KISAH ACAK SUPER SENTAI

KISAH ACAK SUPER SENTAI
CHAPTER 36


__ADS_3

...***...


Saat itu Marvelous sepertinya mendapatkan musuh yang cukup tangguh, sehingga ia sangat kewalahan menghadapi musuhnya.


"Heh!. Menyerahlah kau marvelous!. Nyawamu sudah diujung tandu!." Damego merasa bahagia melihat Marvelous seperti ingin sekarat, ini adalah hal yang membahagiakan baginya.


Kebahagiaan yang sangat ia nanti karena dendamnya dapat terbalaskan, dan Pemimpin Zangyack terdahulu berterima kasih padanya dan pasti arwah mereka tertawa bahagia.


Akan tetapi, ketika sedang menikmati kemenangannya Damego mendapat serangan tak terduga.


"Eagkh!." Saat itu ia merintih kesakitan karena serangan itu, sehingga ia terpaksa mundur beberapa langsung menjauhi Marvelous dan lainnya.


"Yho!. Marvelous!. Sepertinya kau sudah bekerja dengan sangat baik." Gokai yellow datang membantu, begitu juga Gokai Blue, dan Gokai Green.


Bantuan datang dari Gokaiger, sesuai rencana mereka datang tepat waktu?. Meskipun saat itu mereka telah datang, tapi bagi Marvelous yang dalam keadaan marah?.


"Osoi!. Lama sekali!." Bentaknya dengan suara yang sangat keras. "Kalian berani keluyuran dan membiarkan aku bertarung sendirian?!. Kalian sangat keterlaluan sekali." Gokai Retto mengomel ngomel karena sikap sok keren Gokai yellow yang baru saja datang bergabung. "Kemana saja kalian keluyuran?!." Bentaknya lagi.


Ahaha!. Marvelous malah jadi cerewet karena lega teman-temannya datang membantunya.


"Ahaha!. Kau ini ya?. Marvelous san." Gokai Green hanya tertawa saja, ia faham bagaimana perasaan Marvelous saat ini.


Gokai Blue menghampiri Gokai Red yang sedang marah-marah. "Kau sudah berusaha dengan baik marvelous." Gokai Blue membantu Gokai Red berdiri dengan benar.

__ADS_1


Jadi dari tadi ia terduduk di tanah?. Itu karena tenaganya benar-benar sangat terkuras habis-habisan saat itu.


"Yho!. Gokai red. Lama tidak bertemu." Hurricane Red menyapa Gokai Red dengan santai. "Aku tidak menyangka setelah sekian lama tidak melihat mu?. Eh?. Malah berakhir seperti ini?. Sangat menyedihkan sekali kapten." Lanjutnya dengan nada mengejek.


"Heh" Gokai Red hampir saja tertawa jika ia tidak merasakan nyut-nyutan di tubuhnya.


"Kalian memberikan renja ki pada hurricane red dan abare blue?." Gokai Red menatap ke arah Gokai Blue, hingga membuat Gokai Blue sedikit gugup. Padahal Hurricane Red sedang berusaha padanya.


"Sungguh, sangat tidak sopan seperti biasanya." Dalam hati Hurricane Red sangat heran dengan sikap Gokai Red. "Lihatlah dirimu yang sekarang gokai red?. Dan kau masih memikirkan renja ki?." Hurricane Retto menjitak kepala Gokai Red, hingga Gokai Red mengusap kepalanya yang nyut-nyutan.


"Berisik!." Balasnya dengan kesalnya sambil mengusap kepalanya itu. "Setelah ini kembalikan renja ki nya. Karena aku tidak akan membagikan kalian menggunakannya kembali." Gokai Retto malah ngomel-ngomel karena sikap Hurricane memperlakukannya seperti anak kecil.


Sementara Lupinranger,Patranger dan Dekaranger terpana melihat kedatangan mereka?. Siap Gokai Red pada Hurricane Red sangat berbeda?. Begitu juga dengan Hurricane Red pada Gokai Red?. Apalagi mereka terlihat akrab, tidak seperti musuh ataupun orang yang saling membenci meskipun dengan kurang ajarnya Gokai Red meminta Ranger key milik mereka pada si pemilik kekuatan asli?.


"Senpai. Katanya gokaiger itu sangat dibenci oleh supa sentai lainnya?. Itu karena mereka mengambil paksa renja ki, tapi apa yang baru saja aku lihat?." Patren Sangou tak percaya dengan penglihatannya. "Mereka terlihat sangat akrab sekali." Ucapnya dengan tidak percaya.


