
Wisnu yang mulai tidak punya banyak waktu tidak membuat Mitha mengendorkan segala hal dia bahkan telah menyiapkan dirinya bila suatu saat hal terburuk terjadi seperti penghianatan yang di lakukan oleh Ikhsan pada Sari.
Meski mereka tidak putus tapi frekuensi pertemuan sudah mulai berkurang bahkan sekedar WA juga sudah mulai jarang.
Awalnya Mitha memakluminya karena kesibukan wisnu sebagai mahasiswa menuntutnya lebih sibuk melebihi saat dia masih sebagai pelajar.
Tapi semakin kesini wisnu seperti larut bahkan lupa akan keberadaan Mitha.tetapi Mitha tidak berusaha menuntut sedikit pun Mitha hanya ingin wisnu ingat sendiri dan menyadari seberapa pentingkah dia buat wisnu. dan mencarinya.
Rencana liburan sudah di putuskan meskipun Mitha tidak ikut andil sedikit pun karena dia cuma menyetujui saja.toh liburan tetap terjadi yang paling buruk saat Mitha mengajak serta wisnu dia kembali menolaknya dengan alasan perkuliannya.
Sehingga liburan kali ini tidak membuat Mitha berkesan sama sekali.keikut sertaannya hanya karena dia ingin mengecewakan keluarganya terutama sang Ayah yang telah mengatur semua.
Disana pun melamun dan sesekali bermain pasir tanpa perduli sekeliling.
"Mbk...Ayah perhatikan beberapa hari terakhir ini Mbk selalu murung...bukan lagi tempat yang nyamankh Ayah ini untuk berkeluh kesah?sudah ada tempat lain yang lebih nyamankh?..." tanya Pak yono membuyarkan lamunan Mitha.
"ah Ayah...ngagetin aja...gk kok ya...Ayah tetap tempat ternyaman dalam hidup Mbk sampai kapan pun..." jawab Mitha sambil melingkarkan tangannya di lengan ayahnya dan menyandarkan kepalanya di pundak ayahnya.
"Ayah..." guman Mitha
"heem..." sahut pak yono
"Ayah... seandainya nanti mbk memilih kuliah di luar kota boleh kan yah...?" tanya Mitha sesaat kemudian.
" boleh... nggak masalah...tapi bukan nya kemarin mbk ada rencana masuk universitas negeri kenapa berubah lagi?..." tanya Pak yono heran.
s
"nggak papa kan...nggak papa kan pilihan mbk berubah?" jawab Mitha sedikit memaksa.
"iya nggak papa...selama mbk suka...Ayah akan dukung saja..." jawab Pak yono penuh kasih sayang.
"Ayah emang is the best..." puji Mitha karena buat Mitha Ayah nya lah yang paling memahaminya.dan Pak yono membalas nya dengan mengelus pucuk kepalanya.
Setelah puas seharian mereka berlibur kini mereka kembali kerumah.
Sesampai di rumah Mitha bergegas ke kamar untuk membersihkan dirinya.setelah 15 menit berkutat di kamar mandi akhirnya selesai juga.lalu Mitha keluar dari kamar mandi.
cleek...
Mitha keluar dari kamar mandi dan duduk di tepi ranjangnya.tiba-tiba kerinduannya pada wisnu muncul dia pun berinisiatif untuk menelponnya.diraih hape yang berada diatas nakas lalu dicari nomor wisnu dan menghubunginya....tersambung.tidak lama akhirnya di angkat.
"hallo mas..." sapa Mitha
"----------------------
"maass...lagi apa? adek kangen..." ujar Mitha sambil mengigit bibir bawahnya
"-----------------------
" ya udah lanjutin aja tidurnya...maaf adek udah gangguin mas..." jawab Mitha menutup telponnya. tak terasa butiran bening lolos meluncur dari kedua mata Mitha.
"aah....segitu tidak pentingnya lagi aq untuk nya." gumam Mitha lirih sambil mendongakkan kepalanya agar air mata tidak kembali meleleh.
Sudah beberapa kali Mitha menelpon tetapi tidak pernah happy ending setiap selesai menelpon wisnu... selalu di akhiri dengan kecewa dan air mata.tapi Mitha selalu berusaha positif thingking saja.
