
Bila dalam hidup ini
boleh memilih aku akan
meminta pada Tuhan
jangan ada cobaan dan air mata
tapi sayangnya...
itu lah yang namanya takdir
tidak bisa seperti yang kita mau
tapi sudah di gariskan
oleh Tuhan ketentuannya.
by: Mitha Indriani
ππ§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π§π
" bee...ngapain bee disini...." Tanya Mitha.
"bee juga nggak tau mee..." Jawab Wisnu.
" ayo kita pulang bee..." Ajak Mitha.
" iya bee juga ingin pulang...tapi kepala bee sakit banget...". Keluh Wisnu.
" bee... bee nggak sayang lagi ya sama mee". Ratap Mitha.
"sayang dong mee...tapi...". Wisnu tak melanjutkan kata-katanya.
" Bila ini jalannya mee...harus ikhlaskan kepergian bee...". Sambung Wisnu lagi.
" tidak bee...tidak...mee ingin kita jaga anak ini bersama". Balas Mitha.
Namun Wisnu malah melangkah menjauh meninggalkan Mitha tanpa menghiraukannya.
" bee...bee jangan pergi...jangan tingalin mee sendirian...". Mitha menangis terguguh mengharap Wisnu kembali.
" sayang ...sayang kamu kenapa nak...kamu mimpi ya?". Tanya bunda Kartika yang kebetulan malam ini jaga bersama Mitha dan Ilham.
Mitha geragapan dan bangun, Mendapati Wisnu masih terbaring di hadapannya tanpa ada pergerakan sama sekali. Tetap sama seperti hari kemarin.
Di sapu air matanya dengan kasar, Di elus bahu sang suami dengan pandangan yang sangat memiluhkan.
" bun...kapan ya mas Nunu bangun...Itha sudah kangen banget". Aduh Mitha pada sang bunda.
" iya sayang...doa kita jangan putus ya". Hibur sang bunda.
Mitha membenamkan wajahnya dalam pelukan sang bunda, Dengan tangis yang terguguh.
Tangan lembut sang bunda, Mengelus punggung Mitha. Mencoba memahami kedukaan yang saat ini di rasakan oleh Mitha sang menantu.
**3 Bulan kemudian**
Perut Mitha makin membuncit, Kini usia kandungannya telah masuk bulan ke empat. Seharusnya saat ini acara empat bulanan, Bayi dalam kandungan Mitha.
Tetapi melihat kondisi Wisnu, Yang belum membaik. Maka tak ada acara apapun. Saat ini yang terfikir hanya kesembuhan Wisnu saja.
Tetapi sang bunda datang ke panti asuhan, Yang biasa di datangi Wisnu kesana. Bunda mengadakan pengajian dan bersedekah mengharap kesembuhan sang putra.
Semua di lakukan tanpa sepengetahuan siapa pun, Bunda berharap akan ada keajaiban untuk kesembuhan putra bungsunya.
Juga agar sang menantu dan calon cucunya selalu di beri kesehatan, Di lancarkan sampai Waktu persalinan itu tiba. Semuanya kembali lagi hanya kepadaNYA.
__ADS_1
Mitha Kembali teringat mimpinya, Rasa takut yang luar biasa menyergapnya. Takut kalau mimpinya akan jadi kenyataan. Wisnu pergi meninggalkannya seperti dalam mimpinya.
Hanya dengan shalat sunnah dua rakaat, Mitha akan merasa tenang. Apa pun yang terjadi Mitha hanya bisa berpasrah atas. kehendakNYA.
Siang ini....
Mitha menjaga Wisnu hanya dengan Ilham, Karena sang bunda sedang ada urusan di luar.
Tetapi Ilham pamit keluar, Hendak sholat ke musholah karena adzan ashar telah berkumandang. Sedangkan Mitha shalat di kamar rawat Wisnu. Lalu mencoba tidur.
Saat Mitha tertidur pulas dengan posisi kepala di kaki Wisnu, Sedangkan tangan Wisnu terjuntail turun dari ranjang tepat di atas perut Mitha yang mulai membuncit.
Tiba-tiba ada gerakan dari dalam perut, Seperti gerakan menendang. Dan itu berulang hingga kurang lebih empat kali.
Dan itu membuat jari jemari Wisnu bereaksi, Hingga menimbulkan gerakan seperti mengelitik di permukaan perut Mitha secara kaku.
