
hallo...reades sekalian.
sehat ajakan?author doain selalu sehat...doain author juga ya,supaya selalu bisa memberikan kelanjutan episode yang terus di tunggu.
kali ini ada nama baru,untuk pemain Luka Tak Berdarah.kamukh selanjutnya?makanya sering-sering mampir ya...
next...happy reading.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
#Sebulan sudah
Sepeninggal sang ayah Mitha tidak lagi jadi gadis ceria yang mandiri,banyak yang berubah dari diri Mitha. bahkan lebih sering menyendiri bahkan mengurung diri di kamarnya.
Bahkan semua teman-temannya datang menghiburnya,juga ada temannya dari kota D yang khusus datang untuk berbelasungkawa.dia Nadila Putrii.
"ayo dong tha...jangan sedih terus kasihan om yono disana nggak tenang ngeliat anak kesayangannya sedih terus".hibur Nadila putrii.
"iya nad,aku tau ayah pasti sedih,tapi ini tu kayak mimpi,aku belum siap kehilangan."jawab Mitha sambil menangis tersedu-sedu menginggat mendiang ayahnya.
"kematian akan datang pada siapa saja bila saatnya sudah tiba. itu tidak bisa di hindari...kamu kakak panutan adik-adikmu kamu harus kuat,hidup akan terus berjalan.jangan begini kasihan ibumu...beliau juga sama terlukanya sama terpukulnya seperti kamu tapi beliau berusaha tegar.demi siapa ?demi kalian,anak-anaknya."nasehat Nadila putrii.
Sepulang Nadila putrii, Mitha memang sudah tidak melamun tapi masih suka mengurung diri di kamarnya.
Sang ibu jadi cemas,karena Mitha terlihat lebih terpukul dari saat di tolak oleh Bundanya Wisnu.
Bahkan saat ini keberadaan Wisnu pun tidak lagi menjadi prioritas.karena tidak merubah sikap Mitha,dia tetap selalu murung.
Sampai suatu hari Wisnu,berusaha memainkan sandiwaranya.
"dek...mas rasa kamu sudah mulai berubah.keberadaan mas pun seperti tidak nampak.ya sudahlah...mas pulang aja jangan cari kalau mas nggak kesini."keluh Wisnu tapi Mitha tetap diam.
"ya sudah mas pamit...teruskan melamunmu...assalamualaikum...".pamit Wisnu,setelah beberapa langka dia menenggok ke belakang tetapi Mitha tetap tidak bergeming.
" bu...tolong jaga dek Mitha sampai hari itu datang ya...". mohon Wisnu.
"iya nak...kamu fokus dengan pekerjaanmu saja ya...jangan lupa makan.biar Mitha,ibu yang urus ya...".jawab bu Sri.
"Wisnu pamit ya bu,kalau ada apa-apa jangan sungkan telpon Wisnu ya bu...".pamit Wisnu.
"iya nak...ibu ingat itu kamu kan calon mantu ibu". goda bu Sri.
"ah..ibu bisa aja.tapi Wisnu serius,jangan sungkan hubungin Wisnu ya bu.".jawab Wisnu.
"iya nak...kamu hati-hati di jalan ya " kata bu Sri.
#dua bulan kemudian
Seperti amanat pak yono pernikahan mereka harus segera di lakukan.maka bu Sri pun ber inisiatif memberikan surat yang ditulis oleh pak yono buat Mitha.
"mbak...ibu boleh masuk?".tanya Bu Sri saat melihat Mitha baru menyelesaikan Shalat Asar.
"iya bu masuk...ada apa kayaknya ada yang penting".tanya Mitha sambil melipat mukenanya.
__ADS_1
"iya mbak,ibuuu...sebenarnya pengen ngasih ini".kata bu Sri sambil menyodorkan selembar amplop putih.
"apa ini bu...".tanya Mitha binggung.
"itu dari ayah, katannya suruh kasihkan mbak kalau mbak sudah mulai tenang dan ikhlas...".kata bu Sri hati-hati dengan nada sedih.
"ibu...maafin mbak ya...mbak meminta ibu untuk tabah tapi justru mbak lah yang tidak kuat...hiks...hiks".tangis Mitha mulai pecah dalam pelukan sang ibu.
"iya mbak...ibu tau...apa mbak kira ibu juga nggak terluka...sama mbak tapi ibu harus tetap kuat demi kalian...ibu...tau bagi seorang anak perempuan ayah adalah cinta pertamanya...ibu juga tau bagaimana rasanya kehilangan...kita sama-sama terluka nak... tapi jalan masih panjang kita harus lanjutkan,apa lagi masih banyak keinginan dan cita-cita ayah yang belum terwujud bantu ibu mewujudkannya...agar ayahmu tenang disana." hibur sang ibu.
