Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)

Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)
akhirnya bisa syuting


__ADS_3

perjalanan hidup


seseorang berbeda-beda


Semua skenario sudah


ada yang mengatur kita cuma


menjalani saja.


by: Mitha Indriani


๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


" iya mbak Mitha...kami sangat mengharap anda bisa membujuk adik anda untuk menerimah tawaran kami". Ujar perwakilan salah satu Agensi. Yang datang kerumah suatu hari.


" terimakasih atas niat baik Agensi anda...saya sebagai kakak menghargai itu". Ucap Mitha bijak di dampingi Wisnu sang suami.


"jadi bagaimana mbak Mitha...apakah sebagai kakak anda mengizinkan?". Desak orang Agensi.


"jujur sebagai kakak, saya malah inginnya adik saya fokus sekolah saja". Jujur Mitha yang di anggukkan oleh Wisnu tanda setuju.


"Tetapi saya juga tidak mau ambil keputusan sendiri...sebaiknya kita dengar langsung saja dari yang bersangkutan". Ujar Mitha lagi. Lalu pamit kekamar sang adik.


Beberapa saat kemudian turun bersama sang adik, Untuk memberi jawaban.


Awalnya dengan bertanya dan meminta pendapat kepada banyak orang akhirnya Ilham menyetujui permintaan Sebuah agensi untuk menjadikannya model.


Akhirnya Ilham pun menandatangani kontrak. Setelah di baca dan di pahami oleh Wisnu.


Tapi dengan syarat sekolahnya tetap yang utama. Karena ia tak ingin pendidikannya terbengkalai hanya karena dunia barunya.


#judul baru di hidup Ilham


Ilham kini di kenal sebagai model sebuah iklan shampo laki-laki.


Ada beberapa rumah produksi juga yang menawarinya untuk bermain peran di film pendek.


Tapi menurut Ilham hanya kedua kakaknya lah saat ini yang bisa memutuskan. Karena mereka yang paling tahu saat ini, dan mereka adalah penganti orang tua mereka.


Waktu terus berjalan, Begitu pun kehidupan kita. Sesuai dengan kesepakatan, Ilham harus menjalani semua sesuai porsinya.


Antara sekolah, Magang dan karir barunya sebagai bintang iklan. Mungkin menjadi bintang iklan tidak terlalu menguras waktu dan tenaganya.


Maka Ilham menerimahnya,Tetapi sekolah tetap prioritas utama.Tak terasa waktu terus bergulir, Waktu terus berlalu.


Ilham belajar untuk bisa mengelolah waktunya sebaik mungkin. Bahkan di sela kesibukannya, Sesekali Ilham masih menyempatkan ibunya berbelanja.

__ADS_1


# Tiga bulan pernikahan


Wisnu dan Mitha saat ini sedang berada di salah satu cafe baru mereka.


Rencananya minggu depan akan di adakan peresmian. Cafe dengan nama "cinta 2".


Konsep cafe yang ini agak berbeda, Lebih ke cafe keluarga. fasilitasnya pun berbeda dengan cafe cinta 1.


Ada ruang karaoke keluarga, Ada ruang meeting juga ada satu ruang yang di buat khusus untuk acara outdoor.


Berbeda dengan cafe cinta 1, Denah cafenya loos yang cukup luas hanya ada satu panggung kecil di sudut. Dengan Dinding full dari kaca. Dan cuma satu lantai saja.


Dan satu ruang outdoor yang tidak terpisah dari ruang utama tadi. Hanya posisinya agak ke dalam.


Sedangkan di cafe cinta 2, Satu ruang makan yang sangat luas dengan 6 buah meja. Bahkan teras dan samping taman pun terdapat meja.


Di sampingnya ada ruang outdoor yang di desain Alami, Seakan berada di alam bebas.


Sedang kan untuk ruang karaoke keluarga ada di lantai tiga dengan fasilitas 6 ruangan berhadap-hadapan.


Untuk lantai duanya di pakai untuk kantor dan musolah untuk karyawan dan umum.


Setelah selesai mereka mengecek kesiapan opening nanti, Kini tiba saatnya untuk pulang.


