
Membahagiakanmu
adalah tujuanku
maka jangan ada
air mata disana
selain air mata bahagia
by : Wisnu Nugroho Wibisono
ππππππππππππππ
#Hari ini wisnu yang cerita
Setiap bangun tidur yang ingin ku lihat pertama adalah wajah kekasih halalku. Siapa lagi kalau bukan istriku tercinta.
"pagi...mee nya bee yang cantik...bak humairanya rasulullah...". Sapaku dengan suara khas bangun tidur.
Malam ini kami tidak syuting di ranjang karena kemarin aku liat dia capek banget.
Semalam aku juga menyempatkan mengaji melanjut bacaan yang tertunda.
Aku ingin rumahku di liputi keteduan ayat-ayat suci Alquran. Lalu lanjut shalat tahajud setelah tertidur sebentar Dan tadi sesudah subuh kami berdua tertidur karena ngantuk yang tak tertahan juga badan yang terasa pegal sekali.
Yang aku heran tumben istriku belum bangun. Apa dia sakit,tapi keningnya tidak panas. Tapi kenapa sapaku tidak di jawab. Ku guncang-guncang lembut.
"mee...bangun...mee kamu sakit sayang...".
"ehmm...gk bee...cuma ngantuk banget".
"tumben...biasanya gk suka tidur pagi".
"aku capek banget bee...maaf ya...bee lapar ya".
" gk...cuma bee khawatir aja...takut kalau mee sakit".
Tanpa menjawab ia berusaha bangun. Setelah mengikat rambutnya yang panjang ia menuju kamar mandi.
Setelah beberapa saat ia keluar, leher jenjangnya putih sungguh mengoda. Aku tak bisa mengalihkan pandanganku.
"kenapa ngeliatinnya ampe begitu si bee..."
"gk kok...cuma memandang" elakku karena ketahuan.
"sama aja bee...". Jawabnya sambil mencebik bibirnya. Makin mengoda.
Setelah memakai hijab rumahannya ia keluar dari kamar menuju dapur. Aku yang di tinggal sendirian pun menyusul tetapi terlebih dulu aku mencuci muka agar segar.
Ku lihat dia mulai sibuk mengeluarkan isi kulkas dan memulai aksi memasaknya. Aku memeluknya dari belakang mencium aroma tubuhnya.
"bee...ngagetin aja sih...jangan ganggu entar tambah lama masaknya".
"kok nganggu si...mau di bantuin gk".
__ADS_1
"gk usah bee...duduk di meja makan aja...itu ada susu coklat anget di minum ya...".
"makasih mee cantik...". Sambil ku cubit pipinya karena gemes.
Aku duduk dan menyesap susu coklat hangat buatan istriku. Sambil terus memperhatikan dia memasak. Kenapa aku jadi semakin jatuh cinta.
"yang...kita ke cafe nanti setelah dari supermarket kita ya...".
" boleh...lama gk sing song...".
"baru mau ku bilang...kita undang anak-anak yang lain yuk...".
"boleh kalau mereka gk sibuk...".
"biar bee...yang hubungi mereka sekarang".
Aku bergegas ke kamar untuk mengambil hp. Lalu menghubungi Agil dan Ikhsan juga mas Aryo karena kebetulan mereka belum kembali sampai acara syukuran rumah baruku.
Aku kembali duduk dan mengambil gambar istriku yang sedang memasak. Kelihatannya sexi di mataku. Dia tidak cuma cantik, jago nyanyi juga pintar masak . Beruntung banget aku jadi suaminya.
Setelah selesai dia menghidangkan masakannya di meja makan. Aku membantunya menyiapkan air minum.
Kami mulai makan,aku baru tahu istriku pintar masak.
" maaf bee...cuma makan nasgor karena mau cepat...jangan lupa baca doa ya"
"hemm...ini beda nasgornya...boleh bagi resep ya...entar buat cafe cinta..."
"ini enak sayang...pakai resep ibu atau resep mee sendiri?". Sambil meminum air putihku.
"itu resep aku sendiri bee...aku suka bikin makan sendiri kalau lagi gk ada ibu di rumah...praktis dan cepat".
"oh iya mee...bentar ada yang akan bantuin kita dirumah.Dia adik bi mirna yang kerja di rumah bunda...dulu dia sering gantiin bi mirna...nanti dia datang sama suaminya. Jadi kita tidak sendiri di rumah ini...biar gk sepi ya...".
"kenapa pakai ada yang bantuin...bee gk percaya mee bisa urus rumah". Dengan wajah cemberut.
