
...***...
Saat itu Tsukasa terpaksa pergi meninggalkan Kairi, karena ia sedang menjalani tugasnya untuk melindungi penduduk kota dari serangan monster yang bernama Gangler Broken Heart.
"Kalau begitu aku pulang saja." Setelah berkata seperti itu Kairi meninggalkan ruangan Heltop dan Jimmy. Selain itu ia menghubungi Umika dan Touma untuk lokasi Gangler berada.
"Sungguh mencurigakan." Heltop merasa ada yang aneh dengan sikap Kairi, apa hanya perasaanya saja?. Entahlah, kita lihat saja kedepannya.
...***...
Di Distro.
"Huoh!. Kairi hebat juga. Kita langsung dapat lokasi dengan cepat tanpa bantuan noel." Umika terlihat senang dapat pesan singkat dari Kairi.
Memang benar, akhir-akhir ini mereka lebih cepat dapat informasi mengenai gangler juga informasi penting lainnya tentang rencana Patranger yang ingin menangkap Lupinranger.
"Ternyata ada gunanya juga kairi pacaran sama mbak polisi itu. Jadi aku tidak perlu cemburuan kan?. Buktinya kairi memang sangat dapat diandalkan." Ucapnya dengan perasaan berbunga-bunga.
"Hadeh!. Cemburu itu memang mengerikan ya?." Dalam hati Touma hanya bisa pasrah saja dengan apa yang ia dengar pada saat itu. "Kalau begitu ayo kita ke sana. Kairi pasti sudah menunggu kita." Touma melepaskan celemek nya, ia tidak ingin membuang waktu lagi.
"Um." Umika menganggukkan kepalanya tandanya setuju. "Kau benar." Umika juga tancap gas menuju lokasi, dari pada pusing memikirkan alasan kenapa Kairi pacaran dengan Tsukasa, lebih baik manfaatkan saja yang sedang berjalan.
Wokeh!. Langsung ke TKP.
"Walah?!. Kenapa seramai ini?!." Rasanya napas Keiichiro sangat sesak karena berada di kerumunan kekacauan para pasangan yang lagi ribut?.
"Wahaha!. Pemandangan seperti ini sangat menyenangkan sekali. Aku sangat menikmati apa yang telah mereka lakukan." Ucapnya sambil tertawa keras. Ada perasaan yang sangat senang yang ia rasakan pada saat itu.
"Apa maksudnya semua ini?!. Kenapa mereka malah bertingkah seperti itu?." Sakuya berusaha keluar dari kerumunan itu, suaranya hampir tidak terdengar karena keributan itu.
"Aku kasih tahu kalian ya?. Kemampuan harta karunku ini adalah membuat orang yang pertama kali dilihatnya jatuh cinta." Ucapnya sambil menjelaskan kemampuan apa yang telah ia miliki. "Mereka yang sangat memiliki perasaan jatuh cinta, sehingga mereka ingin nempel terus. Tidak mau pisah, karena saking cinta pada pacarnya, hingga ingin minta putus karena merasa risih. Itulah tujuanku." Dengan gampangnya si Gangler memberi tahukan kemampuan harta Karun yang ada di dalam lockernya itu?.
__ADS_1
"Memangnya apa yang akan kau dapatkan dari apa yang telah kau lakukan itu?." Tsukasa mencoba bertanya apa tujuan yang sebenarnya.
"Tentu saja energi yang berada di dalam kemarahan, itu dapat memberikan kekuatan yang sangat luar biasa bagi kami para monster." Dengan sangat mudahnya berkata seperti itu. "Ini adalah pekerjaan yang sangat bagus yang pernah aku lakukan." Ia malah memuji dirinya sendiri.
"Bagus apanya?." Gerutu Sakuya berusaha keluar dari kerumunan orang-orang yang lagi dalam pengaruh Gangler, rasanya sangat sesak.
"He?. Apa jangan-jangan?." Tiba-tiba Tsukasa merasa cemas, ia teringat Kairi yang saat ini menjadi pacarnya. "Apakah saat itu?." Saat itu yang mulai merasakan ketakutan yang sangat tidak biasa.
"Owalah!. Kenapa harus ember sekarang sih?. Kalau ini sama sekali tidak bisa menyimpan rahasia." Noel merasa simpati pada Tsukasa, kenyataan memang menyakitkan.
