Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)

Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)
Wisnu Kecelakaan dan Koma


__ADS_3

Takdir hidup manusia


tidak ada yang tahu


Semua rahasia Ilahi


Seperti saat ini


yang terjadi padaku


juga bentuk takdir


yang telah di tulis


di catatan hidupku


by: Mitha Indriani


πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯


Mitha terbangun dalam keadaan terbaring di rumah sakit, Setelah di temukan oleh bundanya Wisnu.


" bu...aku dimana...bunda...mas Wisnu mana...". Tanya Mitha saat mulai sadar dari pingsan beberapa jam yang lalu.


Setelah membuka mata dan kedua ibunya berada di hadapannya. Maka Mitha tak mampu menahan diri untuk bertanya.


" sabar sayang...kamu masih belum sehat...semua sedang di urus Agil dan Rafli kamu tenang saja". Begitu hibur sang mertua.


Rupanya saat Mitha menerima telepon, Dari Satlantas Sidoarjo. Sang bunda akan menemuinya tetapi langkahnya terhenti saat mendengar percakapan Mitha yang tidak selesai karena pingsan.


Lalu bunda Kartika yang mengambil alih telepon tersebut, Lalu menelpon Rafli asistennya Agil untuk mengurus semua.


Dan membawa Mitha ke rumah sakit, Bersama pak Di sang sopir. Lalu menghubungi keluarga yang lain, Begitu juga dengan ibunya Mitha.


Saat ini mereka telah berkumpul di rumah sakit semua, Guna menjaga Mitha dan menunggu kepindahan Wisnu dari rumah sakit umum daerah Sidoarjo ke rumah sakit umum Kota G.

__ADS_1


Setelah Tiga jam menunggu, Akhirnya Ambulance yang membawa Wisnu dari Kota Sidoarjo tiba.


Tangis haru, Karena melihat kondisi Wisnu yang memilukan. Tapi Mitha belum di beritahu, Karena takutnya Mitha belum siap. Juga karena kondisi kesehatan Mitha saat ini yang belum sehat benar.


Setelah Agil mengurus semua administrasi Wisnu, Kini Wisnu telah di masukan ke Unit gawat darurat.


Kondisinya sangat parah, Bagian kepalanya mengalami benturan dan saat ini Wisnu koma.


Keluarga tak mampu menyampaikan langsung ke Mitha, Menunggu sampai kondisi fisik dan mental Mitha kuat.


Bahkan saat Mitha bertanya dengan panik pun, Keluarganya belum mampu memberitahu karena tidak tega.


Perawat pun terpaksa menyuntikan obat penenang agar Mitha tidak histeris. Karena panik dengan kondisi sang suami.


Akhirnya Mitha kembali tertidur, Oleh obat bius yang di suntikkan oleh perawat tersebut.


Keluarga Mitha maupun Wisnu bergantian menjaga Mitha dan Wisnu, Yang saat ini terbaring tak berdaya. Terlebih kondisi Wisnu yang sangat memprihatinkan.


Tubuh Wisnu di penuhi dengan alat medis, banyak selang medis yang di pasang guna membantu proses penyembuhan Wisnu.


Siapa pun yang melihat kodisi memilukan Wisnu, Pasti tidak tega. Karena pria gagah yang baru kemarin tertawa dan ngobrol bersama mereka , Saat ini terbaring tak berdaya.


Akhirnya melihat kondisi Mitha yang sudah cukup membaik, Dan juga mentalnya sudah stabil. Mitha di perboleh kan menengok Wisnu.


" bee...banggun bee...kamu nggak sayang lagi kah sama mee...". Tangis Mitha tertahan saat melihat kondisi suaminya.


Hati istri mana yang tak pilu, Melihat kondisi suami terkasih terbaring tak berdaya. Tapi inilah pil pahit yang saat ini sedang berusaha di telan Mitha dengan susah payah.


Air mata adalah bahasa halus yang mewakili segala rasa. Kondisi Mitha yang terguncang kembali drop dan akhirnya pingsan lagi.


Tapi kali ini Mitha di baringkan di samping brankar Wisnu, Agar tetap dekat. Kurang lebih lima belas menit, Mitha kembali siuman dan mencari Wisnu lalu kembali menangis pilu.


Keluarga hanya bisa menguatkan dan memberinya nasehat hingga suasana hatinya kembali tenang.


Saat ini Mitha terisak dalam dekapan sang mertua.

__ADS_1


" bunda...mas Nunu suruh bangun bunda...nggak sayang lagikah dia sama Itha...". Kembali ratap Mitha yang menyayat hati kepada yang sang mertua.


" sabar sayang...sabar ya...Masmu akan baik-baik saja ya...bunda yakin...karena dia sangat sayang samu nak". Nasehat sang bunda sambil memeluk dan menciumi Mitha.


Sang bunda berusaha menenangkan Mitha yang kembali menangis terguguh, Karena tak sanggup melihat kondisi sang suami yang terbaring tak berdaya.


Banyak sahabat dan relasi bisnis yang bergantian datang untuk menjengguk Wisnu. Tidak terkecuali Agil dan Sari.


Dalam pelukan Sari, Mitha kembali menangis. Sari tak tega melihat kondisi sahabatnya yang saat ini sangat terpukul karena kondisi sang suami yang kecelakaan.


Sari pun tak mampu berbuat apa-apa, Hanya berusaha mentransfer energi positif sebagai bentuk dukungannya melalui pelukan hangatnya.


Saat ini kondisi Mitha sangat labil, Jangan kan berkata menangis pun tanpa suara dan hampir tanpa air mata hanya isak yang menyayat.


Matanya sembab sangat, Kesedihan ini melebihi saat dirinya dan Wisnu terpisah.


Ketakutan dan kekalutan saat ini menguasai relung hatinya, Tak mampu berfikir dengan akal sehat. Hanya bisa meneteskan air mata setiap pandangannya tertuju pada sang suami.


Selalu berada di samping sang suami adalah hal yang paling di inginkan Mitha saat ini, Tak ingin sekejap pun meninggalkannya.


Bahkan Mitha tidak selera untuk makan, Hingga menyebabkan dia sering pingsan. Karena kondisi fisiknya yang juga sangat lemah.


Hingga berulang kali juga Mitha harus di rawat, Dan di infus agar menambah cairan di tubuhnya yang melemah.


Atas saran dokter, Mitha di opname karena kondisinya sudah tidak memungkinkan. Dia sangat terpukul dan stres sehingga membuatnya tidak memperdulikan dirinya sendiri.


BERSAMBUNG


πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯


Sampai sini dulu ya...readersq


jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, koment n votenya ya...


Selamat beraktifitas dan sehat selalu.

__ADS_1


salam manis,


by :β˜† Mylla Alanβ˜†


__ADS_2