
...****...
"Heh, belum tentu kalian akan menolong kami, apalagi dengan seseorang yang tidak berhati-hati dengan perasaannya." Balas Bouken Black dengan nada meremehkan, ia lihat bagaimana tadi reaksi si Merah saat temannya diculik.
Sementara Marvelous jadi teringat dengan ramalan navi yang mengatakan hati-hati dengan api. "Jangan sampai aku terbakar api amarah karena kedua orang menyebalkan ini." Dalam hatinya saat itu benar-benar sangat membara. "Inikah yang dimaksud oleh Navi? Heh! Miris sekali, kenapa malah melibatkan perasaan pribadiku?!." Dalam hatinya semakin merasa tidak terima. "Heh! Jangan banyak cincong, langsung saja pada intinya, apa yang kalian incar sebenarnya." Marvelous jadi kesal sendiri jadinya, apa maksud dari ucapan Masumi.
"Kalian lihat itu?." Masumi menunjuk ke arah sebuah tempat berbentuk segienam, dan tempat itu sepertinya membentuk sebuah pola aneh.
"Itu adalah ornumen Precious penyimpanan benda kuno yang bahaya, jadi kami harus membukanya dengan cara menekan tombol di masing-masing tempat di saat yang bersamaan." Natuski menjelaskannya sambil berjalan ke arah tempat yang ia maksud.
"Jadi intinya kalian minta bantuan kami agar menekan tombol itu bersama-sama?." Joe lumayan mengerti kemana arah pembicaraan ini, ia memperhatikan bagaiamana bentuk pola itu.
"Ya, kau benar sekali, karena kami berdua jadi kami membutuhkan bantuan kalian gokaija." Masumi sedikit merendahkan ucapannya, ia hanya berharap jika Gokaiger bersedia membantu mereka. "Aku rasa meminta bantuan kalian dengan cara yang baik itu bukan cara yang tepat." Setidaknya itu yang ada di dalam pikirannya saat itu.
Marvelous berpikir sejenak, apakah tidak apa-apa menolong Boukenger?. "Bagaimana kalau ini jebakan? Aku tidak boleh lengah meskipun mereka adalah boukenja." Dalam hatinya memang sangat waspada. Ia melirik ke arah Luka, Joe dan Hakase, mereka menggangguk setuju.
"Oke! Kami setuju."
Dan mereka melakukannya, karena mereka sangat penasaran dengan apa yang akan terjadi jika mereka melakukannya?. Hakase, Joe, Luka, Ahim, Masumi dan Natsuki berdiri sesuai dengan urutan, sedangkan Marvelous berdiri ditengah-tengah.
Dan mereka menekan tombol secara bersamaan, dan saat itu ada sebuah kotak Precious yang keluar tepat dihadapan Marvelous. Setelah itu Masumi mengambilnya dan menyimpannya di dalam kotak khusus misi Boukenger. Namun tiba-tiba tempat tambang itu bergemuruh seperti terkena gempa setempat. Mereka langsung berlari keluar untuk menyelamatkan diri masing-masing. Begitu mereka tiba diluar ternyata bos Zangyack tadi yang sempat mereka lupakan ternyata sudah menjadi raksasa.
"Sialan! Serahkan kotak itu padaku!." Gorongoron mengeram marah, ia marah karena kotak Precious permintaan bos besar jatuh ke tangan Gokaiger.
"Ternyata kau masih hidup?!."
"Ahim!." Marvelous memberi kode pada Ahim agar segera Chienji
"Yosh!." Marvelous mengeluarkan Gokai selulrnya, memanggil Golleon.
"Serahkan sisanya pada kami."
Ucap mereka sambil melompat mengambil rantai yang dijatuhkan oleh Galleon,
"Osu!." Masumi hanya mengangguk setuju, dan lagi pula ia tidak akan bisa melawan monster besar itu Karena ia tidak meminta renja kinya pada Gokaiger.
Gokai Gallen gabungan dari mesin mereka sudah terbentuk, dan pertarungan sudah dimulai.
__ADS_1
"Bagaimana menurutmu mengenai si merah itu masumi?." Natsuki mendekati Masumi yang dari tadi rasanya tidak mau berhenti tersenyum.
"Aku rasa dia masih hijau, dan harus mengendalikan dirinya." Jawabnya sambil memperhatikan bagaimana Marvelous yang sedang bersemangat bertarung saat itu.
