Kopiku, Kopimu

Kopiku, Kopimu
Episode 25 - Curhat


__ADS_3

"Itu kan manajer baru di divisiku." Jasmine menunjuk seorang laki-laki yang sedang merangkul seorang wanita mesra. "Yah, ternyata dia sudah punya pacar." tutur Jasmine sedih.


"Dia? Donny?" Tania memejamkan matanya.


"Loh, kamu kenal, Tan?" tanya Jasmine sambil memegang tangan Tania.


Tania menghela nafasnya kasar. Tania melihat kemesraan Donny dan wanita disampingnya itu, lalu mengambil potret mereka.


Tania tersenyum sinis, lalu menyimpan foto-foto yang sudah dia ambil itu.


Jasmine memperhatikan Tania yang tidak menjawabnya, namun malah mengambil foto-foto Manajernya itu.


"Tania, kamu kenapa sih?" tanya Jasmine kesal.


"Tidak apa-apa, Jes." Tania melengkungkan senyumannya.


"Ih, kamu mah. Kepo nih aku." tutur Jasmine.


"Jes, itu laki-laki itu yang kamu bilang Manajer kamu. Dia yang bikin aku galau." tutur Tania.


"Kenapa?" Jasmine mengernyitkan dahinya, dia bingung bagaimana Tania bisa mengenal Donny.


Tania menceritakan semua kisah rumit percintaannya. Jasmine mendengarkan dengan seksama sambil sesekali tertawa dan menyeruput es teh manisnya.


"Jadi, Jes. Menurutmu gimana?" tanya Tania.


Jasmine menatap Tania sambil memikirkan jawaban yang pas untuk sahabatnya itu.


"Tan, menurutku kamu harus kesempatan ke Donny. Walau bagaimanapun, kamu sudah membiarkan dia berharap." tutur Jasmine.


"Tapi, Jes. Kamu li-"


"Iya, aku tahu. Tapi kita harus mastiin dulu, gadis yang sama dia itu siapa. Bisa aja itu adiknya?" tukas Jasmine tanpa berhenti.


Tania bergeming memikirkan jawaban sahabatnya itu.


"Tapi, Jes. Gimana cara kita tahu gadis itu pacar atau adiknya?" Tania mengernyitkan dahinya.


"Aku yang cari tahu deh. Nanti waktu aku masuk kerja, aku coba pancing dia." ucap Jasmine sambil tersenyum. "Terus masalah Pak Kaleb yang sangat tampan itu." Perkataan Jasmine terhenti.


"Kenapa, Jes?" tanya Tania.


"Hem, Tan. Kalau sama Pak Kaleb sepertinya sih hidupmu bakal terjamin. Dia memang baik sama semua orang, Tan. Jadi, wajar saja kalau bisa bikin cewe baper." tutur Jasmine. Tania memperhatikan perkataan sahabatnya itu. Dia berusaha mencerna kata-kata sahabatnya.


"Lalu?" tanya Tania lagi.


"Ya menurutku, kalau sama laki-laki seperti itu kamu harus banyak sabar." Jasmine tersenyum. "Jangan sampai kamu cemburu karena dia baik sama orang lain. Terutama lawan jenis." pinta Jasmine.


"Jes, jadi menurutmu aku harus pilih siapa?" tanya Tania. "Pilih Kaleb, aku kasian pada Lita. Kalau Donny, aku masih ragu." tutur Tania.


"Tan, menurutku siapapun pilihanmu itu adalah yang terbaik buat kamu. Lebih baik sekarang jalani dulu. Lama kelamaan pasti akan ada jawaban siapa yang pantas untuk kamu pilih." tutur Jasmine.


"Jadi, aku harus tetap menjalin hubungan dengan keduanya?" tanya Tania lagi.


"Tidak, bukannya tidak ada yang menjalin hubungan denganmu? Mereka hanya dekat saja kan?" tanya Jasmine, Tania mengiyakan dengan wajahnya yang lesu. "Nah, kalau begitu tidak masalah Tan kalau kamu dekat dengan keduanya. Oh iya selain itu, kamu harus pilih diantara mereka yang benar-benar serius." imbuh Jasmine.


"Serius? Menikah maksudmu?" Tania mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


"Iyalah Tan, masa kamu mau lama-lama pacaran lagi seperti hubunganmu dulu dengan Kak Joshua? Bertahun-tahun pacaran akhirnya putus juga, bukan akhirnya nikah juga." Jasmine terkekeh meledek sahabatnya itu.


"Ih, Joshua lagi. Sudah kelaut dia." umpat Tania. "Tapi, aku belum siap menikah Jes. Paling tidak setahun lagi lah." tutur Tania.


"Ya tidak apa-apa, kalau setahun sih masih wajar. Tapi kalau bertahun-tahun yang tidak wajar." tutur Jasmine.


"So, Jes. Kalau dengan Kaleb aku beradu waktu. Dia minta waktu sebulan agar semuanya clear. Dia dengan Lita." ucap Tania sedih. "Aku benar-benar bingung, Jes." ucap Tania dengan suara yang rendah.


"Tania, sudah jalani saja dulu. Sambil kita juga menunggu bukti dari Donny. Siapa wanita yang disampingnya tadi." tutur Jasmine sambil memegang tangan Tania. "Untuk Kaleb, biar saja kamu beri dia waktu sebulan itu. Benar tidak yang dia ucapkan. Kita juga harus melihat usahanya." imbuh Jasmine.


