
Di kehidupan ada kematian
Di pertemuan ada perpisahan
Di Awal pasti ada akhir
Tapi tidak dengan cinta ini
Akan selalu abadi sampai maut menjemput
Sampai jannahNYA allah...
Mitha Indriani
πππππππππππππππππ
#Mitha melahirkan#
Mulai sebelum subuh Mitha mondar-mandir, Karena perutnya mulai sakit. Tetapi Mitha tak ingin membangunkan Wisnu suaminya.
Sambil menahan sakit, Mitha menyiapkan keperluan shalat subuh mereka. Setelah sebelumnya Mitha membuat minuman hangat terlebih dulu.
Setelah toak masjid di dekat rumahnya mulai terdengar, Mitha mulai membangunkan Wisnu. Agar bersiap-siap untuk menunaikan shalat subuh.
Namun raut wajah Mitha yang menahan rasa sakit, Tidak dapat di sembunyikan. Dan itu terlihat jelas oleh Wisnu.
" kamu kenapa dek...ada yang sakit mee?". Tanya Wisnu binggung.
"eh...itu anu...nggak papa kok...udah sana siap-siap keburu adzan". Jawab Mitha mencoba menyembunyikan keadaannya.
" anu apa...kalau ada yang sakit ngomong...jangan diam aja sayang?". Ujar Wisnu cemas.
" nggak bee...anak kita kuat kok...dia pasti mau nungguin abeenya pulang shalat berjama'ah...ya". Ujar Mitha menenangkan suaminya.
Setelah perdebatan alot akhirnya, Wisnu bersiap-siap juga untuk berjama'ah ke masjid terdekat dari rumah mereka.
Sedang Mitha, Menunaikan Subuhnya di rumah saja. Selain karena rasa sakit yang mulai tak tertahankan juga Karena tak ingin merepotkan orang lain nantinya.
Selesai shalat, Mitha melanjutkan deresnya. Tetapi baru beberapa ayat, Rasa sakit kembali menyerang sehingga ia tidak konsentrasi membaca lagi.
Untungnya, Semua persiapan melahirkan telah di siapkan sejak sebulan yang lalu. Sehingga ia tidak perluh terlalu repot lagi.
Mitha berusaha dengan sekuat tenaga untuk keluar kamar, Dan memanggil bibi untuk membantunya membawa barang bawaannya ke rumah sakit bersalin.
Setelah memanggil bibi, Mereka pun turun sambil menunggu Wisnu. Karena baik Wisnu atau pun pak Di semua sedang shalat subuh berjama'ah di masjid.
Sambil terus melafazkan kalimat istigfar, Mitha mencoba menahan rasa sakit di perutnya yang mulai tidak karuan.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Ada air yang keluar dari ************ Mitha. Dorongannya sangat kuat.
Untungnya, ada si bibi yang menenangkan Mitha yang mulai panik.
Ternyata, Air ketuban Mitha pecah. Sehingga daster panjang yang di kenakan basah semua pada bagian bawahnya.
Bibi pun, Dengan sigap membantu Mitha mengganti dengan gamis baru yang kering. Agar Mitha merasa nyaman.
Tidak lama kemudian, Wisnu dan pak Di pun datang. Dengan paniknya Wisnu, Tanpa mengganti pakaiannya langsung membawa Mitha ke rumah sakit bersalin. Dengan di sopiri pak Di.
Setelah menunggu kurang lebih setenga jam....
Akhirnya....
Oek...oek...oek.
Kencang suara tangis bayi mulai terdengar...
Binar bahagia tampak di wajah seluruh keluarga. Wisnu,bu Sri, Bunda dan yang lainnya.
Kalimat syukur bertalu-talu terdengan dari lisan mereka. Untuk menyambut anggota keluarga baru mereka.
Semua rasa sakit terbalaskan, Semua rasa sedih terhapuskan. Segala derita berakhir sudah. Yang kini di rasakan adalah bahagia.
Segala sesuatu di dunia ini, Selalu beriringan. Maka ketika bahagia datang, Menyambutnya jangan berlebihan. Begitu juga saat kesedihan mampir, Jangan terlalu larut.
Karena semua bukan suatu kebetulan, Melainkan kehendak yang maha kuasa. Kita hanya harus melaluinya dengan lapang dada.