Namun tiba-tiba Gangler aneh itu mendapatkan tembakan dari atas gedung, membuatnya terjerembab kesakitan?.
"Peringatan!. Kami akan mengambil harta karun milikmu." Tak lain ternyata trio Kaito yang melakukan itu.
"Kaitou sialan!. Berani sekali kalian nyempil dalam masalah ini!." Teriak Keiichiro dengan suara keras. Ia begitu dendam dengan mereka bertiga yang selalu ikutan tarung, eh muncul seenaknya aja?.
"Owalah. Aku kadang lupa kalau kau ada di sini, patoren ichi-chan." Lupin red melompat turun, diikuti oleh Lupin blue dan yellow.
"Hm. Kekanakan sekali." Noel tidak tahu harus berkata apa lagi soal ini, ya sudah. mungkin udah dari sana kali y?. Jadi gak usah ambil pusing lagi tentang permusuhan mereka.
"Keiichiro, kita harus segera menyelesaikan kasus ini." Tsukasa sudah tidak tahan lagi, ia ingin memastikan bahwa Kairi tidak kena efek dari si Gangler kurang ajar ini, ia ingin memastikan bahwa Kairi itu asli pacarnya tanpa dibawah pengaruh Gangler.
"Baiklah, ayo!." Akhirnya Keiichiro memutuskan untuk membuat mereka pingsan, dengan memukul titik lemah mereka hingga mereka tepar satu persatu, itulah keputusan yang mereka ambil.
"Woiya?. Kejam sekali memukul mereka seperti itu." Noel tidak habis pikir, mereka akan mengambil keputusan tersebut, sepertinya itu menarik juga. Dan mereka berubah menjadi Patranger.
"Patren chienji!."
"Patoren ichigo!." Patoren Ichigo pada posisinya.
"Patoren nigou." Lanjut Patoren Nigou.
__ADS_1
"Patoren sangou." Lanjut Patoren Sangou.
"Patoren x yang selalu berkilau." Lanjut Patoren X
"Keisatsu sentai!. Patorenja!." Lanjut mereka dengan pose masing-masing.
Kemudian Rupanrenja tidak mau kalah, mereka juga chienji.
"Rupan retto." Rupan Red dengan gayanya.
"Rupan buru." lanjut Rupan Blue.
"Rupan iero." Lanjut Rupan Yellow.
"Kaitou sentai!. Rupanrenja!." Lanjut mereka dengan pose masing-masing.
"Hm?!. Aku apakah kalian telah selesai?!. Lama sekali aku menunggu kalian." Keluh Broken Heart yang melihat perdebatan mereka, ia agak kecewa karena kekacauan yang ia buat hampir mereda. Karena pertengkaran kekanakan polisi dan maling yang tak mau kalah satu sama lain, dan ia menjadi penoton setia?. Oh tidak! Perannya bukan untuk itu. "Kalian berisik sekali!. Apakah aku harus menembak kalian dengan ini?!." Setelah berkata seperti itu ia langsung melepaskan tembakan ke arah Patorenja dan Rupanrenja, sayangnya mereka berhasil menghindar. Dan malah berbalik menyerangnya gangler itu siapa menyerahkan isi kotak harta Karun peninggalan Lupin pada Kaitou.
"Kau!. Beraninya membuat kekacauan!. Kau tidak akan aku ampuni!." Patoren Ichigou sudah terlanjur emosi, ia menyerang Gangler itu, dan sesekali menyerang Rupan Retto yang ikut menyerang sang Gangler.
"Oops!. Tidak semudah itu, ichi-chan." Rupan Retto berhasil menghindari serangan Patoren Ichigou, ia selalu waspada pada serangan dadakan seperti itu.
"Kau!. Jangan panggil aku seperti itu lagi!." Patoren Ichigo benar-benar terbakar, ia tidak suka dipanggil seperti itu oleh Rupan Retto, ia menyerang Gangler dan Rupan Retto dengan acak-acakan hingga membuat suasana jadi panas.
"Huotto!. Kau memang polisi pemarah." Meski pelan suara Rupan Retto, tapi patoren Ichigou masih bisa mendengarnya, dengan lincahnya Rupan Retto menghindari serangan Patoren Ichigou.
"Huo?. Kalian ini memang gila!." Gangler itu jadi kewalahan menerima serangan dari patoren Ichigo yang lagi marah.
Next halaman.
...***...
__ADS_1