"Jadi, aku harus tetap bersabar ya untuk memilih?" tutur Tania, Jasmine mengganggukan kepalanya sambil melengkungkan senyumnya.


"Jes, memang tidak bisa di pastikan sekarang siapa wanita yang bersama Donny tadi?" tutur Tania sambil mengerucutkan bibirnya.


"Hem, bisa sih. Aku chat Donny ya." ucap Jasmine lalu mengambil telepon genggamnya dan mencari kontak Manajernya itu, lalu mengirimkan chat whatsapp.


Jasmine :


Siang Pak Donny, Pak lagi dimana?


"Belum dibaca Tan, sabar ya." tutur Jasmine.


Tania mengganggukan kepalanya.


"Tan, memang kalau tidak ada problem diantara Kaleb dan Donny. Kamu akan pilih siapa?" tanya Jasmine.


"Hem, Kaleb." jawab Tania dengan suara yang rendah dan pipinya merona merah.


"Tuh kan, kamu sebenarnya sukanya tuh sama Pak Kaleb." tutur Jasmine sambil menepuk pundak Tania. "Ya, tentu saja. Siapa yang tidak mau sama Pak Kaleb." ucap Jasmine.


Tiba-tiba muncul notifikasi dari telepon genggam Jasmine bila ada chat dari Donny.


Donny :


Jasmine :


Oh, tidak Pak. Tadi saya liat Bapak di Mall tapi Bapak lagi sama wanita. Saya mau negur takut. Hehehe


Donny :


Oh, tadi saya pergi sama adik sepupu saya.


Jasmine berbalas pesan dengan Donny sambil senyum-senyum. Tania menatap curiga pada sahabatnya itu.


"Donny sudah menjawab? Dia bilang apa?" tanya Tania penasaran.


"Dia bilang, itu adik sepupunya Tan. Sudah, kamu aman." tutur Jasmine.


Tania menghela nafasnya. Ternyata yang dia takutkan salah. Berarti dia masih bisa memberikan kesempatan pada Donny untuk membuktikan rasa cintanya pada Tania.


"Aman? Memang kita sedang main!" seru Tania.


"Tan, kamu masih ada unek-unek lagi ga yang mau kamu cerita?" tanya Jasmine, Tania menggelengkan kepalanya.


"Kamu sudah bosan? Mau pulang?" tanya Tania.


Jasmine mengganggukan kepalanya. Tania bergegas menuju ke kasir untuk membayar, lalu mereka menuju ke parkiran mobil.

__ADS_1


Jasmine dan Tania sudah berada di dalam mobil. Tania mengantarkan Jasmine pulang karena rumah mereka tidak terlalu jauh. Sekitar sepuluh kilometer.


"Jes, kamu masih sama Rico?" tanya Tania yang sedang menyetir.


"Udah engga, Tan. Dua bulan lalu aku putus." tutur Jasmine.


"Kok bisa, Jes?" tanya Tania penasaran.


"Biasa Tan, kucing kalau lihat ikan baru yang bening dikit langsung di tangkap." tutur Jasmine. Mereka berdua tertawa.


"Tapi pasti yang deketin kamu banyak kan?" tutur Tania. "Kamu kan tinggi, putih, cantik lah." imbuh Tania.


"Ya tapi tetap saja, cantikan kamu. Kalau engga, mana mungkin Pak Kaleb sampai ngejar-ngejar kamu." tutur Jasmine.


Telepon Tania berdering, menghentikan obrolan mereka. Tania bergeming, dia tidak mau mengangkat telepon itu karena sedang mengemudi. Namun, teleponnya tidak kunjung berhenti.


"Aku angkat aja, Tan. Boleh ga?" tanya Jasmine.


"Iya, Jes. Dari siapa sih?" tanya Tania.


"Pak Kaleb." tutur Jasmine dengan suara merendah.


"Ya sudah, angkat saja, Jes." pinta Tania.


Jasmine bergerak cepat memilih tombol hijau untuk mengangkat telepon itu.


"Halo?" sapa Jasmine.


"Halo, ini Tania?" tanya Kaleb.


"Bukan Pak, ini Jasmine teman Tania. Tanianya sedang mengemudi, jadi tidak bisa angkat telepon." tutur Jasmine.


"Oh, gitu. Apakah Tania masih mau pergi atau sudah mau pulang?" tanya Kaleb lagi.


"Mau pulang kok, ini sudah dekat." saut Jasmine.


"Okay, terimakasih ya." Kaleb mematikan sambungan teleponnya.


"Kenapa, Jes?" tanya Tania.


"Tidak tahu, Tan. Dia nanyain kamu sudah mau pulang apa belum." Jasmine menggerdikan bahunya.


Tidak berapa lama, mobil Tania sudah sampai di rumah Jasmine. Jasmine bergegas turun.


"Tania, thanks ya. Mampir dulu ga?" ajak Jasmine.


"Tidak usah, bye. Makasih ya Jes udah mau dengerin curhatku." ucap Tania.


"Sama-sama, ingat ya pilih yang serius." pinta Jasmine. "Lain kali traktir lagi ya." tutur Jasmine sambil tertawa dan meninggalkan Tania.


Tania kembali melajukan mobilnya ke rumah. Saat sampai, dia melihat mobil yang tidak asing sudah terparkir di halaman parkir rumahnya. Tania bergegas masuk ke dalam rumah.


Ceklek.


"Kamu?" ucap Tania saat membuka pintu rumahnya.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komennya ya. Terimakasih.


__ADS_2