Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)

Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)
Bakat Terpendam....


__ADS_3

Hallo gaees....


Alhamdulillah...kita bisa jumpa lagi di episode untuk yang kesekian.


Semoga readers sekalian tetap sehat selalu...


ok, Next...


Happy Reading...


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


#Persiapan Malam porseni


Setelah semalam Mitha meminta izin kepada ayah dan ibunya, pagi ini Mitha dijemput wisnu.


Tapi mereka tidak langsung ke sekolah melainkan kepasar dan beberapa toko untuk membeli hadiah untuk para peserta yang menang.


Sesampainya di sekolah semua barang tadi langsung di serahkan ke ruang OSIS, Untuk bungkus sesuai data juri kemarin.


Setelah mendapat pengarahan dari wisnu mengenai pembungkusan hadiah,mereka pun mulai membungkusnya.


Sedangkan Mitha ikut bergabung dengan panitia yang lain diluar untuk persiapan panggung dan dekorasi sekolah. Tidak jarang Mitha ikut serta membantu.


Adzan dari musolah sekolah berkumandang, Semua siswa muslim menunaikan shalat Dhuhur. Kecuali yang berhalangan.


Setelah itu Wisnu dan Mitha, Mereka pulang paling akhir dari teman-temannya setelah memastikan semua kesiapan selesai.


Mereka pun pulang, Terlebih dulu Wisnu mengantar Mitha pulang. Mereka tiba di rumah Mitha pukul 14:45.


"jangan lupa istirahat ya...mas nggak mau karena ini adek sakit...karena mas sayang banget sama adek ya...". kata wisnu sebelum meninggalkan rumah Mitha.


"iya mas...kamu juga...sampai ketemu nanti malam ya karena aku berangkat nya sama ayah". Balas Mitha.


"ok...da...sayangnya mas...". Pamit wisnu setelah menyalahkan motornya dan melambaikan tangannya kearah Mitha.


Dan Mitha pun membalas lambaian tangan dari Wisnu tadi. Dan masuk ke dalam rumah dengan hati berbunga-bunga.


"ih yang habis diantar yayangnya...seneng banget". Goda pak yono ayah Mitha karena melihat putrinya masuk ke dalam rumah dengan senyum-senyum sendiri.


"ih...ayah...nanti didengar yang lain...mbak kan malu". Jawab Mitha malu dan mukanya sudah merona seperti tomat matang.


" kan nggak ada orang dirumah,ibu sama yang lainya lagi ziarah wali tadi pagi entar tengah malam baru pulang...masa lupa mbak?". Jawab pak yono.


"oh iya mbak lupa yah..." kata Mitha dengan menepuk keningnya pelan.


"ya udah...istirahat sana...jangan lupa makan siang...". kata pak yono kemudian.


"ok...da ayah...". Jawab Mitha lalu melangkah menuju kamar. Sesampai di kamar Mitha lalu kekamar mandi untuk membersihkan diri dan istirahat.


Pukul 16:56 Mitha pun terbangun, Saat telinganya mulai mendengar ketukan dari balik daun pintu kamarnya.


tok tok tok...


"mbak... bangun...udah sore". Kata pak yono dari balik pintu.


"iya ayah... mbak udah bangun kok....". Sahut Mitha dari dalam kamar nya.


"ya udah...ayah tunggu di meja makan...ya". Kata pak yono lagi tanpa menunggu jawaban.


Mitha bergegas ke kamar mandi, Untuk mandi dan ganti baju lalu menemui ayahnya di meja makan.

__ADS_1


Saat seperti inilah yang Mitha suka karena bisa bercerita segala hal tanpa beban karena hanya ayahnya lah yang memahami Mitha.


Dan nasihat dari ayah nya tidak membuat Mitha bosan karena menurut Mitha nasihat ayahnya ibarat embun dipagi hari....sejuk.


Jam dinding menunjukan pukul 18:30 Mitha dan ayahnya berangkat karena acaranya dimulai pukul 19:00.


Mitha datang dengan memakai seragam yang bertuliskan Panitia OSIS seperti anggota OSIS yang lain agar lebih mudah dikenali. Begitu juga dengan wisnu, ikhsan dan sari.


" ayah...mbak bergabung dulu dengan panitia yang lain ya...ayah nggak papa kan mbak tinggal". Pamit pada ayahnya.


