
Tidak perduli sebagus atau seburuk
apapun rumah kita.
keluarga adalah tempat ternyaman
untuk pulang.
apalagi keluarga yang di liputi
dengan cinta kasih.
maka jadikan aku rumahmu
untuk pulang melepas lelah
berbagi suka duka
bukan rumah yang lain.
by: Mitha Indriani
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Esok adalah hari yang sangat di tunggu oleh Wisnu dan Mitha. Seluruh keluarga besarnya akan datang dan berkumpul dirumahnya lalu malam harinya ganti teman-teman mereka berdua.
Malam ini mereka berdua tidak kemana-mana hanya di kamar saja. Usai menunaikan shalat magrib berjamaah tadi.
"bee..." sambil mengelus dada Wisnu. Memainkan kancing piayama Wisnu.
"hemm...". Sedang Wisnu masih setia dengan Notebooknya. Untuk memeriksa laporan dari Irfan.
"bee...semua udah beres ya...takutnya nanti keteteran." Ujar Mitha cemas.
" tenang aja mee...semua udah beres kok...mee gk usah khawatir ya". Sambil mengecup kening Mitha dari samping.
" ya udah...kan jadi tenang kalau udah beres...mee tidur duluan ya bee".
" kok tidur duluan sih...gk setia banget...padahal baru mau di ajak syuting".
" apa hubungannya dengan setia? mee...ngantuk bee...lagi pula buat apa syuting...emang kita artis?". Dengan mimik serius.
" iya gk setia karena bee ditinggal tidur duluan...emang yang syuting cuma artis...kita juga bisa...mee mau coba?".
"apaan sih...mee gk ngerti deh...".
" mau di kasih tau teorinya apa langsung praktek nih?". Pancing Wisnu.
"apaan sih bee...makin gk jelas deh...". Mitha kesal.
"bee mau...". Sambil memberi isyarat.
__ADS_1
"oh...iy...iya udah...gk pap...pa...". Jawab Mitha malu-malu. Syuting pun berlangsung.
💟💟💟
Keesokan Hariny**a**
Dirumah Wisnu dan Mitha.
Sejak pukul 8 pagi rumah Mitha dan Wisnu telah kedatangan keluarga mereka. Di awali oleh bu Sri dan kedua adik Mitha. Tidak lama kemudian kedua orang tua Wisnu dan kakaknya. Lalu orang tua Arman dan Firman. juga paman dan bibi Mitha.
Untuk makanannya Wisnu sengaja membuat di resto. Jadi semua karyawan tetap bekerja tapi tidak melayani pelangan.
Sedangkan untuk dessretnya akan dikirim dari cafe cinta. Meskipun cuma dessret tapi dalam jumlah besar sehingga cafe juga tutup tidak melayani pelanggan.
Sehingga keluarga tidak perluh repot untuk membuat makanan. mereka hanya membantu membereskan rumah.
Yang laki-laki membentangkan permadani dan menyisikan kursi dan meja juga perabotan lain.
Sedangkan yang perempuan menyiapkan keperluan lain. Untuk kue dan beberapa makanan lain ada yang pesan dan ada yang buat sendiri karena bu Sri pandai membuat kue dengan berbagai rasa.
Suasana kekeluargaan betul-betul terasa. Tidak lama kemudian datang Nurin sekeluarga dan sang kekasih Akbar. Menambah ramai suasana.
Tidak ketinggalan Arman dan Firman.Tetapi para tunangan mereka Asni j kasim dan Ignatya shara akan datang pada malam harinya.Di susul dengan keluarga Yudi. Juga keluarga Wina. Suasana rumah makin ramai.
Makanan dari resto juga sudah datang. Karena mereka membuatnya bertahap sehingga makanan pun siap di kirim ke rumah baru tersebut.
Disusul kiriman dari cafe. Begitu juga makanan di rumah kue pun sudah masak.
Hingga acara pun di mulai setelah melaksanakan shalat duhur berjamaah. Ustad yang di undang pun telah datang. Begitu pula anak-anak yatim piatu dari panti asuhan telah berkumpul. Untuk ikut mendoakan rumah baru mereka.
Acara berlangsung dengan suasana kekeluargaan. Wisnu dan Mitha membagi amplop dan bingkisan kepada anak yatim. Mereka ingin berbagi rezeki dan kebahagian mereka saat ini.
Nampak wajah-wajah tidak berdosa mereka yang ingin juga di bahagiakan seperti anak-anak yang lain.
