
“Tania, ayuk ke kolam renang.” ajak Kaleb.
“Loh, engga ganti baju dulu?” tanya Tania sambil mengernyitkan dahinya.
“Aku kan tinggal lepas celana saja. Aku sudah pakai celana renang.” saut Kaleb.
“Lalu, baju renangku bagaimana?” ucap Tania.
“Nanti Kania yang akan mengantarkannya, betul Kania?” tanya Kaleb sambil menoleh kearah Kania.
Tania, Kaleb dan Danesh berjalan menuju ke kolam renang. Saat Tania sampai di kolam
renang, Tania dikejutkan dengan pemandangan kolam renang yang dipenuhi dengan bunga bertuliskan “Will You Marry Me?”
Tania bergegas membalik tubuhnya ke arah Kaleb, seketika itu juga Kaleb berlutut dan
memberikan sebuah kotak yang berisi sebuah cincin berlian yang sangat cantik.
“Will You Marry Me, beautiful?” ucap Kaleb sambil membuka kotak cincin itu.
Tiba-tiba terdengar sebuah alunan lagu dari Frank Sinatra.
The most beautiful girl in the world picks my
ties out
She eats my candy, she drinks my brandy
The most beautiful girl in the world
The most beautiful star in the world, isn’t
Garbo
__ADS_1
Isn’t Dietrich, but a sweet trick
Who can make me believe it’s a beautiful world
Social, Not a bit Natural kind of wit
She’d shine anywhere, and she hasn’t got
platinum hair
The most beautiful house in the wolrd has a
mortgage
What do I care? It’s Good-bye, care”
When my slippers are next to the ones that
To the one and only beautiful girl in the world
Tania menutup mulut dengan tangannya, dia terharu dengan kejutan yang dibuat oleh Kaleb. Nampak bulir-bulir bening mulai mengalir dari kedua sudut matanya.
Kaleb segera berdiri dan memeluk Tania. Tania membalas pelukan Kaleb dan mulai
menangis semakin kencang. Air matanya mulai membasahi bahu Kaleb. Kaleb
melepaskan pelukan dan melihat wajah Tania, menghapus air mata di pipinya.
“Kok menangis?” tanya Kaleb yang masih menghapus air mata di pipi merona gadis itu.
“Aku hanya terharu dan bahagia.” tutur Tania yang juga menyeka air matanya.
“Jadi, kamu menerima lamaranku?” tanya Kaleb dengan senyum yang sangat bahagia.
__ADS_1
Tania menggelengkan kepalanya masih tetap meneteskan air matanya.
“Tidak?” Kaleb mengernyitkan dahinya.
“Kita kan belum ke rumah Nenek, kamu bilang mau meminta restu pada Nenek?” tanya Tania
dengan polosnya.
“Tania, tidak usah khawatir. Nenek pasti merestui hubungan kita.” jawab Kaleb dengan
penuh keyakinan.
Tania menoleh ke sembarang arah dan menghembuskan nafasnya kasar.
“Aku belum bisa jawab sekarang Kaleb. Bolehkah kamu memberikn waktu dua hari lagi agar aku bisa memikirkan semuanya?” Tania menawar.
Kali ini Kaleb yang menghembuskan nafasnya kasar, dia menatap dalam-dalam mata Tania, gadis yang sangat dicintainya. Kemudian Kaleb mendekatkan wajahnya pada dahi Tania lalu mengecupnya.
“Baiklah, dua hari. Tidak lebih ya.” Kaleb menaikkann jari telunjuk dan jari tengahnya.
Tania mengganggukan kepalanya dan kembali memberi pelukan pada laki-laki yang telah melamarnya itu.
“Terimakasih Kaleb.” ucap Tania dalam dekapan Kaleb. Kaleb mengelus kepala Tania lembut.
Setelah cukup lama mereka berpelukan, Kaleb dan Tania melepaskan pelukan mereka. Tanpa terasa pemandangan ini disaksikan oleh beberapa pasang mata. Kania dan Danesh tak henti memandang Kaleb dan Tania, dua sejoli yang sedang jatuh cinta.
Kaleb dan Tania menghampiri Kania dan Danesh yang berada di ambang pintu antara ruang keluarga dan kolam renang.
“Sabar ya Kak, dua hari lagi Tania akan jawab.” tutur Kania.
“Iya Kak, sabar ya.” Danesh menepuk pundak Kakak iparnya itu dan dibalas dengan senyuman kecil oleh Kaleb.
Bersambung...
__ADS_1