Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)

Kisah Cinta Mitha ( Luka Tak Berdarah)
Wisnu menagih janji


__ADS_3

Ujian Nasional sudah di depan mata.segala persiapan di lakukan untuk menunjang semua. termasuk Mitha dan Sari Meskipun mereka tidak pernah keluar dari kelas unggulan tetapi mereka harus tetap punya persiapan untuk semua itu.


Tetapi buat Mitha bukan ujiannya atau kelulusan yang sedang menggangu fikirannya melainkan janjinya pada wisnu untuk menemui Bunda nya.


" kamu kenapa tha...kok murung...apa yang kamu fikirin" tanya Sari mengejutkan Mitha yang mulai datang melamun terus.


"Mitha... dipanggil kok diem aja sih" karena tidak mendapatkan respon Sari memanggil lagi dengan suara sedikit berteriak sambil menguncang lengan Mitha.


" eh...i..iya apa sar..." jawab Mitha gelagapan.


" ah...benerkan kamu nggak dengar apa yang aku bilang" jawab Sari sewota selera bicara.


" kamu kenapa tha..." tanya Sari lagi kali ini dengan suara yang lembut.


" aku takut...dilema itu tiba tiba muncul lagi." keluh Mitha lemas.


"tha...jangan putus asah...jangan semua difikirkan secara bersamaan...kasihani otakmu.." nasehat Sari.


Dan banyak lagi panjang kali lebar nasehat Sari agar Mitha bisa lebih fokus sama ujian saya bukan yang lain. akhirnya Mitha paham sekeras apapun dia memikirkannya belum tentu sama kenyataannya.


Ujian pun dimulai suasana tenang senyap tanpa suara hingga Ujian hari ini selesai.tak ada yang berani bersuara pasalnya pengawasnya bukan guru mereka.


Satu mata pelajaran berdurasi kurang lebih 120 menit dengan soal yang lumayan berat.


Tapi Mitha mampu menyelesaikan duluan.lalu disusul dua temannya baru Sari


Begitu juga hari terakhir ini kembali Mitha yang menyelesaikan ulangannya lebih dulu.lalu di susul oleh sari.


Siang ini wisnu menjemput Mitha,tetapi tidak sendiri melainkan bersama Agil.sehingga mereka pun mengajak Sari ikut serta karena rencananya mereka akan menghabiskan malam minggu ini di cafe cinta dengan menghibur pengunjung.


" hai mas...hai kak Agil...udah lama nunggunya" sapa Mitha lalu duduk di bangku depan samping wisnu.


" hai kak wisnu...hai kak " sapa Sari sesaat Setelah duduk di samping Agil sambil tersenyum pada Agil.


" hemm..." jawab wisnu.

__ADS_1


" hai tha... hai sayang...gimana ujian kalian ..." balas Agil.


"lumayan ... melelahkan" jawab Sari melepas kelelahannya.


" mas kenapa... jawab nya kok cuma hemm..." tanya Mitha.


"gk papa... cuma lagi menunggu janji seseorang" jawab wisnu berusaha menginggatkan Mitha. tetapi Mitha nggak


" ngeh" malah salah faham.


"maksud mdi has apa...mas lagi janjian sama cewek lain...kenapa malah ngajak aku" tanya Mitha kesal.wisnu hanya menggangkat kedua bahunya lalu menghembuskan nafas kasar.


" mas...mas wisnu..." suara Mitha meninggih Setelah panggil wisnu tapi tidak di hiraukan.tiba-tiba Mitha meradang.


" stop...aku bilang stop mas" perintah Mitha yang langsung di respon oleh wisnu dengan menghentikan mobilnya secara mendadak.


saat Mitha hendak keluar Agil mencegah.


" Mitha... tunggu tolong kita bahas nanti saja setelah sampai ini tidak seperti yang kamu fikirkan.dan kamu wisnu tlg jangan aneh aneh" Agil berusaha menengahi lalu menyuruh wisnu melanjutkan perjalanan.sedang sari mengusap usap pundak Mitha menenangkan.


Sesampainya di cafe Mitha sebenarnya enggan turun tapi sari membujuknya.kemudian mereka masuk tapi wajah keduanya masam.


"kak anterin aku ke belakang ya keruang ganti tungguin..." pinta Sari sambil memberi kode agar keduanya bisa leluasa bicara.


"maafin mas sayang...nggak ada maksud buat kamu marah dan kesal" ujar wisnu sambil memegang tangan Mitha karena sesak di dadanya dan matanya mulai memerah menahan tangis.


Mitha iba melihatnya.ada kejujuran di mata wisnu. ada gundah di air matanya.


Mitha mulai sadar siapa yang sedang di tunggu janjinya.Mitha merasa bersalah karena sudah salah paham pada wisnu.


Diatas panggung Sari mulai memainkan keyboard dengan irama musik yang tidak asing buat Mitha. lalu Mitha pamit ke kamar mandi pada wisnu.untuk ganti baju karena Mitha berencana naik ke atas panggung untuk menyumbang lagu mengutarakan isi hati.


Kini Mitha sudah berada di atas panggung dan mengatur stand mic berdiri lalu memegang gitar tapi tidak bernyanyi melainkan baca puisi:


wahai tuan,

__ADS_1


yang pernah ku titipkan


kepingan hati ini


saat ini kepingan itu...


sedang rapuh


adakah tongkat untuk menguatkan


adakah pundak untuk bersandar


adakah ruang untuk berkeluh kesah


maaf...aku dilema


tak berdaya oleh rasa


ampuni aku yang membuatmu gelisah


maafkan aku yang lemah.


Gemuru tepuk tangan terdengar membahana di seisi ruangan.dilanjut lagu bimbang dari melly goeslow.selesai itu Mitha kembali menemui wisnu yang sedang bersama Agil.


" besok kita temui bunda mas....aq udah putuskan." kata Mitha sesaat setelah duduk di samping wisnu.


"serius dek..." tanya wisnu dengan mata berbinar rasa tak percaya.tapi Mitha hanya menjawab dengan anggukan dan pejaman mata sambil tersenyum


-------------------------


hai...hai...


jadi kangen lama nggak menyapa


maaf ya readesku tersayang lama nggak up soalnya aithor lagi sakit.

__ADS_1


salam manis selalu,


by:Mylla Alan


__ADS_2