
"Mau apalagi dia? Apakah tidak cukup dia melukaiku?" guman Tania. Akhirnya Tania mematikan telepon genggamnya, karena Joshua tak henti-henti meneleponnya. Tania larut dalam tidurnya.
Pk. 06.00 Kaleb terbangun dari tidurnya karena ponselnya berdering. Notifikasi di teleponnya menuliskan nama LITA.
"Halo, Lita?" Kaleb tersenyum menyapa gadis itu.
"Halo Kaleb, apa kabar?"
"Ada apa tiba-tiba sekali kamu meneleponku? Rindu aku ya?" rayu Kaleb.
"Apa sih kamu, aku sedang di bandara nih. Kamu bisa jemput aku ennga? Supirku sedang tidak bisa jemput, aku belum familiar dengan aplikasi mobil online di Indonesia." ujar Lita.
"Boleh. Aku bersiap-siap dulu ya Lit. Tunggu aku!" seru Kaleb.
"Bye." Lita mengakhiri panggilan teleponnya.
Kaleb bergegas mandi dan berangkat menuju bandara, dia melewatkan sarapannya karena takut Lita menunggu terlalu lama. Kaleb sangat berbunga-bunga sekali. Lolita Arditama adalah gadis yang dia sukai dari dulu, mereka berteman sejak kecil karena Orangtua mereka adalah partner bisnis. Saat kuliah, Kaleb pernah menyatakan perasaannya namun Lita menolaknya. Lita beralasan kalau Kaleb tidak tulus memiliki perasaan padanya karena Kaleb selalu baik pada semua orang terutama pada wanita. Selain itu, Lita juga masih ingin melanjutkan pendidikan S2 nya di luar negeri. Akhirnya Kaleb berkenalan dengan Ana, teman Lita dan mereka menjalin hubungan hingga 6 bulan yang lalu kandas karena Ana ketahuan berselingkuh.
Hampir satu jam Kaleb sudah sampai di bandara. Dia langsung menghubungi Lita dan janjian di sebuah resto yang ada disana.
"Halo Lita." Kaleb dan Lita saling berpelukan.
Mereka mendudukan tubuhnya di kursi resto itu. Mereka berbincang sambil melepas rindu.
***
DI RUMAH TANIA
Tania sudah bersiap-siap, dia sedang menunggu Kaleb yang akan menjemputnya Pk. 08.00. Sekarang jam menunjukkan Pk. 08.15. WIB. Tania berusaha menghubungi Kaleb namun tidak tersambung.
"Kemana sih dia, katanya mau menjemputku?" gerutu Tania. Akhirnya Tania memutuskan meminta tolong Pak Subur untuk mengantarnya.
Didalam mobil Tania terus memandangi ponselnya berharap Kaleb menghubunginya, namun hal itu tidak kunjung terjadi hingga Tania pun sampai di Coffee Shopnya.
"Pagi Mbak Tania, dianter Mas Kaleb ya Mbak?" Jihan menyapa Tania dengan senyumannya.
"Iya, Kaleb Subur." jawab Tania kesal.
Mendengar jawaban Bossnya itu, Jihan pun tertawa. Tania langsung menuju keruangannya, mendudukan tubuhnya di kursi kerjanya. Masih memandangi ponselnya yang tidak menunjukkan notifikasi dari Kaleb.
***
DI BANDARA
Kaleb dan Lita masih berada di resto, mereka saling bertukar cerita selama hampir 3 tahun tidak bertemu.
"Kaleb, sepertinya aku harus pulang. Mama sudah menungguku, Mama mau mengajakku pergi. Apakah kamu tidak ke kantor?" ucap Lita.
"Astaga Lita, aku lupa." Kaleb melihat jam tangannya yang menunjukkan sudah pukul sembilan. Kaleb teringat akan janjinya untuk menjemput Tania. "Ya ampun, ponselku mati. Aku lupa mencharge nya semalam."
"Kenapa Kaleb? Yuk kita pulang." ajak Lita.
"Baiklah." saut Kaleb.
Kaleb dan Lita berjalan menuju ke mobil, Kaleb memikirkan janjinya pada Tania yang akan menjemputnya.
"Lebih baik setelah mengantar Lita, aku ke coffe shop Tania." batin Kaleb.
Kaleb dan Lita sudah berada di dalam mobil, Kaleb melajukan mobilnya menuju ke rumah Lita.
"Kaleb, kamu sudah punya pacar?" Lita melirik Kaleb yang sedang fokus menyetir.
"Hem, sudah." Kaleb tersenyum.
"Wah ternyata kamu bisa move on ya?" Lita tersenyum tipis, Kaleb hanya tersenyum mendengar perkataan Lita dari raut wajahnya Kaleb terlihat bingung memikirkan Tania.
Kaleb dan Lita sudah sampai di depan rumah Lita, Lita meminta Kaleb untuk masuk sebentar ke rumahnya. Kaleb termenung sejenak untuk berpikir.
