Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)

Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)
Wedding day


__ADS_3

ku untai doa


di sepertiga malamku


berharap kesiapan hati


menyongsong lembaran baru


dalam perjalanan hidupku


by: Mitha Indriani.


πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—


Tidur Mitha tidak nyenyak, Bayangan Wisnu terus bermain di fikiran dan matanya.


Kamar terasa panas padahal AC sudah di nyalakan. Tepat pukul satu malam Mitha kembali terjaga.


Mitha bangun dari tidurnya dengan perasaan tidak nyaman. lalu memutuskan untuk shalat lail.


Selesai shalat dan memanjatkan doa , Mitha melanjutkan dengan membaca alquran. Mitha sengaja memilih surat Arrahman. Dibacanya dengan penuh penghayatan. Di tiap kata dalam surat tersebut seakan menyadarkan akan segala bentuk kasih sayang allah swt pada diri Mitha. Lalu apa lagi yang harus di pungkiri. Semua terpampang jelas.


Selesai membaca kalam allah...Mitha kembali memanjatkan doa lebih tepatnya berkeluh kesah kepada allah. Menurutnya saat ini tempat yang paling nyaman hanya allah.


"ya allah...yang maha pengampun ampunilah dosa hambaMU yang hina ini.


dosa yang ku sengaja atau tidak ku sengaja...ya allah...ampuni aku yang hanya bisa mengeluh tanpa bisa mensyukuri banyaknya nikmatmMU... hingga aku lupa bahwa lebih banyak nikmat dari pada sakitku. Ya allah...aku tidak minta KAU angkat masalahku tapi aku hanya minta kuatkan aku...jadikan aku pribadi yang ikhlas akan ketentuanMU. Aamiin yarabbalalaamiin". Mitha mengakhiri doanya lalu tertidur diatas sajadahnya.


# Suasana pagi di rumah Mitha


Adzan Subuh berkumandang dari masjid di dekat rumah Mitha...Mitha terbangun, Rumah Mitha mulai ramai orang beraktifitas untuk acara hari ini.


tok...tok...tok...


"bangun mbak...subuh dulu nanti kesiangan loh". kata bu Sri di balik pintu.


"iya bu ini mbak udah bangun.". Wajah Mitha masih terlihat mengantuk.

__ADS_1


Bu Sri pun turun dan Mitha beralih ke kamar mandi untuk berwudhu. Dan menunaikan shalat subuh. Tidak lupa berdoa agar allah menguatkan hatinya.


Shalat subuh pun telah di tunaikan, Mitha membereskan mukenanya. Tiba-tiba hpnya berbunyi. Ada notifikasi masuk, Mitha meraihnya tertera nama "mas Wisnu" di sana.


" selamat menempuh hidup baru...semoga bahagia till jannah". Begitu bunyi chatnya.


Hati Mitha kembali di liputi perasaan tidak nyaman. Antara senang setelah sekian lama tidak saling kontak.tetapi ada rasa sedih juga karena chat itu kembali menginggatkannya bahwa hubungan mereka sudah kandas.


Tapi Mitha sudah berjanji akan tetap verhubungan baik dengan Wisnu. maka Mitha pun membalas "terimakasih mas...doa yang sama untukmu". begitu bunyi chat yang di ketik Mitha sebagai balasan.


Tak terasa tetes bening meluncur tanpa permisi di pipi mulus Mitha.di hapus dengan kasar lalu di dongakkan kepala...Mitha mencoba berdali. "ini sudah berakhir..." begitu suara dari dalam hatinya. "aku harus kuat..." kembali kata lain menguatkan hatinya yang mulai rapuh.


Tiba-tiba suara pintu di ketuk,Mitha buru-buru menyimpan hpnya.


tok...tok...tok


Ada wajah Nurin dari balik pintu yang terbuka sendiri.


"boleh masuk mbak...".tanya Nurin.


"masuk aja...tanggung kepalamu dah di dalam gk enak di liatnya...". jawab Mitha dengan senyuman. yang disambut tawa oleh Nurin.


"mbak bentar lagi MOA nya mau datang...mbak siap-siap gi...".kata Nurin lagi. Mitha hanya mengangguk saja.


"semangat dong...kasihan bude...beliau udah seneng banget mbak itha mau nikah". celoteh Nurin.


Mitha menyadari sikap bu Sri tadi pagi waktu membangunkannya untuk shalat subuh. Wajahnya nampak berbeda, terlihat ceriah daripada biasanya.


Pintu kembali di ketuk.


tok...tok...tok


"permisi...mbak kami dari MOA Sheila Aprilia". sapa seorang wanita di balik pintu saat Nurin membuka pintu.


"oh ya mbak...silakan masuk itu pengantinnya". sambut Nurin sambil menunjuk Mitha. lalu mereka masuk.


Nurin pamit keluar mengambil baju karena dia juga akan di makeup di kamar Mitha.

__ADS_1


Para perias dari MOA Sheila Aprilia masuk mereka ada dua orang. mereka sangat trampil dan cekatan.


Dalam waktu tidak sampai satu jam makeup Mitha telah selesai tinggal mengenakan gaun pengantin saja. kini giliran Nurin yang di makeup. Nurin mengambil foto Mitha.



Nurin turun menemui bu Sri karena iring-iringan pengantin sudah datang.


Tidak berapa lama Nurin kembali mengabarkan pengantin pria sedang bersiap untuk ijab kabul.setelah itu Mitha baru boleh turun.sambil memberikan seikat bunga kesukaanku katanya dari temanku.tertulis:"terimakasih telah nenerimaku..."by Wn.


Mitha sempat terkejut dengan inisial di akhir ucapan.tetapi kembali lamunannya buyar oleh suara pengantin pria dari pengeras suara,yang sedang membacakan surat arrahman sebagai salah satu mas kawin yang di minta Mitha.terdengar tidak asing lagi di telinga Mitha.lalu di lanjutkan ijab kabul sampai terdengar suara sah...sah.


Setelah ijab kabul selesai,drTia Alina datang bersama Sari sahabatnya untuk menjemput Mitha dan mengajaknya turun menemui pria yang telah sah menjadi suaminya.


Mitha menuruni tangga dengan perasaan tidak karuan. jantungnya seakan berdetak lebih cepat. tapi anehnya dia tidak sedih. bahkan dari tadi dia selalu tersenyum.


Di tangga ketiga semata tertuju pada Mitha pengantin perempuan yang di apit dua sahabatnya.


Tidak luput mata sang pengantin pun ikut terpesona...


"dia memang seorang princes...di dunia nyata...aku beruntung menjadi suaminya". gumam lirih Pengantin pria.


BERSAMBUNG


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


sampai sini dulu ya...


biar gk penasaran kelanjutannya...


jangan lupa like,koment dan votenya ya...


supaya up nya gk lama-lama.


ok,selamat beraktifitas.


Salam manis,

__ADS_1


by: Mylla Alan


__ADS_2