Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)

Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)
Kembalinya Wisnu


__ADS_3

Syukur...syukur...dan syukur


rasa dan hal itulah


yang saat ini selalu


aku panjatkan...


Tiada kebahagian yang hakiki


selain dapat bersamanya


tuhan...berih aku waktu sebentar saja


untuk selalu ada di sisinya.


by: Mitha Indriani


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Mitha tak mampu menahan derasnya air mata yang terus mengalir di pipinya. Mitha menangis dalam bahagia.


Di atas tubuh Wisnu, Mitha menumpahkan air matanya. Hal itu membuat Aryo yang tertidur di samping ranjang rawat Wisnu terbangun..


Antara heran dan bahagia, Aryo memandang kedua sejoli di hadapannya yang sedang mengurai rindu karena. perpisahan yang panjang.


" dek...dek ...kamu sudah sadar...tha...kmu kenapa menangis dek?...". Tanya Aryo yang masih binggung.


"mas...mas Aryo...liat mas wisnu udah sadar...dia sudah ingat sama itha...mas". Jelas Mitha.


" iya dek...nunu nggak bakalan lupain kamu...kan dia sayang banget sama kamu dek...iya nggak nu?". Jawab Aryo.


" iya dong mas...incesku...selamanya akan aku sayangi". Ucap Wisnu lirih sambil mengecup kening Mitha.


" iih...demen banget sih manggil gitu....malu ah...itu kan waktu kecil". Ucap Mitha sambil memonyongkan bibirnya tanda tak terimah.


Lalu di sambut tawa oleh Aryo dan Wisnu, Sontak membuat malam jadi gaduh. Dan membuat Nila terbangun.


"ada apa mas...udah subuh ya...atau udah siang...kok seru banget". Tanya Nila heran dengan mata yang menyipit karena silau.


" belum kok sayang...bentar lagi subuhnya...sini sayang...liat adik kesayanganmu sudah sadar ni". Sahut Aryo.


" oh iya...beneran dek...kamu sudah sadar?". Tanya Nila lagi sambil mendekat kesamping Aryo suaminya


" iya mbak....alhamdulillah ini berkat doa kalian...akhirnya aku selamat". Jawab Wisnu tetap dengan nada yang lirih karena belum bertenaga.


" iya...tapi itu istrimu yang paling berjuang keras siang malam...ingin kamu sembuh...sampai sampai tidak perduli dengan kondisinya sendiri yg sedang isi...upsh!". Celetuk Nila keceplosan tentang kondisi Mitha saat ini sambil membungkam sendiri mulutnya dengan jari jarinya yang lentik.


" apa isi? maksudnya? kamu hamil mee?". Tanya Wisnu dengan mimik wajah binggung.


Mitha beringsut dari dekapan Wisnu, Lalu membuka mukenah yang sedari tadi di pakainya untuk memeperlihatkan perutnya yang buncit karena hamil 5 bulan, Tanpa berkata apa apa.


Wisnu kembali membentangkan tangannya, Meminta Mitha istrinya untuk masuk dalam dekapannya. Dan saling meluapkan berjuta rasa bahagia yang tidak terkira.


Mitha pun menyambut dengan suka cita, Pelukan terhangat penuh cinta yang telah lama di rindukannya.Pelukan siapa lagi kalau bukan dari sang suami tercinta.


Aryo pun terbawa suasana sehingga diapun reflek, Memeluk Nila istrinya. Karena dia pun merasakan betapa bahagianya kedua adiknya itu kini.


Dan Nila pun tak menolak, Dengan senang hati dan senyum manis. Nila membalas pelukan dari sang suami dengan penuh cinta pula.


Betapa indahnya dunia, Bila selalu di penuhi dengan cinta. Cinta yang halal tentunya. Cinta yang telah sah di mata agama juga di mata negara. Sehingga tidak menimbulkan fitnah.

__ADS_1


Rasa syukur yang tiada terkira terus mengema di hati Mitha, betapa tidak bahagia, penantiannya siang malam akhirnya terjawab dengan kesembuhan Wisnu sang suami.


Tidak lama kemudian terdengar suara adzan dari musolah rumah sakit. Wisnu ingin menunaikan shalat sehingga Mitha membantu menyiapkannya.


Aryo mengimami sholat subuh tersebut, Tetapi Wisnu masih lemah sehingga harus sholat di atas kursi roda. Sedangkan Nila dan Mitha di shaf perempuan di belakang mereka.


