Kopiku, Kopimu

Kopiku, Kopimu
Episode 24 - Tetap pada pendirian


__ADS_3

"Tania, kumohon padamu. Percayalah padaku, Lita akan baik-baik saja. Aku juga tidak meninggalkannya. Aku tetap mendampinginya di saat apapun." tutur Kaleb.


Tania termenung, pikirannya berkecamuk. Dia juga tidak bisa begitu saja mengiyakan permintaan Kaleb. Ada hati yang harus ia jaga.


"Kaleb, bolehkah kamu memberi kesempatan untuk berpikir?" tanya Tania.


"Maksudmu, kamu tidak ingin aku berjuang?" tutur Kaleb.


"Bukan, bukan seperti itu." tutur Tania, ucapannya tiba-tiba terhenti.


"Lalu?" tanya Kaleb.


"Kaleb, sekarang situasinya rumit. Aku sudah memberikan harapan pada seseorang. Tidak mudah bagiku untuk mengatakan padanya agar menyudahi semua ini." tutur Tania.


"Seseorang itu Donny?" Kaleb mengernyitkan dahinya dan mulai menjauhi Tania. Kali ini dia duduk di kursi seberang tempat duduk Tania.


Tania mengganggukan kepalanya.


"Tania, kumohon jangan tinggalkan aku." pinta Kaleb.


"Kaleb, maaf tapi aku harus memikirkan hal ini dengan baik. Tidak saat ini karena emosi kita sedang tidak stabil." tutur Tania.


Telepon Tania tiba-tiba bergetar menandakan ada telepon dari Donny. Tania lekas mengangkat telepon itu.


"Halo, Don?" sapa Tania.


"Tania, besok ada acara? Besok kan sabtu, aku ingin jalan-jalan sama kamu. Sekalian jadi tour guideku lah." tutur Donny.


"Sorry, Don aku ga bisa. Aku udah ada acara. Maaf." Tania langsung mematikan sambungan teleponnya sambil menghela nafasnya kasar.


"Mau ajak kamu pergi ya?" tutur Kaleb dengan nada suara yang tidak suka. Tania mengganggukan kepalanya. "Kenapa tidak mau?" ucap Kaleb dengan ketus.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin istirahat saja. Pusing." pinta Tania.


Kasian, Tania. Sepertinya karena aku dia jadi pusing. ucap Kaleb dalam hatinya.


"Tania, baiklah lebih baik kamu pikirkan dulu. Aku menunggu jawabanmu seminggu lagi. Aku akan berkorban apapun demi kamu." ucap Kaleb. Kaleb mendekatkan tubuhnya pada Tania mengecup kepala Tania.


"Aku harap jawaban kamu menyenangkan." pinta Kaleb.


Tania tersenyum mendengar ucapan Kaleb.


Kaleb berlalu meninggalkan Tania di ruangan kerjanya. Tania tidak berkonsentrasi dan tidak mood melanjutkan pekerjaannya. Dia jadi ingin pergi dan jalan-jalan. Tapi, Tania bingung ingin mengajak siapa. Tania tiba-tiba teringat temannya saat SMA, Jasmine. Mungkin dia sedang free.


Tania mencari kontak Jasmine dan meneleponnya.


"Halo, Jasmine?" sapa Tania.

__ADS_1


"Halo, Tania. Wah udah berapa bulan ga ketemu. Tiba-tiba kontak aku, tumben." ucap Jasmine.


"Ah, Jasmine jangan gitu. Kamu pulang kerja jam berapa? Kita main yuk." ajak Tania.


"Sekarang aja Tan, kebetulan aku lagi ambil cuti beberapa hari." saut Jasmine.


"Wah, kebetulan banget. Satu jam lagi ketemu di Mall Tirta ya?" ucap Tania. Jasmine mengiyakan permintaan Tania dan mengakhiri panggilan teleponnya. Tania bersiap-siap menemui Jasmine, ia merapikan berkas-berkas yang ada di mejanya dan bermakeup sedikit agar matanya yang sembab sehabis menangis tidak terlihat.


***


MALL TIRTA


Jasmine dan Tania janjian untuk bertemu di salah satu restoran di Mall Tirta. Jasmine sudah sampai lebih dulu dan sudah duduk di salah satu bangku di restoran itu. Terlihat Tania memasuki restoran itu dan mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok Jasmine. Saat Tania berhasil menemukan Jasmine, Tania segera mendekati Jasmine dan menyapanya.


"Jasmine!" seru Tania, Jasmine segera berdiri dan memeluk sahabatnya itu. Tania kemudian mengambil posisi untuk duduk diseberang Jasmine.


"Tania, gimana kabarmu?" tanya Jasmine.


"Baik, Jes." tutur Tania sambil tersenyum.


Tania dan Jasmine saling melepas rindu. Tidak berapa lama, pelayan datang menghampiri mereka.


"Silahkan Mbak pesanannya." ucap pelayan itu sambil menyodorkan buku menu.


