
Hari yang di tunggu telah tiba persiapan pun sudah matang.hanya hati Mitha saja yang masih ada yang menganjal hingga ekspresi wajah nya nampak tidak senang.
Setelah sholat magrib berjamaah mereka pun berangkat dengan mobil ayahnya Mitha.
Sesampainya di gedung sudah ada paman dan bibinya disana juga kedua sepupu Mitha yang lucu lucu. mereka si kakak elsa dan si adek nisa.mereka memeluk Mitha dan mengucapkan selamat pada Mitha.
"mbak uyang taun ya...ental dedek bagiin uwenya ya..."pinta sidede nisa yang lucu dengan logat cadelnya.
" iya...entar mbak bagi yang banyak buat dedek..."jawab Mitha
"kakak juga ya mbak...dibagi kuenya" kata sikakak elsa tidak mau kalah.
"iya sayang tapi temani mbak tiup lilinnya baru mbak bagi kuenya...ok" kata Mitha lagi lalu bertos ria .bersama mereka Mitha selalu bisa melupakan kesedihannya meski cuma sesaat.yang dia sendiri tidak tahu sedih karena apa.
"selamat hari jadi ya mbak...ini dari paman sama bibi...yang ini dari elsa dan nisa...semoga mbak umurnya berkah...sehat selalu...dan tercapai semua yang dicita citakan" ucap bibi Mitha lalu mencium pipi Mitha kanan kiri dan memeluknya.
"makasih ya bi...mbak sayang kalian semua..." jawab Mitha tak mampu membendung butiran bening.
"eh jangan menangis...nanti make upnya luntur lohkan gk lucu malah jadi kayak badut nanti.." kata paman Mitha mengoda.
"ah paman...." lalu Mitha mengamburkan diri di pelukan sang paman yang merupakan duplikat sang ayah. wajah mereka sangat mirip yang membedakan hanya pamannya lebih tinggi dari ayahnya.
"selamat hari jadi ya...incessnya paman...semoga umurmu barakah..." ucap pak zali rakasiwi.yang selalu mengoda dengan sebutan masa kecilnya "incess".
"makasih ya...paman" ucap Mitha sambil mempererat pelukannya.sedari kecil Mitha memang sangat dekat dengan pamannya.
"selamat ya sayang...ibu selalu berharap menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat tapi selalu ada yang menduluin terus..." kata bu sri meskipun dirumah tadi pagi sudah sempat ada pesta kecil kecilan dengan tumpeng dan kue tart buatan bu sri.
”ibuuu...bukannya ibu memang orang pertama yang ngucapin waktu tengah malam diam diam masuk kamar mbak sendirian cuma bawah bolu kecil dan lilin.Setelah menyanyikan lagu dan meniup sendiri lilinnya dan ibu selalu menangis sendiri lalu mencium kening dan pipi mbak setiap mbak ulang tahun... mbak tau kok bu...maafin mbak ya bu yang belum bisa buat ibu bahagia dan bangga sama mbak ...." lalu Mitha menangis di pelukan ibunya.
__ADS_1
"jadi mbak udah tau rahasia ibu?... malu jadinya..." jawab bu sri pura-pura marah
"tapi ibu sudah bahagia dan bangga kok sama mbak... mbak selalu buat ibu dibicarakan oleh ibu-ibu se kompleks karena prestasimu yang beruntun dan membanggakan" kata bu sri lagi sambil menghapus butiran air matanya yang mulai meleleh.
"ih...ibu sama anak gadisnya ayah...ketawa gk ngajak ngajak....eh salah nangis..." goda pak yono ayah Mitha.
Tamu undangan pak yono telah pulang semua sekarang giliran teman teman Mitha yang berdatangan.nampak wajah cemas Mitha menanti seseorang tapi tak kunjung kelihatan.
Ketika di lihat wajah Ikhsan di pintu masuk Mitha mulai agak tenang.
"kak...mana mas wisnu?...kalian gk bareng?..." Berondong Mitha.
"gk tau...dia gk ngomong apa-apa...ku kirain malah udah duluan" jawab Ikhsan.
