
Tania dan Jasmine sudah berada di sebuah Mall, Tania memang sudah berjanji akan menyusun rencana untuk menjebak Donny. Setelah Tania menghabiskan waktu bersama Kaleb, Kania dan Danesh di Villa, Donny selalu berusaha menghubungi Tania. Namun, Tania tidak meresponnya.
"Tan, aku ke restorannya dulu ya." tutur Jasmine. Tania mengiyakan dan segera masuk ke sebuah toko buku di Mall itu untuk mengisi waktu sambil menunggu kode dari Jasmine.
Tania berkeliling sepanjang toko buku itu, sambil melirik ponselnya yang melekat di tangannya. Kurang lebih lima belas menit, Jasmine mengirimkan pesan pada Tania untuk menyusulnya ke restoran itu. Setelah membaca pesan dari Jasmine, Tania melengkungkan senyumannya dan bergegas menuju ke restoran yang menjadi tujuan mereka.
Tania memasuki restoran yang ditujukan Jasmine, Tania berjalan dari arah belakang tubuh Donny membuat Donny tidak melihatnya.
"Jasmine?" ucap Tania sambil memberikan kecupan di pipi kiri dan kanan Jasmine.
"Halo Lembayung." sapa Jasmine.
Wajah Donny seketika berubah menjadi pias dan jantungnya berdebar.
"Loh Donny? Kenal sama Jasmine?" tutur Tania.
"Kamu kenal sama Donny?" kali ini Jasmine melontarkan pertanyaan pada Donny.
__ADS_1
Donny menelan salivanya, rasanya dirinya ingin cepat-cepat pergi dari tempat itu. Donny tidak bergeming menanggapi perkataan Tania dan Jasmine. Kedua gadis itu saling bersorak di dalam hatinya.
"Ini temen kerjaku Tan, namanya Jasmine." tutur Donny.
"Oh gitu." Tania membulatkan mulutnya dan merubahnya menjadi senyuman. "Kalian lagi nge-date?" sambung Tania sambil mengernyitkan dahinya.
"Eh nggak." ucap Donny membuat Jasmine bersedekap dada dan mengerucutkan bibirnya.
"Kamu apa-apaan sih Don? Bukan kamu chat aku maksa-maksa ngajak nge-date? Sekarang kamu bilang bukan nge-date?" ucap Jasmine masih bersedekap dada sambil menggelengkan kepalanya.
"Jadi maksud kamu apa Don? Kamu bilang suka sama aku? Kok malah ngajak nge-date perempuan lain? Sahabatku sendiri lagi." ucap Tania ketus sambil memutar bola matanya.
"Pergi aja yuk!" ajak Jasmine pada Tania. Tania mengganggukkan kepalanya dan segera beranjak berdiri. Namun, tangan Donny berusaha memegang tangan Tania dan berusaha menahan gadis itu agar tidak pergi.
"Tania, jangan pergi!" tutur Donny tidak melepaskan eratan tangannya yang melingkar di lengan Tania. "Maafin aku." ucap Donny.
"Lepasin!" jawab Tania kasar. Tania berusaha melepaskan tangannya namun tidak berhasil.
__ADS_1
"Hey lepasin!" Kaleb datang dan segera memaksa Donny melepaskan cengkraman tangannya dari lengan Tania.
"Pak Kaleb?" ucap Donny dengan terbata dan segera melepaskan pegangan tangannya itu.
"Kamu ada masalah apa Don?" tanya Kaleb dengan nada suara tidak suka.
"Nggak apa-apa Pak. Saya cuma mau jelasin ke Tania kalau..."
"Jelasin apa? Kamu mau jelasin apa ke calon isteri saya?" Kaleb segera menukas perkataan Donny.
"Jackpot banget sih hari ini." gumam Donny sambil menelan salivanya yang dirasa sangat sulit.
"Maaf Pak, saya tidak tau kalau Tania calon isteri Bapak." tutur Donny lirih sambil memandang ke arah Tania dengan pandangan sayu.
"Sudah, nggak usah ribut-ribut. Kita pergi aja yuk sayang." tutur Tania.
Kaleb, Tania dan Jasmine mulai berjalan perlahan keluar dari restoran itu dan meninggalkan Donny yang terpaku di kursinya. Donny mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Brengsek!" umpat Donny dalam hatinya.
Bersambung....