"Kamu makan apa Tan?" tanya Jasmine.


"Hem, aku spaggeti carbonara sama jus jeruk aja Mbak." tutur Tania sambil menoleh ke arah pelayan itu.


"Jasmine, kamu ga berubah ya. Dimanapun selalu nasi goreng." ucap Tania terkekeh.


"Kamu masih inget aja, Tan." Jasmine tertawa. "By the way, tumben banget kamu ngajak ketemu. Sudah berapa lama ya kita engga ketemuan?" Jasmine mengetuk-ngetuk kepalanya berusaha berpikir.


"Kayanya kita ketemu itu sekitar 6 atau 7 bulan yang lalu deh." jawab Tania.


"Bentar lagi lahiran dong, Tan!" Tania dan Jasmine saling tertawa.


"Jes, aku mau cerita. Lagi galau." tutur Tania.


"Kenapa? Masih belum move on dari Kakak Joshua?" ucap Jasmine berusaha meledek Tania.


"Tidak, bukan Joshua." Tania tersenyum, ragu-ragu untuk melanjutkan perkataannya.


"Wah, ada pacar baru nih!" seru Jasmine.


"Rumit banget deh, Jes urusan percintaan aku." Tania menangkupkan wajahnya dan meletakkan sikunya di atas meja. Jasmine melipat kedua tangannya di atas meja, berusah menyimak perkataan sahabatnya itu.


"Sok atuh, cerita Tania." pinta Jasmine.

__ADS_1


"Tunggu sebelum aku cerita, kamu kerja dimana sekarang?" tanya Tania.


"Aku kerja di PT. Tirtania Jaya, Tan bagian marketing." tutur Jasmine.


Saat mereka masih asik berbincang, minuman dan makanan mereka datang.


"Ya Tuhan, Tirtania Jaya lagi." umpat Tania.


"Kenapa sih, Tan?" tanya Jasmine karena sangat penasaran dengan cerita sahabatnya itu.


"Kita makan dulu aja yuk, biar aku semangat ceritanya." Jasmine menghela nafasnya kasar. Sudah lama ia menunggu Tania bercerita, tapi masih harus menunggu lagi.


"Iya, boleh deh." tutur Jasmine.


Tania dan Jasmine asik menikmati makanannya. Kurang lebih lima belas menit, makanan yang disajikan sudah habis.


"Kenyang juga ya, Tan." tutur Jasmine.


"Oh iya, ini aku yang bayar ya." pinta Tania.


"Ih apaan sih, ga usah repot-repot." tutur Jasmine sambil menggoyang-goyangkan tangannya.


"Sekali-kali Jasmine, aku kan yang ajak kamu kesini." ucal Tania sambil tersenyum.


"Ya sudah kalau kamu maksa, kalau tahu kamu traktir aku pesan lebih banyak." Jasmine tersenyum senang. "Tan, lanjutin dong ceritanya." imbuh Jasmine penasaran.


"Oh iya, jadi gini Jes. Aku lagi bingung, ada dua laki-laki yang deketin aku." Tania mengerucutkan bibirnya dan berkata dengan nada manja.


"Ya ampun, Tania. Kamu dari dulu selalu dikejar laki-laki ya." tutur Jasmine sambil terkekeh.


"Memangnya iya?" Tania mengernyitkan dahinya, seolah menolak perkataan Jasmine.


"Ih kamu lupa, dulu Kak Joshua sama Reno? Akhirnya kamu pilih Kak Joshua." tutur Jasmine sambil mencubit pipi Tania.


"Aduh, sakit." Tania memegang pipi putihnya yang saat ini sedikit memerah. "Oh iya, aku lupa sama Reno. Gimana kabarnya ya dia."


"Kurang tau deh, Tan. Tapi yang aku denger, dia masih di luar negeri lanjutin kuliah." jawab Jasmine. "Terus katanya dia masih nungguin kamu loh, Tan. Sweet banget." Jasmine menangkupkan pipinya sambil memejamkan mata.


"Jasmine!" seru Tania. "Sekarang dengerin cerita aku, kenapa jadi bahas Reno." imbuh Tania. "Tapi coba dulu aku pilih dia, dibanding Joshua." Tania tiba-tiba mengepalkan tangannya.


"Sudah tidak usah marah-marah." Jasmine memegang pundak Tania sambil terkekeh.


Saat mereka sedang berbincang, Jasmine melihat sosok laki-laki yang tidak asing baginya.


"Itu kan manajer baru di divisiku." Jasmine menunjuk seorang laki-laki yang sedang merangkul seorang wanita mesra. "Yah, ternyata dia sudah punya pacar." tutur Jasmine sedih.


"Dia? Donny?" Tania memejamkan mata dan membukanya kembali seolah tidak percaya.

__ADS_1


Bersambung...


^Minta Vote, Like dan Komennya ya. Terimakasih ^


__ADS_2