
"Tania ayo cepat, nanti kita terlambat!" seru Mamanya pada Tania yang sudah satu jam lalu berada di dalam kamar setelah sarapan dan berpamitan pada Mamanya mau bersiap-siap.
"Iya Ma, sebentar." Tania keluar dari kamarnya mengenakan midi dress pink dengan rambutnya yang dibuat ikal pada bagian bawah semakin menambah keanggunannya.
"Anak Mama cantik sekali." Mamanya memeluk Tania. "Ayo Nak kita berangkat." ajak Mamanya.
Tania dan Mamanya sudah di dalam mobil, hari ini mereka diantarkan oleh supir baru Pak Teddy. Pak Teddy adalah supir pengganti Pak Subur, Pak Subur izin untuk pulang kampung karena istrinya sakit.
"Ma, waktu Mama pulang ke Indonesia mau ketemu Tante Lidya Mama bilang ada kejutan buat aku? Kejutan apa?" selidik Tania.
"Sebenarnya bukan kejutan sih. Jadi sebenarnya Mama buat toko berlian ini buat kamu. Suatu saat nanti kamu bisa urus. Dan kebetulan sekali, kamu bisa sama Kaleb bekerjasama mengurusnya." Mamanya tersenyum.
"Oh begitu." Tania menganggukan kepala.
"Kamu gimana sama Kaleb? Baik-baik saja kan sayang?" Mamanya mengelus kepala Tania.
"Heem, baik kok Ma." Tania tersenyum.
***
Launching toko berlian milik Mama Tania dan Tante Lidya berjalan lancar, setelah pemotongan pita para tamu undangan dapat masuk dan melihat-lihat model berlian yang berada di etalase Toko, sebelumnya mereka memberikan ucapan selamat atas dibukanya toko berlian itu. Toko berlian itu dinamakan "LIDINA JEWELLERY". Tak lupa juga disediakan kudapan dan makanan untuk para tamu undangan yang hadir.
"Selamat ya..." suara seorang laki-laki yang tidak asing menghampiri Tania dan memberikan tangannya tanda ucapan selamat.
"Terimakasih." Tania menjabat balik tangan laki-laki itu.
"Lemba, boleh kita bicara sebentar?" ajak Joshua.
"Sudah lama aku tidak dipanggil Lemba, bahkan sebelum putus pun dia tidak memanggilku begitu." guman Tania dalam hatinya.
"Boleh." jawab Tania datar.
"Bagaimana kabarmu? Sudah lama tidak bertemu, ternyata kamu sudah pandai berbisnis." ujar Joshua.
"Baik, kamu sendiri bagaimana? Aku hanya membantu Mama saja." Tania tersenyum kecil.
"Oh, jadi kamu sekarang kerja dimana?" selidik Joshua lagi.
"Aku bekerja di coffe shop." jawab Tania singkat.
"Coffe shop dimana?" Joshua penasaran.
"Di Tania..." suara Tania terputus karena ponselnya bergetar. "Sebentar ya Josh." Tania mengalihkan pembicaraan mereka dan menjawab telepon.
"Halo Kaleb, kamu dimana?" tanya Tania.
"Tania maaf, aku tidak bisa hadir di acara launching Toko. Ada hal penting yang harus kuselesaikan saat ini juga." jawab Kaleb.
"Baiklah kalau begitu tidak apa-apa. Bye." jawab Tania dengan nada kecewa dan menutup teleponnya.
Kenapa aku sedih begini dia tidak datang? Tania.
__ADS_1
"Lemba, obrolan kita belum selesai." Joshua menarik tangan Tania, membuatnya terhenti.
"Oh iya maaf. Tadi pembicaraan kita sampai dimana?" Tania berusaha melepaskan tangan Joshua.
"Kamu bekerja di coffee shop dimana?" tanya Joshua.
"Tania Garden Kopi." jawab Tania datar. "Joshua, bisakah kamu memanggilku Tania saja? Aku tidak nyaman sekarang dipanggil Lemba." Tania memandang Joshua, ingin sekali rasanya pergi. Mendengarnya memanggil Lemba, mengingatkannya pada hal-hal bahagia dulu saat mereka bersama.
"Baiklah, Lem. Tania. Aku sering sekali kesana saat weekend. Kenapa aku tidak pernah bertemu denganmu?" selidik Joshua.
"Aku jarang masuk saat weekend." jawab Tania kembali. "Sudah berapa lama kamu bekerja di sini?" Tania balik bertanya.
"Semenjak aku lulus aku bekerja disini dan ini akan menjadi project terakhirku, karena aku harus kembali mengurus Perusahaan Papa." jelas Joshua.
"Oh." jawab Tania datar.
"Boleh aku meminta nomormu?" Joshua mengeluarkan ponselnya, namun tiba-tiba seorang wanita mendekatinya.
