Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)

Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)
Mitha Hamil


__ADS_3

Disaat seperti ini


Adakah keajaiban-MU


ya...Ilahi robb...


Hanya sentuhan keajaiban-MU


yang bisa mengembalikan


Setitik kebahagian itu


Karena kebahagian yang hakiki


Hanya berasal dari-MU


by: Mitha Indriani


πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§


Benar apa kata pepatah " Dalam kesedihan pasti ada kesenangan".


Mungkin itu saat yang tepat untuk menggambarkan kondisi Mitha, Meskipun Wisnu masih terbaring seperti sebelumnya tanpa ada perubahan.


Kondisi Mitha yang selalu pingsan, Ternyata penyebabnya adalah karena Mitha tidak sedang sendiri lagi.


" tolong jaga kesehatan ibu karena ibu sekarang tidak sendiri...ada nyawa yang harus di jaga juga di perut ibu". Saran dokter yang Memeriksa Mitha pagi ini.


" maksudnya dok?". Tanya Mitha memastikan.


" iya saat ini ibu sedang hamil, tolong jaga asupan gizi, jangan malas makan kasihan anaknya bu...". Ujar sang dokter sambil menginggatkan.


" serius dok...i..i...iya saya akan makan dan jaga kesehatan demi anak saya". Ucap Mitha dengan mata berkaca-kaca menahan haru.


Setelah kepergian sang dokter dari ruangan rawat Mitha, Bu Sri mendekat dengan tatapan haru.


"ibu...mbak hamil...ada anak dalam perut mbak bu...". Ucap Mitha pada sang ibu dengan air mata yang tak bisa di bendung.

__ADS_1


" iya sayang...kamu akan jadi ibu...makanya kamu harus kuat ya...demi anak kamu ya sayang". Balas bu Sri tidak mampu menahan air matanya.


Beliau tidak tahu mesti apa?, Bahagia kah sementara situasinya saat ini sedang tidak mendukung. Karena sang menantu kesayangan yang sejak kecil sudah di anggap seperti anak sendiri itu, Sedang terbaring koma.


Bu Sri menangis pilu dalam hati, Cuma dalam hati karena tak ingin menambah kesedihan sang putri. Yang saat ini sedang butuh dukungan darinya.


" bu...mbak mau temui mas Wisnu...mbak mau ngasih tau...kalau kami sekarang akan punya anak...supaya dia cepat sadar". Ucap Mitha bersemangat.


" sayang...sayang tunggu dulu...kondisi kamu juga belum stabil...biar ibu panggil suster ya...jangan ke mana-mana dulu...ingat anak kamu jangan sampai terjadi apa-apa...ibu nggak mau ya ". Bu Sri menginggatkan .


Lalu bu Sri keluar dari kamar rawat Mitha, Guna mencari perawat dan meminta kursi roda buat Mitha.


Setelah bu Sri kembali bersama seorang perawat dengan kursi roda bersamanya, Barulah Mitha di bantu pindah ke kursi roda. Untuk menenggok Wisnu di kamar rawatnya.


Kursi roda Mitha di dorong perlahan seorang perawat, Dengan bu Sri yang berjalan beriringan di sampingnya. Berjalan menyusuri koridor rumah sakit, Menuju kamar rawat Wisnu.


Sebelum sampai di kamar rawat Wisnu, Mereka berpapasan dengan Nila dan Aryo. Mereka baru sampai tadi pagi dari Kota Malang.


Nila memeluk Mitha menyampaikan dukungannya, Sedang aryo mengelus lengan Mitha sembari tersenyum menguatkannya dengan tatapan dan pejaman matanya.


Pak Anam datang mendekat, Setelah di beri ruang oleh Aryo dan Nila.


" bagaimana keadaanmu nak...yang sabar ya...allah sayang sama kalian makanya allah menguji kalian...semoga kalian kuat...ayah sama bunda juga yang lain akan selalu mendoakanmu nak...". Sambut sang ayah sambil memeluk Mitha.


" terimakasih ayah...alhamdulillah kondisi Itha sudah mulai membaik...bunda mana?". Tanya Mitha setelah membalas perhatian sang ayah mertua yang sudah seperti ayahnya sendiri.


" bundamu di dalam nak...dia nggak mau ninggalin masmu biar sebentar...kamu mau masuk?...masuklah". Jawab sang mertua.


Mitha mengangguk lalu di bantu suster mereka masuk, Di dalam nampak bunda Kartika yang setia duduk di samping ranjang sang anak.


Berbalik setelah melihat siapa yang datang, Dan berdiri lalu meraihnya kedalam pelukannya. Setelah agak lama baru dilepaskannya.


" maafkan bunda ya nak...bunda belum sempat tengok kamu dari kemarin". Sambut sang bunda


"nggak papa bunda...kan bunda lagi jagain mas nunu". Jawab Mitha.


Lalu sang bunda bergeser dari tempatnya,

__ADS_1


Memberi tempat dan ruang buat Mitha dan Wisnu yang sudah dua hari terpisah karena Mitha harus di rawat lagi.


" bee...bee ini mee bee...mee datang tengokin bee...apakabar bee...apa bee nggak mau liat mee lagi...bangun bee". Kembali air mata Mitha tak mampu di tahan.


" bee...bangun jangan biarin mee jaga anak kita sendirian...mee ingin sama bee membesarkannya...bangun bee". Mitha menangis sambil mengeluskan tangan Wisnu ke perutnya perlahan.


Berharap akan ada keajaiban, Bila tangan Wisnu di sentuhkan ke perut Mitha. Tapi ternyata tetap sama tanpa reaksi apapun.


Semua keluarga yang mendengar ucapan Mitha terkejut bercampur bahagia mendengar kabar tersebut, Terutama sang bunda.


" serius sayang kamu lagi hamil nak...". Tanya sang bunda penasaran dengan mata yang mulai di penuhi air mata.


Mitha hanya mengangguk sebagai jawaban, Lalu sang bunda pun memeluk dan menciuminya berulang kali.


Begitupun dengan kedua kakak ipar Mitha, Juga sang ayah mertua mereka sangat bahagia mendengar kabar tersebut.


Nila pun berulang kali memeluk Mitha sang adik ipar dengan penuh perasaan haru, Akhirnya ada di antara mereka yang hamil juga.


Nila berharap itu akan menular padanya, Karena Nila juga sangat mengharapkan momongan setelah sekian tahun membina rumah tangga bersama Aryo sang suami.


Suasana haru di ruang rawat Wisnu, Cukup membuat kesedihan mereka sedikit berkurang oleh berita bahagia tersebut.


Mereka berharap kehamilan Mitha, Bisa membuat Wisnu bangun dari koma. Dan kembali berkumpul bersama dalam keluarga yang bahagia penuh suka cita.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


ok...sehari up 2 part.


Mudahan bisa mengobati penantian readers sekalian ya...


Author minta maaf karena kesibukan di dunia nyata tlah membuat jarak di antara kita.


Tidak lupa author kembali menginggatkan untuk meninggalkan jejak like, koment di akhir part ya...juga jangan lupa votenya ya...😁


Salam manis,


by: β˜†Mylla Alan β˜†

__ADS_1


__ADS_2