Awalnya tidak ada pergerakan dari Mitha, Tapi lama kelamaan Mitha merasa ada yang mengelitik perutnya sehingga Mitha terbangun.
Alangkah terkejutnya Mitha....
Saat melihat apa yang tangkap oleh indra pengelihatannya sungguh di luar dugaannya, Berulang kali Mitha melebarkan bola matanya. Guna memastikan pengelihatannya.
Antara bingung dan bahagia Mitha hanya bisa menangis sambil membekap mulutnya sendiri dengan lima jarinya.
Lalu Mitha dengan sigap memencet bel panggilan darurat yang berada di samping ranjang rawat Wisnu.
Tidak lama kemudian, Datang perawat ke kamar rawat Wisnu dengan tergesa-gesa.
" ada apa bu... dengan pak Wisnu ". Tanya perawat tersebut.
" sus...suster saya tadi merasakan jari suami saya bergerak sus...di sini di perut saya...beneran sus...tolong...tolong priksa suami saya apakah ada perkembangan?". Jawab Mitha gugup dan penuh emosi.
Segala rasa bercampur di sana, ada kaget, ada takjub, ada bahagia juga tak percaya. Dengan apa yang baru di lihatnya dengan mata kepala sendiri bahwa jari jemari Wisnu mulai bergerak.
Setelah memeriksa keadaan Wisnu, Perawat tersebut mengecek semua peralatan medisnya. Memastikan kalau semua baik-baik saja. Tetapi karena ingin memastikan kebenaran cerita Mitha, Sang perawat pamit untuk memanggil dokter jaga hari ini.
" sebentar ya bu...saya akan menghubungi dokter agar pak Wisnu bisa di periksa kembali". Ujar sang perawat lalu meninggalkan kamar rawat Wisnu.
Bersamaan dengan keluarnya sang perawat, Ilham juga masuk dengan tatapan heran.
" ada apa mbak...kok suster tadi kelihatan panik?". Tanya Ilham heran.
__ADS_1
" dek...dek tadi jari mas Nunu gerak, disini di atas perut mbak waktu mbak tidur...terus mbak bangun dan liat baik-baik ternyata benar...jari mas Nunu memang bergerak...beneran". Cerita Mitha kembali kepada Ilham.
" susternya manggil dokter katanya...". Lanjut Mitha.
Tidak lama kemudian perawat tadi kembali bersama seorang dokter, Dr. Adi sucipto nama tag nya.
" permisi ya bu...biar kami priksa pak Wisnu dulu". Ujarnya.
Mitha dan Ilham mempersilahkan, Ilham memeluk pundak sang kakak agar tenang sembari menunggu dokter yang memerikasa kakak iparnya.
Kurang lebih sepuluh menit berlalu, Tapi dokter belum memberi keterangan apa pun pada Mitha dan Ilham.
Kecemasan yang nampak di wajah mereka tidak dapat di sembunyikan. Mereka menunggu dengan harapan yang penuh kecemasan.
Lalu dokter berbalik menghadap Mitha, Dan mengatakan bahwa Wisnu harus di tindak lebih lanjut karena mereka menemukan sesuatu tetapi belum dapat memastikan apa itu.
Jadi Wisnu akan di pindahkan kamarnya, Entah kemana saat ini hanya kekalutan yang bermain di benak Mitha.
Mitha takut hal buruk akan terjadi pada suaminya, Bila menginggat mimpinya semalam. Hingga Mitha tak mampu berfikir apapun.
Akhirnya Ilham yang mengambil alih, Untuk mengabari semua anggota keluarganya. Baik keluarga Mitha maupun keluarga Wisnu. Akan hal yang terjadi saat ini terhadap Wisnu.
Untung dunia sudah canggih dan modern, Dengan satu kali klik dapat tersambung kepada kedua keluarga. Apalagi kalau bukan Whatshap keluarga. Jadi berita lebih cepat tersampaikan.
πππππππππππππππ
Sampai sini dulu ya gaes part ini...
Author juga manusia biasa yang butuh istirahat.
Tidak lupa author selalu mohon dukungan kalian. Terutama " BARISAN PENDUKUNG SETIA MYLLA ALAN"
Untuk selalu meninggalkan jejak di akhir part dengan like, koment n juga votenya.
ok, Tidak lupa author ucapkan beribu terimakasih atas dukungan kalian selama ini.
Salam manis,
by:β**Mylla Alan**β
"
__ADS_1