
Seventeen merupakan usia yang istimewah...sehari lagi Mitha akan berulang tahun. tepatnya malam minggu.soal tempat sudah di siapkan pamannya.soal makanan itu urusan ibu dan bibinya.soal yang lain diurus ayahnya . Mitha hanya mengurus undangan. Awalnya Mitha ingin melibatkan Wisnu tapi Wisnu selalu tidak punya waktu dengan alasan sibuk belajar bahkan akhir-akhir ini Wisnu tidak lagi sempat mengantar Mitha pulang bahkan wA pun seperti jarang ada lagi gombalan mesra dari Wisnu. tapi...Mitha mencoba mengerti.dia tidak mau egois.
"undangannya udah siap semua mbak..." tanya bu sri pada Mitha.
"sudah bu...siap untuk di bagikan..." jawab Mitha.
"bu... Mitha berangkat dulu ya..." pamit Mitha sudah ditunggu sari.seraya mencium punggung tangan ibunya.
"hay...sar...tumben kmu jemput aq" sapa Mitha saat mereka bertemu di pagar
" kmu gk seneng aq jemput...udah buruan naik...entar kita telat lagi."kata sari
" ok de..." jawab Mitha tidak ingin berdebat.
Setelah terdiam beberapah saat sari mulai bicara
"tha...aq sebel sama kak Ikhsan...dia mulai gk asyik kenapa ya...?" cerita Sari.
"masa sih...gk asyik gimana?" tanya Mitha.
" ya gk asyik...klo di ajak ketemuan selalu menghindar...klo balas WA gk lagi mesra. datar datar aja."detail sari.
"mungkin dia lagi fokus belajar kali...secara mereka kan udah kelas 12 bentar lagi kelulusan jadi harus belajar extra keras." jelas Mitha panjang kali lebar.padahal dia sendiri juga merasakan perubahan yang sama juga pada Wisnu.
__ADS_1
Sesampai disekolah Mitha membagi tugas pada sari untuk membagi undangan,karena kali ini ulang tahun sangat berbeda biasanya hanya teman sekelas dan beberapah orang yang dekat untuk di undang. tapi atas saran dan dukungan pamanya akhirnya semua warga sekolah diundang tidak terkecuali para guru.giliran Mitha membagikan untuk kelas Wisnu tapi Mitha tidak melihat Wisnu, tapi hanya Ikhsan yang ada dibangkunya
"hay kak Ikhsan... sendiri aja...datang ya ke ultahq besok malam" kata Mitha sambil menyodorkan dua lembar undangan.
"eh Mitha... iya ...Wisnu lagi ke toilet... insyaallah ya" jawab Ikhsan
"kok insyaallah sih...kasihan tu sari...uringan karena di cuekin sama kak Ikhsan..." protes Mitha.
" ah...itu cuma perasaan dia aja...iya akan aq usahain tapi aq gk janji soalnya akan ada keluarga yang datang dari luar kota soalnya" jelas Ikhsan.
"ya udah....tolong yang satu ini kasih mas Wisnu ya...dia juga udah mulai susah di temuin" kata Mitha. "kayaknya udah mulai pada bosan...atau udah ada yang baru kali" lanjut Mitha lirih tapi didengar jelas oleh Ikhsan.
Lalu Mitha meninggalkan kelas Wisnu... menuju kelasnya dengan perasaan tidak menentuh.Mitha cemas takut kalau Wisnu tidak hadir di acara ulang tahunnya.karena akan sia-sia saja semeriah apapun pestanya kalau tanpa kehadiran sang pujaan hati.
Hari ini hari jumat jadi sekolah pulang cepat.sari ingin mengantar Mitha tapi Mitha menolak.karena dia ingin sendiri tapi...Mitha beralasan akan ke rumah pamannya jadi dia naik ojek saja.akhirnya mereka pun berpisah.
Tapi Mitha tidak naik ojek melainkan jalan kaki sepanjang jalan Mitha menangis...
kenapa menjelang hari spesialnya malah hubungannya tidak seindah yang dia inginkan.
lagi lagi sepasang mata mengawasi Mitha dari dalam mobil.
Jarak rumah Mitha ke sekolah tidak terlalu jauh tetapi tidak mungkin di tempuh dengan berjalan kaki tapi berbeda dengan siang ini Mitha bisa menempuhnya dengan berjalan kaki tanpa rasa letih mungkin ini pengaruh suasana hati.
__ADS_1
----------------------
#############
Reader.... yang TOP BGT...!!!
kemana wisnu...?
Kenapa wisnu....?
kenapa menghindar....?
Apa betul yang di fikirkan Mitha...?
untuk kelanjutan nya aq butuh like koment dan vote nya ya.....
jadi jangan bosan ya untuk selalu kasih like koment dan vote nya....
karena itu sumber semangat buat aq....
ku tunggu ya like koment dan vote nya....
itu penting banget!!!!
__ADS_1