Mitha mencoba memejamkan mata dan akhirnya tertidur.meski dengan mata sembab karena menangis.
----------------
WISNU POV
Setelah menutup telpon dari Mitha sebenarnya hati wisnu sangat sedih karena bersikap dingin dan selalu menghindar.
semua bukan tanpa alasan,sebenarnya wisnu sangat kesal karena Mitha selalu menolak bila di ajak menemui Bunda nya wisnu.wisnu ingin sekali melanjutkan hubungannya ke jenjang yang lebih serius karena wisnu telah mendapat lampu hijau dari Ayah dan paman Mitha. begitu juga dengan Ayah wisnu tapi apapun itu rencananya kalau Bunda nya wisnu belum memberi lampu hijau semua akan sia-sia karena sang Bunda sangat dominan dalam segala hal.sikap Mitha inilah yang membuat wisnu frustasi.di sisi lain wisnu tidak ingin memaksa Mitha tetapi disisi lain wisnu juga ingin dapat lampu hijau dari Bunda nya.wisnu benar benar dilema.
*Menjelang Pergantian tahun
Besok malam adalah pergantian tahun Mitha amat galau sekali.bahkan acara yang di buat teman- temannya pun terlewat begitu saja tanpa gairah dengan alasan Mitha ingin fokus.
__ADS_1
Berbeda dengan tahun baru sebelumnya semua begitu berwarna bersama wisnu. berbeda dengan tahun ini Mitha lebih memilih berdiam diri dirumah.bahkan saat Ayah dan ibunya berkumpul merayakan bersama paman dan bibinya.tetapi Mitha tetap di kamar dengan alasan banyak tugas.
Tepat pukul 9 malam rumah mereka kehadiran tamu.mereka sangat akrab ngobrol dan bercanda ria.bahkan tawa mereka terdengar sampai ke kamar Mitha. saat Mitha hendak mengambil minum tidak sengaja Mitha mendengar pembicaraan mereka "tumben ya mbkmu kok nggak keluar biasa dia paling rajin bakar jagung..." kata pak yono.
"katanya banyak tugasnya yah...tadi waktu ibu ke kamar nya dia lagi sibuk dengan laptopnya..." jawab Bu Sri
"biasanya...klo malam tahun baru gini mas...Mbk Mitha paling rajin beli kembang api...mbk gk suka petasan ...Mbk paling marah klo ada yang beli petasan apalagi bakar petasan...dikasih aja loh pasti dibuang sama Mbk... "cerita Ilham pada tamu mereka.
" masak...?" sahut tamu itu tidak percaya.
"iteeeeeem ....berisiiik?!?..." suara Mitha melengking di gazebo tersebut.
Sontak semua mata mengalihkan pandangan mereka ke sumber suara. Ilham yang di maksud oleh Mitha hanya menunduk. sedangkan ibu Ayah begitu juga dengan paman dan bibi Mitha hanya bisa menutup mulut mereka dengan tangan dan diam karena tahu berada di zona apa ini.sedangkan wisnu yang baru mengalami situasi ini menjadi binggung melihat sikap mereka semua yang seakan akan takut pada atasannya karena telah melakukan kesalahan.
Mitha melangkah mendekati mereka lalu menyapa tamu mereka.
"oh ada tamu rupanya....seharusnya ada penyambutan donk..." sapa Mitha pada tamu mereka. dengan sikap datar seperti tidak kenal.
" dam...mana kembang apinya kemarin..."tanya Mitha lagi pada idham
"a...ada mbk ...bentar ya idam ambilin..." jawab idham sambil berlari mengambil kembang api lalu kembali dan memberikan kepada Mitha.
"nah...berhubung mas wisnu tamu kehormatan malam ini tolong bakar kembang apinya sampai habis ya... seperti yang ilham bilang tadi kami tiap malam tahun baru dalam keluarga begini tradisinya..." sambil memberikan kembang api dan koreknya.5 pak besar...coba bayangkan ... cape deh!!!
Mitha memang sedang mengerjain wisnu. dia kesal dengan sikap wisnu selama ini bahkan malam ini pun dia datang tanpa memberitahu Mitha.
