Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)

Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)
Pindah kerumah baru


__ADS_3

awal melihatmu tersenyum


aku jatuh cinta


makin kesini


setiap melihatmu


tersenyum bahkan tertawa


membuatku makin jatuh cinta


maka jangan ada air mata


karena air matamu lukaku.


by: Wisnu Nugroho Wibisono


πŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”ΉπŸ”Ή


Pagi di rumah orang tua Wisnu.


Setelah shalat subuh tadi Wisnu, Arya(kakak Wisnu) dan Anam Wibisono (sang ayah), pergi joging di taman kompleks.


Sedangkan Bunda Kartika,Nila (istri Arya), juga Mitha telah berada di dapur menyiapkan sarapan untuk suami-suami mereka. Di bantu oleh bik min asisten rumah tangga bunda Kartika.


Setelah keluarga dari makassar pulang kemarin.


"udah siap semua yang di bawah tha...". Tanya bunda Kartika pada Mitha di sela kegiatan memasak mereka.


"insyaallah...sudah bun". Jawab Mitha.


"kok gk disini aja sih dek...kan mbk sama mas Arya gk di sini...kasihan bunda sama ayah dek...sepi". Ucap Nila.


"maunya bunda juga begitu nil...tapi kamu tau sendiri adekmu si nunu...kalau sudah punya kemauan nggak bisa di larang". Ujar Bunda.


"kan dekat mbak...nanti aku sama mas nunu akan sering nengokin ayah sama bunda...kalau nggak sekali-kali bunda sama ayah yang menginap di sana gk papakan...iya bun". Jelas Mitha menenangkan.


Beberapah menit kemudian ketiga laki-laki di rumah ini pulang. Wisnu lebih duluh sampai dan merebakan dirinya di sofa gazebo samping. Lalu Mitha nenghampiri Suaminya sambil membawakan air putih hangat.


" udah mulai hafal ya...kebiasaan bee...?". goda Wisnu sambil meberimah gelas dari tangan Mitha.


"apa sih bee...". Elak Mitha dengan wajah merona.


"ih...masih juga malu-malu sih mee...".


"gk usah malu sama suami sendiri juga..."


Kembali Wisnu mengoda Mitha. Membuat Mitha makin malu. Lalu meninggalkan Wisnu yang masih senyum-senyum sendiri sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mitha kembali ke kamar alih-alih menyembunyikan malu. Sesampai di kamar Mitha mengumpulkan semua barang yang akan di bawa.


Sementara di lantai bawah Wisnu sedang menerima tamu, Saat Mitha turun. Rupanya mereka kedatangan pengacara cantik siapa lagi kalau bukan Laely Mahmudah.

__ADS_1


"hai elly...apakabar? ada angin apa yang membawa kamu kemari?". Sapa Mitha setelah tahu siapa tamu tersebut.


"hai tha...kabar aku baik. aku kemari karena ada urusan dengan pak Wisnu. beliau klien aku...kamu sendiri?". Jawab Laely Mahmudah sembari balik bertanya.


"rupanya kalian sudah saling kenal?...oh iya sayang ini pengacara kita yang baru mengantikan ayahnya yang pensiun. oh iya...bu Elly ini Mitha istri saya...". Jelas Wisnu.


"oh...ternyata anda suami teman saya Mitha...".Tanya Laely Mahmudah terkejut.


"bee...Elly ini juga pengacara ayah." ujar Mitha.


Lalu mereka kembali sibuk seperti sedang mengurus sesuatu. Sedang Mitha pamit ke dapur untuk membuat minuman untuk tamunya. Dan kembali menyajikannya.


" sayang...bu Elly kemari untuk memberikan surat Rumah beseta tanah kita yang akan kita tempati nanti...ini suratnya coba lihat...".Ujar Wisnu dengan mengulurkan map berwarna biru.


"oh ya...bu Elly malam minggu besok bisa kan datang untuk selamatan rumah baru kami...iya sayang". Undang Wisnu sambil berbalik lagi ke Mitha agar menyetujui undangannya. Yang di jawab anggukan mantap Mitha.


" baiklah saya terimah undangannya dengan senang hati...tapi tolong jangan panggil saya bu kita kan teman...".Jawab Laely Mahmudah.


Lalu sang pengacara cantik pamit undur diri. Untuk kembali kekantornya. Dan berjanji malam minggu nanti ia akan datang memenuhi undangan mereka.


Wisnu pamit mandi dan meminta Mitha menunggu. Sambil menunggu yang lain juga Mitha mengatur meja makan.


Setelah Menunggu Wisnu selesai mandi. Mereka sarapan bersama. Bunda melayani makan ayah. Mbak Nila melayani makan mas Aryo. Sedangkan Mitha melayani Wisnu. Lalu mereka menyantap semua aneka makanan yang sudah di masak.


Kini tiba saatnya berangkat. Wisnu dan Mitha menggunakan mobil sendiri, Sedangkan Ayah dan bunda, semobil dengan mas Aryo dan mbk Nila.


Sementara di bu Sri juga akan menyusul dengan Idham yang di antar oleh Ilham.


Begitu juga om Zali dan tante Zulia beserta anak-anaknya akan menyusul kesana.



