
Ya...ilahi robb
tiada karunia dan nikmat
terindah kali ini selain...
kembalinya orang terkasih
by: MITHA INDRIANI
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Genap lima bulan Wisnu terbaring di rumah sakit, Bahkan telah banyak perubahan terjadi selama Wisnu koma.
Begitu juga dengan Mitha saat ini, Mulai kesulitan membawa perutnya yang mulai membuncit. karena usia kandungannya yang mulai menua.
Hampir tiap hari, Mitha selalu menemani Wisnu. Sesekali pulang untuk mengganti pakaiannya dan menenggok rumah mereka.
Seperti malam ini, Kembali Mitha memilih bermalam di rumah sakit seperti malam malam sebelumnya.
kali ini di temani Aryo dan Nila, Kedua kakak iparnya. Mereka selalu setia menemani Mitha.
Malam ini, Aryo dan Nila berbaring di sofa kamar rawat inap Wisnu. Sedangkan Mitha shalat isya di samping ranjang rawat Wisnu.
Saat selesai membaca doa, Dan hendak melepas mukenah. tiba-tiba....
"a..a...ai...r...a..ku...ha...us". Suara itu keluar dari bibir Wisnu. Dengan terbata-bata.
Seketika Mitha terkejut dan panik, Mitha bangkit dan mendekati Wisnu. Lalu membangunkan kakak iparnya.
" ma...mass...aryo...i..tu...itu. mas Wisnu bangun". Suara Mitha terputus-putus karena panik.
Sontak Aryo dan Nila terbangun, Lalu Aryo dengan sigap berlari ke arah Wisnu. Dan memperhatikan dengan seksama ada apa dengan sang adik?
Wisnu kembali bersuara...meminta air minum.
" dek...suamimu minta air...tolong ambilin dek". Titah Aryo kepada Mitha, Dan langsung di tanggapi Mitha dengan sigap.
Di sodorkan gelas air minum lengkap dengan sendoknya. Lalu Aryo menyuapi air minum dari sendok ke mulut Wisnu yang terbuka. Dengan tidak lupa membacakan basmalah terlebih dahulu.
Beberapa saat kemudian...
Wisnu terbatuk batuk pelan, Sehingga membuat Aryo menghentikan gerakannya.
__ADS_1
lalu mengelap bibir sang adik dengan terharu.
Wisnu mulai membuka mata, Mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Seperti mencari seseorang.
" mas...inces mana mas...marah ya dia sama nunu kok dia nggak kesini". Tanya Wisnu dengan ekspresi lucu.
Aryo dan Nila saling berpandangan, Nila tidak paham dengan maksud Wisnu. Tapi lain lagi yang sedang di fikirkan oleh Aryo.
Sedang Mitha yang berada di balik tubuh kekar Aryo, Mendengarkan perasaan haru dan binggung.
Mitha tahu dialah yang saat ini sedang di cari oleh Wisnu, Tapi entah mengapa seperti ada sesuatu yang janggal dengan kesadaran Wisnu.
Wisnu menginggat Mitha di versi yang lain, Ya...di versi anak-anak. Mitha tak mampu menahan air matanya. Wisnu sedang menunjukkan sisi memory otaknya di masa lalu.
Tak ingin membuat adik iparnya bersedih terlalu dalam, Aryo menekan tombol Emergency. Dan memberi kode kepada Nila istrinya agar menenangkan Mitha dan Nila paham akan hal itu.
Tidak lama kemudian, Dokter masuk keruangan rawat Wisnu. Kemudian dokter memeriksa Wisnu.
Kini Wisnu kembali tertidur, Tapi bukan koma hanya pengaruh obat yang di masukkan melalui suntikkan karena Wisnu merancau mencari " inces" nya.
Setelah dokter keluar dari ruang rawat Wisnu, Aryo mendekat ke sofa dan duduk di sofa tunggal. Untuk bergabung dengan Mitha dan Nila istrinya.
Aryo faham dengan kondisi Mitha saat ini, Memory itu mengulang keadaan beberapa tahun silam. Dimana Wisnu dan Mitha harus terpisah karena mengikuti kedua orang tuanya untuk merantau ke kota D.
Aryo senang karena alam bawah sadar Wisnu masih melekat dengan sosok yang sangat dia cintai, Tetapi kondisinya sudah berbeda saat ini.
" jadi begitu dek...nunu terus memanggilmu saat kamu pergi...bahkan setiap mengigau dia terus menyebutmu...begitu tau dari oom zali bahwa kamu adalah inces bukan main bahagianya dia". Aryo memulai ceritanya.
