Kopiku, Kopimu

Kopiku, Kopimu
Episode 16 - Jogja, Singapore


__ADS_3

"Bi, tolong berikan ini pada Tania." Joshua memberikan sebuah bungkusan kecil. Bibi Dini menerimanya.


"Iya mas Joshua, nanti Bibi berikan" jawab Bibi Dini.


Bibi Dini kembali ke kamar Tania dan memberikan sebuah bungkusan.


"Mbak, ini tadi dari mas Joshua." pinta Bibi Dini seraya memberikan bungkusan itu. Tania menerimanya dan hanya meletakkannya di atas meja riasnya.


"Makasih ya Bi." Tania kembali membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


"Sebaiknya aku beristirahat besok aku harus berangkat pagi-pagi sekali." gumam Tania. Tania berusaha untuk tidur, namun sepertinya otaknya masih berusaha untuk bekerja.


"Apa benar Kaleb suka main perempuan?" gumam Tania. "Kalau baik sama semua perempuan itu sepertinya benar. Kecuali Ana." Tania melengkungkan senyumnya. "Tapi bisa saja setiap perempuan yang dia beri perhatian berpikiran kalau Kaleb menyukainya, pikiranku sama dengan Lita." gumam Tania lagi.


Tania kembali termenung, menatap langit-langit kamarnya. Dia merasa sakit saat mendengar ucapan Joshua. Tanpa terasa Tania sudah terlelap dalam tidurnya.


Saat Tania tertidur, muncul notifikasi pesan dari Joshua.


***


Di Bandara


Tania sudah di dalam pesawat yang akan segera lepas landas. Sebelumnya Tania melihat ada notifikasi pesan dari Joshua.


Tania apa kamu sudah menerima bungkusan dariku? -Joshua-


Tania hanya membaca dan tidak membalas pesan yang menurutnya tidak penting itu. Tania tiba-tiba teringat pada Kaleb, ia mengirimkan pesan padanya.


Hati-hati di jalan, aku sudah di dalam pesawat.-Tania-


Sekitar satu jam pesawat yang di tumpangi Tania sudah sampai di kota Jogjakarta, Tania yang sedikit terpincang mencoba berjalan pelan. Seorang pramugari membantunya turun dari pesawat. Tania menunggu kopernya di pengambilan bagasi.


Setelah berhasil mendapatkan kopernya, Tania bergegas keluar dari bandara untuk bertemu dengan Debby yang sudah sampai hampir setengah jam lalu.


"Tania!" seru seorang wanita cantik berambut panjang, memakai kacamata bulat. "Tania, kamu kenapa?" Debby memegang bahu Tania dan mengambil alih koper yang dibawa Tania.


"Ada kecelakaan sedikit, nanti kuceritakan." pinta Tania tersenyum.


"Kamu mau menginap di rumahku atau di rumah Tantemu?" tanya Debby.


"Aku menginap di rumah Tanteku saja Deb, aku sudah izin pada Tante dan Om ku dari minggu lalu." ujar Tania.


"Baiklah." Debby mengganggukan kepalanya. "Tapi kamu mau langsung ke rumah Om dan Tantemu atau mau jalan-jalan dulu?" tanya Debby.


"Heem, sepertinya jalan-jalan dulu lebih asik. Kita mampir ke tempat es krim yuk." ajak Tania.


Tania rindu sekali dengan makanan khas Jogja. Dia juga rindu dengan es krim yang popular di Jogjakarta.


Tania dan Debby sudah tiba di restoran es krim itu. Tania mencari tempat duduk, sedangkan Debby memesankan es krim ke kasir karena antriannya sangat panjang. Tania masih belum bisa berdiri terlalu lama karena kakinya yang masih sedikit sakit.


Tania memperhatikan restoran es krim itu, tempatnya tidak berubah. Dekorasinya juga masih tetap sama. Tiba-tiba terkenang kembali masa-masa saat kuliah.


"Aku rindu sekali tempat ini." gumam Tania.


"Tania!" sapa seorang laki-laki.


