. Benarkah?." Ban dan Hoji ikut duduk di kursi Meja makan sambil menatap makanan yang tersedia dengan wajah ceria.


"Kalau begitu bikin laporan padaku, biar aku proses cepat." Lanjut Ban dengan semangatnya.

__ADS_1


"Aku mungkin akan langsung melakukan hukuman padanya." Houji mencomot makanan itu.


"Hahaha!. Aku tidak ingin ikut campur tetsu senpai." Gai akhirnya merasa lega, dan saat itu ia mendekati Tetsu yang sedang sendirian mengurung jumlah renja ki di kotak harta Karun.


"Sebaiknya kau jangan terlalu membuatnya marah lagi." Bisiknya. Ia sendiri tidak ingin terlibat dengan masalah Marvelous.


"Coba saja kalian berani melakukan itu padaku." Marvelous mengutuk dalam hatinya, ia menatap tajam Ban dan Houji dari sudut matanya.


"Em. Aku kira aku tidak bisa bernapas lega jika tidak bertemu dengan yukito san dan juga yousuke san. Mungkin kami akan dikuliti hidup-hidup oleh marvelous san." Hakase malah curhat dengan apa yang dirasakannya. tentunya ucapan Hakase membuat mereka berpikir, dan melihat ke arah Marvelous.


Mereka semua menatap ke arah Marvelous, membuatnya risih ditatap oleh mereka?. Dia tega melakukan itu pada temannya sendiri?.


"Kau memang sangat kejam, tidak memiliki hati nurani sedikitpun." Dalam hati Ban sangat kesal sambil mengeluarkan lisensinya, dan dua borgol dengan kemarahan yang sangat luar biasa.


Yousuke menatap Yukito, Yukito melihat ke arah Ban, Ban lihat ke arah Hoji, dan seterusnya. "Tangkap dia, sungguh sangat tidak manusiawi dia itu." Yukito menggertak tangannya seperti ingin memukul seseorang.


"Tapi, aku rasa itu sangat romantis sekali." Saat itu Tsukasa berkata dengan sangat polosnya. Sehingga ia menjadi pusat perhatian mereka semua.


"Dari mana letak romantisnya?." Bersamaan mereka bertanya seperti itu.


"Soalnya, demi bersama orang yang dicintai, ia akan melakukan apapun. Rasanya aku juga ingin memiliki kekasih yang seperti itu." Dengan suasana hati yang berbunga-bunga ia berkata seperti itu.


"Bfffh!." Mereka semua malah tertawa cekikikan, kecuali Joe yang selalu cool.


"Apa yang kalian tetawa kan?." Dengan kesalnya ia bertanya seperti itu pada mereka.


"Intinya kau adalah bucin, marvelous." Ucap mereka bersamaan, kecuali Ahim dan Joe.


"Diam!. Pergi kalian dari sini!." Marvelous benar-benar sangat marah. Hingga ia mengusir mereka semua.

__ADS_1


Bagaimana kisah selanjutnya?. Siapa lagi dia?. Next.


...***...


__ADS_2