
Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh Kania Dwi Antana, hari ini Kania dan Danesh Arkananta akan mengikat janji suci pernikahan.
Tania sudah bersiap dari Pk 06.00 pagi karena Tania bertugas menjadi bridesmaid Kania nanti. Tania sangat cantik, balutan gaun broken white dipadukan dengan rambut coklatnya yang panjang dibentuk model chignon ditambah dengan polesan make up natural yang membuat tampilan Tania sangat cantik dan anggun.
Tin...
Tin...
Suara mobil Kaleb sudah terdengar, Kaleb memarkirkan mobilnya dan menunggu di ruang tamu. Tidak berapa lama, Tania keluar dari kamarnya. Pandangan Kaleb yang semula melihat keluar teralihkan karena melihat Tania. Kaleb memandangi Tania dari atas ke bawah tidak berkedip.
"Kaleb?" sapa Tania, namun Kaleb tidak bergeming. "Kaleb? Halo?" Tania menggerak-gerakan tangannya ke depan mata Kaleb, namun Kaleb masih tidak bergeming.
Akhirnya, Tania mencubit pipi Kaleb.
"Kaleb!" seru Tania, Kaleb memegang pipinya yang sakit.
"Sakit! Pipiku merah!" keluh Kaleb.
"Kamu sih, dipanggil nggak jawab!" ucap Tania ketus.
"Maaf, aku nggak fokus." jawab Kaleb.
"Ya sudah kita berangkat yuk!" ajak Tania.
Kaleb memberikan tangannya bermaksud agar Tania menggandengnya, namun Tania melewatkannya. Kaleb mendengus kesal.
Kaleb melajukan mobilnya ke Hotel Tirtania milik keluarganya. Disanalah resepsi pernikahan Kania akan berlangsung.
"Kaleb"
"Tania"
Ucap mereka bersamaan.
"Kamu duluan saja." ucap Tania.
"No, ladies first." ucap Kaleb.
"Okay, Kaleb besok aku akan ke Jogjakarta." Tania melirik Kaleb, Kaleb terkejut mendengar pernyataan Tania.
"Jogja? Bersama siapa?" Kaleb mengernyitkan dahinya.
"Sendiri, seminggu lalu aku sudah memesan tiket. Aku mau jalan-jalan, merindukan masa kuliahku dulu. Aku juga mau bertemu sahabatku disana." Tania menatap jalanan yang dilalui seraya menarik senyumnya.
"Baiklah, aku juga akan pergi ke Singapura besok." Kaleb tersenyum, Tania membalas dengan senyuman tipis.
"Ada urusan pekerjaan?" tanya Tania, Kaleb menggelengkan kepalanya.
"Hanya menemani Lita saja." Kaleb melirik ke arah Tania.
Mendengar hal itu rasanya sangat sakit bagi Tania. Ingin sekali rasanya ia lekas pergi ke Jogja saat itu juga.
"Okey. Kamu baik-baik disana." Tania berusaha melengkungkan senyumannya.
Kaleb dan Tania sudah sampai di Hotel Tirtania, mereka segera menuju ke ruang keluarga pengantin wanita. Disana terlihat jelas banyak sekali artis, para pemilik perusahaan yang sering wara wiri di televisi.
"Kaleb, hotel ini milik keluargamu?" Tania menggandeng tangan Kaleb.
"Iya." jawab Kaleb. "Tania, kamu ke ruangan pengantin saja dulu temui Kania. Aku ada urusan sebentar." pinta Kaleb, Tania mengganggukan kepalanya.
Ceklek
"Kania, selamat ya." Tania memeluk Kania yang baru saja selesai di make up. Kania terlihat sangat cantik. "Kamu cantik sekali." ujar Tania
"Makasih Tania, kamu juga cantik sekali." Kania membalas pelukan Tania. "Kakak mana Tan?"
"Hem, tadi Kaleb bilang dia sedang ada urusan." jawab Tania.
Acara pernikahan pun dimulai. Kania dan Danesh sudah mengikat janji suci sehidup semati, menyematkan cincin pernikahan di jari kanan mereka masing-masing. Acara dilanjutkan dengan resepsi pernikahan. Saat resepsi pernikahan ini lebih banyak sekali tamu yang datang.
"Tania!" seru seorang wanita dan menepuk bahu Tania.
"Tante Lidya!" seru Tania, mereka berpelukan dan mencium pipi kiri dan kanan.
"Wah kamu cantik sekali, tadi Tante perhatikan saat kamu jadi bridesmaid." ucap Tante Lidya. "Kaleb dimana?" Tante Lidya memegang pundak Tania.