"Donny?" Tania mengerjapkan matanya yang sedang melamun.


"Loh kamu di Jogja?" Donny langsung mendudukan tubuhnya di samping Tania.


"Iya don, aku lagi main. Baru sampai tadi. " ujar Tania.


Tidak berapa lama, Debby datang menghampiri Tania.


"Loh ada Donny. Hai Don." sapa Debby yang terlihat membawa dua cone es krim.


"Hai Deb, wah asik nih kalo kita jalan bareng." ujar Donny.


Ucapan Donny hanya disambut dengan senyuman Tania dan Debby.


"Tania, kamu menginap dimana?" tanya Donny.

__ADS_1


"Di rumah Om dan Tanteku Don." jawab Tania. "Kamu sekarang kerja di mana Don?" tanya Tania.


"Di anak perusahan PT. TIRTANIA JAYA Tan." jawab Donny, dijawab dengan anggukan kepala Tania yang masih asik menikmati es krimnya.


Tiba-tiba seorang gadis datang menghampiri Donny.


"Sayang, ini es krim mu." ucap gadis itu sambil memberikan es krim pada Donny, menatap acuh pada Tania dan Debby.


"Tania, Debby kenalin ini Tiara." ucap Donny. Tiara tidak memandang mereka dan tiba-tiba menarik tangan Donny.


"Don, kita duduk disana saja yuk!" ajak Tiara.


"Disini saja sama mereka, aku sudah lama tidak ketemu teman-temanku." jawab Donny dengan ketus. Tiara terpaksa mengikuti keinginan Donny dan ikut duduk bersama dengan Tania dan Debby.


"Seru sekali ya kalau ingat masa-masa dulu." ucap Donny yang diiringi dengan tertawaan. "Rencana kamu disini berapa lama Tan?"


"Sekitar seminggu Don." jawab Tania tersenyum.


"Wah, lama juga. Besok malam kita ke kafe biasa yuk!" ajak Donny.


"Aku ikut!" tukas Tiara. Donny melihat wajah Tiara dengan malas.


"Lihat besok saja ya." jawab Donny malas.


"Kenapa sih Don? Dari tadi aku didiamkan saja! Kalian asik ngobrol bertiga, ada rencana mau pergi aku ga boleh ikut. Udah lah aku mau pulang saja!" Tiara beranjak meninggalkan tempat duduk itu.


"Tiara!" seru Donny. "Sorry ya Tan, Deb aku pergi dulu. Nanti kabarin ya." pamit Donnny.


Tania dan Debby melihat Donny yang mulai meninggalkan restoran es krim. Mereka saling bertatapan.


"Cemburuan sekali pacarnya Donny itu." ucap Debby. "Kamu memang mau Tan pergi bertiga sama Donny?" tanya Debby sambil menatap wajah Tania.


Flashback on


"Tania, Debby!" Donny melambaikan tangan pada Tania dan Debby.


"Nanti malam kita rayakan kelulusan kita yuk, sebelum Tania liburan ke Jepang." ajak Donny.


"Boleh." jawab Tania.


Malam Hari di KAFE JOGJA INDAH


"Kafe nya indah sekali ya Deb." ucap Tania, Debby menganggukan kepalanya.


"Iya Tan, banyak sekali bunga. Tapi kemana Donny ya?" Debby menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Seorang pelayan datang menghampiri mereka.


"Mbak Tania ya?" tanya pelayan itu.


"Iya Mbak, saya mau pesan meja untuk tiga orang." jawab Tania.


"Oh, tadi sudah dipesankan tempat VIP Mbak. Mari Mbak saya antar." ucap pelayan itu, Tania dan Debby pun mengikutinya.


Mereka masuk pada sebuah ruangan dengan meja makan yang besar. Di dalam ruangan itu sudah di dekor dengan sangat cantik. Ruangan itu dihiasi dengan bunga, balon berbentuk hati dan bunting flag yang bertuliskan "will you be my girlfriend"


"Tania." sapa Donny.


"Donny, ini ada apa?" tanya Tania.