" bakar aja mas...Mitha akan buatin jagung bakar spesial buat mas wisnu..." lanjut Mitha dengan senyuman sejuta makna dan hanya Mitha yang tau artinya.sedangkan wisnu hanya menurut saja.
Seluruh keluarga yang sangat faham dengan sikap Mitha jadi penasaran permainan apa yang sedang dia rencanakan karena lebih baik dia marah-marah dari pada dia bersikap sangat baik maka itu akan lebih berbahaya.
"Mbk... nggak lagi punya rencana yang jelek kan...?" Bisik bu sri khawatir.
"dikit..." jawab Mitha asal.
"mbk...anak orang loh itu...pacarnya mbk loh...klo kenapa napa mbk nggak kasihan..." sambung sang bibi.
Mitha tidak menjawab dia sibuk mengambil beberapa keperluan membakar jagung.
Saat melihat situasi seperti ini mereka memilih meninggalkan mereka berdua dan pindah ke taman samping.
"hemm...ini jagung bakar nya mas..." ujar Mitha sambil memberikan jagung bakar ke hadapan wisnu.
"iya dek...makasih ya " sahut wisnu sambil tersenyum. kembali suasana hening tidak ada yang bersuara.
"dek...mas minta maafnya...mas kesini nggak kasih kabar dulu...karena tadinya mas mau kasih kejutan mas...minta sari dan agil buat bawah adek keluar tapi adek menolak...jadi mas binggung mau pake cara apa lagi..." jelas wisnu memecah keheningan mereka.
Mitha hanya diam tanpa tau apa yang harus di kataka.Mitha ingin marah tapi dia tidak tahu marah karena apa?.
"dek...ngomong donk...jangan diem aja...apa adek udah nggak sayang lagi sama mas atau udah ada orang lain karena akhir-akhir ini mas jarang ada di samping dek Mitha..." buru wisnu gusar karena Mitha tidak kunjung bersuara namun saat di perhatikan Mitha tidak sedang marah melainkan menangis namun sesaat kemudian.
bruugk
Tubuh Mitha limbung dan dia roboh.Mitha pingsan karena keletihan hati beberapa hari ini membuat Mitha jarang makan dan kurang istirahat.wisnu panik dia mulai berteriak memanggil yang lain.
"om yono ...om zali tolooong..." teriak wisnu sambil menopang tubuh Mitha yang ambruk.
Semua orang yang ada di rumah Mitha berlarian Setelah mendengar wisnu berteriak.
"ada apa nu....Mitha kenapa" tanya paman Mitha. yang binggung setelah melihat kondisi Mitha.
" nggak tau om....tiba-tiba dek Mitha pingsan padahal saya baru mulai ngobrol dia diam saja.tapi tiba-tiba... " jawab wisnu panik.
" ya sudah kita bawah ke kamarnya....nanti biar ibunya yang menghubungi dokter..." kata Ayah Mitha memberi perintah.
Lalu serentak mereka menggangkat Mitha dan memindahkannya ke kamar Mitha.
bibi Mitha memberi minyak kayu putih ke bagian tubuh Mitha.
Beberapa menit kemudian dokter datang dan memeriksa Mitha.
__ADS_1
"anak pak yono ....tidak apa apa hanya sering telat makan dan kurang tidur sepertinya ada yang sedang dia fikirkan dan itu membuatnya bersedih jadi tolong buat dia selalu senang karena bukankah sebentar lagi dia akan ujian kelulusan....jangan sampai kesehatannya menurun" jelas dokter Marwan kakak kelas sekaligus sahabat pak yono.
"iya dokter... akan kami perhatikan" jawab pak yono.
"baiklah akan saya buatkan resep untuk ditebus diapotek...ok ini resepnya ....saya pamit dulu... marih" kata dokter Marwan kemudian sesaat Setelah membuat resep untuk Mitha.lalu paman Mitha meminta catatan resep tersebut dan pergi membelinya.
"baik dokter ...marih saya antar ke depan" kata pak yono kemudian.keduanya keluar dari kamar tetapi sepertinya ada yang ingin disampaikan oleh dokter tersebut.
"yon...seperti nya anakmu ada masalah percintaan tapi dia hebat...memendamnya sendiri" ujar dokter Marwan.
