Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)

Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)
Ngundu Mantu


__ADS_3

Lembaran baru


seperti membuka halaman


pada buku bacaan


tiap bab ada judul


seperti kisahku


juga punya judul baru


peran baru


kisah baru


tantangan baru


by: 🌸Mitha Indriani🌸


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


Siang ini Wisnu dan Mitha, Pulang kerumah Mitha. Karena esok akan ada satu acara lagi, yakni Ngundu Mantu.


Meski bukan keturunan darah biru, Tetapi kalau namanya tradisi harus tetap di lakukan dan lestarikan.


Kedatangan mereka di sambut hangat oleh keluarga Mitha. Baru semalam mereka tidak pulang sudah seperti bertahun-tahun lamanya.


Wisnu bercengkerama dengan keluarga besar Mitha. Sedangkan Mitha bersama Nurin di gazebo atas...


" neng semalam seru nggak?".


"hust...anak kecil gk boleh ngomong begitu.tabu tau...".


" keciiil...kita aja cuma beda bulan...".


"beda bulan juga beda tahun sayang...catet itu". Tegas Mitha.


"iya...iya...neng menang deh". Balas Nurin dengan sewot.


" bentar lagi aku juga menyusul kok...". Balas Nurin bangga.


"di cari-cari rupanya disini ya...". Suara Wisnu melerai perdebatan Mitha dan Nurin.


"eh...bee...iya nih...ngobrol sama Nurin".


"cie...cie...manggilnya bee...so sweet..". Goda Nurin.


"apaan sih kamu rin ...anak kecil gk boleh berisik". Ledek Mitha yang di sambut tawa Wisnu dan Mitha. Tak ayal lagi wajah Nurin kesal betul.


"mas masa aku di bilang anak kecil mas...padahal beda cuma berapa bulan...si neng november aku februari tahun berikutnya... cuma beda 3 bulan". Protes Nurin.

__ADS_1


"mentang-mentang udah merrid...suka sekate kate deh...budeeee...ririn di zolimi sama pengantin baruu..". Lanjut Nurin sambil mengadu pada ibu Mitha.


Kembali di sambut tawa oleh Mitha dan Wisnu bahkan kali ini lebih nyaring dari sebelumnya.


"udah bee...udah sakit banget perut aku dari tadi ketawa terus".


"ya...bee juga sakit perut mee...masuk yuk".


》》》》》


#Pagi ini


Wisnu POV


Pagi ini aku dan istriku di rias. Tapi tidak dengan pakaian yang berat seperti kemarin. Riasannya pun tidak setebal kemarin. Aku dan istriku mengenakan pakaian yang senada yakni warna putih tulang. Semuanya masih nampak natural.



Kami naik ke mobil. Hari ini adalah acara ngundu mantu. Dimana aku berangkat bersama istriku dari kediaman mertua ke kediaman orang tuaku. Yang kemudian nanti akan di sambut oleh kedua orang tuaku dan keluarga besarku.


Perjalanan yang seharusnya hanya ditempuh beberapa detik,kini di buat seakan jauh karena mobil yang membawa kami berputar arah lalu memasuki pintu gerbang kompleks perumahan di gerbang kedua yang secara otomatis agak jauh karena berputar ke depan lagi. Akhirnya kami tiba dua puluh menit kemudian.


Mobil yang membawa kami memasuki area halaman rumahku. Tetapi karena hanya muat satu mobil maka mobil yang lain hanya bisa di parkir di Sepanjang kompleks.


Aku turun bersama istriku yang di sambut kedua orang tuaku juga kakak tergantengku bersama istrinya. Juga keluarga besarku.


Kami di sambut dengan memberi minum kepada kami berdua, lalu kami di giring dengan kain batik merah putih yang lebar. Ayahku memegang kedua sisi kain sedangkan bundaku menuntun kami dari belakang dengan memegang punggung kami berdua.


Tapi cukup membuat kami jengah beberapa saat karena butuh waktu yang lumayan lama.


