
Makin penasaran kan?....
author juga jadi baper banget๐ฉ
Happy reading...
๐ป๐ธ๐ป๐ธ๐ป๐ธ๐ป๐ธ๐ป๐ธ๐ป๐ธ๐ป๐ธ๐ป
Wisnu tidak menyerah dia terus mengusahakan pertemuan mereka,bahkan sangat intens.
Seperti pagi ini Wisnu sudah ada di ruangan Mitha,karena Wisnu tahu hari ini Mitha tidak ke kampus karena tidak ada jadwal mata kuliah,jadi Mitha pasti di Pabrik ayahnya.
Bukan suatu hal yang sulit buat Wisnu untuk masuk dengan leluasa ke Pabrik ayahnya Mitha,karena sejak lama memang ada kerja sama dengan ayahnya Mitha.
"pagi mbk..." sapa Mitha kepada wina sesampainya di meja wina,meskipun Mitha atasan tetapi Mitha tahu sopan santun terhadap yang lebih tua.
" pagi juga mbk...oh ya mbk ada pemilik toko buku TRANSMEDIA menunggu di ruangan mbk" kata wina.
" maksudnya pemilik toko buku terbesar langanan kita ?" tanya Mitha tak percaya,pemilik toko buku terkenal dan terbesar di kota ini berkenan datang langsung ke Pabrik ayahnya Mitha.
"iya mbk...beliau sudah menunggu hampir sepuluh menit yang lalu"jelas wina.
" emang ada masalah ya mbk dengan pasokan buku dari Pabrik kita?" tanya Mitha yang masih penasaran.
" tidak ada mbk... hanya saja ini sudah menjadi kunjungan rutin beliau...berhubung bapak tidak di tempat maka mbklah yang harus menemui beliau " jelas wina panjang lebar tetapi hanya di sambut dengan kata o yang di bentuk di bibir Mitha lalu pamit masuk pada wina.
" assalamualaikum...maaf membuat anda menung...gu" sapa Mitha terputus karena dia sangat tahu si pemilik punggung yang sedang duduk membelakanginya,dan saat si pemilik punggung berbalik menghadap ke arahnya Mitha lebih terkejut lagi,sehingga reflek dia menutup mulutnya dengan tangannya.
" tidak apa apa...tolong jangan terkejut begitu aq bukan hantu" jawab Wisnu dengan sedikit bercanda agar tidak canggung.
__ADS_1
" maaf...ada yang bisa saya bantu...sampai seorang pemilik toko buku terbesar di kota ini sudih datang ke Pabrik kecil kami" tanya Mitha dengan nada ketus.dan mengubah sikapnya menjadi tenang dan tegas meski bertolak belakang dengan yang di dalam hatinya.
" apa kabar inces...mas rindu banget...mas datang dengan rindu di dada...apa kamu juga tidak rindu seperti mas..." sapa Wisnu dengan penuh perasaan sambil merentangkan tangan nya untuk membawa Mitha ke pelukannya.
" baik...tapi maaf saya sedang sibuk" jawab Mitha datar,padahal kalau bukan karena ego dan rasa sakit yang dia rasakan mungkin Mitha akan berlari menghamburkan diri karena pelukan sang kekasih ada tempat ternyaman yang dia rindukan. tapi sayang itu tidak mungkin baginya,sehingga dia hanya bisa mematung tanpa bergeming sedikit pun.
" dek...tidak bisakah kita bicara dengan sedikit santai? apa kamu gk rindu sama mas? udh ilangkah rasa cinta di hatimu dek..." kembali Wisnu merengek dengan nada memelas yang membuat siapa saja yang mendengar pasti iba.
" maaf di sini tempat kerja bukan tempat membicarakan masalah pribadi" tegas Mitha.
"lalu di mana kita bisa membicarakan masalah kita karena kalau adek terus menghindar masalah kita gk akan selesai" ujar Wisnu dengan nada lembut.
" mas udh pernah bilang kan,akan terus memperjuangkan hubungan kita karena mas hanya ingin kamu yang ada dalam hidup mas dek" lanjut Wisnu bersungguh-sungguh.
" maaf saya tidak punya waktu untuk semua itu...jadi jangan sia-siakan waktu anda juga untuk masalah sepele ini" jawab Mitha masih dengan nada datar seakan tanpa beban.
" berhari-hari mas lalui ini bagai neraka bukan cuma karena rasa rindu tapi yang lebih menyakitkan buat mas adalah sikapmu dek...dimana cintamu sampai kamu tidak lagi perdulikan perasaan mas...kita sama-sama sakit oleh keadaan ini mas tau itu...kamu juga sangat terluka dek...tapi bukan kah sikap menghindar hanya menambah sakitnya..." tangis Wisnu pecah tak tahan dengan isi dalam hatinya yang ia pendam selama ini dia menangis sambil bersimpuh di kaki Mitha.
Tak tahan dengan semua itu,pertahanan ego Mitha pun runtuh dia pun terjatuh dengan derai air mata,lalu pingsan.
Wisnu panik, di menggangkat tubuh kekasihnya dan membaringkan di sofa.lalu dia keluar mencari wina dan meminta minyak kayu putih.
Wina masuk dengan setengah berlari dan memberikan minyak tersebut.
" nu...Mitha kenapa?" tanya wina yang tidak lain adalah kakak sepupu Wisnu.
" gk tau mbk... kami sedang bicara tiba-tiba dia ambruk dan pingsan " jelas Wisnu.
" kamu sedang membahas masalah kalian?" selidik wina.
__ADS_1
" iya mbk...awalnya dia dingin tapi lama-lama dia menangis tapi tetap diam terus ambruk dan pingsan" jelas Wisnu lebih detail.wina hanya mengangguk saja.
" ys sudah jaga dia sampai bangun...dan selesaikan masalah kalian jangan biarkan berlarut-larut ya...mbk jaga di luar" sambil menepuk pundak Wisnu,wina berjalan keluar dan menutup pintu dari luar.dan memberi mereka ruang untuk saling bicara.
Sementara itu Wisnu masih duduk jongkok di lantai menghadap Mitha.dengan memegang dan menciumi punggung tangan Mitha, dengan derai air mata. Mitha masih pingsan tapi air mata nya terus meleleh.
" segitu dalam nya lukamu dek bahkan kondisi tidak sadar pun air mata mu tetap mengalir...maafkan mas sayang..." kata Wisnu lirih di iringin air mata yang luruh begitu saja.
" mas..mas..Wisnu " igau Mitha kemudian membuat Wisnu senang tetapi binggung karena mata Mitha masih terpejam.
" iya dek..mas di sini dek..." jawab Wisnu tetapi Mitha tetap tidak bangun mata nya terus terpejam.
BERSAMBUNG
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
sampai sini dulu ya...๐
kelanjutannya masih di fikirkan
biar cepet dapat ide berikutnya
jangan malas donk....kasih votenya๐
di tunggu ya๐
salam manis slalu,๐๐๐
by: Mylla Alan
__ADS_1