Kopiku, Kopimu

Kopiku, Kopimu
Episode 29 - Menikah (2)


__ADS_3

Kaleb bergeming memandang Mama Lita dan Tania secara bergantian. Perkataan Mama Lita membuatnya bingung, Kaleb berpikir bila memang dia menikah dengan Lita dan Lita harus pergi meninggalkan dunia ini, Kaleb akan menjadi duda dan setelah itu dia bisa menikah dengan Tania. Memang sedikit jahat, tapi dia tidak ingin kehilangan Tania. Wanita yang sangat dicintainya itu.


“Kaleb, seperti yang sudah kubilang dulu. Bila memang kita berjodoh Tuhan pasti akan memberikan jalan untuk kita.” tutur Tania sambil menahan senyumnya.


“Kaleb, segeralah pulang dan bersiaplah untuk acara besok.” pinta Mama Lita seraya meninggalkan Kaleb dan Tania.


Setelah kepergian Mama Lita, Kaleb menghampiri Tania lagi dan mengajaknya duduk pada kursi ruang tunggu yang sedari tadi kosong. Kaleb menoleh ke arah Tania, Tania hanya menundukkan kepalanya. Dia tidak berani menoleh bahkan melirik ke arah Kaleb. Rasanya impian beberapa jam lalu yang baru saja muncul dalam hati Tania sirna begitu saja.


“Tania.” panggil Kaleb dengan suara lembut.


“Iya.” saut Tania, masih dengan wajah yang tertunduk lesu.


“Tania, maafkan aku ya. Aku akan kembali mencoba berbicara dengan Lita.” tutur Kaleb.


“Itu tidak perlu Kaleb, kasihan Lita. Benar yang dibicarakan Tante, bila Lita memiliki waktu yang sedikit setidaknya dia harus merasakan sedikit kebahagiaan.” tutur Tania.


“Tania, kenapa kamu baik sekali. Merelakan perasaanmu demi orang lain.” tutur Kaleb. “Tania, percayalah padaku. Pernikahan itu tidak akan pernah sama sekali terjadi. Aku tadi hanya berakting di depan Mama Lita, agar ia lekas pergi.” tutur Kaleb sambil mengelus puncuk kepala Tania dan mendekatkan kepala Tania agar bersandar di bahunya.


Tiba-tiba cairan bening mulai keluar dari sudut mata Tania, membuat Tania menelungkupkan wajahnya pada dada Kaleb.


“Kamu ingin melakukan apa?” tanya Tania sambil mendongakan kepalanya, memandang wajah Kaleb yang saat ini bergantian menunduk melihat wajah wanita yang dicintainya itu. Wajahnya yang menggemaskan membuatnya ingin mencubit dan mengecup pipi gadis itu. Andai ini bukan tempat umum, mungkin saja Kaleb akan melakukannya tanpa pikir panjang lagi.


“Pokoknya, besok kamu harus dating kembali ke rumah sakit ya.” pinta Kaleb sambil tak henti-hentinya mengelus kepala Tania.


Tania menegakkan posisi dudukanya dan memandang wajah Kaleb dalam-dalam. Sisa-sisa air mata masih menempel lekat di pipinya. Kaleb mengusap air mata itu dan mendekati wajah Tania, kali ini wajah mereka hanya terpaut panjang telunjuk. Kaleb mulai memejamkan matanya dan mendekati wajah Tania. Tania yang sadar bila Kaleb ingin menciumnya bergegas menjauh, pipinya langsung merona merah.


“Kaleb, jangan.” tutur Tania yang saat ini wajahnya menoleh ke kiri.


“Maaf ya Tania, aku hampir kebablasan.” ucap Kaleb sambil terkekeh. Tania mengerucutkan bibirnya, berpura-pura marah.


“Besok aku harus apa?” tanya Tania.

__ADS_1


“Besok kamu siap-siap saja, persiapkan barang-barangmu juga. Kita akan pergi jauh selama beberapa hari.” tutur Kaleb.


“Maksudnya?” Tania mengernyitkan dahinya. “Kamu mau kabur?” tanya Tania dengan nada suara sedikit tinggi.


“Tidak Tania, besok aku pastikan tidak akan jadi menikahi Lita dan setelah itu semua selesai kita akan pergi liburan bersama dengan Kania dan Danesh.” tutur Kaleb sambil tersenyum.


“Ka-Kaleb. Sebenarnya aku masih ada rasa tidak tega pada Lita loh.” tutur Tania. “Aku-“


“Kakak!” seru Kania, menukas perkataan Tania membuat Tania terdiam seketika. “Aku mencari Kakak kemana-mana.” ucap Kania pada Kaleb. “Kakak, aku tadi habis menjenguk Kak Lita.” Imbuh Kania.