"Baiklah, aku akan masuk sebentar. Aku juga sudah lama tidak bertemu Tante." ucap Kaleb.
Kaleb pun memakirkan mobilnya di rumah Lita dan ikut masuk ke dalam rumah.
"Aku akan menemui Tania setelah dari rumah sini.Sepertinya juga tidak apa-apa." gumam Kaleb dalam hatinya.
"Kaleb apa kabar? Sudah lama tidak main kesini." sapa Tante Tyas.
__ADS_1
"Baik Tante, maaf Kaleb akhir-akhir ini sibuk sekali. Kaleb juga membantu mengurus pernikahan Kania." imbuh Kaleb.
Kaleb mendudukan tubuhnya di sofa ruang tamu, rasanya sudah lama dia tidak merasakan duduk di ruang tamu ini.
"Kaleb, silahkan diminum." pinta Tante Tyas.
"Kaleb, nanti siang Tante dan Lita mau ke butik. Apa kamu bisa ikut?" Tante Tyas mencoba membuka pembicaraan.
"Tante maaf, sepertinya Kaleb tidak bisa. Kaleb sudah janji mau menemani Kania ke butik juga. Sepertinya Kaleb juga tidak bisa lama-lama karena harus kembali ke kantor, aku permisi pulang ya Tante dan Lita." pamit Kaleb.
Kaleb pun beranjak pergi menuju ke mobilnya. Ia melajukan mobilnya ke rumah, Kaleb mengubah pikirannya untuk bertemu Tania sekalian saja saat jam makan siang dan mengajaknya ke butik.
***
Kaleb sedang dalam perjalanan menuju coffee shop Tania. Dia merasa tidak enak karena lupa menjemput Tania. Kaleb sudah berusaha menelepon Tania namun tak kunjung direspon. Beberapa menit kemudian Kaleb sudah tiba di TANIA GARDEN KOPI, Kaleb lekas turun dari mobilnya dan tanpa permisi masuk ke ruangan kantor Tania.
Tok
Tok
Tok
"Masuk." saut Tania menjawab ketokan pintu.
Kaleb membuka pintu kantor itu dan mendapati Tania sedang duduk dimeja kerjanya menikmati makan siang.
"Tania, kenapa teleponku tidak diangkat? Maafkan aku ya, tadi aku ada sesuatu jadi tidak bisa menjemputmu." Kaleb berusaha menjelaskan.
"Kenapa tidak mengabariku bila tidak bisa menjemput?" saut Tania kesal.
"Ponselku mati, jadi aku tidak bisa menghubungimu. Maafkan aku ya." Kaleb memohon dengan mengatupkan kedua tangannya.
Tania ingin tertawa melihat tingkah Kaleb, namun dia berusaha menahan tawanya dan tetap memasang wajah galak.
"Tidak mau!" seru Tania.
"Please." Kaleb kembali memohon.
"Baiklah, lain kali tidak akan kumaafkan!" ancam Tania.
"Apakah makan siangmu sudah selesai?" tanya Kaleb.
"Kita kan mau ke butik, aku sudah berjanji padamu kemarin. Lekaslah Kania sudah menunggu." imbuh Kaleb.
"Aku lupa." Tania tersenyum.
Tania dan Kaleb sudah berada di mobil. Kaleb melajukan mobilnya menuju butik, karena Kania sudah menunggu disana.
Sekitar 40 menit, Tania dan Kaleb sudah sampai di butik itu. Kaleb memakirkan mobilnya dan Tania berjalan masuk ke dalam. Tania melihat Kania yang sedang fitting baju pengantinnya. Tania memang belum mengenal Kania, namun Tania sudah pernah melihatnya waktu dia bertunangan.
"Hai, Kania ya?" sapa Tania dengan senyuman. "Aku Tania." Tania menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
"Hai Kak Tania, pacar kakakku dong?" Kania membalas jabatan tangan Tania sambil mengembangkan senyuman. "Kakakku bisa saja cari pacar cantik." imbuh Kania.
"Tidak usah panggil Kakak, panggil Tania saja. Sepertinya aku lebih muda dari kamu." Tania tertawa.
"Masa sih? Emang kamu umur berapa?" Kania mengernyitkan dahinya.
"Aku baru mau 24 tahun dua hari lagi." Tania tersenyum.
"Waah, kita beda dua tahun. Kakak cari pacar yang muda sekali." saut Kania. "Sebentar lagi ulangtahun dong? Asik." Kania kembali tersenyum.
Tidak berapa lama, Kaleb datang bergabung dengan obrolan mereka.
"Waah lagi ngomongin apa nih? Lagi ngomongin aku ya?" Kaleb mencolek pipi Kania.