"masa sih wan..." tanya pak yono.
"iya...apa dia punya pacar?...seperti nya mereka ada masalah yang harus segera di selesaikan." lanjut dokter Marwan.
"ok...aq akan coba bicarakan nanti" jawab pak yono kemudian.Setelah dokter Marwan pulang lalu pak yono masuk dan ke kamar menuju Mitha.
Mitha mulai sadar dan bibinya membantunya duduk dan memberikan bantal di punggungnya agar nyaman untuk bersandar.
"syukurlah mbk sudah bangun....seperti yang dokter bilang tadi seperti nya ada yang sedang mbk fikirkan jadi mumpung yang di fikirkan itu ada di sini biar mereka selesai kan...yang tidak berkepentingan kita keluar" perintah pak yono kemudian.
Seakan faham semua lalu beranjak dari duduk nya masing-masing.kini tinggal Mitha dan wisnu.
"Ayah percaya kalian bukan anak kecil lagi jadi Ayah harap kalian bisa segera tuntaskan
jangan biarkan berlarut larut....baiklah Ayah keluar dulu" nasehat Ayah Mitha.
"iyaa om ...." sahut wisnu.
Setelah semua orang keluar dari kamar. suasana dalam kamar kembali sunyi.tak ada yang memulai pembicaraan mereka.akhirnya wisnu tidak taharin.dia pun buka suara.
"dek... adek belum makan? biar mas suapin ya..." kata wisnu memulai pembicaraan.
Mitha menggeleng.
"mas....apa kmu nggak rindu sama adek...?" kata Mitha tanpa mampu menahan air mata nya.
"kmu tu ngomong apa? semua ini juga karena rindu yang udah nggak bisa ditahan tau..." jawab wisnu yang juga tak mampu menahan air matanya lalu keduanya menangis.
"mas...rindu banget sama kamu dek mas sampe frustasi.hiks...hiks..." sekarang tangis wisnu yang tak bisa dibendung dia sudah tidak bisa menahan lagi perasaannya tidak lagi perduli gengsi.
"" lalu kenapa mas...menghindari adek?adek salah apa mas?kalau ada salah adek ngomong mas...kmu nggak tau betapa sakit rindu adek sama mas..." protes Mitha.
"salah adek tidak yakin dengan cintanya mas... coba adek yakin dan setuju menemui Bunda,mas tidak akan ketakutan sendiri...mas selalu takut ada yang akan mendului mas...ada yang godain adek klo mas jauh...mas udah siapkan semua dek... mas ingin melamar kmu...setelah kmu lulus mas ingin segera naik pelaminan sama kmu dan kmu tetap boleh kuliah...apa ada yang salah dengan pemikiran mas?" setelah menyelesaikan kalimat terakhirnya wisnu mengelosor di lantai tubuhnya lunglai akhirnya dia mampu mengutarahkan semua keganjalan hatinya selama ini.
"tidak ada yang salah mas...adek bahkan salut dengan pemikiran mas...hanya saja feeling itu sangat kuat...bahwa Bunda nya mas akan menolak adek... karena waktunya yang nggak tepat..." jawab Mitha meyakinkan wisnu akan feelingnya.
"baiklah tapi berjanjilah...Setelah lulus tidak ada alasan lagi ya..." pinta wisnu untuk kesekian nya. meskipun jawab yang diberikan Mitha tidak pernah berubah dan membuat wisnu kecewa tapi menginggat kesehatan Mitha, kembali wisnu harus menelan kekecewaan.
"iya ...adek janji Setelah lulus kita akan menemui Bunda nya mas..." akhirnya Mitha mengalah.
lalu wisnu menghapus air mata Mitha sementara tangan kanan nya masih menggengam tangan Mitha.
"ehem...ehem film koreanya udahan ya sekarang waktunya makan dan minum obat" kata paman Mitha diiringin bibi Mitha yang membuyarkan aksi mesra mereka.
-----------------------
hai...hai readers yang baik,
panjang kan episode kali ini....
kebetulan feelnya lagi bagus jadi lanjoot...
tidak lupa author tetap meminta dukungannya
melalui koment dan votenya ya....
biar tambah semangat....
ok salam manis selalu...
__ADS_1
Mylla Alan