Mitha kecewa tapi dia cuma bisa diam.Mitha tidak bersemangat lagi.sampai pembawa acara menyampaikan acara berikutnya:
"baiklah kita tlah tiba di acara puncaknya...yaitu pemotongan kue tahun..." kata pembawa acara
Mitha naik ke atas panggung di gandeng ayah dan ibunya.
pak yono menyalahkan lilin lalu tiba-tiba....lampu padam.disambut sorak sorai teman-teman Mitha...namanya juga anak muda kalau tidak ramai tidak enak.
tapi aneh hanya lampu di ruang masuk dan lampu ditempat Mitha berdiri yang tidak mati lalu terdengar suara melalui pengeras suara....
"selamat hari lahir incess....selamat menapaki satu tangga menuju kedewasaan..." suara misterius itu.
Mitha mencari sumber suara karena dia kenal itu suara yang sangat dirindukannya seminggu terakhir ini.
kesana kemari matanya mencari sosok yang sangat dirindukannya,tapi tidak juga nampak.
__ADS_1
"seminggu tanpa suaramu...sungguh sangat menyiksaku...melihatmu mencariku...membuatku tak tahan ingin segera bertemu...melihatmu menangis sepanjang jalan pulang sekolah...benar benar membuatku frustasi...melihatmu gunda ingin rasanya ku segera menghibur ...tapi mas nggak bisa dek...semua demi suksesnya surprise ini buat kamu.karena buat mas kamu orang yang spesial jadi harus di perlakukan spesial dan di berikan yang spesial juga..." sambung suara misterius itu.
Mitha kian frustasi karena tak menemukan sosok yang dia cari...hanya air mata yang dari tadi mengalir tanpa bisa di tahan.
" klo saat ini mas...tak disisimu...bukan berarti mas gk sayang tapi...satu yang harus dek Mitha tau..
dek Mitha segalanya buat mas wisnu...happy birthday...my princess ,my life without your light is like a night without light...percayalah" kata misterius itu lagi.
Lalu muncullah sesosok yang sangat di kenal dengan iringan orkestra dari pintu masuk....
tanpa dikomando Mitha lalu berlari menyambut sosok yang sangat dirindukannya tanpa perduli dengan semua yang hadir.lalu lampu diseluruh ruangan menyalah rupanya sudah ada yang mengatur semuanya entah siapa...
"maasss wisnu...." teriak Mitha sambil terus berlari membela teman-temannya menemui sang kekasih.dan terhenti oleh sikap wisnu yang membungkuk layaknya seorang pangeran yang menemui sang putri begitu juga dengan Mitha menekuk satu kakinya memberi hormat sembari menggangkat ke dua sisi gaunnya seperti layaknya sikap seorang putri.karena suasana sudah terang benderang sehingga adegan yang tanpa latihan itupun disaksikan oleh semua yang hadir tidak terkecuali kedua orang tua dan keluarga Mitha.
"maaf sebelumnya...tuan putri...Mitha Indriani bersediakah anda berdansa bersama hamba..." undang wisnu masih melanjutkan drama kerajaan.
"wahai tuan...jangan merendah...justru saya yang akan merasa tersanjung bila tuan bersedia membimbing saya menikmati musik anda malam ini...maka saya akan mengampuni anda atas kesalahan yang sudah anda perbuat" balas Mitha tidak kalah lihai dalam berperan.
Lalu mereka berdansa mengelilingi ruangan secara reflek yang hadir mundur menepih...jangan salah sangka Mitha adalah penari balet waktu SMP sehingga tubuhnya sangat lentur dalam berdansa dan ini menjadi pertunjukan yang sangat luar biasa di acara ulang tahun Mitha.
"met ultah sayanknya mas...smoga panjang umur...hadiahnya sudah tak kirim dan sudah sampai dikamar..." bisik wisnu diselah dansanya.
"makasih ya...tapi mas... hutang penjelasan sama aq atas sikap mas wisnu selama seminggu ini sampai malam ini..." kata Mitha dengan senyum menyelidik.
" ok...tuan putri ...besok perayaan ultah masih berlanjut kita akan pergi berempat sama mereka...nanti mas jelasin..." jawab wisnu sambil menunjuk ke arah Ikhsan dan sari dengan memonyongkan bibir.
" besok mas jemput ya..." lanjut wisnu dan
Mitha hanya mengganguk sebagai jawaban.
__ADS_1
Pesta berlanjut hingga pukul 11 malam akhirnya selesai.semua tamu pulang.dan Mitha di izinkan di antar wisnu khusus malam ini.