"apa itu bu...".tanya Mitha disela tangisnya.
"bacalah surat itu maka mbak akan tau jawabannya...".jawab sang ibu.
Lalu Mitha membuka amplop putih yang di tangannya,hatinya berdetak tidak karuan.
Teruntuk putri kecil ayah,
mbk...inces ayah yang cantik.
saat kamu membaca surat ayah,mungkin ayah sudah tidak di sisimu lagi...
tapi,bukan berarti ayah tidak sayang sama kamu nak...
ayah...berdoa meminta agar anak perempuan ayah satu-satunya ini selalu ceria,bahagia bersama orang tepat.
bila suatu hari ibu memintamu menikah maka menikahlah jangan tanya dengan siapa karena ayah tidak mungkin memilihkanmu dengan orang yang salah.
orang tersebut telah banyak membantu kita nak...
agar ayah tenang saat melihatmu bersanding dengannya.
dia laki-laki pilihan ayah...dialah yang saat ini mengambil alih perusahaan,menyelamatkannya dari kebangkrutan.
tidak ada maksud buruk ayah,tetapi niat ayah baik agar kamu selalu terjamin dan bahagia.
sekali lagi maafkan ayah...
ayahmu yang selalu menyangimu
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Air mata Mitha tak mampu di tahan, beberapa bulir bening mengalir deras tanpa bisa di tahan.
"bagaimana dengan mas Wisnu,bu?".tanya Mitha resah.
"kamu tidak pernah menghiraukannya...selalu melamun terus,capek mungkin dia buktinya nggak pernah datang ...jadi pas ada yang akan melamar makanya ibu kasih surat ini ke kamu. gimana?".jelas bu Sri.
"mbak bicara sama mas Wisnu dulu ya bu...".kata Mitha kemudian.
Mitha meraih handphone nya lalu mencari nomor Wisnu lalu mengiriminya chat.
"mas...bisa bicara sebentar".tanya Mitha.
__ADS_1
..............
"maaf...kalau bisa sore ini di tempat biasa".kata Mitha.
...................
"kita ketemu setengah jam lagi ya...".
Lalu Mitha pamit pada sang ibu untuk menemui Wisnu.
#Di cafe cinta
Mitha sudah sampai di parkiran cafe cinta, lalu memarkirkan avansa maroonnya disana.lalu turun dan masuk menuju ruangan Wisnu.
"assalamualaikum mas...boleh masuk?". sapa Mitha.
"waalaikumsalam...masuk".jawab Wisnu dengan nada dingin.
Mitha melangkah masuk dan duduk di sofa.Wisnu pun bangkit dari tempat duduknya tapi tidak duduk disamping Mitha,melainkan duduk di sofa kecil depan Mitha.
"ada apa?to the point aja...aku sibuk."kata Wisnu tetap dengan nada dingin.
"mas...bagaimana kelanjutan hubungan kita?karena ada yang akan melamar aku besok malam".tanya Mitha panik.
" terima saja..."jawab Wisnu datar.
"maaas...apa maksudmu?".teriak Mitha kesal.
"iya kan kamu sendiri yang nyuekin aku...kamu sendiri yang nggak perduli sama aku...jadi kalau ada orang yang mau melamarmu terimah saja.lagi pula aku juga tidak mau jadi anak durhaka terus-terusan melawan bunda sudah waktunya aku berbakti karna disanalah surgaku."jawab Wisnu tak kalah segit.
" jadi kamu sudah menyerah mas...dengan semua yang kamu omongin kalau kita akan memperjuangkan cinta kita".tuntut Mitha.
"yang di perjuangin aja nggak perduli...mau di apakan lagi."dengan enteng Wisnu menjawab.
"mas...bukannya kamu tau aku sedang berduka...aku kehilangan orang penting dalam hidupku,hingga aku jadi seperti itu.dimana kamu yang selalu ngertiin aku...aku kecewa mas".dengan setengah berlari Mitha keluar dari ruangan Wisnu sambil menangis.
"maafkan mas dek....suatu saat akan ku peluk kamu untuk mengobati lukamu saat kita sudah halal karena allah...sekali lagi maafkan mas dek...mas cinta sama kamu dek."ratap bathin Wisnu dalam frustasi sambil mengacak rambutnya.
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
buat @Nadila putrii namamu udah jadi bagian dari Luka tak berdarah Selamat ya...
next...sambil nunggu episode selanjutnya baca juga karya bagus ini:
▪Impian gadis manis by el nabil
▪ternyata ada cinta by Nurmilah
▪Hati yang tersakiti by Nadila putrii
kalau kalian udah mampir jangan lupa tinggalin jejak ya...like,koment,juga jangan lupa votenya.
selamat beraktifitas.
__ADS_1
salam manis selalu,
by:Mylla Alan.