Setelah di sibukkan dengan banyaknya urusan pekerjaan mereka, Kini mereka bisa sedikit bersantai dan quality time berdua.


Dengan kecepatan sedang dan setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit, Kini mereka telah sampai di kediaman mereka.


Kedatangan mereka di sambut pak Di, Yang berlari kecil membuka pagar. Lalu mereka turun setelah mengucap terimakasih pada pak Di.


" assalamualaikum bi...akhirnya pulang juga". Ucap Mitha lalu merebahkan dirinya di sofa ruang tamu yang di ikuti Wisnu kemudian.


"Silakan mbak...mas ini minumnya...pasti haus". Sambut bi Marni sesaat setelah tahu majikannya pulang.


"makasih ya bi...bibi tau aja kalau aku lagi haus". Ujar Mitha.


" sama-sama mbak...bibi ke dapur lagi ya...ngelanjutin kerjaan". Balas bi Marni.


"bibi dan pak Di...udah pada makan?". Tanya Mitha perduli.


"sudah mbak...tadi sebelum mbak Itha dan mas Nunu datang". Jawab bi Marni.


" iya...jangan lupa makan bi...ingat kesehatan kudu di jaga...jangan kerjaan aja yang di pikirin terus...". Timpal Wisnu menginggatkan.


"iya mas...mbak. Bibi akan selalu ingat itu...terimakasih". Jawab bi Marni lalu pamit kembali ke dapur.


Setelah habis air putih isi gelas mereka, Lalu ke duanya beranjak ke kamar mereka.

__ADS_1


Mitha mandi lebih dulu, Lalu di susul oleh Wisnu. Karena mereka belum shalat duhur.


Setelah keduanya selesai mandi, Lalu menunaikan shalat duhur secara berjamaah.


Rencananya setelah shalat duhur mereka ingin tidur siang, Karena kelelahan beberapa hari ini tetapi entah...kenapa justru melakukan acara lain.


Awalnya cuma saling mengecup bibir, Tapi akhirnya berlanjut syuting ala mereka. Rasa capek yang tadi menyerang hilang entah kemana.


Kini berganti dengan kepuasan yang terpancar di wajah mereka. Akhirnya mereka terlelap di alam mimpi tidur siang.


Dengan tetap saling berpelukan, Lengan Wisnu menjadi bantal ternyaman untuk Mitha saat ini.


Tanpa sehelai benang pun mereka berdekapan dalam cinta, Dengan menutupi tubuh mereka dalam satu selimut.


Ternyata ini adalah obat lelah yang paling mujarab, Dari obat apapun.


Yang hanya bisa di lakukan oleh pasangan yang sudah halal tentunya.


Mereka berencana tidur siang hingga waktu ashar tiba, Karena rencananya habis ashar mereka akan berkunjung kerumah ibunya Mitha.


Tetapi tangan Wisnu tidak bisa diam, Dia terus mengoda Mitha. Dengan sentuhan-sentuhan yang nakal menyentuh bagian tubuh Mitha yang tak terbungkus kain.


Rupanya Wisnu tidak bisa tidur, Alhasil ide jahilnya datang. Ia pun mengoda Mitha.


Akhirnya entah siapa yang mulai, syuting part kedua kembali terjadi. Hingga akhirnya, Keduanya terkapar tak berdaya karena kelelahan dan tertidur.


Saat terbangun, Mitha terkejut karena mereka melewatkan adzan ashar. Meski belum lewat Waktu ashar tetapi mereka tak ingin terlambat shalat.


Setelah mandi jinabat... mereka menunaikan shalat ashar berjama'ah lagi. Lalu bersiap menuju kerumah ibu Mitha.


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


Sampai sini dulu ya...


Author lagi di tungguin yang sebelah...


jangan bosan, kasih like,coment n vote ya...


Buat kalian yang baru mampir tambahkan boom rate n tap โค favorite biar dapat notifikasi dari ceritanya ya...


kalian lah sumber inspirasiku. Maka jangan lupa dukungan kalian kalau sudah mampir ke karya aku.


ok...selamat beraktifitas.


Salam manis,


by: Mylla Alan

__ADS_1


__ADS_2