Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)

Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)
Tak sendiri Lagi


__ADS_3

Hidup itu penuh kisah


Ada sedih ada bahagia


Tiap harinya berbeda


semua rahasia yang maha kuasa


Seperti lembaran kertasku


Tlah berganti kisah


kini ada cerita berbeda


Tapi tetap tentang cinta


Cinta yang halal tentunya


by: Mitha Indriani


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


#Pagi Di Hotel


Azan subuh berkumandang. Saat membuka mata yang terlihat adalah seraut wajah cantik milik Mitha. Yang sekarang sudah sah menjadi istrinya.


"pagi sayang...akhirnya yang selalu ku impikan jadi kenyataan...kamu halal untukku." Dengan suara serak khas bangun tidur.


Wisnu tidak bosan melihat Mitha yang meringkuk dalam selimut. Dengan Wajah imutnya. Meskipun saat bangun tidur wajah Mitha tetap nampak cantik.


"dek...bangun yuk sudah subuh...sana mandi dulu...".


"ehm...mas...kita...ah". Mitha menundukkan pandangan dan kembali menengelamkan wajahnya dalam selimut saat tahu dirinya tanpa busana. Mitha sangat malu sekali.


"udah...gk usah malu...kan udah halal....mandi sana gi...kita shalat bareng....ini ranjangnya biar mas yang beresin."


"iya ...tapi...".


"nggak usah tapi-tapian entar keburu siang...".


Mitha lalu beranjak ke kamar mandi dengan melilitkan seprei ke tubuhnya. Dan berlari ke kamar mandi karena malu.Teringat bagaimana sikapnya semalam yang sangat menikmati kerja keras Wisnu di ranjang.


Wisnu hanya mengeleng kepala karena sikap Mitha. Wisnu bangun dan mulai membereskan sisa persatuan halal mereka. Mengingatnya membuat Wisnu tersenyum-senyum sendiri. Bagaimana mereka sangat menikmati permainan semalam. Meskipun mereka belum mahir tapi cukup membuat mereka puas.


Saat hendak menarik seprei ranjang yang mereka tempati semalam. Wisnu melihat bercak warna merah yang membentuk lingkaran,Wisnu tersenyum.


"terimakasih sayang telah menjaga hati dan kesucianmu hanya untukku yang telah halal...aku beruntung". Batin Wisnu yang bersuara karena rasa bahagianya.


Tiba-tiba....


"maaaaaasssssss.....". Teriak Mitha dalam kamar mandi.


Karena panik Wisnu langsung masuk.


"kamu kenapa dek...".


" mas...sakit...periiih banget...mas".


"oh...tapi kamu udah wudhu kan dek..".


Mitha hanya mengangguk saja.


"ya udah...mas gendong ke kamar ya...".

__ADS_1


Wisnu mengangkat Mitha dan mengendongnya ke kamar, mendudukkannya di ranjang.


"adek tunggu dulu di sini ya sayang...mas mandi dulu nanti mas yang atur alat shalatnya...tunggu ya".


Lalu Wisnu beranjak ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu. Dan kembali ke kamar untuk mengimami shalat mereka. Dengan sabar membentangkan sajadah untuk Mitha dan dirinya sendiri. Lalu membantu Mitha memakai mukenah dengan penuh kasih sayang.


Usai menunaikan kewajiban shalat mereka,Wisnu mengakhiri dengan salam lalu berbalik dan Mitha menyambut dengan mencium tanganya. Dan Wisnu mencium keningnya,Kembali Wisnu berbalik dan melanjutkan dzikirnya.


Shalat telah di tunaikan, Kembali Wisnu membantu Mitha melepas mukenanya. Dan menggangkat Mitha keatas ranjang. Lalu melipat mukena yang tadi di kenahkan Mitha begitu juga sajadah mereka.


"masih sakit dek...".


"sedikit mas..."


"kita sarapannya di kamar aja ya..."


Mitha hanya mengangguk. Kembali Wisnu mendaratkan kecupan di pucuk rambut Mitha.


"ini...pake dulu jilbanya nanti ada yang mengantar makanan ".


bel di kamar mereka berbunyi.


Wajah seorang pegawai laki-laki di balik pintu saat Wisnu membuka pintu.


"ini sarapannya pak..."


"iya silakan... letak di situ saja". titah Wisnu.


