
Anak-anak adalah
lambang cinta dan kasih
tidak jarang juga disebut
pengikat hati kedua orang tuanya.
dan aku ingin anak-anakku
lahir dari ibu sepertimu.
by: Wisnu Nugroho Wibisono.
Happy reading readers....
ππππππππππππππ
Menikah sudah...pindah rumah baru sudah... tasyakuran sudah...kini tinggal punya anak...
Tapi semua kembali kepada sang Iradat. Karena anak adalah termasuk rahasia dari allah.
Mereka hanya bisa untuk berusaha saja. Selebihnya biar allah yang mengatur.
Karena DIA lah sebaik-baiknya pengatur.
SELALU PERTANYAAN TENTANG ANAK.
Anak? ya...anak, Setiap bertemu orang-orang, teman, kerabat bahkan sang bunda sendiri.
" gimana udah isi istrimu..?".
" sudah hamil belum si Mitha..?".
"udah ada kabar baik belom..."
Dan pertanyaan semacamnya yang selalu terdengar telinga. Sedikit mengusik bahkan lama- lama sangat mengusik.
Tapi Wisnu maupun Mitha tidak mau ambil pusing. Bahkan lebih tepatnya cuek bebek, masa bodoh aja.
Padahal mereka menikah baru beberapa Minggu, Tetapi selalu itu bahan yang di pertanyakan. Emang bisa secepat itu hamil?.
Terlepas dari semua itu sebenarnya, Wisnu ingin menikmati masa pacaran halal mereka. Karena kejadian menyakitkan dulu yang membuat mereka harus terpisah. Sempat membuat mereka terluka.
Satu yang jadi keinginan Wisnu kelak bila dia punya anak dari Mitha, Adalah anak kembar yang lucu. Pasti mengemaskan fikir Wisnu.
Entah mengapa setiap di tanya mau punya anak berapa? Jawabnya pasti Kembar empat.
Mitha bahkan sudah mulai membuka artikel tentang anak, Hamil, Dan melahirkan lalu bagaimana merawatnya.
__ADS_1
Juga proses pembuatannya. Mitha tidak pernah menolak saat Wisnu meminta haknya.
Karena Mitha juga ingin segera hamil dan menimang anak. Dari buah cinta mereka berdua.
Rumah mereka akan terdengar suara tangis bayi di malam hari. Dan akan ada tawa karena sikap mengemaskan dari bayi yang tumbuh menjadi balita.
Akan ada juga suara ramai di rumah mereka saat mereka mulai bisa berlarian.
berkejar-kejaran lucu. Sungguh pemandangan yang mengemaskan.
#Perbincangan mesra di atas ranjang
Setelah menunaikan ibadah shalat isya'. Mereka akan tidur, Tetapi Wisnu masih sibuk dengan laptopnya. Sehingga Mitha ngambek atau merajuk.
Akhirnya Wisnu membujuk, Supaya Mitha tidak ngambek lagi dengan mengajaknya syuting lagi seperti biasa.
Syuting pun berlangsung.
β£πππβ£
Dulu saat masih sekolah, Wisnu mengimpikan Mitha untuk menjadi pendamping hidupnya dan menjadi ibu dari anak-anaknya kelak.
Dan impian itu terwujud, Mitha jadi istrinya. Kini hanya tinggal membuat Mitha hamil dan melahirkan anak-anak mereka kelak.
Maka hampir tiap malam Wisnu meminta haknya pada Mitha, Dan dengan senang hati menjalankan kewajibannya.
"bee nggak bosan ya...hampir tiap malam loh?". Sesaat setelah syuting.
"bisa aja...yang mau jadi calon ayah...hahahaaa". Cicit Mitha di iringi derai tawa renyahnya.
" emang mau punya anak berapa bee...?"
" pengen punya anak empat dan semuanya kembar...". Ucap Wisnu antusias.
"wuuiiik... empat?kembar lagi...pake apa pak nyetaknya...?". Kelakar Mitha.
"pake cinta mee...masa pakai tepung...jadi kue entar". Timpal Wisnu gemas sambil mencubit pipi Mitha pelan.
" iya tau...yang ngelahirin itu yang di pertanyakan sanggup nggak...".
" sangguplah...mee mee nya kan wonder woman".
" wonder woman?...emang film?...ada-ada aja bee"
"iya dong wonder womannya bee..."
"iya... asal selalu di temani sama bee...ya".
"iya dong...oh iya mee...gimana tesisnya...". Wisnu mengalihkan pembicaraan setelah ingat kuliah Mitha.
__ADS_1
"iya udah selesai...tinggal nyetorin tesis... lalu sidang... habis tu wisuda de".
Sidang skripsi (pendadaran) adalah gerbang perjuangan terakhir bagi seorang mahasiswa untuk memperoleh gelar. Setelah bertahun-tahun mendalami teori pada masa perkuliahan. Hingga menyusun karya ilmiah yang syarat dengan penelitian.
Sidang? Terbayang pada suatu keadaan yang menegangkan. Apa Mitha tegang? Jawabannya pasti iya. Tetapi dengan keberadaan Wisnu, Mitha sedikit tenang.
Tidak melulu mengandalkan Wisnu yang menjadi dosen pembimbingnya. Tetapi Mitha memang telah menyiapkan semua dengan penuh persiapan yang matang, dan Wisnu hanya berperan sebagai pendukung.
Mitha ingin cepat menyelesaikan semua tepat waktu karena ia telah berjanji kepada almarhum pak Yono, sang ayah.
Sedangkan wisuda adalah proses akhir dalam rangkaian kegiatan akademik pada perguruan tinggi sebagai pengukuhan atas selesainya study.
Saat wisuda adalah saat yang paling di tunggu oleh setiap mahasiswa yang kelar dengan studinya.
Karena disana akan berkumpul semua anggota begitu pula orang terkasih. Tidak terkecuali Mitha karena tahun ini ia resmi menjadi nyonya Wisnu Nugroho Wibisono.
Secara otomatis Wisnu akan mendampinginya. Tetapi ada yang membuat Mitha bersedih karena wisudanya nanti tanpa kehadiran sang ayah.
Tetapi kehadiran wisnu sedikit banyak mampu mengobati kesedihan nya.
Akhirnya mereka memutuskan untuk segera tidur. Agar nanti di sepertiga malam bisa bangun untuk sholat tahajud.
Mereka tidak hanya ingin saling mencintai, tetapi juga saling bergandengan tangan mengerjakan amal ibadah bersama, agar dapat menuju surgaNYA bersama-sama.
Seperti bunyi salah satu kata bijak yang di namakan cinta sejati adalah bila bersamanya kau nyaman, Dan menuntunmu menjadi pribadi yang lebih baik.
Sama seperti pernikahan adalah penyempurna sebagian dari agama. Maka dengan menikah mereka ingin menyempurnakan agama mereka.
Beribadah bersama, bekerja bersama bahkan bahagia dan sedih juga bersama.
betapa romantisnya, bila semua dikerjakan bersama.
ππππππππππππππ
Sampai sini dulu ya say...
Sampai ketemu di part selanjutnya.
Akan author usahakan tidak lama-lama up nya biar tidak penasaran lama-lama juga ya...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya like, coment n vote dari kalian...
Sambil nunggu part berikutnya ini ada karyaku yang lain... yang sayang untuk di lewatkan...
Jangan lupa beri 5 boom rate dulu sebelum membaca ya... juga tapβ€ favorite biar dapat notifikasinya ya...
ok. selamat beraktifitas.
__ADS_1
Salam manis,
by : Mylla Alan.