
Kehadiran Arman bukan tanpa di sengaja,melainkan sudah di rencanakan oleh Arman karena dia sudah terobsesi kepada Mitha.
Arman mulai menyelidiki Mitha, karena Mitha terus menghindarinya.setelah tahu bahwa perusahaan kecil milik ayahnya Mitha, sedang bekerja sama dengan perusahaan milik pamannya bahkan Mitha lah yang memegang langsung kerja sama tersebut maka timbulah ide licik Arman untuk bergabung dengan alih alih membantu pamannya karena pamannya itu tidak punya anak laki-laki.
" pagi nona Riani..." sapa Arman dengan senyum yang mengembang.
"pagi pak Arman..." balas Mitha tegas.
" mohon menunggu sebentar..." kata Mitha kemudian.Mitha mencari wina dan meminta wina untuk memanggilkan Yudi kakak sepupunya yang bekerja di bagian HRD untuk mendampinginya karena tidak menutup kemungkinan Arman akan nekat.dan salman paham akan hal itu.
"ini pak Yudi beliau yang akan mendampingi kita karena beliau yang paham tentang produksi" jelas Mitha.
"Saya Yudi pak... yang akan membantu anda untuk mengetahui proses produksi di sini" sapa Yudi.
" tapi...bukannya yang memegang langsung Riani kenapa kamu lagi yang harus mendampingi" sahut Arman kecewa karena sebenarnya ada sesuatu yang sudah direncanakan untuk Mitha.
" saya juga ikut pak...hanya saja yang lebih paham itu pak yudi jadi beliaulah yang akan menghandle semua" jelas Mitha dengan tegas.tentunya dengan senyum kemenangan karena dia tahu apa yang sedang di fikirkan Arman.
" iya baiklah..." jawab Arman kesal.raut wajahnya tidak bisa di tutupi kalau dia sangat kecewa tidak bisa berduaan saja dengan Mitha.
__ADS_1
Posisinya berjalan pun tidak bisa di samping Mitha, meskipun berjalan beriringan bertiga karena terhalang oleh Yudi.
Secara tidak langsung Arman tidak fokus dengan semua penjelasan dari Yudi,karena pandangannya hanya tertujuh kepada Mitha saja.bahkan sampai di penghujung lokasi pun Arman tidak fokus sama sekali dengan penjelasan dari Yudi.
Sedang kan Mitha sering berhenti karena di hampiri beberapah pegawainya untuk meminta tanda tangannya. dan sesekali menengok pegawainya yang sedang bekerja sepanjang jalur yang dia lalui tadi tanpa perduli dengan kehadiran Arman.
" bagaimana pak...dengan penjelasan dari saya? " tanya Yudi sempat membuat Arman gelagapan karena tidak fokus.
" iya bagus...cukup di mengerti ...terimakasih ya pak...kalau begitu saya harus kembali ke kantor" kata Arman lalu menjabat tangan Yudi dan berpamit pada Mitha dan pergi begitu saja.
" akhirnya menyerah juga..." keluh Mitha dengan tarikan nafas besar.seperti sudah terlepas dari himpitan batu besar.
" sama2 dek...lain kali gk usah di temuin biar mas aja yang urus dia" jawab Arman.
" iya mas...sekali lagi makasih ya" balas Mitha. lalu mereka berpisah dan ke ruangan masing-masing.
Mitha kembali sibuk dengan pekerjaannya, karena sang ayah sedang luar kota bersama pamannya, sehingga Mitha sendiri yang harus mengambil alih semua pekerjaan ayahnya.
Dua hari ini Mitha kuliah siang hari sekitar jam setengah tiga sampai jam empat sore,sehingga pagi sampai siang Mitha menghabiskan waktunya untuk bekerja karena kebetulan pekerjaannya juga sedang banyak-banyaknya.
__ADS_1
Hingga saat makan siang pun Mitha tidak keluar hanya memesan secara online ,sambil tetap mengerjakan saja fikirnya.karena besok Mitha harus kuliah pagi jadi kemungkinan tidak bisa ke Pabrik ayahnya. maka diputuskan agar semua pekerjaannya selesai hari ini juga agar besok Mitha bisa kuliah dengan tenang.
Hingga jam istirahat berakhir pekerjaannya belum juga selesai,sehingga Mitha mempercepatnya agar bisa segera ke kampusnya sebelum setengah tiga.
tepat pukul 13:55 pekerjaan Mitha baru selesai setelah menghubungi Yudi dan wina,Mitha segera melajukan motornya menuju kampusnya agar tidak ketinggalan mata kuliah hari ini.
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
sampai sini dulu ya...
tunggu kelanjutannya besok akan ada pertemuan tidak di sengaja antara Mitha dan Wisnu....๐
ditunggu ya...pasti seruโ
sekali lagi author ingatin jangan lupa like komentar dan votenya ya....๐
salam manis๐๐๐
Mylla Alan
__ADS_1