Kopiku, Kopimu

Kopiku, Kopimu
Episode 36 - Tidak menyerah


__ADS_3

Kania dan Danesh hanya bisa mendengus kesal. Kaleb mengajak Tania berjalan pelan menuju ke mobil sambil menunggu Danesh menemukan kuncinya.


“Ini dia ketemu!” seru Danesh sambil memegang kunci mobil itu dengan tangan yang basah.


“Ya sudah kita lekas ke mobil.” perintah Kania.


Kaleb, Tania, Kania dan Danesh sudah berada di dalam mobil. Dalam kondisi celana yang basah, Danesh harus menyetir mobil karena Kakak iparnya itu, Kaleb sedang berusaha menenangkan hati kekasihnya, Tania.


"Sabar ya sayang. Aku pasti akan mencari cara agar Nenek merestui hubungan kita." ucap Kaleb sambil memeluk Tania. Kaleb dapat merasakan kesedihan dari raut wajah Tania dan kristal bening dari kedua mata indah Tania lolos tanpa berhenti, membasahi pipinya.


Perkataan Kaleb sepertinya tidak mampu meredam kesedihan Tania yang begitu mendalam atas sikap Nenek Kaleb.


"Kaleb?" ucap Tania dengan suara rendah, berusaha mendekatkan bibirnya ke telinga Kaleb.


"Iya?" saut Kaleb.

__ADS_1


"Aku baru teringat, tadi kita sangat tidak sopan meninggalkan Nenek begitu saja tanpa berpamitan. Pasti Nenek semakin membenciku." tutur Tania.


Kaleb tersenyum mendengar perkataan polos Tania, bagaimana bisa dia sampai berpikir tentang sopan santun disaat seperti ini.


"Tidak apa-apa sayang, Nenek pasti mengerti." ucap Kaleb sambil mengelus rambut Tania.


Tanpa disadari, Tania tertidur dalam pelukan Kaleb. Setelah mobil Kaleb terparkir dengan sempurna, Kaleb mulai menggendong Tania ala bridal style dan membaringkannya di tempat tidur.


"Maaf ya Tania, berkali-kali kamu harus terluka karena aku." ucap Kaleb dengan nada suara rendah sambil mengusap pipi Tania dengan ibu jarinya. Seketika itu juga, Kania masuk ke kamar miliknya dan Tania itu.


"Tidak Kania, kamu tidur disini saja bersama Tania. Jagai dia ya, aku tidur di sofa ruang keluarga supaya kalau ada apa-apa kamu bisa cepat panggil aku." pinta Kaleb. Kaleb pun segera beranjak dari tepi tempat tidur Tania terbaring dan memberikan kecupan pada gadisnya itu.


"Selamat tidur wanitaku, selamat istirahat. Semoga besok kamu bisa melupakan kejadian ini." ucap Kaleb sambil menahan rasa sedih. "Titip Tania ya, Kania." pinta Kaleb dan berjalan dengan langkah kaki yang berat sambil terus memandangi gadisnya itu di tempat tidur.


Setelah Kaleb mendudukan tubuhnya di sofa ruang keluarga, dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon nomor seseorang yang selalu menjadi andalannya saat membutuhkan informasi.

__ADS_1


"Tolong kamu cari tahu tentang Bianca Rasdianto dan perusahaan RA Group." ucap Kaleb pada lawan bicaranya melalui ponsel.


Setelah lawan bicaranya selesai memberikan jawaban, Kaleb segera memutus panggilan telepon itu dan menggenggam ponselnya dengan erat.


"Kenapa masalah datang dan tidak pernah selesai." ucap Kaleb sambil memijit kepalanya yang terasa sangat berat.


"Aku tidak akan menyerah, sebesar apapun halangannya aku akan tetap berusaha. Tania pasti akan menikah denganku." ucap Kaleb.


Kaleb mempersiapkan dirinya untuk tidur di sofa bed ruang keluarga, dia mengambil bantal, guling dan bedcover dari kamar tamu yang kosong. Kaleb merebahkan tubuhnya sambil bermain ponsel dan melihat postingan instagram milik Tania. Kaleb memandangi foto-foto gadis itu, sangat cantik dan menggemaskan.


"Beruntung sekali aku bisa dicintai olehnya." tutur Kaleb, setelah itu Kaleb berusaha tidur dan terlarut dalam tidurnya, hingga pagi hari menjelang.


 


^Jangan lupa, vote, like komen ya. Terimakasih. Salam author manja^

__ADS_1


__ADS_2