
Tiada rasa syukur yang teramat sangat luar biasa saat ini selain limpahan rahmadMU ya robb...
Semua kulalui bagai mimpi
ujian demi ujian ku jalani
tak sedikit air mata mewarnai
andai waktu bisa di ulangi
aku ingin siap saat semua tidak terjadi
tapi...itu mauku bukan kehendakMU
sedangkan di dunia ini semua berjalan dan terjadi atas kehendakMU
by: MITHA INDRIANI
ππππππππππππππππ
#DIRUMAH MITHA DAN WISNU
Suasana malam ba'dah shalat isya di rumah Wisnu dan Mitha, Sangat ramai dengan kedatangan sanak saudara dan handai tolan. juga teman- teman.
Bahkan ada yang datang dari luar kota, Keluarga besar Wisnu yang berada di kota daeng Makassar pun hadir.
Mereka ingin melihat langsung Wisnu yang telah bangun dari koma, Sekaligus acara selamatan kehamilan Mitha yang tertunda.
Tidak terkecuali teman-teman Mitha dan Wisnu pun hadir, Malam ini seperti ajang reuni mereka karena Wisnu yang seperti dapat kesempatan kedua untuk hidup kembali.
Malam ini hampir semua teman mereka berdua datang, Bahkan yang biasanya sendiri malam ini bawa gandengan. Siapa lagi kalau bukan laeli Mahmudah, Pengacara keluarga mereka.
Malam ini Laeli Mahmudah, Mengandeng mesra sang kekasih atau lebih tepatnya tunangannya keacara tasyakuran di rumah Wisnu.
Pengacara muda nan cantik itu, Memperkenalkan tunangannya kepada Wisnu dan Mitha. Seperti janjinya dulu. Namun karena Wisnu koma sehingga saat acara lamaran mereka tidak di undang.
__ADS_1
Tapi malam ini kehadirannya sekaligus menyebarkan undangan pernikahannya, Sehingga sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui begitu kira-kira bunyi pepatahnya.
Malam ini hampir semua teman mereka hadir, disinilah Laeli Mahmudah dengan mudah membagi undangan karena pasti bisa bertemu langsung.
Dan benar undangan ludes, Karena semua yang di tujuh ada di acara Wisnu. Bahkan beberapa orang meminta di undang juga. Maka sang pengacara cantik itu berjanji akan membagi lagi dan langsung ke alamat mereka masing-masing.
Terdengar gelak tawa mereka di ruang tengah, Bersama Wisnu dan Mitha.
" jadi bu pengacara udah siap ni melepas masa lajang?". Goda Mitha.
" insyaallah udah bumil....". Jawab Laeli Mahmudah malu-malu sambil melirik kearah tunangannya. Sang tunangan hanya tersenyum.
"bu pengacara mau married...bu dokter kapan?". Tanya Sari kepada Dr.Tia Alina.
Karena Sari pun sudah menikah beberapa bulan yang lalu sebelum Wisnu koma, Tidak lama kemudian di susul Iksan sang mantan yang juga mengakhiri masa lajangnya dengan sang penulis.
Sang dokter cantik hanya tersenyum dan menjawab belum waktunya. Karena ada hal lain yang hanya dia dan Mitha yang tahu ceritanya.
Obrolan hari itu sangat seru, Wisnu diam-diam melirik ke arah istrinya yang tertawa lepas. Cantik...itu selalu yang terlintas di benak Wisnu tiap kali memandang wajah Mitha sang istri.
" bee...kenapa? capek ya...mau ke kamar?". Tanya Mitha yang merasa di perhatikan diam-diam oleh sang suami.
"enggak...enggak papa bee ...malah merasa sehat banget ketemu yang lain". Jawab Wisnu menutupi kesedihannya.
Mereka kembali larut dalam cerita-cerita lucu dari Ikshan, Agil dan Sari. Tidak
jarang beberapa orang yang lain ikut menimpali.
Hingga malam makin larut, Lalu mereka pamit satu persatu. Meninggalkan kediaman Wisnu dan Mitha. Kini tinggal keluarga inti yang masih tetap tinggal.
Semua gotong royong membereskan sisa acara, Setelah berpamitan kepada seluruh anggota keluarganya, Mitha mendorong kursi roda Wisnu dengan di bantu oleh Ilham.
Kini mereka telah sampai di kamar, Ilham membantu Wisnu naik ke atas tempat tidur . Setelah sebelumnya ke kamar mandi dulu untuk buang air kecil dan menyikat giginya.
Mitha menarik selimut dan menyelimuti tubuh Wisnu, kini Ilham pun pamit keluar. Setelah memastikan semua beres, Mitha pun mengambil tempat di samping Wisnu untuk ikut tidur.
__ADS_1
Mitha mencoba memejamkan matanya, Melepas penatnya seharian. Tetapi berbeda dengan Wisnu yang terus memandangi wajah sang istri, Mitha.
Ada kagum yang makin hari makin besar, Kepada sosok wanita yang kini mendampinginya. menjadi ibu dari anak-anaknya kelak.
Ada cinta yang luar biasa, Cinta yang tidak pernah akan padam. Cinta yang selalu makin hari makin bergelora.
Ada Kasih sayang yang selalu bersemi dan merajai hati. Selamanya akan selalu ada dan menyayanginya sepenuh hati. Karena Mitha lah alasan Wisnu untuk kembali.
Mitha yang merasa di perhatikan jadi tidak nyaman, Tanpa berpaling dan tanpa membuka mata Mitha bersuara.
" bee...kenapa sih dari tadi merhatiin mee terus...ada apa". Ujar Mitha mengagetkan Wisnu yang sontak salah tingkah.
" ti..tidak kok mee...bee hanya merasa masih rindu sama mee". Elak Wisnu sambil mengelus pipi mulus sang istri.
" kalau gitu tidur gi...besok jadwal kontrol kamu ke rumah sakit ya". Ujar Mitha menginggatkan.
" iya bu bos... aku akan tidur tapi kelonin ya". Rengek Wisnu membuat Mitha tersenyum.
Akhirnya Mitha pun berbalik menghadap Wisnu, Lalu melingkarkan tangannya diatas tubuh Wisnu dan Wisnu pun membalas hal yang sama. Hingga mereka terlelap.
Bahkan dalam mimpi pun, Wisnu tak ingin melepaskan tangannya dari gandengan sang istri. Wisnu berjanji tak akan melepasnya sampai maut memisahkan mereka.
Berjanji sehidup semati adalah janji suci mereka, Berdua selamanya tak akan memberi ruang untuk siapa pun yang ingin masuk di antara mereka.
ππππππππππππππππ
Hai gaes sampai juga kita di penghujung part, Maaf author habis sakit jadi baru bisa sapa readers sekalian...
Gimana udah kangen ya kelanjutannya?...
author juga kangen like koment n vote dari kalian loh...π
Jangan bosan ya untuk selalu menyapa author dengan semua itu, karena itu sumber inspirasi author loh...π
ok, salam manis
__ADS_1
by:βMylla Alan β