Selesai meletakkan Luggage troly di tempat yang di perintahkan Wisnu. Karena Wisnu tak ingin petugas hotel tersebut masuk terlalu dalam agar tidak melihat istrinya.


Setelah petugas itu meninggalkan kamar mereka. Wisnu menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Wisnu menyuapi Mitha dan dirinya sendiri.


"mas... aku bisa makan sendiri...aku nggak lagi sakit keras kok di suapin sih".


"seneng mas.... tapi takutnya ketergantungan".


"gak papa dengan begitu kita jadi lengket terus". sambil menoel hidung Mitha.


Selesai makan mereka bersantai duduk di gazebo hotel untuk menikmati pemandangan kota di pagi hari karena rencananya siang ini mereka akan pulang.


Mereka saat ini berada di posisi yang sangat intim dan mesra. Wisnu duduk dengan memangku Mitha dan memeluknya dari belakang dengan sesekali mencium telapak tangan Mitha.


Mitha mengubah posisi duduknya menghadap ke arah Wisnu. Mengelus elus rambut Wisnu lalu turun ke wajah.


" dulu aku mengirah hidup bersamamu cuma akan jadi mimpi belaka mas...".


"tapi sekarang...nggak mimpi kan sayang..."


Mitha menggeleng. Lalu mereka berpelukan. Tiba-tiba pelukan dilepaskan karena hp milik Wisnu yang di samping bunyi. Wisnu mengangkat hp tersebut.


"hallo...assalamualaikum"


...............


"oh...iya bunda siang ini adek pulang sama mantu kesayangan bunda"


....................


"nggak...kan pulang dulu kerumah ibu baru ku bawa kerumah bunda...setelah itu kerumah kami sendiri donk bun"


......................


"iya...bun.ok waalaikumsalam bundaku sayang".

__ADS_1


Wisnu meletakkan kembali hpnya di samping.


"siapa mas...bunda?".


"itu...nanyain menantu kesayangannya...udah kangen katanya".


"iih...bisa aja..."


"loh iya...beneran".


"gimana...masih sakit yang tadi...".


"ih mas...jangan tanya gitu dong...kan malu akunya...".


"bukan gitu...mas kan merasa bersalah udah bikin adek sakit".


Wajah Mitha bersemu merah karena sikap yang di tunjukkan Wisnu.


"mas...ubah panggilannya dong...apa kek...gitu".


"masa kek sih...mas nggak mau ah...mas kan belum tua". canda Wisnu pura-pura sewot.


"bukan mas...ah...mas nggak asyik...papa atau abi atau apa gitu aku manggil mas...".


"apa ya...yang bagus apa sayang".


"apa ya...gimana kalau aku panggil mas...dengan panggilan bee...mau nggak?".


"boleh...buat adek apa ya?".


"apa ya...apa bagus menurut mas...?"


"mee...jadi nanti anak2 kita juga manggilnya bee bee sama mee mee ya...".


"boleh...ok kita sepakat bee dan mee ya...".


" iya...mee mee nya bee bee...". Sambil mencium kening Mitha yang menyender di dada Wisnu.


Mereka kembali ke kamar. Berbaring-baring manja. Sambil ngobrol dan bersenda gurau dengan sesekali Wisnu mendaratkan kecupan di kepala Mitha yang tertutup hijab.


Sampai terdengar adzan Dzuhur. Lalu mereka beranjak ke kamar mandi gantian dan menunaikan Shalat dzuhur bersama dengan Wisnu sebagai imam.


Setelah shalat dzuhur di tunaikan. Meraka pun bersiap untuk pulang setelah menghabiskan hari bersama.


Mulai dari melewati malam bersama hingga siang hari lagi untuk quality time.


Untuk menikmati yang namanya hari indah pertama.Karena merasakan tidak sendiri lagi.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


Author kok jadi pengen Quality time dengan suami ya...


pak suami...mana pak suami...aah...ternyata pak suami lagi gk di rumah.


terpaksa Quality time nya...bersama readers aja ya...tapi gk terpaksa kok...melainkan dengan senang hati.


apalagi klo di lengkapi dengan mendaratnya rate,like,koment n vote.


ok next...selamat beraktifitas ya


Salam manis,


by: Mylla Alan.

__ADS_1


__ADS_2