"Tidak tahu Tante, tadi dia bilang ada urusan." Tania tersenyum.
"Ya sudah, Tante temani kamu ya. Kita duduk saja di ruang VIP." ajak Tante Lidya, Tania pun menerima ajakan itu.
Saat Tania sedang berbincang dengan Tante Lidya, Kaleb pun datang ditemani Lita.
"Kaleb, kamu kemana saja? Kasian Tania ditinggal sendiri." tegur Tante Lidya.
"Iya maaf Tante, tadi Lita minta tolong dijemput karena belum tahu Hotel kita. Tadi kami sudah datang kok saat Kania dan Danesh mengikat janji suci." ujar Kaleb.
"Tania, maaf ya jadi kamu sendirian." ucap Lita.
"Tidak apa-apa kok." jawab Tania sambil berusaha tersenyum. "Sini Lita duduk." Tania menepuk kursi disebelahnya.
"Tania, ayuk kita maju ke panggung." ajak Kaleb, Tania mengganggukan kepalanya.
"Lita, kamu sama Tante Lidya dulu ya." pinta Kaleb, Lita pun mengiyakan.
"Dia seperti memiliki dua kekasih". batin Tania.
Tania dan Kaleb sudah mengambil posisi. Sebelumnya Kaleb meraih mic yang dipegang Tania untuk memberikan kata sambutan.
"Hari ini adalah pernikahan adik saya tercinta. Pada saat ini saya juga mengajak orang yang saya kasihi untuk memberikan satu hadiah bagi adik saya. Kami akan menyanyikan lagu "Please, Becareful with my heart" semoga Kania dan Danesh bahagia selalu, cepat mendapatkan keturunan dan selamat mendengarkan." ucap Kaleb sambil memakai gitar listrik tangan satunya memegang pundak Tania.
Kaleb dan Tania memulai duet mereka.
__ADS_1
[Tania:]
If you love me like you tell me
Please be careful with my heart
You can take it just don't break it
Or my world will fall apart
[Tania:]
You are my first romance
And I'm willing to take a chance
That 'till life is through
I'll still be loving you
[Tania:]
I will be true to you
Just a promise from you will do
From the very start
Please be careful with my heart
[Kaleb:]
I love you and you know I do
There'll be no one else for me
Promise I'll be always true
For the world and all to see
[Kaleb:]
Love has heard some lies softly spoken
And I have had my heart badly broken
I've been burned and I've been hurt before
[Kaleb:] So I know just how you feel
[Tania:] (how I feel)
[Tania:] (I hope that you're love is real)
[Kaleb:] I'll be gentle with your heart
[Bersama:] I'll caress it like the morning dew
[Bersama:] I'll be right beside you forever
[Bersama:] I won't let our world fall apart
[Kaleb:] From the very start
[Kaleb:] I'll be careful with your heart
[Tania:] You are my first (and you are my last) romance
[Tania:] And I'm willing to take a chance
[Kaleb:] (I've learned from the past)
[Tania:] That 'till life is through
[Bersama:] I'll still be loving you
[Tania:] I will be true (I will be true) to you
[Tania:] Just a promise from you will do (only to you)
[Tania:] From the very start
[Kaleb:] (from the very start)
[Tania:] From the very start
[Kaleb:] (from the very start)
[Tania:] From the very start
[Tania:] Please be careful with
[Kaleb:] (I'll be careful with)
[Bersama:] my heart (your heart)
Saat mereka selesai bernyanyi, Kaleb dan Tania saling bertatapan, para hadirin yang mengetahui bila yang menyanyi adalah Kakak sekaligus pemilik PT. Tirtania Jaya memberikan sambutan yang meriah. Sambutan yang begitu meriah dan tiada henti membuyarkan pandangan Kaleb dan Tania.
"Cih, jelek sekali.!" ucap seorang wanita yang meneguk habis minuman di tangannya.
Kaleb dan Tania turun dari panggung.
__ADS_1
"Tania, kita makan yuk." ajak Kaleb. "Kamu sudah makan?" tanya Kaleb, Tania pun menggelengkan kepalanya.
Prang terdengar pecahan gelas.
"Aargh." teriak Tania, semua tamu melihat ke arah Tania.
"Tania, kamu kenapa?" Kaleb memegang pundak Tania dan melihat pecahan kaca menancap di kakinya mengakibatkan darah mengucur.
"Tadi ada gelas pecah, sepertinya ada yang sengaja memecahkan." ucap Tania sambil terduduk dibawah memegang kakinya.
Kaleb melihat sekeliling dan melihat seorang gadis sedang berlari, gadis itu langsung dikejar oleh security.