Selesai menunaikan shalat subuh, Mereka d**arus bersama. Seperti permintaan Wisnu. Bergantian membaca alquran berempat sampai selesai.




***Kepulangan Wisnu Dari Rumah Sakit***



Tubuh Wisnu sudah sehat, Sehingga setelah melalui beberapa tes pemeriksaan akhirnya Wisnu di perbolehkan pulang oleh dokter yang menanganinya.



Kepulangan Wisnu telah sampaikan Aryo pada keluarga besar mereka, Sehingga penyambutan pun telah di persiapkan buat Wisnu.



Setelah Aryo menyelesaikan administrasi rawat Wisnu, Akhirnya Wisnu di perbolehkan pulang. Dengan catatan akan selalu kontrol untuk kemajuan kesembuhannya.



Mereka pun pulang dengan mobil yang di kendarai Aryo, Dan Nila pun menemani disampingnya. Wisnu dan Mitha duduk di kursi penumpang bagian belakang.




Kini mobil yang di kemudikan Aryo, Telah memasuki area perumahan mewah. Yang jadi tempat tinggal Mitha dan Wisnu saat ini. Di kawasan perumahan GKB.



Kini mobil telah memasuki pekarangan rumah Wisnu dan Mitha. Nampak semua anggota keluarga tengah menyambut kepulangan Wisnu di muka pintu.



Wisnu turun dari mobil dan di naikkan ke kursi roda dengan bantuan beberapa orang laki-laki termasuk Ilham dan Agil. Lalu kursi roda di dorong masuk oleh Ilham dan Mitha mengiringi dari samping.



Sesampai di pintu Wisnu di sambut tangis haru sang bunda, Betapa bahagianya wanita yang telah melahirkannya kedunia ini menyambutnya.



Sang bunda seakan mendapatkan karunia yang luar biasa, Dari sang maha kuasa atas kesembuhan sang putra bungsunya.



Di ciumi Wisnu dengan penuh kasih sayang, Seakan baru melihat putra kecilnya kembali dari bermain yang jauh. Sehingga baru bertemu.



Lalu Sang ibu mertua yang juga tidak kalah bahagianya, Dalam menyambut kepulangan Wisnu dari rumah sakit.


__ADS_1


Begitu juga sang ayah dan keluarga yang lain, Berbeda dengan penyambutan dari Idham yang lain dari pada yang lain.



" mas...tau nggak? idham kangen banget sama mas...idham takut mas nggak balik lagi seperti ayah...idham...sedih mas...tapi sekarang idham bahagia banget...mas nggak jadi tinggalin idham...janji ya mas...?". Sambil menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Wisnu dan Wisnu menyambutnya.



Diiringi gelak tawa semua anggota keluarga mereka, Wisnu hanya bisa tersenyum karena seluruh tubuhnya masih sakit.



Lalu Ilham kembali mendorong perlahan kursi roda Wisnu, Untuk masuk kedalam rumah yang telah lama ia tinggalkan beberapa bulan ini. Di iringi seluruh anggota keluarga dan sahabatnya.



Wisnu mengedarkan pandangan, Keseluruh penjuru ruangan. Yang merupakan hadiah pernikahannya untuk Mitha istrinya.



Terukir senyum setiap melihat sudut yang ada kenangan dengan Mitha, Kenangan yang tak terlupakan. Rumah mereka merupakan saksi setelah halal akan cinta mereka.



Ruang tamu yang selalu jadi tempat kejar-kejaran, Begitu juga bantal-bantal kecil di atas sofa yang tidak luput jadi korban lempar-lemparan mereka di kala bercanda.



Dapur yang menjadi saksi keusilan Wisnu, Saat Mitha sedang memasak. Begitu juga dengan meja makan, Dimana disana banyak kisah yang dilalui penuh cinta.



Hampir seluruh sudut rumah mereka, Adalah saksi keromantisan mereka dalam menjalani rumah tangga mereka. Yang penuh cinta kasih.



Wisnu hanyut dalam lamunan panjang seorang diri, Dalam mengenang banyak hal yang telah mereka lalui selama menjadi pasangan suami istri.



❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀



Sampai sini dulu ya part ini...



Besok kita lanjut lagi ya...



Tapi jangan lupa like, komen n votenya ya...



Salam manis,



by : β˜† Mylla Alanβ˜†

__ADS_1


__ADS_2