Kira-kira begini rumah yang di persembahkan Wisnu untuk Mitha istrinya.


Tidak lama kemudian di susul mobil om zali dan Ilham, Juga sampai. Mereka turun dari mobil. Saling bertegur sapa dan salaman.


Kini mereka masuk kedalam rumah baru tersebut. Mitha yang sejak tadi diam tanpa bisa berkata-kata karena saking takjubnya dengan semua yang di lihatnya.


Berbeda dengan yang lain, Karena semua sudah pernah melihat jadi biasa aja. Rumah ini memang di beli dan di renovasi tanpa sepengetahuan Mitha. Tujuannya sebagai surprise. Kini tiba di ruang tamu.



Inilah ruangnya, Tidak terlalu besar tapi nyaman. Lalu mereka beralih ke kamar tidur. Melewati ruang keluarga dan melalui tangga nan elegan.



Menuju ke kamar utama mereka. Setiba di sana Mitha lebih takjub lagi. Ruangannya tidak terlalu luas, Dekorasi kamar seperti yang di inginkan Mitha.



Kombinasi warna biru muda putih dan abu-abu mewarnai isi kamar. Lebih luas sedikit dari kamar Mitha dirumah orang tuanya. Juga ranjangnya lebih besar karena ukuran dua orang.


"maaf kalau masih bagus kamar mee di rumah sana...tapi bee tau mee suka warna biru tua dan abu-abu...gimana udah sesuai belum?". Tanya Wisnu senang.

__ADS_1


" bee...ini luar biasa...gimana bee bisa tau semua kesukaan mee...". Tanya Mitha dengan mata berbinar sambil berjalan menyentuh ujung bedcover.


"bukan cuma nama mee yang ada di hati bee...tapi semua tentang mee...adalah kesukaan bee...jadi bee wajib tau". Ucap Wisnu bangga.


Mitha mendekat dan menghambur diri memeluk Wisnu dengan segenap perasaan.


"thank ya bee...bee memang the best...mee love you bee...". Dengan tangis yang tak bisa di tahan.


" oh ya...love you to mee.... maka izinkan bee membahagiakanmu". Dengan menghapus air mata di pipi istrinya.


" udah yuk...kita ke tempat lain". Ajak Wisnu agar Mitha tidak terus-terusan sedi.


Kini mereka berkeliling ke taman mini samping rumah yang nampak asri.



"gimana suka gk...". Tanya Wisnu setiba di taman kecil samping rumah dengan kolam ikan dan terdapat ayunan disana. Agar saat bersantai mereka bisa nyaman meski hanya di rumah.


Sekarang mereka menuju dapur. Tempatnya tidak terlalu luas tapi cukup menyenangkan saat bisa berkreasi dengan resep-resep yang baru di coba. Sesuai dengan Mitha yang hobby memasak.



Lengkap dengan oven dan lemari pendingin dua pintu seperti lemari pakaian. Suasana yang nyaman akan membuat Mitha beta di dapur.


Lalu keduanya kembali ke ruang keluarga berkumpul dengan yang lain. Kebetulan hari ini mereka berkumpul dan membawa banyak makanan. Nampak Wajah bu Sri dan bunda Kartika yang selalu di hiasi tawa.


Semua keluarga bahagia seperti bahagianya pasangan pengantin baru Mitha dan Wisnu.


Rumah Mitha dan Wisnu ramai karena kedua putri om zali yang berlarian bermain bersama Idham. Juga suara tawa mereka semua ketika ada candaan yang lucu. Mereka hanya berhenti saat waktu shalat lalu keseruan akan di mulai lagi.


Mereka seperti sedang piknik di rumah baru Mitha dan Wisnu. Semua nampak bahagia begitu juga Mitha dan Wisnu. Indahnya berkumpul. Tetapi ada perih di sudut hati Mitha, Karena tanpa sang Ayah. Tak ayal air mata Mitha lolos tanpa bisa di tahan. Dan itu tak luput dari pandangan Wisnu.


"ada apa lagi sayang...kok sedih?". Tanya Wisnu setengah berbisik.


Dan Mitha buru-buru menghapus air matanya.


"nggak kok bee...mee hanya ingat ayah yono...apa beliau liat ya kebahagian kita?". elak Mitha.


"insyaallah...beliau juga bahagia...karena bee sudah janji sama ayah sebelum ayah meninggal akan membahagiakan anak perempuannya satu-satunya ini...". Hibur Wisnu sambil ikut menghapus sisa air mata di pipi istrinya.


Setelah asar,Semua keluarga pulang kerumah masing-masing. Tentu dengan di awali drama air mata dulu sebelum berpisah. Terutama bunda dan bu Sri, Kedua orang tua perempuan ini tak rela anak mereka hidup mandiri. Karena masih ingin tinggal bersama.


Mobil yang terparkir depan rumah Mitha dan Wisnu, Satu persatu meninggalkan mereka dengan lambaian tangan.


🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬🍬


Sampai sini dulu ya...


jangan lupa like,koment n votenya selesai kalian membaca.


ok selamat beraktifitas


salam manis,

__ADS_1


by: Mylla Alan.


__ADS_2