"Apa sih Kakak, PD banget. Ini urusan wanita!" seru Kania. "Sudah sana, Kakak ke tempat Jas saja. Biar aku yang temani Tania." imbuh Kania. "Yuk Tan, kita lihat-lihat gaunnya." Kania menarik tangan Tania, mengajak Tania berkeliling di butik itu untuk melihat contoh-contoh gaun yang cocok.
"Hai Kania." sapa seseorang gadis yang berpapasan dengan mereka.
"Kak Lita?" Kania langsung memeluk Lita. "Kakak kapan ke Indonesia? Kok engga kabarin aku?"
"Baru tadi pagi sayang, tadi Kaleb yang jemput aku di bandara." Lita tersenyum dan memperhatikan Tania.
Tania yang mendengarkan perkataan Lita merasakan sesak di dadanya.
__ADS_1
"Ternyata urusan Kaleb sampai lupa menjemputku karena menjemput wanita ini." batin Tania.
"Oh iya Kak kenalin, ini Tania pacar Kak
Kaleb." Kania memperkenalkan Tania.
"Hai Tania." Lita tersenyum dan menyodorkan tangannya hendak menjabat tangan Tania, Tania pun membalas jabatan tangan itu.
"Hai." Tania tersenyum tipis.
"Ma, ini pacar Kaleb." ucap Lita pada Mamanya.
"Oh, halo." Tante Tyas menyapa Tania dengan lambaian tangan.
"Kak Lita mau cari gaun untuk acara pernikahanku ya?" tanya Kania.
"Iya sayang, kamu lg fitting pasti?" Lita mencolek wajah Kania.
"Iya kak, syukur masih pas gaunnya. Tapi aku harus diet lagi supaya gaunnya lebih bagus keliatannya." saut Kania. "Oh iya, yasudah ya Kak aku mau cari gaun untuk Tania." imbuh Kania.
"Oke sayang." Lita tersenyum dan berjalan pergi.
"Kania, dia itu siapa?" tanya Tania.
"Dia itu teman Kakak dan aku dari kecil, Papa Kak Lita teman bisnis Papa dan Mama kami." jelas Kania.
"Oh begitu." Tania membulatkan bibirnya.
"Sebegitu spesialnya gadis itu." batin Tania.
Tania dan Kania berkeliling memilih gaun yang cocok untuk Tania. Setelah kurang lebih satu jam Tania memilih gaun berwarna Broken White yang sangat cantik. Kaleb yang sudah selesai memilih Jas menunggu di ruang tunggu.
"Kaleb, kamu ada disini juga?" Lita menegur Kaleb yang sedang asik bermain dengan ponselnya.
"Wah Lita, ternyata kamu ke butik ini." Kaleb tersenyum.
"Iya, ini kan butik langganan Mamaku." jawab Lita.
Tania dan Kania yang sudah selesai membeli gaun bergegas mendatangi Kaleb. Terlihat Kaleb sedang berbincang dengan Lita. Entah kenapa hati Tania terasa begitu sakit.
"Kak Lita, ketemu lagi." Kania tersenyum.
"Oh iya Lit, kenalin ini..." Kaleb ingin mengenalkan Tania, namun dipotong oleh Lita.
"Iya aku udah tahu, ini Tania pacarmu kan?" tukas Lita. "Tadi Kania sudah kenalkan padaku." Lita tersenyum.
"Dijaga baik-baik ya Kaleb, jangan sampai kabur." Lita tertawa seraya memukul pundak Kaleb.
"Pasti aku jaga." saut Kaleb. Lita dan Mamanya pun berpamitan pulang.
Mendengar perkataan Kaleb itu, entah kenapa Tania merasa senang.
"Tania, Kania kalian sudah selesai?" tanya Kaleb.
"Sudah Kak, pulang yuk." ajak Kania.
"Kamu bawa mobil kan?" tanya Kaleb.
"Iya Kak." saut Kania
"Ya sudah, kamu pulang sendiri. Aku mau mengantarkan Tania kembali kekantor." jawab Kaleb dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Kania.
Tania dan Kaleb sudah berada di dalam mobil. Selama sepuluh menit hanya ada keheningan. Akhirnya Tania membuka pembicaraan.
"Kaleb, Lita itu siapa?" tanya Tania.
"Dia anak teman bisnis Papa dan Mamaku." jawab Kaleb.
"Sepertinya kau menyukainya, sampai tadi pagi kau lupa menjemputku karena dia memintamu untuk menjemputnya." sindir Tania.
Kaleb hanya terdiam mendengar ucapan Tania.
"Hem, iya aku lupa tadi pagi menjemputmu karena dia tiba-tiba meneleponku meminta untuk menjemputmu. Maafkan aku ya tuan puteri." Kaleb mengelus kepala Tania.
"Kaleb, kita kan hanya pura-pura pacaran. Kalau kamu ingin dekat dengan seseorang, tidak apa-apa." Tania berusaha tegar dengan perkataannya itu.
__ADS_1
Bersambung...
^jangan lupa komen dan like serta vote yaa. terimakasih.^