"Aku rasa kau benar." Ia sangat setuju dengan ucapan masumi.
Namun mereka sedikit kerepotan karena si Gorongoron ternyata lumayan kuat juga.
"Sial! Sejak kapan ikan teri itu memiliki kekuatan yang kuat?!." Gokai Red alias Marvelous sangat kesal karena ia hampir saja terkena serangan yang sangat mematikan.
"Kita harus bagaimana? Kita bisa hancur jika kita tidak menyelesaikan pertarungan ini." Gokai Green si Hakase malaja ketakutan.
"Gokaijaaaa gunakan renja ki boukenja!." Masumi dengan suara yang sangat keras memberi saran pada mereka, dan dengan cepat mereka mengeluarkan renja ki Boukenger.
"Apa kalian yakin?." Tanya Gokai Red sebelum menggunakan renja ki tersebut.
"Gunakan saja!." Secara bersamaan keduanya memberi kode tanda setuju.
"Baiklah, jika memang kalian setuju itu lebih baik." Marvelous si Gokai Red sangat senang dengan itu.
"Baru kali ini aku merasa lebih berdebar-debar." Hakase tidak sungkan mengungkapkan perasaannya secara langsung.
"Renja ki setto!."
Mereka memutar kunci tersebut dan mereka mendapatkan kekuatan yang luar biasa dari Gogo Sentai Boukenger.
"Aku tidak akan kalah dari batu seperti itu." Gorongoron kesal juga karena merasa diremehkan oleh Gokaiger, ia tidak akan memaafkan itu. Pertarungan berakhir dengan kemenangan Gokaiger.
Gokai Galleon juga dapat merasakannya, bagaimana energi positif yang ditunjukkan Gokaiger, sehingga ia juga mengeluarkan kekuatan penuh. Pertarungan itu memang sangat luar biasa dari yang pernah mereka duga.
"Kadang kekuatan api cinta memang sangat menyeramkan ya?."
"Katakan itu pada orangnya, kalau kepadaku sih aku mengerti." Natsuki mengerti maksud ucapan Masumi.
"Kalau aku katakan juga pada orangnya, dia mau tidak akan mengerti." Masumi meninggalkan tempat itu.
"Aku rasa kau benar, tapi dia harus lebih berhati-hati dengan api cinta yang akan membakarnya suatu hari nanti." Natsuki seakan-akan memahami permasalahan Marvelous.
__ADS_1
Setelah itu.
"Jadi kalian akan pergi?."
"Kami memang akan pergi, tapi bisakah wajahmu itu biasa saja?."
"Kau yang membuat aku seperti ini!."
Marvelous benar-benar sangat emosi mendengarkan ucapan kedua seniornya itu, dan ia tidak peduli sama sekali dengan siapa ia berhadapan saat itu.
"Pesanku hanya satu pada kalian, terutama padamu tuan bar-bar."
"Aku?."
"Kau harus menjaga api yang ada di dalam dirimu, juga perasaanmu." Masumi terlihat sangat serius. "Jika kau tidak bisa mengendalikan keduanya, maka kau akan terbakar olehnya, jadi jagalah api itu, supaya kau lebih kuat lagi."
"Berisik! Jangan meninggalkan pesan yang tidak mungkin aku pahami!."
"Mungkin hari ini kau tidak paham, tapi suatu saat nanti kau akan merasakannya sendiri."
"Percuma saja mengatakannya, dia itu tidak peka." Dalam hati Luka, Joe, dan Hakase menatap aneh pada Marvelous yang terlihat sangat cuek plus kesal.
"Terima kasih telah membantu kami, ahim-san cantik."
Deg!.
"Berani sekali kau menggoda ahim di hadapanku?!." Dalam hati Marvelous sangat kesal dengan itu.
"Baiklah, kami pergi dulu."
"Pergi saja."
"Hahaha! Kau ini memang anak bandel."
Masumi dan Natsuki benar-benar pergi meninggalkan tempat itu, mereka merasa aman untuk sekarang, karena Gokaiger telah membantu mengamankan benda berbahaya yang dapat menghancurkan bumi, asalkan jangan sampaikan menghancurkan perasaan cinta saja. Mungkin itulah maksud dari berhati-hati dengan api, yaitunya Marvelous yang sangat cemburu melihat Ahim dekat dengan orang asing.
...***...
__ADS_1