Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)

Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)
Harap harap cemas


__ADS_3

Menunggu adalah hal


yang membosankan


Namun berbeda kisahnya


bila ini tentang kehidupan


orang yang sangat berarti


dalam kehidupan kita saat ini.


Tiap detik, tiap menit


sangat mendebarkan


Membuat dunia seperti


berhenti berputar sejenak


dan hanya berpusat di benakku saja.


by: Mitha Indriani


🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯🎯


Setelah mendapat persetujuan dari keluarga besar Wisnu begitu juga dengan Mitha.


Akhirnya dokter melakukan tindak lanjut, Atas respon terbaru dari tubuh Wisnu yang dari kemarin tanpa pergerakkan kini seperti ada keajaiban.


Mitha dan Ilham hanya bisa pasrah, Sambil menunggu kedatangan seluruh anggota keluarga.


Tidak lama kemudian, Bu Sri datang bersama sang paman. Lalu di susul Ayah, bunda juga Aryo dan Nilla.


Mereka menghampiri Mitha dan Ilham, Sang bunda dan ibu Mitha mengapitnya bersebelahan. Mereka menguatkan Mitha.


Duduk dengan perasaan cemas, Bukan pilihan. Tapi inilah keadaannya, Tanpa bisa memilih.


Sebagian berdiri mondar-mandir, Menunggu informasi apa yang akan di sampaikan dokter terkait perkembangan Wisnu.

__ADS_1


Tapi ini sudah lebih dari tiga puluh menit, Tapi tak satu orang pun perawat keluar dari ruangan observasi.


Setelah di menit ke empat puluh, Seorang perawat keluar dari ruangan tersebut. Dengan tergesa-gesa. Ayah Anam reflek berbalik lalu mendekat.


" sus...sus bagaimana keadaan anak saya?". Tanya ayah Anam saat melihat seorang perawat keluar.


"maaf pak saya buru-buru...biar nanti dokter saja yang menjelaskan". Jawabnya lugas.


Kembali semua anggota keluarga, Di buat cemas menunggu dokter keluar dari ruangan tersebut.


Tepat satu jam, Akhirnya dokter yang di tunggu-tunggu muncul juga. Dari balik pintu ruangan tersebut.


Sontak membuat semua buru-buru mendekat, Agar tahu perkembangan apa pada Wisnu.


" mana yang namanya mi...apakah itu istrinya?". Tanya dokter sebelum ada yang bertanya.


Mitha sontak lebih mendekat, Dan menjawab pertanyaan dari dokter.


" iya dok... saya istrinya...itu panggilannya...kepada saya". Jawab Mitha cepat.


" beberapa kali pasien mengeluarkan suara itu...meski tidak jelas tapi saat kami pastikan memang itu yang pasien katakan". Jelas dokter tersebut.


" Syukur alhamdulillah...pergerakan dari perut ibu...membawa keajaiban". Lanjut sang dokter.


" teruslah berinteraksi...terutama dengan sang bayi...selalu ajak bicara...akan kita lihat perkembangannya lagi beberapa hari kedepan". Pungkas sang dokter lalu berpamitan.


Tidak lama pintu terbuka lagi, Nampak Wisnu terbaring di atas brangkar lalu di dorong oleh beberapa perawat.


Wisnu akan di pindah kamar rawat, Yang lebih luas dan lengkap. Beberapa alat medis telah di lepas. Tinggal beberapa alat yang penting saja.


Seluruh keluarga mengikuti. Tapi belum boleh masuk semua. Karena Semua keperluan Wisnu masih di atur oleh para perawat yang bertugas.


Ruangan VIP, Menjadi pilihan dengan kamar mandi sendiri di dalam. Sehingga memudahkan segala hal.


Harapan sembuh besar, Sehingga keluarga sangat antusias. Apalagi Mitha, Ia berharap doa doanya di jawab tuhan. Dan mimpinya merupakan kebalikan dari kenyataan.


Karena mimpi merupakan bunga tidur bisa dengan berbagai penafsiran. Yang hadir sebagai suatu lambang. Akan suatu kejadian atau sebaliknya. Tetapi hakekatnya kepastian hanya milik Allah SWT.


Karena apapun yang terjadi pada kita, Sejatinya telah di tuliskan di Lahuful Mahfudz pada takdir hidup kita. Jauh sebelum langit dan bumi di ciptakan.

__ADS_1


Kita sebagai manusia hanya memerankan peran kita, Sesuai skenario yang telah di tuliskan allah buat kita. Sejak zaman azali.


Entah itu menyenangkan atau menyakitkan, Kita hanya bisa menjalani. Sudah ada yang maha mengatur, Dialah allah AlQaadir sang maha menentukan, Maha menyeimbangkan.


Seperti bunyi surrah alfurqan ayat 2:


" yang kepunyaanNYA lah kerajaan langit dan bumi dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNYA dalam kekuasaanNYA dan Dia telah menciptakan segala sesuatu dan Dia menetapkan ukuran-ukuran dengan serapi-rapinya". (Al-Furqan:2)


Dan Mitha yakin, Duka dan kesedihan ini tidak akan lama. Semua akan segera berakhir. Karena kekuatan cinta mereka akan membawa Wisnu kembali kepadanya.


Dengan berbekal keyakinan tersebut, Mitha semakin bersemangat membantu proses menuju sadarnya Wisnu dari koma ini.


Buah cinta mereka adalah bukti keajaiban tersebut, Karena buah cinta mereka lah Wisnu menunjukkan respon positif.


Mitha yakin, Bila allah telah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin. Karena allah maha menentukan segala sesuatu di muka bumi ini.


Begitu pula dengan kesembuhan Wisnu, Ada pengharapan besar disana. Karena Wisnu sudah bisa merespon gerakan dari dalam perut Mitha.


Juga meski belum sadar betul, Wisnu masih menginggat panggilan kesayangan untuknya. Panggilan yang di buat setelah malam pertama.


Berarti kehadiran Mitha dalam hidup Wisnu, Sangat membekas sehingga dalam kondisi koma pun masih ada memori yang aktif.


Semua hal yang telah mereka lalui, Kemungkinan besar sangat membekas di ingatan Wisnu. Itu sebabnya proses menuju sadar mulai terlihat.


Kedepannya Mitha, Berharap akan ada keajaiban yang lebih besar lagi dengan interaksi Wisnu dan calon anak mereka.


Tak lupa doa selalu di panjatkan Mitha, Di tiap kesedihan mulai menguasai hatinya. Karena hanya dengan doa saat ini keajaiban akan terus terjadi pada Wisnu.


" bee...bee harus bangun dan sembuh ini demi anak kita...dia butuh bee bee nya...". Ucap Mitha di antara banyaknya kata tiap harinya, Untuk membawa Wisnu sadar kembali dari koma.


πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—πŸŽ—


Sampai sini dulu ya part ini...


untuk part selanjutnya agak siang atau sorean ya...


kembali author ingatkan jangan lupa...tinggalkan jejak dengan like, komen n vote ya...


ok, Met beraktifitas.

__ADS_1


Salam manis,


by : β˜†Mylla Alanβ˜†


__ADS_2