"Sayang, kamu tidak menjawab pesanku!" seru seorang wanita berbaju dress merah cantik yang Tania pernah lihat di coffe shop saat bersama Joshua.
"Maaf, aku baru melihat ponselku." jawab Joshua datar.
"Siapa dia sayang?" wanita itu menunjuk Tania.
"Ini Tania adik kelasku saat SMA, Tania kenalkan ini Jessica." jelas Joshua.
"Calon istri Joshua!" seru Jessica ketus. "Sayang, launchingnya sudah selesai lebih baik kita pergi. Temani aku makan siang." ajak Jessica.
"Sombong sekali wanita itu." gerutu Tania.
"Sayang, kamu kenapa sendirian disini?" Mamanya mendekati Tania dan melihat kesedihan di wajah Tania.
"Tidak apa-apa Ma, tadi ada Joshua dan calon istrinya." jawab Tania dengan wajah sedih.
"Ya sudah sayang, tidak usah dipikirkan. Dia sudah jadi masa lalu kamu, sekarang kamu sudah punya kekasih hati." ujar Mamanya sambil mengelus kepala Tania.
***
"Joshua, wanita yang tadi. Tania bukannya mantan kekasihmu?" pertanyaan Jessica membuat Joshua terkejut dan membulatkan matanya lalu bergeming.
"Mantan kekasihku adalah Lemba." jawab Joshua.
"Iya, Tania Lembayung Asmara dan biasa kau panggil Lemba." jawab Jessica.
"Bagaimana kamu bisa tahu?" Joshua mengernyitkan dahinya.
"Tentu saja, kekuatan seorang wanita!" seru Jessica. "Tidak ada yang tidak bisa kuketahui, bila aku ingin tahu sesuatu." imbuhnya.
"Lalu kenapa kalau dia mantanku? Toh aku akan menikah denganmu?" Joshua berusaha menahan emosinya.
"Tapi kita menikah karena perjodohan sebatas bisnis, aku tahu kamu belum bisa mencintaiku sepenuhnya karena masih ada perasaanmu pada dia!" seru Jessica. "Lihat saja, akan aku tunjukkan padamu apa saja yang bisa kulakukan." imbuh Jessica.
__ADS_1
***
Tiba-tiba ditengah obrolan Tania dan Mamanya, Kaleb datang menghampiri mereka.
"Tania, surprise!" Kaleb mengejutkan Tania. "Halo Tante." sapa Kaleb.
"Halo, Nak Kaleb." sapa Mama Tania.
"Kamu bilang, kamu tidak bisa datang?" tanya Tania dengan wajah polosnya.
"Itu kan tadi, kalau sekarang bisa." Kaleb tertawa. "Tante, aku pinjam Tania ya mau aku culik." Kaleb kembali tertawa.
"Bisa saja kamu Kaleb, culik saja Tante tidak apa-apa kok." Mamanya tertawa.
"Sudah, kamu dan Mama sama saja yang pergi!" seru Tania sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ngambek. Yaudah yuk pergi." ajak Kaleb sambil menarik tangan Tania. "Tante, pergi dulu ya!" seru Kaleb.
"Hati-hati!" jawab Mama Tania sedikit berteriak.
"Kita mau kemana?" Tania mengernyitkan dahi.
"Ke tempat yang kau sukai." jawab Kaleb.
Tania dan Kaleb sudah berada di dalam mobil, Tania memperhatikan sekeliling jalan yang tidak asing baginya.
"Kita mau ke coffee shopku ya?" Tania menoleh ke Kaleb yang sedang fokus menyetir.
"Jangan ajak ngobrol orang menyetir." Kaleb tersenyum.
"Kau ini, menyebalkan sekali." gerutu Tania.
Mereka akhirnya sampai di TANIA GARDEN KOPI dan disambut oleh Jihan dan Angel.
"Mbak Tania cantik sekali." Jihan memuji, namun sorot matanya memperhatikan laki-laki disampingnya yang nampak tidak asing.
"Bukankah itu laki-laki yang waktu itu menyewa tempat ini dan memarahi kita dan Mbak Tania." Batin Jihan.
"Bisa saja kamu, Jihan aku mau pesan cappucino ice dan dia air mineral dingin." ucap Tania sambil tersenyum kecil.
"Apa-apaan kamu!" seru Kaleb. "Untuk apa aku kesini dan pesan air mineral saja! Aku mau menu favorite disini. Apa menu favoritenya?" tanya Kaleb.
"Kalau untuk bulan ini menu favorite yang jadi best seller ice macchiato." jelas Jihan.
"Ya sudah itu saja." jawab Kaleb dan Jihan meninggalkan mereka.
"Kamu ini suka kopi engga sih?" Tania mengernyitkan dahinya.
"Biasa saja, yang paling aku suka wanita cantik. Seperti yang ada di depanku ini." rayu Kaleb sambil tertawa.
Bersambung...
__ADS_1