Kopiku, Kopimu

Kopiku, Kopimu
Episode 17 - Jogjakarta, Singapore, Jakarta


__ADS_3

"Maafkan aku lagi Tania." ucap Kaleb.


Kaleb masih termenung memandang kosong ke arah pintu ruang ICU. Tiba-tiba Mama Lita datang menghampiri Kaleb dan menegurnya.


"Kaleb." tegur Mama Lita.


Ucapan dari Mama Lita membuyarkan lamunan Kaleb, membuatnya tersadar dan segera melihat Mama Lita yang mendudukan tubuhnya disamping Kaleb.


"Iya Tante?" tutur Kaleb.


"Sebelumnya Tante meminta maaf, Tante ingin meminta tolong sesuatu padamu." ujar Mama Lita.


"Boleh Tante." Kaleb tersenyum tipis menjawab permintaan dari Mama Lita.


"Kaleb, bila Lita sembuh apakah kamu mau menjadi pendamping hidupnya?" ucap Mama Lita sambil memegang bahu Kaleb.


Mendengar permintaan dari Mama Lita membuat Kaleb terkejut, dia langsung teringat pada Tania. Gadis lucu dan menggemaskan yang mulai ia sukai. Kepolosannya, canda tawa dan manjanya membuat Kaleb mulai merasakan sesuatu yang berbeda di hatinya. Dulu memang dia memiliki perasaan pada Lita, tapi itu dulu. Dia sadar bila lebih baik dia, Lita dan Kania hanya sebagai seorang sahabat dekat. Saat ini Kaleb harus menjawab pertanyaan yang membuatnya sangat bingung, karena hatinya saat ini sudah diisi oleh seseorang. Tapi disisi lain, Kaleb tidak kuasa menahan rasa iba pada Mama dan Papa Lita.


"Kenapa Tante? Apakah Tante yakin Lita akan bahagia bersama Kaleb?" tutur Kaleb.


"Kaleb, sebenarnya Lita menyukaimu tapi dia sadar bahwa hidupnya mungkin tidak akan lama. Oleh karena itu dia berusaha menjauhkan perasaan cintanya padamu." tutur Mama Lita. "Kaleb, Tante mohon. Tante ingin sekali melihat Lita bahagia. Mama Lita menatap Kaleb dengan pandangan sedih.


"Tante, maafkan Kaleb. Kaleb harus memikirkan hal ini dulu. Tante juga tahu kalau Kaleb sudah memiliki kekasih bukan? Lebih baik, kita fokus untuk penyembuhan Lita dulu." ucap Kaleb berusaha melengkungkan senyumnya di hadapan Mama Lita.


Mama Lita menganggukan kepalanya, sejujurnya dari lubuk hati yang paling dalam ia ingin melihat anaknya bahagia. Ia ingin anaknya bisa menikah dengan laki-laki yang dicintainya, walaupun ada hati yang akan tersakiti. Mama Lita beranjak dari duduknya.


"Terimakasih Kaleb, Tante harap kamu bisa memikirkan ini baik-baik." Mama Lita pergi menjauh ke ruangan ICU lagi.


Saat Mama Lita sudah masuk ke ruangan ICU, Kaleb mengacak-acak rambutnya kasar. Dia memegang kepalanya. Rasanya kepalanya berat sekali.


***


Di Jakarta


KAFE ABG


Joshua masih duduk sendiri menatap orang yang berlalu lalang masuk dan keluar dari Kafe. Berkali-kali ia melihat jam tangannya.


"Sial, sudah satu jam aku disini!" gumam Joshua. "Lebih baik aku ke rumah Tania saja."


Joshua melajukan mobilnya ke rumah Tania. Ia segera memakirkan mobilnya dan berjalan masuk ke teras rumah Tania dan memencet bel.


Bibi Dini menyambut Joshua.


"Mas Joshua? Mbak Tania ga ada." ucap Bibi Dini.


"Lagi kemana Bi?" tanya Joshua.


"Ke Jogja Mas. Baru tadi pagi berangkat." tutur Bibi Dini.


"Bibi udah kasih bungkusan dari saya kan?" tanya Joshua lagi.


"Udah kok mas, mas saya tinggal ya. Saya lagi goreng ikan, nanti gosong." ucap Bibi Dini yang langsung menutup pintu utama rumah itu.


"Sial. Gara-gara ikan!" umpat Joshua.


Joshua berusaha menghubungi Tania, namun tidak ada respon. Joshua masih berdiri di teras rumah Tania, sesekali ia duduk di bangku taman teras itu. Tiba-tiba teleponnya berdering. Joshua dengan sigap mengangkat telepon itu.

__ADS_1


"Halo?" ucap Joshua.


"Dengan Bapak Joshua? Pak kami ingin memberitahukan bila tagihan kartu kredit Bapak akan jatuh tempo besok." ucap seorang wanita di telepon. Joshua langsung mematikan telepon itu.


"Ku kira Tania memakai nomor telepon temannya." keluh Joshua.


Joshua berlalu dari teras rumah Tania dan kembali ke mobilnya.


***


Keesokan harinya di Jogja


"Halo Deb?" Tania menjawab panggilan telepon dari sahabatnya itu.


"Tania, sepuluh menit lagi aku berangkat ya." pinta Debby.


Tania langsung terbelalak mendengar perkataan Debby.


