Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)

Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)
Terciduk....


__ADS_3

Makin seru ya....


akan banyak kisah haru di dalamnya...


mari ikuti alurnya...


Happy reading😘😘😘


πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ


Hari yang di lalui Mitha semenjak wisnu kembali di sisinya,lebih berwarna.


Pagi ini Mitha ke kampus dengan senyum yang selalu tersungging di bibirnya.seperti gambaran hatinya saat ini yang selalu berseri-seri.


Sesuai janjinya pada wisnu bahwa dia akan memakai satu persatu hijab yang di belikan wisnu, seperti pagi ini Mitha pun memakainya.



Mitha nampak cantik kan?dengan busana sederhana namun kecantikannya tetap tidak bisa di sembunyikan di tambah senyuman yang selalu terukir diwajahnya.


Mitha memasuki gerbang kampusnya dengan mengendarai motor maticnya.awalnya wisnu menawarkan untuk antar jemput saja agar selalu bisa bersama, tetapi Mitha menolak dengan alasan ingin mandiri dan agar lebih mudah ke Pabrik. akhirnya wisnu mengalah.


Kini Mitha telah sampai di koridor kelas dan akan menuju ke ruang kelasnya,tetapi tiba-tiba langkanya terhenti oleh sapaan seseorang.


" pagi ri..." reflek Mitha membalikkan badan meski dia tau siapa yang memanggil nya.


" pagi pak asdos..." balas Mitha dengan senyuman.


" nampaknya kamu sedang bahagia... betul begitu? "tanya Arman basa basi.

__ADS_1


" ah...tidak juga pak...setiap hari saya juga bahagia " elak Mitha


" apa karena kehadiran mas wisnu? " tebak Arman.


" mungkin...bisa jadi pak" balas Mitha masih dengan senyuman.


Sementara itu di tempat yang tidak terlalu jauh ada sepasang mata yang dari tadi mengawasi mereka terutama Arman.ya...itu sepasang mata milik wisnu.


" ah...bukan kah kau sangat tau ri...kalau aq lebih dulu mengenalmu bahkan lebih dulu jatuh cinta padamu...kenapa harus dia yang kau pilih? dia kakak sepupuku lagi..." protes Arman.


" maaf pak asdos...dari awal saya memang tidak punya perasaan apa apa selain rasa hormat murid kepada gurunya tetapi bapak sudah membuat saya ilfil dengan kelakuan bapak...dan satu lagi yang perluh bapak ingat dan dicatat...CINTA TIDAK BISA DI PAKSA DAN BUKAN KITA YANG MEMILIH CINTA TAPI KITA YANG DI PILIH OLEH CINTA" jelas Mitha penuh penekanan.


" oh iya....sekali lagi yang perluh bapak tau...saya sebenarnya ilfil ketemu bapak tapi saya ingat kembali tujuan saya kemari dan karena bapak bersepupu dengan mas wisnu maka saya menghormati itu. tapi bukan berarti saya tidak bisa tegas sama bapak... " tegas Mitha.


"nasehat saya buat bapak...lebih baik bapak melupakan saya dan mulailah belajar menerimah bahwa saya adalah pasangan mas wisnu berarti klo saya berjodoh sama dia maka secara otomatis saya adalah kakak iparmu jadi panggil saya mbak Riani bukan ri lagi." jelas Mitha percaya diri dan tanpa memberi jeda kepada Arman untuk bicara.


Sementara itu seseorang datang dan bertepuk tangan lambat berulang kali,dengan sorot mata tajam.sontak membuat Mitha dan Arman terkejut.terlebih lagi Arman,dia seperti maling mangga yang terciduk oleh si empunya mangga.


Baik Mitha maupun Arman tidak ada yang bersuara, masing-masing ketakutan dengan pemikirannya sendiri.


" ma..s...bisa aq jelasin mas...semua tidak seperti yang mas dengar" Arman berusaha membela dirinya.


" masuk dek...apa kamu mas hukum karena telat" seru wisnu pada Mitha tegas tanpa senyum.


Mitha hanya mengangguk saja lalu berjalan meninggalkan wisnu dan Arman. tetapi perasaan Mitha tidak enak,ada rasa takut juga binggung.


" kamu sepertinya tidak jerah ya mengejar Riani gebetanmu itu...tapi yang harus kamu ingat Arman, aq sainganmu dan kemarin malam aq sudah melamarnya...jadi JAHUI DIA!!! " tegas wisnu dengan penekanaan di akhir kata lalu pergi meninggalkan Arman yang mematung.


"sialan...!!!" gerutu Arman sambil mengepalkan tangan dan mendengus kesal

__ADS_1


" tunggu pembalasaanku...!" ancam Arman dalam kesal.


πŸ—ΌπŸ—ΌπŸ—ΌπŸ—ΌπŸ—ΌπŸ—ΌπŸ—ΌπŸ—ΌπŸ—ΌπŸ—ΌπŸ—ΌπŸ—ΌπŸ—ΌπŸ—ΌπŸ—Ό


#Di ruang kelas Mitha


" pagi rekan-rekan...." sapa wisnu sesaat setelah berada di depan kelas.


" pagiii...." jawab seisi kelas.


" ok...akan ada tugas yang saya berikan tapi terlebih dulu kita bagi kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari empat orang" kata wisnu.


" arif,rista,Tatik dan santi kelompok satu...herman,Indah,Tini dan Riani kelompok dua...Andre,windi,erlina dan firman kelompok tiga...Andi,Alif,Irma dan gita kelompok empat...Gusti,fitria,Kinan dan Seto kelompok lima....Roy,Agus,Lina dan Hana kelompok enam...Boy,firdaus,Ririn dan Riris kelompok tujuh satu orang perwakilan kelompok kedepan ambil tugas dan hari sabtu depan harus sudah selesai" jelas wisnu tegas.


Lalu maju satu perwakilan kelompok mereka untuk mengambil tugas tersebut...dan kelompok dua di wakili Mitha, dengan senyum termanisnya melangkah tapi wisnu tak membalas senyumannya dan bersikap cuek.


πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§πŸ’§


Ada apa kh dengan sikap wisnu?


Author juga binggung...(yang buat juga ikut binggung...?!?)πŸ’


marahkh wisnu? cemburukh wisnu?


baca di episode selanjutnya...πŸ‘Œ


biar lebih semangat lagi jangan lupa n pelit


like, koment dan votenya yang banyak ya...πŸ™

__ADS_1


salam manis selalu,😘


by: Mylla Alan


__ADS_2