"bukan gitu sayang...bee cuma ingin mee lebih fokus sama bee...kita kan mau utus bisnis dan juga bee pengen mee cepet hamil...biar rumah ini ramai sama suara anak-anak...gimana". Sambil ku kedipkan sebelah mataku untuk mengodanya.
"ih...bee genit. oh begitu ya udah terserah bee aja deh mee...mah ikut aja".
Dia bangkit dan membereskan piring bekas kami makan. Dan membawanya ke dapur untuk di cuci. Aku membantunya membereskan meja makan.
Tidak lama kemudian bel rumah kami bunyi. Pertanda ada tamu.
"biar bee yang buka sayang...".
Aku pun menuju pintu. Dan membukanya.
"assalamualaikum mas nunu...".Sapa bi Marni di depan pintu bersama seorang pria di sampingnya.
"waalaikumsalam bi Marni...mari masuk". Balasku ramah karena bi Marni juga sudah akrab dengan ku dan mas Aryo sejak kecil jadi dia sering memangilku nunu dan mas aryo itu yoyo.
"silakan duduk bi...sebentar aku panggilkan istriku". Sambutku.
__ADS_1
" yang...sini dulu ini bi Marninya udah nyampek".
" iya bee...". Istriku menghampiri kami dengan senyuman khasnya kepada siapa pun.
"wah...istri mas nunu cantik ya...maaf mas kemarin bibi gk dateng ke nikahan mas nunu soalnya anak bibi yang tua melahirkan".
"iya bi gk papa...ini istri aku namanya Mitha...mee ini yang namanya bi Marni adiknya bi Mirna".
"saya Mitha bi...mudahan beta ya disini". Sambut istriku ramah.
"iya mbak Mitha saya bi marni...ini suami saya pak Samiadi panggil saja pak Di...". Jawab bi Marni sambil memperkenalkan suaminya. Aku langsung menjabat tangannya. Sedang istriku hanya menangkupkan tangannya di dada.
"aku Wisnu pak Di...mudahan kerasan tinggal disini ya...anggap aja rumah sendiri...jangan sungkan". Sambutku.
"terimakasih mas Wisnu...ternyata benar cerita istri saya sama mbak yu mirna...sampean itu orangnya ramah...blater kata orang jawa ya...gk membedakan orang". Balasnya.
" ah...pak di bisa aja...gk usah begitu...bi Mirna dan bi Marni sudah lama ikut bunda jadi kami sudah akrab seperti keluarga jadi karena pak di suami dari bi marni ya sama aja pak Di...".
" sekarang bi Marni sama pak Di...sebaiknya istirahat dulu...marih saya tunjukkan kamar bibi dan pak Di". Ajakku.
"itu kamar bibi yang disana ya...".
"oh ya bi...hari ini istri baru masak nasi goreng untuk sarapan baiknya bibi sama pak Di sarapan dulu...untuk nanti siang kalau mau masak untuk berdua saja ya kami mau keluar...untuk bahannya ada di kulkas...".
"iya mas...makasih bibi beres-beres kamar dulu aja..."
"ya sudah kami ke kamar dulu ya...".
Aku dan istriku kembali ke kamar. Kami akan menyambangi supermarket kami yang ada di jalan Merdeka.
Istriku mandi duluan. Aku menunggu sambil mengabari Manager disana prihal kedatangan kami meskipun tadi malam aku sudah mengabarinya.
Kini istriku sudah selesai mandi. Keluar dari kamar mandi mengenakan handuk kimono dengan handuk yang di gelung di atas kepala. Khas cewek-cewek selesai mandi.
Aku memeluknya dari belakang mencium aroma sabun dari tubuhnya. Seperti anak kucing yang sedang bermanja dengan induknya.
" bee...udah siang ni...entar kita masih harus ke supermarket dulu baru ke cafe...kasihan mereka entar nungguin...". Keluhnya kalau aku membuatnya kesal.
"iya mee...ini juga mau mandi...cuma ada hambatan dikit...jadi mampir deh". Elakku kalau dia mulai ngomel.
"ngeles terus...udah sana mandi gi...".
" iya bu bos...siap laksanakan." Lalu aku berlari ke kamar mandi.
ππππππππππππππ
Sampai sini dulu ya...
buat yang baru mampir jangan lupa rate,like,koment n votenya ya...
buat yang biasa mampir tetap jangan lupa jempol n votenya.
ok. met beraktifitas.
Salam manis,
__ADS_1
by : Mylla Alan