“Kenapa Kania?” tanya Kaleb. “Bagaimana keadaan Lita? Apa Tante masih disana?”


“Tidak Kak, tapi ada laki-laki yang bersama Kak Lita. Entah siapa, saat aku mau masuk ke ruang rawat Kak Lita. Laki-laki itu pergi.” tutur Kania. Kaleb tersenyum sinis mendengar perkataan adiknya itu.


“Sudah tidak usah dipikirkan, besok Tante merencanakan agar aku menikah dengan Lita. Setelah masalah itu selesai kita berempat pergi keluar kota ya.” pinta Kaleb.


Kania dan Danesh terbelalak mendengar perkataan Kaleb.


“Ya, mau bagaimana lagi Kania.” tutur Kaleb.


“Pokoknya aku tidak setuju, lagipula menikah bagaimana dengan persiapan yang serba mendadak.” umpat Kania.


“Sudah Kan, tenang saja. Kamu dan Danesh tidak perlu memikirkan hal itu, yang penting kamu jaga kesehatan saja dan bersiap untuk pergi besok. Pulang yuk!” ajak Kaleb.


“Iya Kak, aku pulang sama Danesh. Tadi Pak sopir sudah kusuruh pulang.” tutur Kania.


“Iya, aku mengantarkan Tania pulang ya.” pinta Kaleb.


***


Keesoka paginya Pukul 06.30, Kaleb sudah bersiap untuk melancarkan aksinya hari ini. Segala rencana telah dia pikirkan matang-matang. Bodohnya dia dulu mengiyakan kemauan Orangtua Lita untuk meminta menikahi Lita, sedangkan Lita sendiri tidak menyukainya.

__ADS_1


“Maaf ya Tante, aku terpaksa seperti ini. Ini juga demi kebaikan Lita.” gumam Kaleb.


Kaleb mengambil telepon genggamnya dan menelepon seseorang disana.


“Halo, jangan lupa pukul sembilan sudah sampai di lokasi.” pinta Kaleb lalu memutus sambungan telepon itu. Setelah itu Kaleb kembali membuka telepon genggamnya dan mencari kontak Tania. Dia berniat menjemput Tania, agar setelah masalahnya selesai mereka bisa langsung berangkat ke luar kota.


“Tania, pukul setengah tujuh aku jemput ya.” ucap Kaleb to the point tanpa sapaan dulu lalu menutup teleponnya.


“Menyebalkan sekali!” umpat Tania sambil meletakkan telepon genggamnya di nakas dan bergegas mandi.


Kurang lebih lima belas menit, Tania berada dalam kamar mandi setelah itu Tania keluar dan mengeringkan rambutnya yang masih mengenakan handuk kimono. Tania memilih blouse dan celana kulot panjang. Dia berpikir tidak perlu memakai dress karena acara ini hanya di rumah sakit.


Tania membentuk rambutnya menggunakan catokan curly. Dia mengenakan make up tipis dan lipstick berwarna nude pink agar terlihat lebih cerah. Setelah rapi, Tania segera keluar untuk menunggu Kaleb, karena jam yang melingkar ditangannya sudah menunjukkan waktu pukul 07.25. Tania juga membawa sebuah koper, barang-barang yang sudah dia packing semalam untuk acara mendadak yang Kaleb rencanakan beberapa jam lalu.


Tania mendengus kesal karena Kaleb terlambat, waktu sudah lewat sepuluh menit. Tidak lama setelah itu, mobil Kaleb berhenti dengan sempurna di depan gerbang rumah Tania.


“Kaleb.” sapa Tania yang saat ini sudah duduk didalam mobil Kaleb, tepatnya di samping Kaleb.


“Iya cantik.” saut Kaleb.


“Gombal.” umpat Tania.


Kaleb dan Tania saling mengobrol di dalam mobil, hal yang mereka perbincangkan adalah mengenai rencana Kaleb untuk pergi keluar kota. Tania menginterogasi Kaleb mengenai tujuan mereka, dimana mereka menginap dan pergi kemana saja. Tania sungguh penasaran dengan rencana Kaleb yang sangat mendadak, terlebih lagi dengan rencana pernikahan hari ini. Tania sungguh dibuat bingung dengan CEO PT. Tirtania Jaya itu.


“Kaleb. Apakah aku boleh tahu rencanamu untuk membatakan pernikahan Lita hari ini?” tanya Tania, akhirnya ia mengeluarkan keberanian untuk menanyakan hal itu. Masalah itu yang dari semalam membuatnya sulit tidur.


“Rahasia.” ucap Kaleb dengan senyum penuh kemenangan. “Sabar ya gadisku, nanti kamu juga akan tahu kok.” pinta Kaleb. 


Bersambung...


Mohon maaf lahir batin ya.

__ADS_1


__ADS_2