"Ahaha aku juga tidak tahu." Setahunya gitu, Deka Red juga tidak menyangka kalau Hurricane Red akan sedekat itu dengan Gokai Red, mungkin ia salah sangka pada mereka.


Sedangkan Deka Break berusaha untuk berdiri, ia tidak mau memusingkan bagaimana kedekatan yang terjalin antara Gokaiger dengan Hurricane Red. Yang menjadi pusat perhatiannya adalah?. "Abarenja, abare buru?. Apa mereka juga dekat sanjou yukito?." Ini baru membuatnya kebingungan, setahunya Seniornya ini orangnya sangat dingin dan orang terkenal dengan keahliannya dalam pengobatan. Dan yang ia lihat hari ini adalah?. "Ini pasti mustahil." Dalam hatinya merasa tak terima dengan kenyataan yang ada di depan matanya sekarang.


"Yho!. Sepertinya kalian membutuhkan bantuan kami." Ucap Hurricane Red dengan nada bersahabat. ia melihat Dekaranger dan Super sentai yang baru ia lihat.


"Heh, bantuan datang ya?. Sangat menarik sekali. Dimana kalian main keroyokan padaku." Damego merasa kesal karena melihat beberapa supa Sentai bergabung. ia bosan dengan reunian yang menurutnya hanya membuang waktu, dan keberadaannya diabaikan seakan ia hanya hama pengganggu acara reunian merek. "Kalian hanya mengganggu saja!." Damego benar-benar marah, sangat marah karena mereka bersikap santai

__ADS_1


"Sepertinya ada seseorang yang sudah tidak sabar ingin bertarung." Abare Blue menatap ke arah Damego yang bersiap-siap untuk menyerang mereka.


Jadi dia yang membuat Kouheinya mengalami kesulitan?. Hn menarik juga.


"Bagaimana gokai red?. Kau masih sanggup bergerak?." Abare Blue menepuk pundak Gokai Res, ia sedikit merasa bersemangat untuk hari ini.


"Berisik!. Aku-!." Ucapan Gokai Retto terputus karena Gokai yellow.


"Pergilah. Kau sudah mendapatkan benda itu, kan?. Marvelous." Gokai Yellow sepertinya mengerti apa yang hendak dikatakan oleh Gokai Red


"Apa lagi yang kau tunggu marvelous san?. Nanti bulan purnamanya berlalu, dan jangan merengek jika kau gagal melakukannya." Gokai Green hanya bercanda dalam ucapannya, ia hanya tidak mau kehilangan kesempatan emas.


"Eh?. Memangnya apa yang akan dia lakukan?." Dekaranger, Lupinranger, dan Patranger saat itu sangat heran dengan apa yang mereka dengar.


"Kalau begitu aku pergi dulu." Tanpa banyak bicara Gokai Red mengambil Renja ki Akaninger, dan berlalu dengan cepat layaknya seorang Shinobi.


"Aku tidak menyangka akan melihat marvelous bertindak sejauh ini." Ucap Hurricane Red melihat kepergian Akaninja alias Gokai Retto. Baginya ini kejadian langka melihat Gokai Retto dalam masa patah hati karena kehilangan Ahim seseorang yang tanpa sadar telah memasuki hatinya. menarik juga.


Ucapan Hurricane Retto ditanggapi dengan tawa garing dari Gokai yellow dan Gokai Green yaaa jarang-jarang lah liat Marvelous seperti ini hanya demi Ahim. Ekhm!.


"Baiklah?. Senpai, ayo kita bereskan sisanya." Gokai Yellow tidak sabar melawan Damego yang telah berhasil menyudutkan Marvelous dan Dekaranger.


"Yossha!. Ayo kita buat pertunjukan!. Dan kalian semua bisa ikut." Ucap Hurricane Red mulai bersemangat, rasanya ia kembali seperti anak remaja ketika bersama Hurricaneger.

__ADS_1


"Apakah kalian masih ingat dengan kami?." Dalam hati mereka sangat kesal karena merasa diabaikan oleh mereka semua. Tidak biasa kah?. Mereka tidak mengabaikan orang lain dan berbicara lain kali saja?. Apakah yang akan mereka lakukan setelah ini?. Apakah akan dilanjutkan pertarungan itu?. Apakah Marvelous bisa menyelamatkan Ahim?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu terjadi nantinya.


...***...


__ADS_2