"Tania aku membuat semua ini untukmu. Aku sudah mereservasi restoran ini untuk acara spesial malam ini. Untuk kita. " Donny memberikan satu buket bunga, di dalamnya ada kartu.


"Tania, buka kartu di buket itu." pinta Donny.


-Mau kah kamu menjadi kekasihku?-


Setelah membaca kata-kata itu,Tania menatap Donny.


"Tania, kalau kamu menerimaku. Kamu pilih balon warna merah muda, bila kamu tidak menerimaku kamu ambil balon warna hitam." ucap Donny dengan penuh harap, Tania memilih balon warna merah muda.


"Maksud kamu apa sih Don?" ucap Tania kesal. "Kamu tahu kan aku masih sakit hati?" seru Tania.

__ADS_1


Tania langsung mengambil balon warna hitam dan meninggalkan Donny. Debby mengejar Tania yang saat itu sedang kesal.


Flashback Off


"Tidak apa-apa Deb, setelah kejadian itu Donny sudah minta maaf sama aku." ujar Tania.


"Hem, baguslah kalau begitu. Any way Tania, kamu sudah punya kekasih ya?" tanya Debby penasaran.


"Kenapa memangnya Deb? Aku juga masih bingung." keluh Tania.


"Kaleb kan Tan? Pemilik PT. TIRTANIA JAYA?"


Tania terkejut mendengar perkataan Debby, darimana dia tahu.


"Kamu tahu darimana Deb?" tanya Tania sambil mengernyitkan dahinya.


"Hem, waktu itu di acara pernikahan Kania adiknya Kaleb. Aku menonton di televisi. Aku melihat kamu duet dengan Kaleb dan Kaleb bilang kamu kekasih hatinya." Debby mencoba mengingat-ingat.


"Wah, aku tidak sadar kalau acara pernikahan itu disiarkan di televisi." gumam Tania.


"Tania, benar kamu pacaran dengan Kaleb?" Debby menggoyang-goyangkan tubuh Tania. Tania tersadar dari lamunnya.


"Bagaimana ya Deb, aku bingung menjelaskannya. Bolehkah besok aku jelaskan padamu?" pinta Tania. "Aku lelah sekali. Besok aku ingin main ke kampus, kita makan di kantin kampus saja." ucap Tania tersenyum.


"Baiklah, aku akan bersabar menunggu ceritamu." ujar Debby.


"Ya sudah Deb, antar aku ke rumah Om dan Tante ya." Tania kembali tersenyum.


"Iya Nona muda." Debby terkekeh.


Debby mengemudikan mobil sedannya menuju rumah Om dan Tante Gunawan. Mereka adalah Om dan Tante Tania, Tante Gunawan adik dari Mamanya Tania. Mereka memiliki anak yang masih SMA bernama Dito.


Debby dan Tania sudah sampai di rumah Om dan Tante Gunawan. Mereka lekas turun, Om dan Tante Gunawan sudah menyambut mereka. Debby bertamu sejenak.


"Debby, ini diminum tehnya." pinta Tante Gunawan.


"Iya Tante, terimakasih." jawab Debby.


Setelah obrolan dengan Debby tadi, Tania berusaha menghubungi Kaleb. Tania ingin mengetahui bagaimana kabar Kaleb.


Kaleb, aku sudah sampai. Apakah kamu sudah sampai?-Tania-


Pesan itu belum sampai juga, padahal Tania sudah mengirimkannya sekitar satu jam yang lalu.


***


SINGAPORE


Kaleb, Lita dan Orangtua Lita sudah tiba di Singapore. Mereka menuju ke hotel untuk merapikan barang-barang, sedangkan Lita langsung dibawa ke Rumah Sakit Healthy setelah pesawat mendarat.


Kaleb melihat telepon genggamnya tidak ada signal. Tadi pagi Tania mengirimkan pesan, dia ingin membalasnya namun tidak sempat.


"Maafkan aku lagi Tania." ucap Kaleb.


Bersambung....


.


.


.


.


.


.


.


^Mohon like, komen dan votenya ya. Terimakasih ^

__ADS_1


__ADS_2