"Memang sekarang jam berapa Deb?" Tania berusaha mencari jam di kamar itu, namun tidak menemukannya.


"Jam delapan Tania. Kamu baru bangun? Ya ampun." ucap Debby kesal.


"Maaf Deb, dua puluh menit lagi ya Debby cantik." rayu Tania.


"Baiklah. Bye." Debby memutus panggilan teleponnya.


Tania bergegas bersiap-siap, kakinya dirasa sudah lebih baik dari kemarin. Tapi, dia masih belum bisa berjalan terlalu cepat. Hari ini hari senin, Tante dan Om Gunawan sudah berangkat bekerja. Om Gunawan memiliki sebuah Perusahaan kontraktor, sedangkan Tante Gunawan mengurus toko kue yang diwarisi dari almarhum Nenek Tania.


Tin...


Tin...


"Hai Debby." Tania menyunggingkan senyumnya. "Deb, kamu cuti berapa hari?" tanya Tania.


"Cuma dua hari aja Tan, makannya kita harus memanfaatkan waktu dengan baik." tutur Debby.


"Iya Debby, sorry ya." rayu Tania.


"Kita langsung ke kampus?" tanya Debby.


"Kita sarapan dulu yuk Deb, aku belum sarapan." Tania melirik Debby yang sedang menyetir.


"Boleh, kita sarapan nasi gudeg ya." ucap Debby.


"Boleh tuh, sudah lama aku tidak makan nasi gudeg." tutur Tania.


Mereka berhenti di sebuah tempat makan yang menjual gudeg. Tempat ini menjadi tempat langganan Tania dan Debby saat masa kuliah dulu.


Setelah memesan, Tania dan Debby duduk di tempat pilihan mereka. Tania dan Debby duduk berhadapan.


"Tan, kepo dong sama pacarmu Kaleb." Debby terkekeh.


"Oh iya, aku mau cerita ya." Tania menatap Debby dengan wajah imutnya.


"Deb, sebenarnya ini rahasia aku tidak boleh cerita sama siapa-siapa." ucap Tania menoleh ke berbagai arah, seakan ada yang mengawasinya berbincang dengan Debby.


"Iya Tan aku kan pintar jaga rahasia. Kamu seperti baru kenal aku saja." tutur Debby.

__ADS_1


"Jadi Tan, aku memang pacaran sama Kaleb pemilik PT. TIRTANIA JAYA itu tapi sebenarnya tidak." tutur Tania.


"Jadi maksudnya gimana Tan?" Debby menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tania menghembuskan nafasnya kesal karena sahabatnya itu tidak paham yang dimaksudkan. Saat Tania ingin menjelaskan kembali, gudeg yang mereka pesan datang.


"Deb, lebih baik kita makan dulu." pinta Tania.


"Iya Tan, aku juga lapar." Debby terkekeh.


***


SINGAPORE


Hari ini Lita akan menjalani kemoterapi. Kaleb dengan setia menginap di Rumah Sakit tempat Lita menjalani kemoterapi, semua pekerjaan kantor sudah dia titipkan pada asisten kepercayaannya Dirga. Sesekali Kaleb mengecek surat elektronik dari Dirga untuk mengetahui berita terbaru mengenai keadaan kantor dan laporan-laporan yang harus dia periksa.


"Kaleb." sapa Mama Lita pada Kaleb yang terlihat masih murung.


"Iya Tante." Kaleb seketika itu menutup laptopnya.


"Apakah kamu sudah memikirkan hal yang Tante minta kemarin?" tutur Mama Lita.


Kaleb menggelengkan kepalanya.


"Maaf Tante, Kaleb masih membutuhkan banyak waktu untuk hal itu." Kaleb menyentuh tangan Mama Lita.


"Baiklah. Tante masih berharap kamu mau menerima Lita, Nak." tutur Mama Lita. "Ini makanlah dulu." Mama Lita memberikan satu kotak makanan cepat saji untuk Kaleb.


***


JOGJAKARTA


"Tania! Kamu serius pura-pura pacaran?" seru Debby.


Tania dengan sigap menutup mulut Debby.


"Jangan keras-keras Debby!" seru Tania.


"Aku hanya terkejut." Debby memelankan suaranya. "Lalu, kenapa kamu bingung Tania?"


"Rasanya aku mulai menyukainya." tutur Tania. "Tapi sepertinya dia tidak menyukaiku." Tania berkata sedih. "Tidak mungkin orang kaya raya seperti dia menyukaiku."


Debby memegang tangan Tania, berusaha menguatkan.


"Tenang Tan, sebelum janur kuning melengkung kamu masih bisa berusaha." tutur Debby.


"Tapi Deb..." Tania terdiam.


"Kenapa Tan?" tanya Debby.


"Kaleb sepertinya sudah memiliki seseorang yang disukainya. Mereka sedang ada di Singapore sekarang." ucap Tania dengan pandangan yang kosong. "Selain itu, Joshua masih berusaha mengejarku Deb. Aku sudah tidak menyukainya lagi!" imbuh Tania. "Joshua bilang, orang seperti Kaleb tidak baik." Tania mencoba mengingat-ingat yang Joshua katakan padanya.


Debby berusaha menghibur Tania, dia berinisiatif untuk mengajak Tania segera ke kampus agar Tania dapat sedikit melupakan kesedihannya.


Bersambung....


^Jangan Lupa like, vote dan komen ya. Terimakasih.^

__ADS_1


__ADS_2