"anda pak Wisnu? suami dari ibu Mitha ?". Tanya sang dokter.
" iya dok...saya Wisnu... suami dari ibu Mitha ". Jawab Wisnu sigap.
"selamat ya pak... bu Mitha... sudah melahirkan anak sepasang pak!". Ungkap dokter Nila.
" terimakasih dokter... apa saya boleh menemui istri saya?". Ujar Wisnu dengan binar kebahagiaan.
"boleh tapi seorang diri dulu ya pak...Karena bu Mitha baru siuman dan dalam proses pemulihan...nanti saja untuk yang lain setelah di pindahkan ke ruangan yang lain". Terang sang dokter muda juga cantik.
" baik dok...". Jawab Wisnu lagi. Bergegas Wisnu menuju ruang rawat Mitha dengan hati yang haru.
" selamat sayang...kamu sudah jadi Amee sayang...". Ucap Wisnu dengan wajah yang berseri-seri. Sambil terus menciumi telapak tangan dan pelipis Mitha yang terbalut hijab bergo.
"selamat juga buat bee...karena sudah jadi Abee untuk king dan queen kita mas...". Balas Mitha tak kalah haru.
Mereka pun saling berpelukan, Sebagai ungkapan rasa syukur yang tak terhingga atas kebahagian yang mereka rasakan saat ini.
" maaf pak...anak-anaknya tolong di adzani pak!". Suara perawat membuat Wisnu dan Mitha mengendurkan pelukan mereka.
__ADS_1
Wisnu meraih salah seorang dari mereka, Dengan perasaan yang mengharu biru dan mata yang berkaca-kaca. Lalu mulai mengadzaninya begitu juga anak yang satunya lagi.
Air mata Wisnu tak dapat di bendung, Terus mengalir. Segala rasa campur aduk sedang berperan di dalam rongga dadanya. Tanpa bisa di katakan dengan lisan.
#Satu jam kemudian#
Kini Mitha telah di pindahkan ke ruangan yang lebih luas dan nyaman, Sesuai pesanan Wisnu dan keluarga.
Sehingga seluruh keluarga bisa menengok kedua bayi kembar tersebut. Banyak yang memuji ketampanan dan kecantikan kedua bayi Mitha dan Wisnu.
Selain mendapatkan perawatan yang VIP dari pihak rumah sakit, Mitha juga mendapatkan perawatan kasih sayang yang luar biasa melimpah dari kedua keluarganya.
Mitha tidak di izinkan melakukan apapun, Selain memberi ASI kepada kedua bayinya. Mitha sangat di layani baik oleh Wisnu maupun kedua ibunya.
Setelah mendapat izin dari dokter Nila, Dokter cantik dan ramah yang menangani Mitha selama persalinan. Mitha pun di boyong pulang oleh Wisnu dan keluarganya.
Kini kehidupan rumah tangga Mitha dan Wisnu pun, Berjalan dengan semestinya. Hari-hari yang di lalui pun tidak jauh berbeda dengan pasangan suami istri lainnya.
Kebahagian luar biasa yang selalu di dambakan oleh setiap pasangan yang telah menikah, Yakni menimang buah hati mereka.
Lengkap sudah kebahagian Mitha dan Wisnu, Sangat luar biasa Karena di karuniai dua orang anak sekaligus sepasang lagi.
Akhir yang bahagia dari penantian.
Akhir dari derita yang memiluhkan.
ya...bahagia yang sejati till jannah.
Tak terasa reader kini kita telah sampai di penghujung story dari novel perdana aq...
Terimakasih atas dukungannya selamat ini, Tidak ada artinya aq tanpa suport kalian semua. Semoga kebaikan kalian di balas oleh tuhan yang maha esa.
Terimakasih juga, Kepada sahabat-sahabatku Septy, Elly dan Nila yang selalu mendukungku sampai detik ini. Tidak terasa sudah hampir 2 tahun terjalin persahabatan ini. Semua berkat Mangatoon...
Pertemuan virtual yang tidak di sengaja, Membuahkan persahabatan yang tidak terbatas oleh jarak, kota, dan usia juga gendre profesi.
__ADS_1
Sekali lagi terimakasih sahabat-sahabatku juga readerku....sekalian.
Sampai jumpa di karyaku yang lain...