Setelah acara makan bersama kami baru bisa bersantai. Aku yang sangat lelah lalu membawa istriku ke kamar tanpa banyak bicara.


POV Wisnu off


Acara hari ini selesai Mitha sudah di kamar Wisnu bersama Wisnu.


Mitha kagum dengan kamar Wisnu yang tertata rapi. Ada satu yang membuat mata Mitha tak mampu berpaling saat menatapnya adalah foto dirinya dan Wisnu saat meraih juara 1 lomba menyanyi mewakili sekolah mereka. Yang di bingkai besar hampir sedinding kamar Wisnu.


Belum selesai keterkaguman Mitha akan koleksi kamar Wisnu yang hampir semua di penuhi dengan gambar Mitha. Kini mata Mitha memandang sebuah foto saat bersama sari dan agil. Saat mereka berempat menanti sunset. Foto itu di ambil dengan pose Mitha dan Wisnu saling bersender, Romantis banget.


Mitha tak mampu menahan air matanya uamg meluncur begitu saja. Lalu Wisnu dengan sigap memeluknya dari belakang.


"apa yang di tangisi si mee...".


Mitha tidak menjawab hanya menghapus air matanya. Dan tetap berusaha tersenyum.


"ini bukti cinta bee...sama mee semua tak tergantikan".


Mitha berbalik dan memeluk erat Wisnu sambil sesenggukan di dada Wisnu.


"terimakasih ya bee...karena tak pernah berubah". Balas Mitha dengan tetap di dekapan Wisnu.

__ADS_1


tok...tok...tok


"dek...boleh mbak masuk nggak...". Tanya kakak ipar Wisnu di balik pintu.


"masuk mbak nggak di kunci kok...". Sahut Wisnu. Dan Mitha memilih duduk di tepi ranjang setelah menghapus air matanya.


"dek kata bunda ...cepetan mandinya habis itu turun ada keluarga dari Makassar datang".


"temui mereka...ya". Lanjutnya.


"iya...mbak ini juga baru mau mandi". Jawab Wisnu.


"ya udah mbak turun dulu ya...mau bantuin bunda dulu".


》》》》


"akhirnya turun juga mi...pengantin barunya". Ledek sepupu Wisnu dengan logat khas sulawesinya.


"hallo bro...sehat?". Sapa Wisnu pada sepupunya itu.


"baik bro...kakak ipar cantik juga ya...beruntung ko dapat istri cantik". Goda Julian .


"bisa aja kau...". Balas Wisnu.


"assalamaualaikum...om tante...udah lama nyampeknya". Sapa Wisnu sambil salim yang di ikuti oleh Mitha.


"waalaikumsalam nu...siapa namanya istrimu ...lupa aku...". Ujar om Handi ipar dari bunda Kartika karena istri om Handi yang bernama tante Pratiwi adalah adik kandung beliau.


"Mitha om...". Jawab Mitha malu.


"kata orang makassar kamu itu gammara'...cantik". Puji om handi.


"makasih om...". Tetap dengan sikap malu-malu dan pipi memerah.


"jangan di puji terus om...tu liat pipinya sudah merah kayak tomat matang". Kata Wisnu.


Yang sontak mengundang derai tawa seluruh keluarga...


"memang kau nunu ya...sama kaka kau itu pintar pilih istri....sama kayak om...memang kalau orang ganteng pasti istrinya cantik...iya nggak?". Kelakarnya yang kembali mengundang tawa seluruh keluarga.


Akhirnya malam itu berlalu dengan sangat hangat. Berbagai keseruan yang spontan terjadi begitu saja. Mereka melakukan shalat berjamaah. Mulai dari shalat magrib yang di imami kakaknya Wisnu. Lalu shalat isya yang di imamai oleh Wisnu. Sampai di penghujung malam mereka yang haru,semua kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat.


🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬


Sampai sini dulu ya...


jangan lupa kalau mampir tinggalkan jejak rate,like,koment n vote ya....


ok, met beraktifitas semua.


Salam manis selalu.

__ADS_1


by : Mylla Alan


__ADS_2