" iya...nggak papa mbak. udah sana gi". Sahut pak Yono dengan senyuman dan anggukan yakin.


Setelah mengantar ayahnya ke kursi undangan Mitha pun bergabung dengan panitia yang lain.


Tepat pukul 19:00 acara pun dimulai. pembawa acaranya murid kelas 11. Mereka sudah mahir di bidangnya karena salah satu dari mereka juga penyiar radio di kota ini.


Acara pun berjalan lancar dan untuk acara seni para juri masih berunding. Maka pembawa acara memanggil seseorang untuk menyumbang lagu.


"baiklah untuk mengisi kekosongan waktu di karena para dewan juri masih berunding...". kata pembawa acara yang laki laki.


"kita sambut rekan kita dari kelas unggulan ...untuk naik keatas panggung... inilah dia...silahkan". Sambung pembawa acara yang perempuan tanpa menyebutkan nama yang akan mengisih acara karena begitu permintaanya tadi.


Untuk sesaat lampu panggung di padamkan lalu samar samar terlihat seorang siswi duduk memegang gitar dan mulai memetiknya perlahan dan lampu panggung di nyalakan satu persatu mulailah terdengar suara siswi tersebut:


"lagu ini saya persembahkan untuk seseorang tanpa menyebut namanya saya rasa dia dan teman teman semua sudah paham"kata pembukanya.gemuru tepuk tangan mengiringi petikan gitarnya.


Inilah aku apa adanya


yang ingin membuatmu bahagia


maafkan bila ku tak sempurna


sesempurna cintaku padamu


yang ingin selalu di sampingmu


ku tahu semua tiada yang sempurna


dibawah kolong langit


jalan kita masih panjang ku ingin kau slalu di sini


reff.


(semua berdecak kagum tidak menyangka bahkan wisnu yang sedari tadi memperhatikan mulai menitikan airmata haru...betul betul multitalenta dalam batinnya)


biar cinta kita tumbuh harum mewangi


dan dunia menjadi saksinya


untuk apa kita membuang-buang waktu


dengan kata kata perpisahan


demi cinta kita aku akan menjaga


cinta kita yang tlah kita bina


walau hari terus berganti hari lagi


cinta kita abadi selamanya

__ADS_1


repeat reff:


masih memetik gitar tapi dengan nada yang berbeda seperti nya, Dia tidak sedang ingin bernyanyi tapi membacakan puisi tapi tetap dengan dentingan gitarnya:


"masih dengan perasaan yang sama untuk orang yang sama...". kata siswi tersebut.


Sayup ku dengar derap kaki kuda


makin lama makin mendekat


duduk diatasnya dengan senyum memikat


diulurkan tangannya


bersamanya membelah kegelapan malam


hilang ketakutan berganti tenang


siapakah kau gerangan tuan


yang tlah membawa raga dan rasa ini


menjauhkan dari kegamanggan


wahai yang mencuri


sekeping hati ini


simpan dan jagalah


sampai waktu itu tiba


**bersabarlah karena kuasa tuhan


adalah sgalaNYA**...


Setelah selesai dengan aksinya siswi itu membungkukkan badan dan mengucap terimakasih disambut dengan gemuru tepuk tangan yang lebih keras dari yang pertama.


Bahkan ada yang berteriak:"Mitha... is the best". Siapa lagi klo bukan Ikhsan dan Sari.


Ya...gadis yang di atas panggung tadi adalah Mitha Indriani, Siswi kelas unggulan kekasih dari Wisnu Nugroho, putri dari Bapak Suyono Indrawan dan Ibu Sri Iriani.


Netra sang ayah pun berkaca-kaca, Keharuan menyeruak dalam relung hatinya. Putri kecilnya kini, Telah tumbuh menjadi gadis remaja yang mulai mengenal cinta.


Hanya Doa dan harapan terbaik, Yang selalu di panjatkan untuk putri satu-satunya.


BERSAMBUNG


Β 


/////////////////


SAMPAI SUDAH KITA DI PENGHUJUNG EPISODE.


READER KU YANG BAIK SEHAT SELALU YA....


JANGAN LUPA LIKE KOMENT VOTE NYA YA...DI AKHIR EPISODE INI.


Selamat beraktifitas,


Salam manis selalu...

__ADS_1


by: Mylla Alan


__ADS_2