"Nina, kamu kesini sekarang!" seru Kaleb yang menelepon Nina temannya. Kaleb menggendong Tania ke ruang keluarga pengantin, tidak berapa lama Nina segera datang. Nina adalah teman sekolah Kaleb yang sekarang menjadi dokter pribadi keluarga Kaleb.
"Kaleb, biar aku periksa." pinta Nina, sambil membawa peralatannya yang memang sudah dia siapkan di mobilnya. "Kaleb, aku harus membersihkan lukanya mungkin akan sedikit sakit." ucap Nina.
Kaleb memegangi kepala dan tangan Tania, berusaha memberi ketenangan padanya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
Tok
Tok
Tok
Kaleb segera membuka pintu dan melihat dua orang security membawa Ana. Ternyata gadis yang mencoba mencelakai Tania adalah Ana. Kaleb segera keluar dari ruangan itu, ingin sekali dia menampar Ana namun dia tidak bisa melakukan kekerasan pada wanita.
"Pak, tolong segera laporkan pada polisi." ucap Kaleb dengan wajah kesal. "Kau, masih saja berani menggangguku, sudah jelas kau salah!" Ana tertunduk namun kemudian mendongakan wajahnya.
"Biar saja dia pantas mendapatkan itu!" seru Ana.
"Kau!" bentak Kaleb seraya menunjuk Ana tepat di depan dahinya.
"Baik Pak, kami akan bawa dia ke kantor polisi." ucap salah seorang security.
"Terimakasih pak." Kaleb menepuk pundak security itu dan berlalu ke ruangan keluarga.
Saat Kaleb masuk, terlihat Nina dan Tania sedang berbincang. Mereka terlihat sangat akrab.
"Nina, kamu dan Tania sudah kenal?" tanya Kaleb.
"Kaleb, ternyata Tania pernah datang ke Rumah Sakit tempatku bekerja dan pernah konsultasi padaku." ucap Nina.
"Iya, dunia sempit sekali." Tania berusaha duduk. "Arrgh." pekik Tania.
Kaleb langsung memegangi Tania.
"Tania jangan bergerak dulu, sudah tiduran saja." pinta Kaleb.
"Tidak apa-apa Kaleb." Tania berusaha tersenyum. "Kaleb, siapa orang yang berusaha mencelakaiku?" tanya Tania.
"Ana." Nina dan Tania membulatkan kedua matanya.
"Ana mantan kekasihmu yang tergila-gila padamu itu?" tanya Nina, Kaleb mengiyakan.
"Kaleb, bolehkah kamu mengantarkanku pulang? Sepertinya aku harus beristirahat. Besok aku harus ke Jogja." pinta Tania.
"Tidak boleh, kau tidak usah pergi!" seru Kaleb.
"Tidak apa Kaleb, kau juga akan ke singapore bukan?" Tania mengernyitkan dahinya. Kaleb terdiam dan menggendong Tania melewati pintu belakang sehingga tidak melewati ballroom tempat resepsi.
Kaleb membawa Tania dan mendudukannya di kursi belakang mobilnya.
Kaleb meninggalkan resepsi pernikahan adiknya dan bergegas mengemudikan mobilnya menuju rumah Tania. Kaleb sesekali melirik melalui spion dalam dan ternyata Tania tertidur.
"Kasian sekali Tania." gumam Kaleb.
Kurang lebih 40 menit Kaleb sudah sampai di rumah Tania. Kaleb menggendongnya dan membawanya ke kamar Tania dibantu oleh Bibi Dini. Kaleb melihat wajah Tania, dia mengelus pipi Tania.
"Maafkan aku Tania, kamu sampai harus seperti ini." Kaleb mencium kening Tania.
Kaleb keluar dari kamar Tania karena Tante Lidya meneleponnya.
"Kaleb, kamu masih di rumah Tania?" tanya Tante Lidya.
"Iya Tante, ada apa?" jawab Kaleb.
"Kaleb, kamu ke rumah sakit sekarang ya. Lita tiba-tiba pingsan, dia menyebut-nyebut nama kamu terus." Kaleb membulatkan matanya dan mematikan teleponnya.
"Ya Tuhan ada apa lagi ini." Kaleb mengusap wajahnya dengan kasar.
"Bibi Dini, tolong nanti kasih tahu Tania kalau Tania sudah sadar. Aku pulang dan langsung ke singapore. Titip salamku padanya ya Bi. Hati-hati selama di Jogja." pinta Kaleb, Bibi Dini mengiyakan.
Kaleb bergegas menuju ke rumah sakit.
Bersambung...
.
.
.
.
.
.
.
^Jangan lupa likenya ya. Terimakasih^
__ADS_1