Setelah makan tadi sudah nampak bahagianya. Ditambah lagi saat Wisnu membagi amplop dan Mitha membagi bingkisan wajah mereka tambah sumringa. Dan anak-anak yatim itu menyalimi Mitha dan Wisnu satu persatu.
Tak terasa air mata Mitha menetes. Ia terharu dan kembali teringat sang ayah. Merasa senasib tak memiliki ayah tapi dia bersyukur dengan keadaanya saat ini.
Mitha juga memberi 2 amplop untuk bu Fatma selaku pemilik dan pengurus panti. Amplop yang pertama sejumlah uang untuk keperluan sehari-hari, anak-anak di panti. Sedangkan yang satu lagi khusus buat bu Fatma sendiri.
" terimakasih ya...nak Wisnu juga nak Mitha... ibu doakan kalian bahagia cepat dapat momongan ya...". Ucap dan doa dari bu Fatma pemilik panti yang selalu di kunjungi Wisnu dan Mitha sejak mereka masih di bangku SMU.
"iya bu...terimakasih atas doanya ya". Jawab Mitha sambil memeluk bu Fatma.
"iya nak...sering mampir ke panti ya...kehadiran kalian juga kasih sayang kaliang sangat di harapkan anak-anak". Wisnu dan Mitha mengangguk mantap.
Acara selesai semua tamu pulang satu persatu tinggal keluarga inti. Sambil bersantai mereka juga bercengkerama.
Karena nanti malam masih ada acara lagi bersama teman-teman mereka berdua. Jadi suasana rumah masih sibuk dengan persiapan acara malam harinya.
Beberapa kue dan makanan di kemas untuk bingkisan para tamu. Selain ada makan bersama di sini juga.
__ADS_1
Setelah Magrib para tamu undangan yang notabene semua teman-teman Mitha dan wisnu juga rekan bisnis wisnu.
Acaranya pun bebas tanpa harus hadir tepat waktu. Pulang pun bebas tanpa harus menunggu acara selesai.
Nampak Sang pengacara cantik Laely Mahmudah juga hadir bersama Agil dan Sari. Wisnu tampak menyalami dan ngobrol dengan beberapa rekan bisnisnya.
Ada juga Antie al-maliki yang sedang ngobrol bersama Mitha dan Nurin.
"gimana tha...udah ada kabar baik belum". Tanya Antie al-maliki.
"kabar baik apa...hari-hari juga kabar baik...". Tanya Mitha tidak mengerti.
"itu loh calon keponakan kami...udah hamil belum". Ujar Nurin to the point.
"oh itu ...kirain apa...masih nunggu dan sedang di proses...doain aja ya". Jawab Mitha malu-malu.
"cie..cie yang sedang proses...udah nyicil apa nih". Goda Sari yang baru bergabung.
"apa sih...kamu Sar...belum boleh bahas itu kamu belum waktunya...nanti pengen lagi...". Balas Mitha.
"belajar juga kali dia tha...bentar lagi kan dia nyusul kamu bikinin kami keponakan". Timpal Antie al-maliki.
"makanya buruan nanti keduluan Sari loh....". Imbuh Nurin.
"apaan sih...itu semua kuasa allah...kita mah sebagai manusia cuma bisa berusaha...selebihnya pasrahkan sama allah lagi". Jawab Mitha bijak.
"iya bu ustadzah Mitha...". Jawab ketiganya serentak. Lalu berderai tawa mereka.
"ih...jgn gitu dong...". Mitha cemberut di sebut ustadzah.
"bercanda sayang...gitu aja marah...entar ilang cantiknya loh...". Goda Sari.
"abis...". Mitha masih manyun aja.
Mereka pun berpelukan. Dan tertawa kembali. Seakan konyol pembicaraan mereka. Tapi ada rasa senang juga setelah sekian lama akhirnya mereka punya kesempatan bersenda gurau. Karena kesibukan masing-masing sehingga mereka jarang bertemu.
Akhirnya tamu pulang satu persatu. Kini dirumah Mitha tinggal keluarga inti saja. Karena rencananya ada sebagian yang bermalam karena besok hari libur.
🌸🌸🌸💟🌸🌸🌸💟🌸🌸🌸💟🌸🌸
Akhirnya acara selesai...
tapi kisah Mitha dan Wisnu belum selesai ya...
nantikan part berikutnya...
jangan lupa selesai baca tinggalkan jejak kalian ya dengan like,coment n votenya...
Ok,Selamat beraktifitas.
Salam manis
__ADS_1
by: Mylla Alan