
Tuhan bila ujian ini...
adalah teguran
maka sadarkan
aku dari kekhilafan ini
Namun bila ini...
adalah bentuk kasih sayang
maka berilah aku kesabaran
yang luar bisa untuk menerimahnya
by Mitha Indriani
πππππππππππππππ
Air mata serasa Mitha kering sudah, Kini tak mampu menangis lagi. Meski hati masih di payungi kesedihan dan ketakutan.
Tapi Mitha selalu berprasangka baik saja kepada sang khalik. Senantiasa berserah diri kepada yang menciptakannya.
Saat ini yang bisa di lakukan Mitha hanya berpasrah, Dan terus berdoa menghabiskan sepertiga malam untuk memohon kesembuhan Wisnu suaminya.
Dan mengisi hari-harinya dengan doa, Agar ada keajaiban untuk melihat Wisnu sembuh. Mitha telah rindu dengan kebersamaan mereka berdua.
Hari ini genap satu minggu Wisnu terbaring, Dan sampai saat ini tidak perubahan dengan Wisnu. Keadaannya masih tetap sama, Tetapi Mitha tidak berputus asa. Semua demi buah hati yang saat ini di kandungnya. Buah cintanya bersama Wisnu.
Mitha berharap dengan interaksinya Wisnu dan buah hatinya yang masih di dalam kandungan, Akan mengerakkan alam bawah sadar Wisnu untuk kembali pada kesadaran.
Dengan bibir yang selalu basah akan dzikir, Mitha setiap hari selalu menyekah sendiri tubuh Wisnu dengan penuh kasih sayang. Setiap sentuhannya membuat Mitha tak mampu menahan air mata.
" bee...masih ingat nggak...waktu sekolah dulu bee goncengi mee jalan jalan...mee rindu waktu itu...bangun bee...nanti kita ulangi memori itu". Ujar Mitha seakan bicara dengan Wisnu.
__ADS_1
Dengan sesekali menyekah air mata yang jatuh, Sambil terus mengajak Wisnu ngobrol. Meskipun tanpa jawaban atau reaksi dari Wisnu.
Ilham yang baru sampai, Dan melihat sang kakak berbicara sambil menangis membuatnya tidak tega. Lalu menegurnya agar tidak berlarut-larut kesedihannya.
"assalamualaim...". Sapa Ilham saat masuk ke ruang rawat Wisnu.
" waalailum salam...kamu udah kembali dek?". Balas Mitha dengan suara lirih sambil melihat siapa yang datang.
"iya mbak...mbak istirahat gi...biar Ilham yang gantian jagain mas Nunu...". Ujar sang adik yang tak tega melihat kakaknya menangis di hadapan sang kakak ipar yang masih koma.
" mbak masih mau sama mas...dek". Tolak Mitha karena tak ingin meninggalkan sang suami meski cuma sekejap.
" mbak...kasihan dedek yang dalam perut...dia juga butuh bundanya istirahat...sekarang mbak baring di sofa ya...biar Ilham yang beresin semua". Ucap Ilham sambil menuntun sang kakak agar berbaring di sofa untuk istirahat.
Ilham dari kembali setelah mengantar sang ibu pulang, Ilham ingin menjaga sang kakak yang sedang hamil juga sang kakak ipar yang terbaring koma.
Ilham terpanggil untuk melindungi kedua kakaknya, Yang saat ini sedang tertimpah musibah. Sebagai anak laki-laki tertua dalam keluarganya Ilham bertanggung jawab atas keluarganya.
Mitha akhirnya menurut saja, Meski hatinya enggan jauh dari Wisnu sang suami. Tapi Mitha juga harus memikirkan anak dalam perutnya.
Karena tubuhnya juga butuh di istirahatkan.
Mencoba memejamkan mata, Bergulat antara lelah dan cemas. Mitha tertidur dengan wajah nampak sangat lelah sekali. Karena yang lelah bukan cuma tubuhnya tapi juga hatinya.
Mengharap sesuatu yang tidak pasti, Menanti yang belum tentu. Hanya untaian dan kekuatan doa lah saat ini yang di harap akan ada keajaibannya.
Meski mata terpejam, Namun hati tidak. Walau dalam keadaan tidur, Tapi fikiran kemana mana. Membuat tidur terasa tidak nyenyak.
Hatinya teramat sedih, Fikirannya saat ini hanya tentang Wisnu suaminya. Yang saat ini terbaring koma.
Bahkan saat tidur pun, Air mata Mitha meluncur dari kedua sudut kelopak matanya.
Begitu dalamnya duka yang di alami Mitha saat ini.
Hal itu tak lepas dari perhatian Ilham, Sang adik terenyuh dengan keadaan kakak perempuannya satu-satunya ini.
__ADS_1
Betapa berat kesedihannya saat ini, Baru saja menikmati bahagia sebagai pengantin baru. Baru juga menikmati bulan madu, Kini duka kembali menghampiri mereka.
Bunda Kartika dan ayah Anam sampai di rumah sakit, Menuju kamar rawat Wisnu.
" assalamualaikum...ham". Sapa Ayah sama bunda.
" waalaikumsam yah...bun". Jawab Ilham yang sekarang sudah terbiasa ikut panggil ayah juga bunda pada kedua orang tua Wisnu.
" mana mbakmu...ham...". Tanya bunda mencari Mitha.
" itu bun...tadi Ilham suruh istirahat...habis nyekahin mas Nunu...bun". Jawab Ilham sambil menunjuk keberadaan Mitha yang berbaring di sofa.
Pandangan mata kedua orang tua Wisnu mengikuti arah yang di tunjukkan oleh Ilham.
" syukurlah kalau dia mau istirahat...saking ingin selalu di samping Nunu...dia sampai lupa kesehatannya sendiri". Ujar ayah Anam.
Sedangkan sang bunda memandang saja, Tetapi dengan tatapan sendu. Merasa iba terhadap sang menantu yang sedang di rundung kesedihan.
Lalu bunda Kartika menuju keranjang rawat Wisnu dan mengambil posisi duduk di samping ranjang rawat Wisnu. Sedang ayah Anam duduk di sofa tunggal samping Mitha.
Sedangkan Ilham pamit keluar untuk membeli vitamin untuk Mitha yang sedang hamil, Sesuai resep yang di berikan Mitha dari dokter tadi pagi.
πππππππππππππππ
Sampai sini dulu ya part yang ini....
Mudahan akan ada part selanjutnya tanpa harus menunggu lama.
kembali author ingatkan jangan lupa bagi lagi like, koment n vote kalian di akhir part ya...
ok, selamat beraktifitas.
Salam manis,
by: βMylla Alan β
__ADS_1