" mas harap kamu tidak berkecil hati...dengan kejadian tadi...setidaknya hanya kamu di hatinya". Pungkas Aryo yang di angguki oleh Nila istrinya.
" iya dek...setiap menceritakan sosokmu... nunu selalu bersemangat, kamu beruntung di cintainya ". Imbuh Nila.
" iya mas...mbk, makasih ya atas semuanya". Balas Mitha masih dengan suara terisak.
" kamu jangan khawatir...tadi kata dokter itu hanya bawaan memory otak sesaat setelah memory otaknya beristirahat sejenak kemungkinan akan baik-baik saja...kamu jangan cemas ya". Aryo menguatkan Mitha.
Sementara Nila masih memeluk dan mengelus pundak Mitha, Dan Mitha pun mengangguk tanda paham.
Malam mulai merangkak, Mereka pun memilih beristirahat. Dengan mengubah formasi. Mitha dan Nila di sofa sedangkan Aryo di kursi samping ranjang rawat Wisnu.
Di sepertiga malam, Tepat pukul 03:00 Mitha terbangun dan hendak menunaikan shalat malam. Seperti malam malam sebelumnya.
Mitha menuju kamar mandi untuk mengambil Wudhu, Setelah selesai lalu mengambil mukenah dan membentangkan sajadah di samping sofa yang di tempatinya tidur tadi.
__ADS_1
Di tundukkan kepala yang selalu keras, Di luruhkan hati yang selalu menang sendiri. Dalam keheningan malam. Menghadap sang khaliq pencipta alam semesta.
Hanya dengan shalat, Hati akan damai, fikiran akan tenang dan merasa dekat dengan sang penguasa hati yang mampu membolak balikkan hati seseorang.
Seperti juga malam ini, Yang Mitha rasakan. Hatinya mulai berdamai, Fikirannya mulai stabil. Sehingga menurutnya apapun keadaan Wisnu saat ini, Mitha akan selalu di sampingnya.
Mitha meraih alquran mini, Yang selalu menemani kemana pun Wisnu pergi. Dan mulai membuka lembarannya lalu membacanya perlahan.
Satu juz berlalu, Mitha melanjutkan juz berikutnya. Hingga dari Masjid mulai terdengar suara persiapan menjelang waktu subuh tiba.
Dua juz di selesaikan Mitha, Saat hendak meletakkan Alquran mini milik Wisnu.
" bee...rindu suara merdu itu mee...". Suara lirih Wisnu dari atas ranjang rawatnya. Membuat Mitha terkejut sekaligus bahagia.
" bee..bee sudah sadar...". Tanya Mitha girang.
" iya mee...bee rindu mee...". Suara serak Wisnu penuh kerinduan.
Mitha menghampiri Wisnu dari sisi ranjang yang berbeda dari Aryo. Lalu meraih tangan suaminya dan menciumnya. Masih dengan mengenakan mukenah.
Rasa bahagia bercampur haru menyeruak dalam relung hati Mitha. Suami yang sangat di cintainya telah kembali dari perjalanan panjangnya.
Perjalanan yang di tempuh seorang diri tanpa membawa serta Mitha bersamanya. Perjalanan yang tidak di inginkan oleh seorang pun di dunia ini.
Perjalanan yang sangat melelahkan, Tanpa bekal dan persiapan apapun. Melaluinya dengan tanpa kesadaran. Dan yang pasti prosesnya panjang.
Kini semua telah di lewati oleh Wisnu, Kembali dengan keadaan yang berbeda tetapi tetap dengan cinta yang sama. Cinta untuk Mitha, Gadis pujaannya sejak masa kanak- kanak hingga remaja bahkan hingga saat ini.
Sungguh itu sangat luar biasa, Dan merupakan karunia dari sang pencipta. Kepingan hati yang selama ini di simpan rapat oleh Wisnu telah menemukan kepingannya yang lain. Hingga menjadi kesatuan yang utuh.
💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝
Sampailah kita di penghujung part...
Sebelumnya author minta maaf🙏...karena lama baru bisa menyapa readers sekalian. Bukan maksud hati meninggalkan tetapi di karenakan kesibukan di dunia nyata yg tidak bisa author tinggalkan.
sekali lagi maaf ya...🙏🙏🙏
ok...tidak lupa author ingatkan untuk selalu like, komen n bagi vote ya...🙏😉😘
salam manis,❤
by:☆MYLLA ALAN ☆
__ADS_1